
"Natan cepat."Jimin sudah tidak sabar ingin
sampai ketempat dimana Rachel istrinya itu
sedang duduk berdekatan dengan seorang
pria dan itu tidak Jimin sukai.
Dengan bergegas sesuai perintah Jimin
Natan pun mengikuti kemauan sang
penguasa.
"Lebih cepat lagi."perintah Jimin untuk kedua
kalinya agar Natan menambah laju
kecepatan mobil mewahnya.Darah Jimin
semakin mendidih melihat pria yang
bersama istrinya dengan berani menyentuh
bahu wanitanya."Brengsek."teriak Jimin
dengan rahang yang terlihat mengeras dan
mengepalkan kedua tangannya.
Begitu sampai di taman jimin langsung
mengenakan jaket hitam,topi, kacamata
hitam dan tidak ketinggalan masker untuk
menutupi wajah tampannya.Jimin bergegas
menuju tempat dimana Rachel dan Nicky
sedang duduk.
"Tuan..tuan..sebaiknya jangan membuat
keributan yang mengudang perhatian
banyak orang."Natan mencoba mengingatkan
jimin agar tidak gegabah dalam bertindak.
"Diam kau."bentak Jimin tidak terima pada
ucapan Natan karena baginya saat ini
membawa istrinya pulang dan jauh dari pria
manapun itulah yang paling penting.
"chagia....."panggil Jimin dengan nada tak
biasa begitu berdiri tepat disamping Rachel
dan jangan lupakan tatapan tajam Jimin
dibalik kaca mata hitamnya pada sosok pria
yang duduk disamping Rachel.
Niat Jimin ingin menyeret Rachel dari tempat
itu tapi begitu melihat wajah cantik dan imut
istrinya Jimin tidak jadi dan tidak tega
meluapkan emosinya karena bagaimanapun
cintanya pada Rachel sangat besar dan tidak
ingin menyakiti wanitanya.
__ADS_1
Rachel sampai menutup mulutnya sendiri
kala mendengar suara dan panggilan yang
tak asing di telinganya."Sayang...kenapa ada
disini?."ucap Rachel dengan memasang
wajah kaget sekaligus bingung.Tadinya dia
hanya diantar Natan ke cafe bahkan Natan
langsung kembali kekantor lalu bagaimana
bisa Jimin datang dan tau dimana dia
sekarang.
"Apa kau tidak suka chagia?."Jimin langsung
mengangkat tubuh kecil istrinya duduk
dipangkuan Jimin.
Nicky sampai kaget melihat reaksi pria
bertopeng masker yang Rachel sebut dengan
kata sayang."Hei bung sopan sedikit Rachel
gadisku."timpal Nicky yang kurang suka
melihat Rachel diperlukan seperti itu.
"Dasar brengsek."jawab Jimin dengan emosi
lalu membuka masker dan kaca mata yang
menutupi wajahnya.
wajahnya pada Nicky 😜😜😜😜😜*
"Tuan Jimin."seru Nicky membulatkan bola
matanya tak percaya dengan
penglihatannya."jadi benar kalian___."
"Oppa dia suamiku."bukan Jimin yang
menjawab melainkan Rachel dengan nada
bergetar.
"Bagus kau masih mengingat aku suamimu."
Jimin memasang senyum menakutkan di
mata Rachel.Jimin juga membelai rambut
Rachel lalu mengusap bahu istrinya itu
seolah ingin menghapus jejak tangan Nicky
dari tubuh wanitanya."kita pulang
sekarang!."lanjut Jimin kemudian masih
dengan nada yang menakuti Rachel.
"Hmmm..."angguk Rachel tanpa bantahan.dia
tau bagaimana seorang Jimin bila sudah
marah dan menurut Rachel sangat
mengerikan mengingat kejadian waktu itu
__ADS_1
saat jimin mengetahui alat kontrasepsi yang
dipasangnya."oppa aku pulang."pamit Rachel
pada Nicky.
"Cih... oppa!."seru Jimin menunjukkan ketidak
sukanya bila istrinya memanggil pria lain
dengan sebutan oppa."Dan kau menjauh dari
istriku ."ancam Jimin memperingatkan Nicky
dengan sorot mata tajam menatap Nicky.
Nicky hanya mengangguk sebagai jawaban
atas perintah Jimin.Dia sadar betul dengan
kedudukan Jimin yang sangat berkuasa di
dua negara dan Jimin bukanlah
tandingannya." patah hati Untuk kedua
kalinya dan dengan wanita yang sama."ucap
Nicky sambil memegang dadanya yang
terasa sakit akibat penolakan dari orang yang
dicintainya dan itu untuk kedua kalinya.
Padahal ketika melihat Rachel setelah sekian
lama tidak saling bertukar kabar dengan
wanita yang dicintainya dan juga ponsel
Rachel yang tidak bisa dihubungi.Nicky
berharap pertemuan kali ini bisa membuat
dia dan Rachel menjalin komunikasi kembali
namun sepertinya harapannya sia-sia
mengingat status Rachel yang sudah
menikah dengan pria yang sangat disegani
dinegara ini..
Tanpa diduga Jimin menggendong tubuh
Rachel ala bridal style sampai ketempat
mobil mereka terparkir.Sudah dapat
dipastikan Rachel hanya pasrah dan hanya
terlihat berbisik dan menutup wajahnya agar
Jimin menurunkannya.Malu itulah yang
dirasakannya saat ini ketika banyak orang
yang melihat kearah mereka.
"Hukuman mu akan aku tambah."seringai
terpancar dari bibirnya begitu mendudukkan
Rachel didalam mobil.Sudah bisa dipastikan
Rachel akan dikurungnya dalam beberapa
hari kedepan.
__ADS_1