
Begitu mereka tiba dirumah sakit,mereka
langsung menuju ruangan Michael yang
merupakan pemilik rumah sakit.
Jimin langsung membuka pintu ruangan
sepupunya itu tanpa mengetuknya terlebih
dahulu.
"오...깜짝 (o...kkamjjak \=o...kaget)." Michael
memegangi dadanya yang hampir copot
karena ulah Jimin yang asal masuk saja
tanpa mengetuk pintu."Ais kau ini
kebiasaan."Decak Michael kesal.
Bukanya merasa bersalah Jimin malah
memasang muka datarnya lalu membuka
pintu ruangannya dengan lebar.
Tak berselang lama Rachel, Deddy, Mommy
masuk dan juga ajumma.
"Ada apa ini?."Heran Michael melihat
Kedatangan kedua orang tua Jimin, ajumma
dan juga Rachel kini tengah berdiri di dalam
ruangan kerjanya.
Michael menghampiri Deddy dan Mommy
Jimin dan memeluk keduanya
bergantian."Apa kabar uncle, aunty?."Tanya
Michael setelah mempersilahkan
tamu-tamunya itu duduk di sebuah sofa yang
terdapat diruangan-nya.
"Kami sehat,seperti yang kau lihat
Michael."Jawab Deddy Albert dengan
senyuman dan mendapat anggukan dari
Mommy alin tentunya.
"Memang ada perlu apa uncle dan aunty
kemari?apa ada yang sakit?kenapa tidak
menghubungiku saja?kenapa repot-repot
datang kemari?."Michael mengeluarkan
banyak pertanyaan yang terlintas di
kepalanya.
Tidak biasanya orang tuan Jimin mau datang
repot-repot kerumah sakit.Selalunya Michael
atau dokter yang diutusnya lah yang datang
kekediaman Jimin.Bahkan dalam keadaan
genting sekalipun seperti kejadian ketika
Rachel mengalami hipotermia Michael juga
harus datang kerumah Jimin meski itu sudah
larut malam.
"Kau itu dokter apa polisi?banyak sekali
pertanyaan mu!."
__ADS_1
Bukanya Deddy Albert yang menjawab
melainkan jimin,manusia yang selalu
membuat asam uratnya kambuh."Kami
kemari untuk periksa kehamilan."
"Aunty hamil?."Michael membulatkan
matanya kearah Mommy Jimin.
Mommy dan Deddy Jimin malah saling
beradu pandang satu sama lain, keduanya
tampak bingung menanggapi pertanyaan
Michael.
" 너 미쳤어? (Neo micyeosseo \=kau sudah
gila?)."Sentak Jimin.Tidak mungkin
mommynya hamil lagi walau kemungkinan
besar memang masih bisa tapi Jimin tidak
akan menyetujui bila hal itu sampai terjadi.
"Mana mungkin mom yang hamil.Istriku yang
hamil,dasar bodoh."
"Oh...syukurlah."Michael mengelus dadanya
dengan perasaan lega."Aku pikir aunty akan
memberikan seorang adik untuk
Jimin."Kekeh Michael,mengarahkan
pandangannya dan memicingkan matanya
pada jimin.
Michael tidak bisa membayangkan bila hal itu
benar terjadi.Disaat Jimin sudah berumur
yang masih bayi.Bisa dipastikan itu akan
menjadi senjata Michael untuk meledek
sepupu yang selalu bersikap semena-mena
terhadap dirinya.
"Kau ini, aunty tidak bisa hamil lagi, sekalipun
aunty menginginkan-nya."Sahut Mommy alin
dengan sedih.
"Yobo."Deddy Albert mengusap bahu istrinya
memberi kekuatan.Deddy Jimin tau betul
perjuangan istrinya ketika mengandung
Jimin karena setelah itu rahimnya harus
diangkat akibat penyakit kista yang sudah
menyebar di rahimnya,dan jalan satu-satunya
rahimnya harus diangkat agar nyawanya
selamat ."Kita akan menjadi Gran ma dan
Gran pa sebentar lagi.Lanjut Deddy Albert
memberikan semangat.
Mendengar ucapan suaminya Mommy Jimin
akhirnya tersenyum.Rachel akan
memberikan pewaris untuk keluarga mereka,
yang akan mewarisi seluruh kekayaan dari
__ADS_1
dua keluarga di dua negara sekaligus.
"Maaf aunty."Sesal Michael karena sudah
membuat aunty-nya itu menjadi sedih."Kalau
begitu,mari saya antar keruangan
obgyn."Michael berdiri dari tempat duduknya.
Mereka mengikuti langkah Michael menuju
ruangan obgyn untuk memeriksa kehamilan
Rachel.
"Ayo masuk cantik."
Michael membuka pintu ruangan obgyn
dengan senyum dibibirnya dan
mempersilahkan Rachel untuk masuk
kedalam.
"Michael apa kau sudah bosan
hidup?."Menatap Michael dengan tajam."Atau
kau ingin aku mencabut investasi ku dirumah
sakit ini?."Lanjut Jimin karena Michael tidak
mengacuhkan tatapan tajamnya,dan berani
memuji wanitanya tepat dihadapannya.
"uncle,aunty dan ajumma tunggu disini
dulu."Michael menunjukkan tempat duduk
yang terdapat didepan ruangan obgyn.
Ketiganya pun berjalan menuju tempat duduk
yang ditunjuk Michael.
"Dasar pengancam."Lirih Michael begitu Jimin
melewatinya.Selalu saja dirinya tidak bisa
berkutik melawan sepupu laknatnya itu.Jelas
Michael tidak bisa membalas Jimin karena
memang benar Jimin adalah pemegang
saham terbesar dirumah sakit miliknya.
Berbeda dengan Michael yang selalu kesal
karena Jimin selalu saja berhasil
menindasnya.Jimin malah menyunggingkan
senyuman kemenangan saat bersitatap
dengan Michael.
"Selamat datang tuan muda Jimin dan___."
"Dia istri ku ."Sambut jimin, melihat
kebingungan di wajah dokter Hana.Sampai
detik ini Jimin belum mempublikasikan
Rachel sebagai istrinya maka wajar saja bila
dokter Hana tidak mengenali Rachel dan
tidak tau juga jika Jimin sudah menikah.
"Maaf."Dokter Hana membungkuk kearah
Rachel dan Jimin sebagai permohonan maaf
atas ketidak tahuannya."Silahkan duduk tuan
muda dan nona muda."Dokter Hana
__ADS_1
mempersilahkan Jimin dan Rachel untuk
duduk di kursi yang ada dihadapan mejanya.