Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 103.


__ADS_3

"Yang mom bilang itu betul."Dedy Albert menimpali ucapan istrinya yang kini sudah sibuk membuat sesuatu didapur dengan ajumma."Dedy akan cari tau kesibukan Jimin nanti,jangan cemas."Lanjut Dedy Albert yang turut ikut meyakinkan Rachel.


"Sekarang minum susunya biar kau dan cucu mom sehat."Mommy alin memberikan susu yang baru saja dibuatnya."Makan yang banyak, jangan banyak pikiran".Mommy alin mengusap perut Rachel sambil tersenyum.mom alin sangat perhatian pada Rachel.


"Hmm..."Angguk Rachel tersenyum lalu mengangkat gelas berisi susu yang sudah dibuat Mommy Jimin untuknya."Sebenarnya apa yang dia sembunyikan dariku."Batinnya.


*


*


Seperti biasa Jimin disibukkan dengan pekerjaan dan pertemuan dengan beberapa koleganya bersama Natan.


Hari ini jadwal meeting Jimin juga sangat padat,berhubung pembangunan apartemen mewah di wilayah Daegu akan dibuka beberapa bulan kedepan.


"Untuk pembukaan proyek apartemen di Daegu bagaimana?."Tanya Jimin yang baru menyelesaikan meeting-nya di sebuah restoran mewah menuju kantor yang hanya berseberangan dengan restoran.


"Semuanya sesuai dengan yang anda inginkan tuan."jawab Natan yang berjalan beriringan bersama Jimin.


"Bagus,aku ingin hari itu semua awak media turut andil karena aku akan membuat pengumuman besar."Seru Jimin dengan tegas.


"Semua akan terlaksana sesuai dengan keinginan tuan."

__ADS_1


Tak terasa Jimin dan Natan sudah memasuki lobi perusahaan.Kedua pria itu terus saja sibuk membicarakan urusan pekerjaan.Sampai didalam lift menuju ruang Jimin, keduanya masih saja serius membahas pekerjaan.Jimin dan Natan tidak menyadari Deddy Albert yang sudah berdiri didepan pintu ruangan putranya.


"Apa kau sangat sibuk? Sampai-sampai tidak melihat Deddy sudah berdiri disini sejak kalian keluar dari lift."


Suara Deddy Albert membuat kedua pria itu menghentikan langkah kakinya.


"Deddy..."Seru Jimin,melangkah mendekati dedynya.


Deddy Jimin langsung masuk keruangan putranya lebih dulu.


"Natan kembalilah keruangan mu."Jimin ingin berbicara berdua dengan dedynya. angin apa yang membawa dedynya datang ke perusahaan miliknya.Natan menunduk lalu pergi keruangannya seperti perintah Jimin.


"Deddy ada perlu apa?."Jimin mengambil tempat duduk berhadapan dengan Deddynya.


"Tidak ada."Dengan singkat Jimin memberikan jawabannya, karena memang tidak ada masalah dengan perusahaan ataupun pekerjaannya.


"Benarkah?."Deddy Albert tak lantas percaya begitu saja dengan jawaban putranya."Lalu apa yang kau lakukan hingga pulang selarut itu setiap hari?."


Merasa seperti di interogasi,Jimin menghela napas."Ini semua karena keinginan menantu Deddy."Jimin memasang wajah lesunya.


"Rachel yang memintamu pulang larut malam,terus kenapa dia yang terlihat mengkhawatirkan mu."

__ADS_1


"Bukan seperti itu maksud Jimin Ded.."Bantah Jimin dengan cepat."Jimin sedang latihan dance." ucapnya sangat pelan.suara Jimin nyaris tak terdengar,Malu itulah yang dirasakan Jimin.


"Son what you talking about?Dedy not hear!."Deddy Albert mencondongkan tubuhnya kearah jimin.dedy Albert tidak dengar sama sekali apa yang dibicarakan putranya.


Jimin kembali menghela napasnya dengan kasar."Jimin lagi latihan dance."Seru Jimin dengan keras."Deddy puas sekarang?."


"But..for what?."Dedy Jimin membuka kedua tangannya,semakin tidak mengerti.


"For my wife,Jimin tidak mau mengundang artis idola Rachel kerumah kita, so..aku yang akan menjadi Park Jimin."Jelas Jimin pada dedynya.


"What?."


Deddy Albert malah terkejut dengan penjelasan putranya."Bagaimana caranya? kau ini Kim Jimin bukan Park jimin.ya,,walau kalian memiliki nama yang sama tapi tetap saja kau dan K-Pop idola itu berbeda."Ucap Deddy Albert dengan jujur.


"karna itu Jimin berlatih dance Ded."Sahut Jimin dengan penuh keyakinan."Seharusnya Deddy juga harus latihan seperti Jimin."Kesal Jimin yang teringat pada momnya yang turut serta membenarkan permintaan istrinya.


"Kenapa jadi Dedy yang dibawa-bawa?."Protes Dedy Albert mendengar Jimin menyeret namanya.


"Bukankah mom dan ded juga membenarkan permintaan istriku?seharusnya Dedy juga harus merasakan apa yang Jimin rasakan.Dan Deddy harus bisa mengendalikan mom."Ketus jimin,meluapkan isi hatinya.


"Apa mom mu juga mengidolakan pria itu?."

__ADS_1


"Tentu saja."Ucap Jimin dengan seringai tipis, sembari berdiri dari tempat duduknya."Ck..apa mom tidak sadar kalau sudah tua."Jimin berjalan menuju meja kerjanya,membiarkan dedynya yang tampak kesal dengan ucapanya.


__ADS_2