Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 63.


__ADS_3

"Michael... Michael kenapa lama sekali?."


Seru Jimin menggedor-gedor pintu kamar


terdengar memekakkan telinga.Jimin sudah


habis kesabaran menunggu Michael yang


cukup lama didalam kamarnya."Michael


awas kalau kau berani macam-macam."teriak


Jimin penuh emosi dari luar kamar.


"Haissss... mengganggu saja."


Namun bukan Jimin namanya kalau bisa


sabar.Jimin membuka pintu kamar dengan


kasar tanpa menunggu jawaban dari dalam.


"Kau ini tidak sabaran."ucap Michael dengan


sengit melihat kelakuan Jimin yang tidak


bisa menunggu kesempatan kerjasama


antara dirinya dan Rachel ."Ikut aku ada yang


mau aku bicarakan."menyeret tangan Jimin


kembali keluar dari kamar."Ini tentang wanita


cantik itu".sambil menyentak tangan Jimin


karena sepupunya tidak mau mengikutinya.


Jimin akhirnya mengikuti Michael keluar,dia


juga penasaran dengan apa yang ingin


Michael bicarakan yang berkaitan dengan


wanitanya.


"Ada apa?.tanya Jimin setelah duduk dengan


muka memalas.Tidak sabar rasanya ingin


menghukum Rachel karena telah berani


memasang alat kontrasepsi tanpa


sepengetahuan siapapun termasuk dirinya.


"efek dari alat kontrasepsi yang digunakannya


membuat tubuhnya semakin kurus."terang


Michael menyerahkan benda berbentuk


jarum kecil yang dia keluarkan dari lengan


Rachel.


"Sudah kuduga."balas jimin memandangi


benda yang diberikan Michael.sejak lama jimin


sudah merasa ada perubahan yaitu tubuh


wanitanya yang semakin hari semakin


kurus.Tapi Jimin tidak pernah menyangka


jika itu semua karena efek samping dari alat


itu."Jadi apa solusinya?."sungguh Jimin ingin


membuat Rachel selalu disisinya yaitu


dengan membuat wanitanya mengandung


bibit unggul darinya.


"Tidak ada, hanya saja cukup perhatikan pola


makanan yang dia makan dan cukup istirahat


jangan terlalu kecapean."jelas Michael


dengan serius."Ya sudah aku mau ketemu


aunty dan ungle dulu mumpung masih ada


waktu." Michael membuka suara setelah


keduanya terdiam dengan pikiran


masing-masing.michael menepuk paha


Jimin lalu berdiri untuk menemui mom dan

__ADS_1


Deddy Jimin yang kebetulan ada dirumah.


Biasanya setiap Michael berkunjung atau


datang itu karena Jimin selalu menyuruhnya


datang dan tidak pernah bertemu dengan


orang tua jimin yang terkenal super sibuk.


Jimin melangkah menuju kamarnya,ada


banyak pertanyaan dibenaknya saat ini.


"Kau bisa jelaskan benda sialan ini?."Jimin


melemparkan kotak berisi jarum kecil


didalamnya yang jatuh tepat dihadapan


Rachel.


"Ini!."suara Rachel tertahan."Maaf."


hanya kata itu yang keluar dari mulutnya dan


setelah itu Rachel kembali menunduk dan


tidak berani menatap mata Jimin.


"Sudah berapa lama kau


memakainya?."Sentak Jimin yang sudah


mulai emosi melihat Rachel yang hanya


tertunduk."jawab jangan diam saja."bentak


Jimin kembali dengan nada lebih keras.


Suara bentakan Jimin bahkan terdengar


sampai kelantai bawah karena pintu kamar


mereka memang tidak tertutup atau lebih


tepatnya Jimin tidak menutup pintu saat


masuk kedalam kamar.


Mendengar suara Jimin membentak Rachel


membuat mommy alin tersenyum penuh


keduanya berakhir secepatnya walau di tidak


tau masalah apa yang membuat


putranya itu murka pada Rachel.


Rachel bahkan sampai terlonjak kaget


mendengar suara Jimin dan tanpa di sadari


airmatannya sudah menetes.


"Saya hanya tidak ingin hati saya terluka lebih


dalam lagi."ucap Rachel dengan bibir


bergetar menahan tangisnya dan menahan


rasa takutnya."Saya takut jika saya hamil dan


nanti anak saya akan menderita karena tidak


diakui.Kalaupun menderita biar saya


saja."karena hal itu lah Rachel berinisiatif


memasang alat pengaman untuk menjaga


hatinya agar tidak terlalu merasa sakit bila


waktu perpisahan diantara mereka berdua


tiba.


"Omong kosong apa lagi ini?."Jimin tidak


percaya kalau Rachel berpikir sampai sejauh


itu."Kalau aku ingin mencampakkan mu


sudah kulakukan dari dulu."tegas Jimin yang


memang menginginkan Rachel selalu


disisinya.


"Saya mau menikah karena terpaksa.tuan


tidak mencintai saya". Rachel terisak, hatinya

__ADS_1


begitu sakit saat mengingat perlakuan Jimin


terhadapnya dulu ."Saya harus bisa


membuang rasa cinta saya bagaimanapun


caranya."mengeluarkan semua yang terganjal


di hatinya.rachel sudah tidak bisa menahan


dan akhirnya tangis Rachel pecah juga.


Melihat Rachel menangis sesenggukan


membuat hati Jimin bagai disayat.jimin yang


dari tadi berdiri kini mendekat dan duduk


disebelah Rachel.Menarik wanita itu masuk


kedalam pelukannya.


"Kau sudah mencintaiku?."tanya Jimin,terselip


senyum kebahagiaan begitu melihat Rachel


mengiakan dengan mengangguk."Dan


kenapa kau kembali memanggilku


tuan?."Jimin malaj kembali kesal kala Rachel


berulangkali memanggil dirinya tuan.


"Maaf".jawab Rachel singkat.


"Apa kau tidak merasakan cintaku?."Suara


Jimin terdengar lembut.jiminmendekap


Rachel dan membelai Surai rambut


wanitanya dengan lembut dan penuh cinta.


Rachel menggelengkan kepalanya dalam


pelukan Jimin.Memang dia bukanlah tipe


wanita yang peka dengan sikap dan perilaku


pria terhadapnya.


"Kau tidak tau atau pura-pura idiot?."geram


Jimin masih mengeluarkan suaranya dengan


lembut.


Rachel malah menangis kembali dan


membuat Jimin semakin bingung.Bingung


kenapa istrinya itu menangis lagi sedang dia


tidak menaikkan suara sedikitpun.Jimin


kembali membawa Rachel kedalam


pelukannya karena Rachel sempat mengurai


pelukannya karena ucapan jimin barusan.


"Tuan tidak mencintai saya karena tuan selalu


memanggil saya idiot."ucap Rachel terisak


dengan suara tangis yang semakin menjadi.


"Ha..ha .ha.."


tawa Jimin pecah setelah melihat Rachel


marah dengan tangis bersamaan."Baiklah..jadi kau ingin aku


memanggil mu apa?."tanya Jimin balik


sambil tersenyum bahagia sambil


menghapus air mata Rachel.Bahagia melihat


istrinya itu ternyata bisa marah dan tidak ada


seram-seramnya sama sekali.


"Tidak ada".jawab Rachel memanyunkan


bibirnya.


Jimin memberi waktu pada Rachel untuk


lebih tenang.Dengan tetap memeluk tubuh


kecil istrinya memberi ruang pada mereka

__ADS_1


untuk merasakan kehangatan satu sama lain.


__ADS_2