Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 91.


__ADS_3

Begitu mereka tiba dirumah sakit,mereka


langsung menuju ruangan Michael yang


merupakan pemilik rumah sakit.


Jimin langsung membuka pintu ruangan


sepupunya itu tanpa mengetuknya terlebih


dahulu.


"오...깜짝 (o...kkamjjak \=o...kaget)." Michael


memegangi dadanya yang hampir copot


karena ulah Jimin yang asal masuk saja


tanpa mengetuk pintu."Ais kau ini


kebiasaan."Decak Michael kesal.


Bukanya merasa bersalah Jimin malah


memasang muka datarnya lalu membuka


pintu ruangannya dengan lebar.


Tak berselang lama Rachel, Deddy, Mommy


masuk dan juga ajumma.


"Ada apa ini?."Heran Michael melihat


Kedatangan kedua orang tua Jimin, ajumma


dan juga Rachel kini tengah berdiri di dalam


ruangan kerjanya.


Michael menghampiri Deddy dan Mommy


Jimin dan memeluk keduanya


bergantian."Apa kabar uncle, aunty?."Tanya


Michael setelah mempersilahkan


tamu-tamunya itu duduk di sebuah sofa yang


terdapat diruangan-nya.


"Kami sehat,seperti yang kau lihat


Michael."Jawab Deddy Albert dengan


senyuman dan mendapat anggukan dari


Mommy alin tentunya.


"Memang ada perlu apa uncle dan aunty


kemari?apa ada yang sakit?kenapa tidak


menghubungiku saja?kenapa repot-repot


datang kemari?."Michael mengeluarkan


banyak pertanyaan yang terlintas di


kepalanya.


Tidak biasanya orang tuan Jimin mau datang


repot-repot kerumah sakit.Selalunya Michael


atau dokter yang diutusnya lah yang datang


kekediaman Jimin.Bahkan dalam keadaan


genting sekalipun seperti kejadian ketika


Rachel mengalami hipotermia Michael juga


harus datang kerumah Jimin meski itu sudah


larut malam.


"Kau itu dokter apa polisi?banyak sekali


pertanyaan mu!."

__ADS_1


Bukanya Deddy Albert yang menjawab


melainkan jimin,manusia yang selalu


membuat asam uratnya kambuh."Kami


kemari untuk periksa kehamilan."


"Aunty hamil?."Michael membulatkan


matanya kearah Mommy Jimin.


Mommy dan Deddy Jimin malah saling


beradu pandang satu sama lain, keduanya


tampak bingung menanggapi pertanyaan


Michael.


" 너 미쳤어? (Neo micyeosseo \=kau sudah


gila?)."Sentak Jimin.Tidak mungkin


mommynya hamil lagi walau kemungkinan


besar memang masih bisa tapi Jimin tidak


akan menyetujui bila hal itu sampai terjadi.


"Mana mungkin mom yang hamil.Istriku yang


hamil,dasar bodoh."


"Oh...syukurlah."Michael mengelus dadanya


dengan perasaan lega."Aku pikir aunty akan


memberikan seorang adik untuk


Jimin."Kekeh Michael,mengarahkan


pandangannya dan memicingkan matanya


pada jimin.


Michael tidak bisa membayangkan bila hal itu


benar terjadi.Disaat Jimin sudah berumur


yang masih bayi.Bisa dipastikan itu akan


menjadi senjata Michael untuk meledek


sepupu yang selalu bersikap semena-mena


terhadap dirinya.


"Kau ini, aunty tidak bisa hamil lagi, sekalipun


aunty menginginkan-nya."Sahut Mommy alin


dengan sedih.


"Yobo."Deddy Albert mengusap bahu istrinya


memberi kekuatan.Deddy Jimin tau betul


perjuangan istrinya ketika mengandung


Jimin karena setelah itu rahimnya harus


diangkat akibat penyakit kista yang sudah


menyebar di rahimnya,dan jalan satu-satunya


rahimnya harus diangkat agar nyawanya


selamat ."Kita akan menjadi Gran ma dan


Gran pa sebentar lagi.Lanjut Deddy Albert


memberikan semangat.


Mendengar ucapan suaminya Mommy Jimin


akhirnya tersenyum.Rachel akan


memberikan pewaris untuk keluarga mereka,


yang akan mewarisi seluruh kekayaan dari

__ADS_1


dua keluarga di dua negara sekaligus.


"Maaf aunty."Sesal Michael karena sudah


membuat aunty-nya itu menjadi sedih."Kalau


begitu,mari saya antar keruangan


obgyn."Michael berdiri dari tempat duduknya.


Mereka mengikuti langkah Michael menuju


ruangan obgyn untuk memeriksa kehamilan


Rachel.


"Ayo masuk cantik."


Michael membuka pintu ruangan obgyn


dengan senyum dibibirnya dan


mempersilahkan Rachel untuk masuk


kedalam.


"Michael apa kau sudah bosan


hidup?."Menatap Michael dengan tajam."Atau


kau ingin aku mencabut investasi ku dirumah


sakit ini?."Lanjut Jimin karena Michael tidak


mengacuhkan tatapan tajamnya,dan berani


memuji wanitanya tepat dihadapannya.


"uncle,aunty dan ajumma tunggu disini


dulu."Michael menunjukkan tempat duduk


yang terdapat didepan ruangan obgyn.


Ketiganya pun berjalan menuju tempat duduk


yang ditunjuk Michael.


"Dasar pengancam."Lirih Michael begitu Jimin


melewatinya.Selalu saja dirinya tidak bisa


berkutik melawan sepupu laknatnya itu.Jelas


Michael tidak bisa membalas Jimin karena


memang benar Jimin adalah pemegang


saham terbesar dirumah sakit miliknya.


Berbeda dengan Michael yang selalu kesal


karena Jimin selalu saja berhasil


menindasnya.Jimin malah menyunggingkan


senyuman kemenangan saat bersitatap


dengan Michael.


"Selamat datang tuan muda Jimin dan___."


"Dia istri ku ."Sambut jimin, melihat


kebingungan di wajah dokter Hana.Sampai


detik ini Jimin belum mempublikasikan


Rachel sebagai istrinya maka wajar saja bila


dokter Hana tidak mengenali Rachel dan


tidak tau juga jika Jimin sudah menikah.


"Maaf."Dokter Hana membungkuk kearah


Rachel dan Jimin sebagai permohonan maaf


atas ketidak tahuannya."Silahkan duduk tuan


muda dan nona muda."Dokter Hana

__ADS_1


mempersilahkan Jimin dan Rachel untuk


duduk di kursi yang ada dihadapan mejanya.


__ADS_2