
tidak seperti biasanya Rachel turun kelantai
bawah ditengah malam menggunakan
tangga sedari tadi ternggorokannya sangat
kering.suara telapak kakinya yang turun
menapaki anak tangga mengusik seseorang
yang masih sibuk diruang kerja
pribadinya.
"siapa yang tengah malam turun
kebawah,pakai tangga lagi."Jimin keluar dari
ruangnya menuju sumber suara yang
mengusiknya.
entah naas atau lagi ketiban sial Rachel
terpeleset dari tangga dan sebelum ia jatuh
ia berpegangan pada pembatas tangga dan
mencoba bertahan menyeimbangkan tubuh
mungilnya kembali,Jimin yang melihat
kejadian itu langsung menghampiri Rachel
dengan cepat Jimin meraih pinggang dan
tangan rachel.
.sementara Rachel yang mulai panik dan takut
spontan memeluk leher Jimin dengan tangan
satunya.terjadilah mereka berdua saling
pandang satu sama lain dengan jarak yang
sangat dekat dan posisi yang sangat
intim.
Jimin yang sudah terbawa suasana tak
mampu mengalihkan pandanganya dari
Rachel dan perlahan mulai mendekatkanya
kearah Rachel.
Rachel yang merasa gugup dengan posisi
mereka berdua hanya mampu memejamkan
matanya tak berselang lama ada sesuatu
yang sudah menempel dibibirnya dan itu
bibir suaminya jimin.mulai ******* bibir
Rachel dengan lembut,Rachel hanya diam
menikmati lumatann bibirnya dan sesekali
membalasnya,Jimin yang merasa
direspon ,melancarkan aksinya dengan
menyusuri wajah Rachel dengan sentuhan di
setiap inci ditubuhnya.
satu ******* lolos dari mulutnya yang
membuat Jimin menggila mendengar
******* merdu di telinganya.rachel mulai
membuka kancing kemeja Jimin
satupersatu.
"jim...mmmp."suara Rachel terhalang oleh
******* Jimin yang kembali mendarat di
bibirnya.
rachel menganglungkan kedua tangannya
keleher Jimin, mempermudah Jimin
mengangkatnya tanpa melepaskan tautan
__ADS_1
bibir mereka,sampai dikamar Jimin langsung
membaringkan Rachel diatas tempat tidur
dan melepas bajunya.
"apa kau siap."suara lembut Jimin membuat
Rachel luluh dan tidak mampu menolak.jimin
mendidih dan mengungkung Rachel dengan
bibir yang mulai menjelajahi wajah Rachel
dan tangannya yang sudah mulai meremas
kedua Monchi.napas mereka menderu
dengan tidak teratur.
tiba-tiba ponsel Jimin berbunyi yang
membangunkannya dari mimpi
liarnya.
"aaaahhh,,,kenapa aku bisa bermimpi vulgar
dengan gadis itu,dasar.r.r 파보
(pabo\=bodoh)."menjambak rambutnya
dengan tangannya.
(😀😀😀😀cumi ternyata ya ammpunn)
Jimin melihat jam yang melingkar
ditangannya.
"kenapa bisa ketiduran."kesal dengan dirinya
sendiri.
Jimin melangkahkan kakinya menuju kamar
dan melihat Rachel sudah tertidur pulas
bersama mimpinya.
"dia sedang enak-enakan tidur,malah aku
yang mimpi gak enak."Jimin tidak suka
"kalau tadi wanita yang lain itu tidak
masalah,tapi kalau gadis bodoh ini sangat
-sangat salah."Jimin meluapkan
kekesalannya walaupun pada akhirnya hanya
dia sendiri yang mendengar.
"lama-lama aku bisa gila,bagaimana mungkin
aku yang baru berapa Minggu ini tinggal
denganya bisa bermimpi seliar itu,sedangkan
ketika bersama jeslin aku tidak pernah
sekalipun bermimpi vulgar."masih ngotot
dengan ketidak sukaan akan mimpinya.jimin
merebahkan tubuhnya ingin rasanya tidur
dan bermimpi menyiksa Rachel sebagai
pembalasan atas mimpi liarnya.
"tapi aku masih bisa merasakan sentuhan
bibirnya."seolah tidak percaya antara mimpi
atau nyata Jimin meraba bibirnya."ciuman
itu,berbeda dengan ciuman yang aku lakukan
bersama jeslin dulu."Jimin mengingat
momen mereka melakukanya dengan
jeslin.
"haiiisss,aku sudah gila."merasakan ciuman
itu masih melekat di ingatanya.akhirnya ia
memutuskan menyudahi pergolakan batinya
__ADS_1
sendiri ia lebih memilih untuk tidur kembali.
*
*
*
*
*
*
kesokanya Rachel terlebih dahulu turun
kelantai bawah setelah selesai
membersihkan diri tidak lupa pakaian yang
akan Jimin kenakan hari ini sudah ia
bereskan.
"pagi ajuma,pagi smua."sapa Rachel begitu
sampai diruang makan para maid dan ajuma
langsung membungkuk menyambut
Rachel.
"pagi nona muda."jawab ajuma dan maid
lainya,yang di sambut senyuman manis dari Rachel.
"tuan Jimin apa sudah bangun."tanya ajuma
kembali."sudah,sebentar lagi turun."dan benar
saja tidak berselang lama Jimin turun
dengan pakaian rapi yang Rachel
siapkan,membuat hatinya senang biasanya
Jimin akan membuangnya kedalam
keranjang tempat baju kotor tapi pagi ini ia memakai
pilihan rachel.tampa sadar Rachel tersenyum
kearah Jimin dan membungkuk.
"morning tuan."entah angin apa yang
membuat Jimin menoleh kearahnya dan
tanpa sengaja memandang kebibir Rachel.
"bibir itu,bibir yang sama aku sentuh dalam
mimpi."ucapnya dalam hati.rachel yang
bingung melihat Jimin yang memandang
kearahnya melambai-lambaikan tangannya
menyadarkan Jimin dari lamunanya,dan
akhirnya Jimin tersadar.
"ma..ma..mau apa?." terbata-bata karena
merasa gugup.
"saya tidak mau apa-apa tuan,saya hanya
memberi ucapan selamat
pagi."menundukkan kepalanya mulai
takut.
jimin yang sudah tidak bisa mengontrol
hawa yang ada dimeja makan dan semakin
membawanya mengingat kegiatan panas
yang ia lakukan, berusaha menghindari dan
pergi secepatnya.
"pak Choi,kita berangkat sekarang."berjalan
cepat meninggalkan pak Choi dengan berlari
kecil menyusul tuanya.
"kenapa tuan muda tidak sarapan."ajuma juga
__ADS_1
ikutan bingung dengan sikap Jimin pagi ini.