
Mendengar ucapan Jimin membuat jantung
Rachel seperti berhenti berdetak, bingung
harus bereaksi bahagia atau malah merasa
dimanipulasi.masih segar di ingatan Rachel
Jimin datang bersama jeslin kepesta
pernikahan Yuri dan Shane dengan
bergandengan lebih tepatnya jeslin
menggandeng tangan Jimin layaknya seperti
seorang kekasih.
Hati Rachel seperti di sayat bila mengingat
hal itu,tapi sekarang ia mendengar Jimin
menyatakan sesuatu yang membuatnya
ambigu.
*
*
*
Sore harinya benar saja natan datang
membawa koper kecil,Natan langsung
pulang setelah koper yang dibawanya
diserahkan kepada Jimin.
Rachel membuka koper itu begitu sampai di
kamar ia sudah risih memakai kemeja
suaminya tanpa memakai dalaman.rachel
malah bingung melihat isi koper yang
terdapat beberapa helai pakaian rumah.
"sayang,buat apa Natan kasi baju sampai
beberapa potong?."Rachel menghampiri
Jimin yang sedang nonton televisi diruang
tamu.
"kita akan tinggal disini untuk beberapa hari."
"nanti mommy nyariin gimana?."Rachel tidak
ingin mommy dan Deddy Jimin khawatir.
"mereka sudah tau tidak usah
memikirkannya."Jimin mendekati istrinya dan
memeluknya.
"terus aku kalau pergi kerja pake apa?,
bajunya cuman bisa di pakai buat dirumah
saja."
"kalau begitu tidak perlu bekerja."Jimin
menjawab santai.
"tapi..."belum menyelesaikan ucapanya Jimin
sudah menggendongnya ala bridal style
menuju kamar mereka.
Rachel yang takut jatuh dengan posisinya
memukuli punggung suaminya supaya Jimin
__ADS_1
segera menurunkannya,Jimin tidak menuruti
kata-kata istrinya malah memutar tubuhnya
yang semakin membuat Rachel
memberontak minta turun.
ucapan Jimin benar,terbukti sudah tiga hari
mereka berada di apartemen ini,setiap pagi
Rachel memberangkatkan Jimin bekerja
layaknya seorang istri, sedangkan dia hanya
akan terkurung dengan hanya melakukan
aktivitas yang menurut Rachel hanya
membosankan, bagaimana tidak
membosankan bila yang dia lakukan hanya
tidur,menonton drama Korea,bermain ponsel.
sementara pekerjaan lainya akan dilakukan
Jimin sebelum dan setelah pulang kerja.jika
ia bersikeras untuk melakukan pekerjaan
rumah jawaban Jimin selalu membuat
pipinya merah padam.
"tidak usah melakukan apapun,cukup
pulihkan tenagamu untuk pertarungan kita
nanti malam".memang benar setiap malam
Jimin akan selalu membuatnya berolahraga
dan berkeringat dengan segala bentuk
posisi,dan sudah dapat dipastikan setiap
akibat gempuran suaminya yang tidak mau
kalah dalam pertandingan.
*
*
*
Hari ini jeslin menemui Jimin kekantor atas
saran dari mommy alin.jeslin sudah dua hari
menginap dirumah Jimin tapi sampai detik
ini Jimin belum kembali kerumah.
Natan yang melihat kedatangan jeslin
langsung menghadang langkah wanita itu.
"maaf nona jeslin tuan Jimin sedang tidak
ingin diganggu."Natan membungkukkan
badannya sebagai tanda hormat,bukan
karena takut pada mommy alin akan tetapi
lebih kepada tidak ingin ada keributan di
kantor.
"ini perintah mommy alin."jeslin memandang
Natan dengan tatapan tajam.
"kalau begitu ikut saya."Natan berjalan lebih
dahulu yang diikuti jeslin.sesampai
__ADS_1
diruangan Jimin ia mengetuk pintu.
"masuk."Natan masuk keruangan Jimin
setelah dipersilakan olehnya.
"maaf tuan ,diluar ada nona jeslin ingin
bertemu dengan anda tuan."
"ada urusan apa?,sampai nyamuk itu ingin
menemuiku."Jimin penasaran kenapa jeslin
sampai datang ke kantornya.
"ya sudah,suruh nyamuk itu masuk."
Natan kemudian memanggil jeslin untuk
segera masuk keruangan Jimin.
"Ada perlu apa?sampai kau datang
kesini?".Jimin berbicara tanpa melihat orang
yang duduk langsung dihadapanya.
"kenapa kau berubah Jim?,dimana jiminku
yang dulu?,yang begitu mencintaiku bahkan
rela melakukan apapun untukku."jeslin sudah
menangis tersedu-sedu.jeslin meraih tangan
Jimin yang langsung ditepis pria itu.
"Jim,aku bahkan meninggalkan karierku
hanya untuk memperbaiki hubungan
kita."jeslin berusaha menjelaskan agar Jimin
kembali padanya.
"bukanya kau kembali karena kariermu sudah
hancur disana?."Jimin bahkan tidak terkecoh
dengan air mata palsu jeslin.
"ayo kita mulai hubungan kita dari awal
Jim..."berusaha membujuk Jimin dengan
segala keahliannya dalam bersandiwara.
"apa kau lupa kalau aku sudah
menikah?."Jimin mengingatkan jeslin dengan
statusnya saat ini.
"aku tau itu semua rencana mommy alin agar
aku kembali padamu dan lihatlah aku sudah
kembali padamu,aku tau kau tidak mencintai
Rachel sama sekali."jeslin mendekati Jimin
ketempat duduknya.
"percaya diri sekali kau,kalau aku tidak
mencintai istriku.itu artinya kau tidak
mengenalku dengan baik."setelah itu Jimin
pergi meninggalkan jeslin seorang diri
diruangnya.jeslin yang tidak terima dengan
perbuatan Jimin semakin ingin membuat
rencana agar Jimin kembali kepelukanya.
"akan kupastikan kau akan hanya jadi milikku
__ADS_1
apapun caranya."