
Jimin keluar dari kamarnya menuju lantai
bawah menemui kedua orangtuanya guna
membicarakan suatu hal.Begitu kakinya
menginjakkan kaki dilantai bawah terdengar
suara Senda gurau dari arah ruang tamu.
Jimin melihat mom dan Deddynya sedang
bersama Michelle sedang asik bercerita dan. sesekali tertawa.
"Kau masih disini?."Jimin yang baru
bergabung langsung mengambil tempat
duduk disebelah Michael."Pulang sana."usir
Jimin pada sepupunya itu.
"Kau mandi tengah malam begini?". menatap
Jimin penuh telisik."kau menakuti gadis
cantik itu atau menghukumnya?."tanya
Michael kembali mengingat bagaimana
Rachel yang terus menunduk ketakutan
bahkan tidak berani menatap Jimin selama
proses mengeluarkan alat kontrasepsi dari
dalam lengannya.
"Berisik."sela Jimin menendang kaki
Michael.jimin bahkan tidak perduli dengan
wajah meringis Michael menahan kesakitan
di pergelangan kakinya.
"Kalian ini."seru Deddy Jimin heran melihat
keduanya saling dorong mendorong
seakan-akan sofa tempat yang mereka
duduki terlalu sempit.Deddy Jimin tak habis
pikir dengan putranya yang selalu ingin
memulai keributan dan Jangan heran bila
Michael juga tidak mau kalah untuk
membalas Jimin tak mau
kalah."sudah...sudah..."Deddy Albert
menengahi agar keributan keduanya tidak
berlanjut."Ada masalah apa son?."tanya
Deddy Jimin setelah keduanya sudah duduk
dengan tenang.
"Tidak ada apa-apa ded.hanya ada yang ingin
Jimin bicarakan untuk mom dan ded."jawab
Jimin."Dan kau tidak termasuk."menatap
Michael yang secara tidak langsung
__ADS_1
mengusir sepupunya itu.
"Hei man...aku juga Anggota keluarga."jawab
Michael sengit tak terima jika Jimin seakan
tidak menganggap dirinya bagian dari
keluarga barnett.
"Biar saja Michael disini".suara Deddy Albert
membuat Michael tersenyum penuh
kemenangan namun tidak demikian dengan
Jimin yang terlihat kesal dengan ucapan
Deddynya.
"Baiklah,Jimin hanya ingin agar mommy bisa
menerima istri ku sebagai menantu karena
Jimin sudah mendaftarkan perkawinan Jimin
secara hukum."
"What? mommy tidak salah dengar?."pekik
mom alin bagai disambar petir seolah tidak
percaya dengan ucapan putra
kesayangannya.mommy alin sungguh tidak
mengharapkan akan berakhir seperti
ini."mom tidak menyetujuinya."
"Mom berhentilah membuat rancana bodoh
mengubah apapun."tegas Jimin tak
terbantahkan.
"Mom hanya membuatnya sebagai alat untuk
menyatukan kau dan jeslin,tapi sekarang lihat
dirimu." menunjuk Jimin dari atas hingga
kebawah dengan penuh emosi yang sudah
berapi-api."kau malah memilih wanita asing
yang tidak berkelas itu."
"Mom cukup...yobo...."sentak Jimin dan Deddy
Albert bersamaan bahkan Jimin sampai
menggebrak meja didepannya dengan kuat.
Deddy Albert tidak suka melihat sikap istrinya
yang terkesan merendahkan Rachel dan
menyebutnya wanita asing.Bagi Deddy Albert
kebahagiaan Jimin diatas segalanya tanpa
memandang status dan dari mana Rachel
berada.
"Kalau mom tidak bisa menerima istriku maka
dengan berat hati Jimin akan membawanya
__ADS_1
keluar dari rumah ini, bahkan kalau
diperlukan Jimin akan membawanya keluar
dari negara ini." ancam Jimin dengan jelas
dan sudah berdiri dan akan meninggalkan
ruang tamu.
Awalnya Jimin ingin bicara baik-baik dengan
momnya tapi sepertinya momnya tetap tidak
bisa menerima Rachel sebagai bagian dari
keluarga Kim dan barnett dan pada akhirnya
Jimin harus membuat keputusan yang
sangat sulit.jimin tidak ingin hubungannya
dengan momnya sendiri menjadi renggang
tapi Jimin juga tidak mau istrinya selalu
direndahkan oleh momnya sendiri.
Melihat situasi yang semakin tegang
membuat Michael segera berpamitan
dengan alasan tiba-tiba ada pasien yang
urgen.Sedari tadi dia hanya duduk dan hanya
sebagai pendengar dan penonton
perseteruan Jimin dan momnya.menurut
Michael ini bukanlah ranahnya untuk ikut
campur walau dalam hatinya dia memuji
sikap gentleman sepupunya itu.
"Jimin...son..."panggil Deddy Albert namun
Jimin tidak lagi menghiraukannya.Deddy
Albert menghembuskan napasnya dengan
kasar sambil memijat keningnya.maksud hati
kepulangannya kali ini agar istrinya dan putra
semata wayangnya bisa kembali akur seperti
dulu tapi kenyataannya tidak
demikian."Sebaiknya kita kembali ke Inggris".
tegas Deddy Albert pada istrinya sambil
mengusap wajahnya dengan frustasi.
"Ded!."
mom alin kaget dengan ucapan suaminya
yang terkesan terburu-buru karena mommy
alin sendiri belum pernah berjauhan dari
putranya.
"Tidak ada penolakan. biarkan putra kita
hidup bahagia dengan wanita pilihan
__ADS_1
sendiri."tegas Deddy Albert