Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
mimpi ep 18


__ADS_3

tidak seperti biasanya Rachel turun kelantai


bawah ditengah malam menggunakan


tangga sedari tadi ternggorokannya sangat


kering.suara telapak kakinya yang turun


menapaki anak tangga mengusik seseorang


yang masih sibuk diruang kerja


pribadinya.


"siapa yang tengah malam turun


kebawah,pakai tangga lagi."Jimin keluar dari


ruangnya menuju sumber suara yang


mengusiknya.


entah naas atau lagi ketiban sial Rachel


terpeleset dari tangga dan sebelum ia jatuh


ia berpegangan pada pembatas tangga dan


mencoba bertahan menyeimbangkan tubuh


mungilnya kembali,Jimin yang melihat


kejadian itu langsung menghampiri Rachel


dengan cepat Jimin meraih pinggang dan


tangan rachel.


.sementara Rachel yang mulai panik dan takut


spontan memeluk leher Jimin dengan tangan


satunya.terjadilah mereka berdua saling


pandang satu sama lain dengan jarak yang


sangat dekat dan posisi yang sangat


intim.


Jimin yang sudah terbawa suasana tak


mampu mengalihkan pandanganya dari


Rachel dan perlahan mulai mendekatkanya


kearah Rachel.


Rachel yang merasa gugup dengan posisi


mereka berdua hanya mampu memejamkan


matanya tak berselang lama ada sesuatu


yang sudah menempel dibibirnya dan itu


bibir suaminya jimin.mulai ******* bibir


Rachel dengan lembut,Rachel hanya diam


menikmati lumatann bibirnya dan sesekali


membalasnya,Jimin yang merasa


direspon ,melancarkan aksinya dengan


menyusuri wajah Rachel dengan sentuhan di


setiap inci ditubuhnya.


satu ******* lolos dari mulutnya yang


membuat Jimin menggila mendengar


******* merdu di telinganya.rachel mulai


membuka kancing kemeja Jimin


satupersatu.


"jim...mmmp."suara Rachel terhalang oleh


******* Jimin yang kembali mendarat di


bibirnya.


rachel menganglungkan kedua tangannya


keleher Jimin, mempermudah Jimin


mengangkatnya tanpa melepaskan tautan

__ADS_1


bibir mereka,sampai dikamar Jimin langsung


membaringkan Rachel diatas tempat tidur


dan melepas bajunya.


"apa kau siap."suara lembut Jimin membuat


Rachel luluh dan tidak mampu menolak.jimin


mendidih dan mengungkung Rachel dengan


bibir yang mulai menjelajahi wajah Rachel


dan tangannya yang sudah mulai meremas


kedua Monchi.napas mereka menderu


dengan tidak teratur.


tiba-tiba ponsel Jimin berbunyi yang


membangunkannya dari mimpi


liarnya.


"aaaahhh,,,kenapa aku bisa bermimpi vulgar


dengan gadis itu,dasar.r.r 파보


(pabo\=bodoh)."menjambak rambutnya


dengan tangannya.


(😀😀😀😀cumi ternyata ya ammpunn)


Jimin melihat jam yang melingkar


ditangannya.


"kenapa bisa ketiduran."kesal dengan dirinya


sendiri.


Jimin melangkahkan kakinya menuju kamar


dan melihat Rachel sudah tertidur pulas


bersama mimpinya.


"dia sedang enak-enakan tidur,malah aku


yang mimpi gak enak."Jimin tidak suka


"kalau tadi wanita yang lain itu tidak


masalah,tapi kalau gadis bodoh ini sangat


-sangat salah."Jimin meluapkan


kekesalannya walaupun pada akhirnya hanya


dia sendiri yang mendengar.


"lama-lama aku bisa gila,bagaimana mungkin


aku yang baru berapa Minggu ini tinggal


denganya bisa bermimpi seliar itu,sedangkan


ketika bersama jeslin aku tidak pernah


sekalipun bermimpi vulgar."masih ngotot


dengan ketidak sukaan akan mimpinya.jimin


merebahkan tubuhnya ingin rasanya tidur


dan bermimpi menyiksa Rachel sebagai


pembalasan atas mimpi liarnya.


"tapi aku masih bisa merasakan sentuhan


bibirnya."seolah tidak percaya antara mimpi


atau nyata Jimin meraba bibirnya."ciuman


itu,berbeda dengan ciuman yang aku lakukan


bersama jeslin dulu."Jimin mengingat


momen mereka melakukanya dengan


jeslin.


"haiiisss,aku sudah gila."merasakan ciuman


itu masih melekat di ingatanya.akhirnya ia


memutuskan menyudahi pergolakan batinya

__ADS_1


sendiri ia lebih memilih untuk tidur kembali.


*


*


*


*


*


*


kesokanya Rachel terlebih dahulu turun


kelantai bawah setelah selesai


membersihkan diri tidak lupa pakaian yang


akan Jimin kenakan hari ini sudah ia


bereskan.


"pagi ajuma,pagi smua."sapa Rachel begitu


sampai diruang makan para maid dan ajuma


langsung membungkuk menyambut


Rachel.


"pagi nona muda."jawab ajuma dan maid


lainya,yang di sambut senyuman manis dari Rachel.


"tuan Jimin apa sudah bangun."tanya ajuma


kembali."sudah,sebentar lagi turun."dan benar


saja tidak berselang lama Jimin turun


dengan pakaian rapi yang Rachel


siapkan,membuat hatinya senang biasanya


Jimin akan membuangnya kedalam


keranjang tempat baju kotor tapi pagi ini ia memakai


pilihan rachel.tampa sadar Rachel tersenyum


kearah Jimin dan membungkuk.


"morning tuan."entah angin apa yang


membuat Jimin menoleh kearahnya dan


tanpa sengaja memandang kebibir Rachel.


"bibir itu,bibir yang sama aku sentuh dalam


mimpi."ucapnya dalam hati.rachel yang


bingung melihat Jimin yang memandang


kearahnya melambai-lambaikan tangannya


menyadarkan Jimin dari lamunanya,dan


akhirnya Jimin tersadar.


"ma..ma..mau apa?." terbata-bata karena


merasa gugup.


"saya tidak mau apa-apa tuan,saya hanya


memberi ucapan selamat


pagi."menundukkan kepalanya mulai


takut.


jimin yang sudah tidak bisa mengontrol


hawa yang ada dimeja makan dan semakin


membawanya mengingat kegiatan panas


yang ia lakukan, berusaha menghindari dan


pergi secepatnya.


"pak Choi,kita berangkat sekarang."berjalan


cepat meninggalkan pak Choi dengan berlari


kecil menyusul tuanya.


"kenapa tuan muda tidak sarapan."ajuma juga

__ADS_1


ikutan bingung dengan sikap Jimin pagi ini.


__ADS_2