
"Oooo.... ternyata perempuan asing itu yang
telah membuat mu berpaling."senyum sinis
jeslin terukir di bibirnya."Akan ku buat wanita
asing itu hancur sampai kau jijik
melihatnya."ucap jeslin.ya wanita itu melihat
ketika Jimin dan Natan keluar dari toko
pakaian tanpa pikir panjang jeslin mengikuti
mereka dan melihat Jimin berciuman dengan
Rachel.
Dengan langkah pasti jeslin menemui Rachel
yang sedang bersantai di jam istirahatnya.
"Hai...rach."jeslin melemparkan senyuman
kearah Rachel yang terkejut melihat
kehadiran jeslin di tempat kerjanya.
"Eonni."mengerutkan dahinya.melihat
kedatangan jeslin membuat otaknya berpikir
keras.apa yang membawa kekasih Jimin itu
menemuinya.
"Tidak usah terkejut begitu.mendudukan
bokongnya disebelah Rachel."Apa kau ada
waktu?,ada hal yang ingin eonni bicarakan."
"Bisa eonni."jawab Rachel cepat.dia juga
sangat penasaran apa yang ingin jeslin
bicarakan."Sebentar eonni saya minta teman
saya buat gantiin kerjaan saya dulu."ucap
Rachel sopan dan melangkah untuk
menemui Naira.
"Naira gantiin aku ya!."seru Rachel pada
sahabatnya yang tengah duduk dimeja kasir.
"Kamu mau kemana?."tuanya Naira menatap
Rachel."Kamu sakit?."tanya Naira dan memegang kening Rachel.
"Kekasih tuan Jimin ingin bicara dengan
ku."mengarahkan pandangannya ketempat
dimana jeslin sedang duduk.
"Hah...itukan model cantik yang sering
diberitakan di media.Tunangannya tuan
suami kamu itu!."seru Naira dengan langkah
seribu mendatangi jeslin setelah Rachel
mengangguk membenarkan ucapannya.
"Hai...eonni kenalkan saya temannya
Rachel."Naira mengulurkan tangannya walau
jeslin terlihat tidak begitu suka namun Naira
langsung merampas tangan kanan wanita itu
dan menempelkan ke tangannya sendiri
sambil tersenyum senang."Bisa minta
foto?."sebelum jeslin menjawab Naira sudah
mengambil ponselnya dari saku celana dan
menyuruh Rachel untuk mengambil gambar
mereka.
__ADS_1
Rachel mengambil beberapa gambar dan
menyerahkan ponsel Naira.rachel juga
melihat gerak-gerik jeslin yang beberapa kali
mengibaskan tangan dan bajunya dari
sentuhan sahabatnya itu.
"Terimakasih banyak eonni". memeriksa
ponselnya.
Naira sangat sangat puas melihat hasil
jepretan Rachel dan jangan lupakan mulut
Naira yang berteriak memanggil karyawan
yang lainnya alhasil semua karyawan ikut
berkumpul dan Rachel sebagai juru
kameranya.
"Sudah...sudah... Naira, cepatlah eonni Yuri
nanti kecarian." seru Rachel mengusir Naira
dan karyawan lainnya.Rachel tidak suka
melihat jeslin memperlakukan sahabatnya
dan karyawan lain seperti kotoran yang harus
dibersihkan dari tubuh jeslin.
"Ikut saya."jeslin melangkah dengan
angkuhnya melewati Naira dan segera
Rachel mengikuti langkah jeslin dari
belakang.
"Apa yang ingin eonni bicarakan dengan
saya?."begitu mereka duduk disebuah taman
yang tidak jauh dari cafe.
lagi."memasang wajah keangkuhan yang
selama ini ditutupinya."Jadi kau yang sudah
merayu Jimin dan membuat hubungan kami
menjadi renggang."ucap jeslin to the
poin.sekarang tujuannya bukan hanya
merebut Jimin dari Rachel tapi juga memberi
perhitungan yang akan membuat Rachel
hidup menderita.
"Maksud eonni."Rachel tampak terkejut
dengan perubahan sikap jeslin yang awal
bertemu dengannya sangat lembut dan
ramah.
"Tidak usah berpura-pura,aku melihat kalian
berciuman di dekat toilet cafe."jeslin
menatap Rachel dengan tajam dan
mengangkat sudut bibirnya melihat Rachel
gugup."Kau tau aku dan Jimin sudah
menjalin hubungan sejak kami masih duduk
di bangku sekolah.aku lebih tau sifat Jimin
dari pada kamu yang kenal dengannya hanya
dalam beberapa bulan saja."jeslin
menjejerkan dengan jelas seperti apa
kedekatannya dengan Jimin."Seberapa
__ADS_1
banyakpun kau memberikan tubuhmu
padanya tapi kalau Jimin belum mengatakan
cintainya itu artinya kau hanya pemuas
nafsunya."jeslin sangat yakin
Jimin bukanlah tipe pria yang gampang
mengungkapkan kata cinta.
"Saya mengerti eonni."Rachel tertunduk ada
rasa sakit yang tidak bisa diungkapkan
mendengar ucapan jeslin.Benar sampai detik
ini Jimin tidak pernah sekalipun
mengucapkan kata cinta padanya bahkan
sampai sekarang dia masih dipanggil dengan
wanita idiot walau tidak sesering dulu.walau
sudah beberapa kali mereka bercinta dengan
panas tapi kata-kata cinta itu tidak pernah
keluar dari mulut Jimin.
"Kau tau!,Jimin akan selalu mengucapkan
kata-kata cinta disela-sela percintaan
kami."senyum jeslin mengembang melihat
provokasi nya berhasil terlihat jelas
butiran air mata yang mulai menetes di
pelupuk mata Rachel."Yang artinya aku
adalah wanita satu-satunya yang masih
bertahta dalam hatinya.mungkin saat ini dia
masih ingin menikmati tubuhmu tapi nanti
ketika dia bosan dia akan kembali
padaku."dengan penuh percaya diri jeslin
berucap."Seharusnya kau menyadari
kedudukan mu yang tidak selevel dengan
Jimin jadi jangan seperti pungguk
merindukan bulan."jeslin pergi meninggalkan
Rachel begitu saja."ini baru permulaan,
selanjutnya akan lebih sakit lagi."serunya
dalam hati.
rachel tertunduk dengan air mata yang
kunjung berhenti menetes rasanya sangat
sakit disaat hatinya berusaha ditutupnya
rapat untuk Jimin tapi saat itu juga Jimin
selalu membuatnya goyah dan selalu
berakhir dengan adegan panas keduanya
diatas ranjang.
Kini dia harus berusaha menata hatinya dan
kembali pada perjanjian antara dirinya dan
mommy alin.rachel menghapus airmatannya
rasanya percuma jika dia hanya merutuki
nasibnya lebih baik bangkit dan segera
kembali ke negaranya.rachel berjalan gontai
kembali ketempat kerjanya dan melanjutkan
aktivitasnya seperti semula.
__ADS_1
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Hai reader mungkin dalam beberapa hari author tidak update episode baru author fokus ibadah dulu.merry Christmas buat semua yang merayakan.salam Damai buat kita semua ❤️❤️❤️❤️❤️❤️🙏🙏