Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 60.


__ADS_3

"kenapa Rachel merasa mual apa dia....?"Yuri


menautkan alisnya tanpa meneruskan


ucapannya.memikirkan sesuatu yang


mungkin terjadi.


"Apa maksudmu? istriku kenapa?."Jimin


penasaran dengan ucapan Yuri yang tidak


jelas.


"Maksud saya..mungkin Rachel sedang


hamil !."seru Yuri, mengutarakan apa yang


dipikirkannya.karena sebagai wanita yang


sudah menikah dan mendengar cerita dari


sahabat-sahabatnya yang sudah punya anak


itu adalah salah satu tanda-tanda wanita


yang sedang hamil.


"what?."pekik Jimin keras dan membuat


orang-orang yang didalam ruangan kaget


terutama Natan yang berdiri didekatnya


sampai menutup telinganya merasa gendang


telinganya seperti pecah mendengar suara


tuanya."Istriku hamil?."Jimin terlihat bahagia


mendengar tebakan Yuri karena Jimin sudah


lama menginginkan Rachel mengandung


bibit unggulnya.


Naira yang terkaget memegang dadanya yang


serasa hampir copot karena teriakan Jimin


yang begitu kuat.Tapi detik berikutnya


Naira malah tertawa terbahak-bahak setelah


menyadari ucapan Yuri."Mana mungkin


Rachel hamil .eonni bercanda?".seru Naira


tak bisa menghentikan tawanya sambil


memegangi perutnya.


"Apanya yang tidak mungkin?."Jimin malah


emosi mendengar ucapan dari sahabat


istrinya itu.jimin tidak terima jika ada yang


meragukan kejantanan dan bibit unggulnya.


Melihat kemarahan di wajah Jimin membuat


Yuri memukul bahu Naira dengan


keras."Sibodoh ini."gumam Yuri yang masih


bisa didengar Naira walau tidak begitu jelas.


"Auh eonni sakit."Naira mengaduh sambil


mengusap bahunya yang terasa sakit akibat


pukulan yuri."Aku bicara benar,dokter itu juga

__ADS_1


bilang begitu."Naira membela diri karena Yuri


masih memukul bahunya.


"Dokter?."Jimin semakin bingung dengan


bicara Naira."Bicara yang jelas,atau kau mau


mati sekarang?."Jimin berdiri dari


duduknya.Kebahagian diraut mukanya


berubah menjadi rasa marah menatap


Naira ."Katakan apa maksud dari ucapan mu


itu!." Dia sudah tidak sabar mendengar


penjelasan lebih jelas dari mulut Naira.


Shane dan Yuri juga tidak ikut diam, pasangan


suami-istri itu juga mendekat pada Naira


ingin mendengar lebih jelas dari ucapan


Naira yang sudah hafal dengan sifat


cerobohnya.


"Rachel memasang alat kontrasepsi di


lengannya."jelas Naira yang merasa dirinya


terintimidasi dengan tatapan tajam dari tiga


Manusi yang ada dihadapannya.


"What?."pekik Jimin kembali tak percaya


dengan semua yang didengarnya.


Sedangkan Natan hanya diam tanpa bereaksi


areanya melainkan urusan antara suami dan


istri.


"Jadi istriku memasang alat sialan itu?."suara


Jimin bergetar."Natan kenapa kau bisa


ceroboh dan tidak tau hal seperti ini?."Jimin


beralih menatap tajam pada asistennya yang


nampak gelagapan dengan ucapan Jimin.


"Tuan sa____."


"Kumpulkan bodyguard dan supir cari tau apa


yang mereka lakukan waktu itu sampai tidak


tau kalau istri ku pergi menemui


dokter."Dengan wajah yang sudah merah


padam menahan amarah Jimin langsung


meninggalkan kamar Naira diikuti Natan yang


berjalan tergesa-gesa mengimbangi langkah


tuanya.Sambil berjalan Natan menghubungi


seseorang"Kumpulkan para bodyguard dan


supir nona muda."perintah Natan dengan


tegas dan terus berjalan.


"Kenapa kau selalu menyusahkan hidup

__ADS_1


Rachel."Yuri mukul kepala Naira


melampiaskan kekesalannya.


"Sayang..kau bisa membuatnya terluka


lagi."Shane menahan tangan istrinya kasian


melihat Naira menahan sakit dari lukanya


dan juga pukulan dari istrinya.


" Biarkan saja."Yuri menarik tangannya dari


Shane lalu kembali memukul naira.yuri tidak


menghiraukan teriakan kesakitan dari mulut


Naira sampai Akhirnya Naira berteriak kalau


Rachel lah yang memaksa dirinya untuk


memasang alat itu.Setelah mendengar itu


Yuri baru menghentikan pukulannya dan


duduk untuk mendengarkan penjelasan dari


Naira.


Begitu masuk kedalam mobil Jimin langsung


membuka jasnya dan melemparnya sembarangan lalu melonggarkan dasi yang


terasa sangat mencekiknya."Sial."geramnya mengusap wajahnya dengan kasar lalu


memukul kursi di depannya."Kenapa ini lolos dari pantauan mu?."


Bentak Jimin pada natan.jimin


merasa Natan lalai dalam hal ini."Pantas bibit


unggul ku tidak berkembang ternyata benda


sialan itu penyebabnya."geram Jimin dalam


hati.


"Tuan sepertinya nona muda sudah


merencanakan ini dengan sangat


hati-hati."jelas Natan yang sudah menerima


informasi dari laporan bodyguard.


"Tutup mulutmu."kesal Jimin."cepat hubungi


Michael suruh dia datang cepat."sentak Jimin


yang kini terlihat kacau dengan baju yang


sudah tidak beraturan lagi.


"Baik tuan".Natan langsung menghubungi


Michael dan menambah kecepatan laju


kendaraan agar segera sampai


dirumah.Natan tidak bisa membayangkan


semarah apa tuanya itu nanti pada istrinya.


Sepanjang perjalanan Jimin hanya diam dan


sesekali terdengar suara umpatan dari


mulutnya yang terdengar merutuki


kecerobohan dan kelalaian untuk mengawasi


istrinya.

__ADS_1


__ADS_2