
Ucapan jeslin benar-benar dia
wujudkan.setelah pasangan suami-istri itu
kembali kerumah utama,kini jeslin ikut
tinggal bersama dengan izin mommy alin.
Rachel juga merasakan hubungannya dengan
Jimin seakan dingin, terbukti kursi yang
biasa dia tempati dimeja makan kini berganti.
bukan dirinya lagi melainkan jeslin lah yang
duduk disana,bagaimana reaksi Jimin?,pria
itu tidak mempermasalahkannya seperti
dulu.
jeslin juga ikut kekantor dengan menaiki
mobil yang sama dengan Jimin.Bahkan
membuatkan teh hijau atau kopi ketika Jimin
berada dirumah tepatnya diruang kerjanya
jeslin juga yang akan mengantarkan ya.
"sepertinya aku harus tau Diaman posisiku".
Rachel merasa Jimin berubah dalam waktu
singkat.
"rach, mommy mau. bicara."
"ada apa mom".Rachel duduk disofa
berhadapan dengan mommy alin.
"kamu lihat,sekarang hubungan Jimin dan
jeslin akan kembali seperti semula."terlihat
raut wajah bahagia,berbeda dengan
rachel.hatinya terasa diremas dengan
kuat,tapi dia sudah tahu hal ini akan terjadi
ketika memberikan Jimin masuk kedalam
hatinya.
mommy alin banyak menceritakan kisah cinta
mereka.sememtara Rachel hanya diam dan
menahan agar air matanya tidak menetes.
"rach.. seberapa dekat hubunganmu dengan
Jimin, mommy harap kau tau
batasanmu."mommy alin menegaskan
ucapanya.
"pasti mom,saya naik kekamar dulu
mom."Rachel pergi menuju kamarnya.
Begitu sampai di dalam kamar Rachel
meluapkan sesak yang dia rasakan.tangisnya
pecah,beruntung kamar itu kedap suara jadi
Rachel bebas menumpahkan segala yang
mengganjal dihatinya.
*
*
__ADS_1
*
Jimin sudah tiba dirumah bersamaan dengan
Natan dan jeslin.
"Natan setelah makan malam bawa semua
berkas yang tadi keruangan kerja saya."
"baik tuan".Natan menunduk.
"Jim.aku bantu ajuma buat nyiapin makan
malam."jeslin berusaha mengambil hati
Jimin.
pria itu langsung berjalan menuju lift tanpa
menjawab bahkan melihat jeslin ketika
bicara.
"aku.akan sampai ke tujuanku".jeslin
bergumam dalam hati.
Jeslin saat ini merasa sangat
bangga,bagaimana tidak bangga!.kini media
selalu mengincar dirinya karena selalu
bersama Jimin, mereka berdua juga
disebut sebagai pasangan kekasih dan
selalu menjadi topik utama di media sosial.
Sampai dikamar Jimin melihat istrinya yang
baru selesai mandi.jimin menghampiri dan
memeluknya.
"wangi".Jimin mencium ceruk leher istrinya.
untuk menjaga hatinya agar tidak terluka lagi.
"kau menolakku istri idiot?".seolah tahu
penolakan yang dilakukan istrinya.
bukan menjawab, Rachel memilih
mengeringkan rambutnya yang masih basah.
"ada apa?,apa aku melakukan
kesalahan?."Jimin curiga pada istrinya yang
terkesan menjauhinya.
"tidak ada.saya juga tidak punya hak untuk
apapun."
"yaaa apa maksudmu?."Jimin semakin
bingung dengan sikap istrinya, Jimin
tidak mau istrinya bersikap dingin padanya.
Tapi Jimin juga tidak bisa mengingkari
janjinya pada mommynya.
prov.
"berikan waktu untuk jeslin,setelah itu
terserah kamu mau apa."
mommy Jimin memohon pada Jimin untuk
membiarkan jeslin selalu didekatnya,dan
melakukan apapun untuknya tanpa harus
__ADS_1
memberitahu apapun pada Rachel.
Jimin menyetujuinya,dengan syarat,setelah
batas waktu yang Jimin tetapkan dan hatinya
tidak juga bisa menerima jeslin,maka jeslin
tidak bisa muncul dihadapan Jimin.
back.
"kenyataan belum tentu seperti yang
terlihat."Jimin kembali memeluk istrinya,ingin
rasanya memberitahukan apa yang
sebenarnya terjadi,namun Jimin adalah pria
yang selalu memegang janjinya.
Rachel tidak bisa mencerna ucapan Jimin
dengan baik.fokusnya hanyalah memagari
hatinya yang saat ini terluka agar tidak
terluka terlalu parah.
Jimin meninggalkan istrinya lagi
sendirian.kembali keruang kerja yang sudah
ditunggu Natan sedari tadi.
"kapan proyek dipulau Jeju selesai?."
"tahun depan dipastikan segera di buka tuan."
mereka berdua tengah sibuk dengan
pekerjaan masing-masing,jeslin masuk dengan secangkir teh ditangannya.
"Jim,kamu belum mandi?,nih tehnya,aku
sudah masak makan malam."jeslin
meletakkan cangkir dihadapan jimin.
"lebih tepatnya melihat ajuma memasak nona!".jawab Natan yang di ikuti lirikan
jimin.sedangkan jeslin sudah memasang
wajah seramnya menatap Natan.
"bisa tidak kau tinggalkan kami berdua".Jimin
mulai jengah dengan kelakuan jeslin yang
menurutnya terlalu memuakkan.
jeslin meniggalkan Jimin dan Natan,seperti
biasa membuat pengaduan pada mommy
Jimin.
"Natan buang teh ini,atau kalau kau mau
minum saja.sampai kapan nyamuk itu
dirumah ini?."Natan yang mendengar
penuturan Jimin hanya tersenyum.
"tuan selalu menyuruh saya membuangnya.kenapa tidak melarangnya untuk tidak membuatkan teh atau kopi tuan?".
Setiap kali jeslin memberikan minuman atau
makanan tidak sekalipun Jimin mencicipi
apa lagi memakanya.
Natan akan diperintahkannya untuk
membuangnya secepat mungkin.
"apa nyamuk mengerti bahasa
__ADS_1
manusia?."menatap Natan dengan menohok.
"anda memang tidak pernah salah tuan."