
Benar saja,begitu acara pembukaan Kim hotel
Jimin Langsung tancap gas menuju Seoul
tanpa menunggu acara pembukaan hotel
miliknya selesai.jimin ingin secepatnya tiba
di Seoul dan bertemu Rachel.
"Tuan sebaiknya anda mencari tau penyebab
nona muda pergi dari rumah."saran Natan
karena Jimin selalu mendesaknya
kebut-kebutan di jalan dengan alasan segera
menjemput Rachel dan membawanya
kembali kerumah.
"Apa kau sendiri sudah tau alasannya?."tanya
Jimin penasaran.
"Saat ini saya sedang mencari penyebab nona
muda meninggalkan rumah tuan."
"Kenapa kau lambat sekali."bentak
jimin.biassanya Natan akan bertindak
dengan cepat tanpa meminta persetujuan
dari Jimin."Lakukan dengan cepat, mengerti!."
"Baik tuan".jawab Natan menganggukkan
kepala."Apa sebaiknya saya menemui
sahabat nona muda."meminta pendapat
jimin.natan yakin sedikit banyak pasti Rachel
cerita pada sahabatnya itu.
"Apa otakmu sudah mulai habis dimakan para
wanita mu?."geram Jimin mendengar ucapan
Natan yang terkesan seperti orang
bodoh."Biasanya kau lebih tau apa yang
harus dilakukan."Jimin mengangkat sudut
bibirnya seolah mengejek Natan.
sedangkan Rachel yang tidak bekerja hari ini
lebih memilih bermalas-malasan di kamar
Naira.rachel tidak bersemangat melakukan
apapun seakan tubuhnya enggan untuk
bergerak untuk melakukan sesuatu.
Hingga malam hari tiba Rachel juga masih
tidak keluar dari kamar dan itu tentu saja
membuat Naira khawatir.
"Rachel kenapa tidak makan?."Naira melihat
makan yang ditinggalkannya tadi pagi tidak
tersentuh sama sekali."Kau juga tidak
__ADS_1
mandi?."heran melihat sahabatnya itu seperti
orang yang tidak punya gairah hidup sejak
menginjakkan kaki di tempat tinggalnya.
"Aku tidak lapar."Rachel menenggelamkan
wajahnya kedalam bantal.
"Kau itu kenapa?,dari awal kau sudah tau
konsekuensi dari perjanjian itu.ayolah jangan
buat dirimu seperti ini!."Naira menarik tangan
Rachel."Mandi sana,kau ini bau sekali."Naira
menutup hidungnya mengejek Rachel dan
mendorong tubuh Rachel masuk kekamar
mandi.
Dengan Langkah malas dan Rachel akhirnya
masuk kedalam kamar mandi dan memulai
ritual mandinya.benar badannya terasa
sangat lengket karena seharian tidak mandi.
Kini badan terasa lebih segar dan tentu saja
sudah wangi.rachel keluar dari kamar
menemui Naira yang duduk menonton
televisi.
"Begitu lebih baik".melihat Rachel yang sudah
mandi dan terlihat lebih hidup."sana makan
jawaban Rachel bergegas mengambil
makanan dan duduk disebelah Naira
melahap makanannya.sebenarnya dia lapar
tapi rasa sedihnya lebih mendominasi dan
mengalahkan rasa laparnya.
"Kenapa tidak menjawab telepon suami
tampan mu?."Naira melihat panggilan tak
terjawab di ponsel Rachel yang di letakkan
di atas meja dan tertera nama si penelepon
suami tampan."Rachel kau dengar
tidak?."tanya Naira kembali setelah melihat
Rachel diam dan hanya sibuk mengunyah
makanannya.
"Aku tidak bisa mendengar suaranya".
menelan Salivanya dengan susah payah. berusaha menahan rasa rindu yang tidak
mungkin diungkapkan Rachel pada pria yang
tidak mungkin dimilikinya.rachel menyudahi
makanya selera makan lenyap seketika dan
lebih memilih kembali kedalam kamar.
__ADS_1
"Kalau cinta kenapa tidak
mengungkapkannya?."seru Naira walau
Rachel tidak menanggapi.
sementara mommy alin dan jeslin kini tengah
berada disebuah restoran bintang
lima.keduanya tampak sangat bahagia
merayakan keberhasilan mommy alin yang
berhasil membuat Rachel pergi dari rumah.
"Cheers".
Mommy alin dan jeslin bersulang dengan
mengangkat gelas minuman
masing-masing.Mereka tertawa bersama dan
menyusun rencana baru untuk membuat
Jimin dan jeslin bersatu kembali.
"Mom you are the best". jeslin mengacungkan
jari jempolnya memuji mommy alin."thanks
mom,and i love you so much"memeluk
mommy alin dengan penuh gembira."Aku
tidak perlu bersusah payah untuk menjebak
putramu itu". dalam hatinya dan tersenyum
tipis.tanpa jeslin tidak perlu
memikirkan apa yang harus dilakukan untuk
membuat Jimin kembali padanya karena
mommy alin sudah punya rencana yang lebih
baik darinya.
"Mom hanya ingin yang terbaik untuk putra
mom,dan harap kamu orangnya". mommy
alin menginginkan pendamping yang
sekelas dengan keluarga Kim dan barnett
dan menurut mommy alin jeslin adalah
wanita yang tepat untuk putranya.Ayah jeslin
pemilik perusahaan kelima terbesar di Korea
itu sebabnya mommy alin sangat
mendukung hubungan Jimin dan jeslin.
"Mom jangan cemas,aku akan membuat
Jimin melupakan perempuan asing itu".ucap
jeslin dengan penuh percaya.mommy alin
sangat bahagia bila hal itu bisa terwujud
karena untuk itulah dia menikahkan Jimin
dan Rachel hanya untuk membuat jeslin
kembali ke Korea dan kembali menjadi
__ADS_1
kekasih dari putranya.