
Tengah malam Rachel merasa kepalanya
sangat pusing dan perutnya terasa sangat
lapar.Sejak keluar dari rumah Jimin Rachel
tidak berselera makan dan lebih banyak
murung.Waktunya lebih banyak melamun
dan mengurung diri didalam rumah Naira.
"Rachel kau kenapa?."Naira memegangi tubuh
Rachel yang hampir limbung."Mukamu pucat
banget,ini pasti karena kau susah disuruh
makan."membopong tubuh Rachel untuk
duduk disofa.
"Naira kepalaku pusing,perutku juga rasanya
gak enak rasanya pengen mual."Rachel
memegang kepalanya yang terasa berat
untuk bangkit dan berjalan.
"Sebentar ya."Naira berjalan menuju pintu tapi
yang didengarnya malah keributan seperti
orang yang sedang
berkelahi."Penjaga...penjaga..."Naira berteriak
dan berusaha membuka pintu yang sengaja
dikunci dari luar.
Mendengar Naira berteriak memanggil
penjaga membuat Rachel berusaha bangkit
dan mencari tau apa yang terjadi.
"Naira ada apa?."
"Sepertinya para penjaga sedang
berk____.Rachel."Jerit Naira melihat Rachel
terjatuh.Naira segera berlari kearah Rachel
"Rachel bangun jangan buat aku
takut."dengan susah payah Naira
mengangkat tubuh Rachel."Tolong.. tolong..
siapapun yang ada diluar tolong."Naira
berteriak sekuatnya sambil terus
menepuk-nepuk pipi Rachel.
"Kepalaku."Rachel berlahan membuka
matanya."Apa yang terjadi diluar?.
"Ohh God kau membuatku takut."Membantu
Rachel untuk duduk tanpa menjawab
pertanyaan sahabatnya itu."Sebaiknya kita
cari tempat sembunyi."
__ADS_1
"Memangnya kenapa?".
"Sepertinya nyawa kita berdua dalam
bahaya,ayo cepat naik ke punggun ku."perintah Naira.
Namun karena panik dan terburu-buru Naira
menyenggol Gucci besar dan hampir
menimpa Rachel beruntung dia dengan
cepat melindungi Rachel dengan tubuhnya
alhasil tangan terkena serpihan pecahan
Gucci.
"Naira tangan mu."tunjuk Rachel dengan
wajahnya yang semakin pucat melihat
sesuatu mengalir dari tangan Naira.
"Darah."Rachel terjatuh kembali melihat darah
segar yang menetes kelantai.
"Rachel... Rachel... bangun."mengguncang
tubuh Rachel supaya sadar."Auh..."rasa sakit
ditangannya membuat Naira melihat kearah
tangan yang ditunjuk Rachel sebelum
akhirnya pingsan."Darah."Naira juga ikut
pingsan setelah melihat darah menetes dari
tangannya.
setelah berhasil masuk kedalam apartemen
dan melumpuhkan para penjaga yang
ditugaskan pak'ben atas perintah mommy
alin.bodyguard itu terkejut melihat dua
wanita tergelak diatas lantai dan salah
satunya terluka."Cepat bawa nona muda dan
wanita ini bawa kerumah sakit."perintahnya
menunjuk wanita yang terluka.
Segera para bodyguard yang ditugaskan
khusus membawa kedua wanita itu keluar
dari apartemen.Namun mereka dimasukkan
kedalam mobil yang berbeda dikarenakan
salah satunya harus mendapat perawatan.
*
*
"Tuan mereka sudah berhasil,dan sekarang
sedang dalam perjalanan tapi sahabat nona
muda terluka."jelas Natan yang sudah hampir
gila melihat tuanya itu dari tadi
__ADS_1
mondar-mandir seperti setrikaan.
"Istriku bagaimana mana?."
Bukannya Jimin tidak ingin turun langsung
mengeluarkan istrinya dari apartemen itu
namun Natan memang mencegahnya
dengan alasan jika media sampai tau maka
nama baik mommynya akan jadi taruhannya
dan Jimin tidak mau itu terjadi.meskipun
Jimin sangat kesal dengan tindakan
mommynya tapi dia punya cara tersendiri
untuk menghukum momnya.
"Nona pingsan,sahabat nona sudah dibawa
kerumah sakit."
"What?apa yang terjadi pada istriku?."Jimin
panik mendengar ucapan Natan."Apa istri ku
dan wanita itu bertengkar?."tanya Jimin
beruntun.
"Sepertinya nona muda hanya kelelahan tidak
di temukan luka ditubuhnya."
Jimin menghembuskan napas lega setelah
mendengar ucapan Natan."kalau istri ku
sampai terluka Awas kau."ancaman Jimin
membuat Natan tertunduk.entah kenapa
segala yang berhubungan dengan istri
tuanya, Natan selalu menjadi orang yang
selalu salah dan disalahkan.
Walau selama ini dia selalu dipuji dalam
kinerjanya yang selalu memuaskan dan
selalu bertidak cepat dan benar namun jika
itu berhubungan dengan nona mudanya
makan Natan akan menjadi sasaran
kesalahan.
"Berikan perawatan terbaik untuk wanita itu
selebihnya biar saya menyelidiki penyebab
dia terluka."jimin mau mendengar langsung
apa yang terjadi dan menyebabkannya
terluka."Awas saja kalau mommy ada dibalik
ini semua."gumamnya dalam hati.
"Segera suruh dokter Michael kesini."
"Baik tuan."Natan membungkuk lalu keluar dari ruang kerja Jimin."Kapan aku benar jika itu berkaitan dengan nona muda?."batin Natan.
__ADS_1