Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 84.


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa Rachel mengurus


semua kebutuhan Jimin suaminya,meski


badan masih terasa lemah karena tidak lagi


berselera makan dengan alasan masih


kenyang pada Jimin.


Jimin belum tau tentang keadaan Rachel


karena Rachel juga tidak ingin membuat


suaminya mencemaskan dirinya.


"Chagia,jam berapa mata kuliahmu hari


ini?."Tanya Jimin mengeratkan pelukan di


pinggang istrinya."Kenapa wajahmu


pucat?."Timpal Jimin saat menyadari ada


yang berbeda dengan wajah istrinya yang


terlihat pucat dan lemah.


"Tidak apa-apa,mungkin kelelahan karena


akhir-akhir ini banyak tugas kuliah ."Jawab


Rachel tetap fokus memakaikan dasi


Jimin."Sudah rapi."ucap Rachel kemudian


dengan senyum setelah selesai memasang


dasi suaminya.


"Jangan paksakan dirimu."Menangkup kedua


pipi istri tercintanya dengan kedua


tangan."Biarkan Natan atau aku yang


menyelesaikan tugas-tugas kuliahmu."


"Mana bisa begitu."Memanyunkan


bibirnya."Kau juga sudah banyak membantu


ku."Lanjut Rachel kembali.ya, selama ini


Jimin selalu membatunya menyelesaikan


tugas kuliah yang menurutnya susah,maklum


Rachel masih terbatas dalam mengerti


bahasa Korea dan Inggris.


Jimin juga dengan senang hati membantu

__ADS_1


Rachel setiap saat meski Jimin sibuk dengan


berbagai proyek barunya,namun Rachel


selalu menjadi prioritas utamanya.


"Apa yang tidak bisa bagi orang lain itu tidak


berguna bagi seorang Kim Jimin Adalberto


barnett.kau mengerti...?dan apa kau lupa


sejenius apa suamimu yang tampan


ini?."Jimin berucap dengan menunjukkan sisi


narsis sekaligus sifat arogannya.


"Aku tidak mau."Jawab Rachel kesal dengan


sikap Jimin yang selalu memakai kekuatan


namanya dalam segala hal.


Jimin malah tersenyum melihat kekesalan


Rachel yang menurutnya sangat


menggemaskan dan selalu Jimin


melabuhkan kecupan bertubi-tubi di wajah


dan dibibir Rachel.


dengan ulah Jimin yang menghujaminya


dengan ciuman."Sudah sana berangkat."Usir


Rachel karena meladeni Jimin itu sama


artinya membuat pria itu tidak jadi bekerja


dan akan menghabiskan waktunya dengan


mengurung istrinya didalam kamar dan


sudah dapat dibayangkan apa yang akan


dilakukan Jimin sepanjang hari dikamar


dengan Rachel.


Hal itu sudah sering terjadi dan Rachel sudah


hapal dengan gelagat jimin.Jika sudah begitu


maka Natan akan melakukan perkejaan


berlipat ganda karena Jimin akan


menyuruhnya menyelesaikan semuanya


tepat waktu tanpa perasaan bersalah sama

__ADS_1


sekali.


"Sayang mana berani aku mengusirmu".Bujuk


Rachel menurunkan nada suaranya."Tapi


walau kau berkuasa sekalipun kau kan tetap


harus punya rasa tanggung jawab untuk


pekerjaan-mu."Rachel mencoba menjinakkan


Jimin dengan segala rayuan mautnya.rachel


juga tidak ada tenaga untuk melayani


kegilaan Jimin bercinta kali ini disebabkan


tubuhnya yang masih lemah.


"Ck..kau pintar sekali merayuku."Menarik


pinggang istrinya lalu mengecup lembut


mulai dari kening sampai kebibir ranum


istrinya yang selalu menjadi candu dan bisa


membakar gairahnya.


Jimin akhirnya turun dengan tetap


menggenggam tangan istrinya.Rachel


dengan telaten melayani Jimin walau pria itu


hanya ingin dia duduk disampingnya dan


membiarkan para maid yang akan


melakukanya namun Rachel tidak


mendengar dan sampai hari ini dia dengan


setia melayani jimin di meja makan.


"Ajumma buatkan aku jus jeruk."Seru Rachel


begitu selesai memberangkatkan Jimin


untuk bekerja.


"Nona muda tidak makan?."Tanya ajumma,lalu


membuatkan jus jeruk untuk Rachel.


"Tidak nanti saja."Jawab Rachel lalu


meminum jus jeruk buatan ajumma dengan


sekali teguk."Aku ingin kembali tidur


saja."Timpal Rachel sambil berlalu menuju lip

__ADS_1


untuk kembali ke kamarnya.


__ADS_2