Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
penjelasan ep 22


__ADS_3

"maaf,waktu itu aku tidak bisa berpikir


panjang."Naira menatap Rachel seperti


menyesali perbuatanya.


"aku akan menggantinya,tapi baru sebagian


yang bisa aku bayar."


"bagus,setidaknya kau masih mengingat


Budi."seolah mengejek Naira.


"Rachel,trus kau sekarang tinggal dimana?."


tanya Naira kembali.


"apa itu penting bagimu,atau kau ingin


membuat masalah lagi dan aku yang akan


kau tumbalkan."tanya rachel, mengingat


Naira yang tidak memikirkannya dulu.


"bukan begitu,aku akan membayar hutangku


itu padamu."Naira mencoba meyakinkannya.


"begini saja, kalau kau tidak ingin aku tahu kau tinggal dimana sekarang,aku akan


menghubungimu."


"apa sekarang kau sudah mengingat nomor


ponselku."dengan nada mengejek Naira.


sedangkan Naira sudah tidak bisa bicara


apapun lagi sebagai alasan kenapa ia


meniggalkan Rachel waktu itu.


"sudahlah,tapi kalau kau memang masih


punya otak,silakan kau hubungi aku.itupun


aku tidak menjamin kau itu masih manusia


atau tidak."Rachel berdiri dan mengajak


ajuma untuk pulang,ia merasa muak


berhadapan dengan naira.


sepanjang perjalanan Rachel tidak berbicara


sedikitpun kepada ajuma.berbeda ketika


mereka berangkat tadi dimana Rachel selalu


banyak bertanya dan bercerita tentang


kehidupanya pada ajuma.


"nona baik-baik saja?."tanya ajuma yang


melihat Rachel selalu mengarahkan


pandangannya keluar kaca.


"hmm". menganggukkan kepalanya tanpa


menoleh kearah ajuma.

__ADS_1


sampai dirumah Rachel langsung masuk


kedalam kamarnya dan tidak terlihat turun ke


lantai bawah lagi.


hari ini Jimin pulang kerumah tepat waktu


tidak seperti biasanya Jimin selalu


melewatkan makan malam dan lebih memilih


lembur dikantor atau lembur di club' bersama


Natan.


"apa tuan akan makan malam


dirumah?."tannya ajuma pada Jimin.


"ia,ajuma bawakan teh hijau keruangan


kerjaku."perintah Jimin dan ia langsung


menuju keruang kerjanya tanpa masuk


kedalam kamarnya terlebih dulu.ajuma


mengikutinya dengan membawa teh hijau


setelah itu turun kembali kelantai bawah


menyiapkan makan malam.


makan malampun tiba,Jimin yang sudah


merasa perutnya berteriak minta diisi,Jimin


turun dan melihat di meja makan hanya ada


Jimin menarik kursi mendudukkan


bokongnya.


"Yuna,panggilkan nona muda untuk makan


malam sejak tadi siang nona belum


makan."tutur ajuma yang khawatir.


"memang kenapa dengan dia?."


tanya Jimin masih mode dinginnya.


"hari ini nona muda sangat sedih."terang


ajuma pada Jimin.


"hari ini nona muda bertemu dengan orang


yang membuatnya menderita."ajuma


menceritakan semua kejadian hari ini yang


terjadi.tidak terkecuali tentang Rachel yang


menyebutnya manusia es kutub Utara.


"apa?,berani sekali dia mengatakan aku Manusia kutub."Jimin tidak terima.


beberapa menit kemudian terlihat Yuna turun


sendiri tanpa Rachel.


"ajuma,katanya nona muda tidak lapar."jelas

__ADS_1


Yuna pada ajuma.


"tidak lapar bagaimana dari siang tidak


makan apapun."ajuma yang merasa kasian


melihat keadaan rachel.jimin yang sedari tadi


mendengar pembicaraan merasa kesal dan


juga kasian.


"ajuma bawakan saja makanannya


kekamar."perintah Jimin.


Jimin yang sudah selesai dengan makanya


langsung menuju lif.jimin melihat Rachel


duduk dilantai dekat balkon.


"apa kau sudah bosan untuk hidup?."Jimin


bertanya dengan sikap datarnya.


Rachel menoleh tanpa menjawab pertanyaan.


"aku tidak ingin ada yang mati dirumah


ini,kemudian media akan mulai membuat


drama yang akan merusak nama baikku dan


keluarga."tegas Jimin kepada rachel.ajuma


yang sudah tiba didalam kamar meletakkan


nampan berisi makanan yang ia letak diatas


meja.


"makanlah,cepat."seolah tidak ada


kelembutan sedikitpun.


Rachel yang takut dengan Jimin berdiri dari


duduknya dan berjalan menghampiri ajuma.


"nona muda harus makan."seru


ajuma,mendudukkan Rachel dan


menyodorkan makanan kearahnya.


"ajuma, terimakasih."ucapnya tulus.


Jimin yang melihat Rachel mulai


memasukkan makanan kedalam mulutnya


bernapas lega.


"aku tidak tau dan tidak mau tau apa


masalahmu tapi setidaknya jangan membuat


drama dirumah ini."Jimin berlalu kekamar


mandi untuk membersihkan diri.sementara


Rachel sudah meneteskan air matanya


mendengar ucapan Jimin yang tidak punya

__ADS_1


perasaan sama sekali.


__ADS_2