
"maaf,waktu itu aku tidak bisa berpikir
panjang."Naira menatap Rachel seperti
menyesali perbuatanya.
"aku akan menggantinya,tapi baru sebagian
yang bisa aku bayar."
"bagus,setidaknya kau masih mengingat
Budi."seolah mengejek Naira.
"Rachel,trus kau sekarang tinggal dimana?."
tanya Naira kembali.
"apa itu penting bagimu,atau kau ingin
membuat masalah lagi dan aku yang akan
kau tumbalkan."tanya rachel, mengingat
Naira yang tidak memikirkannya dulu.
"bukan begitu,aku akan membayar hutangku
itu padamu."Naira mencoba meyakinkannya.
"begini saja, kalau kau tidak ingin aku tahu kau tinggal dimana sekarang,aku akan
menghubungimu."
"apa sekarang kau sudah mengingat nomor
ponselku."dengan nada mengejek Naira.
sedangkan Naira sudah tidak bisa bicara
apapun lagi sebagai alasan kenapa ia
meniggalkan Rachel waktu itu.
"sudahlah,tapi kalau kau memang masih
punya otak,silakan kau hubungi aku.itupun
aku tidak menjamin kau itu masih manusia
atau tidak."Rachel berdiri dan mengajak
ajuma untuk pulang,ia merasa muak
berhadapan dengan naira.
sepanjang perjalanan Rachel tidak berbicara
sedikitpun kepada ajuma.berbeda ketika
mereka berangkat tadi dimana Rachel selalu
banyak bertanya dan bercerita tentang
kehidupanya pada ajuma.
"nona baik-baik saja?."tanya ajuma yang
melihat Rachel selalu mengarahkan
pandangannya keluar kaca.
"hmm". menganggukkan kepalanya tanpa
menoleh kearah ajuma.
__ADS_1
sampai dirumah Rachel langsung masuk
kedalam kamarnya dan tidak terlihat turun ke
lantai bawah lagi.
hari ini Jimin pulang kerumah tepat waktu
tidak seperti biasanya Jimin selalu
melewatkan makan malam dan lebih memilih
lembur dikantor atau lembur di club' bersama
Natan.
"apa tuan akan makan malam
dirumah?."tannya ajuma pada Jimin.
"ia,ajuma bawakan teh hijau keruangan
kerjaku."perintah Jimin dan ia langsung
menuju keruang kerjanya tanpa masuk
kedalam kamarnya terlebih dulu.ajuma
mengikutinya dengan membawa teh hijau
setelah itu turun kembali kelantai bawah
menyiapkan makan malam.
makan malampun tiba,Jimin yang sudah
merasa perutnya berteriak minta diisi,Jimin
turun dan melihat di meja makan hanya ada
Jimin menarik kursi mendudukkan
bokongnya.
"Yuna,panggilkan nona muda untuk makan
malam sejak tadi siang nona belum
makan."tutur ajuma yang khawatir.
"memang kenapa dengan dia?."
tanya Jimin masih mode dinginnya.
"hari ini nona muda sangat sedih."terang
ajuma pada Jimin.
"hari ini nona muda bertemu dengan orang
yang membuatnya menderita."ajuma
menceritakan semua kejadian hari ini yang
terjadi.tidak terkecuali tentang Rachel yang
menyebutnya manusia es kutub Utara.
"apa?,berani sekali dia mengatakan aku Manusia kutub."Jimin tidak terima.
beberapa menit kemudian terlihat Yuna turun
sendiri tanpa Rachel.
"ajuma,katanya nona muda tidak lapar."jelas
__ADS_1
Yuna pada ajuma.
"tidak lapar bagaimana dari siang tidak
makan apapun."ajuma yang merasa kasian
melihat keadaan rachel.jimin yang sedari tadi
mendengar pembicaraan merasa kesal dan
juga kasian.
"ajuma bawakan saja makanannya
kekamar."perintah Jimin.
Jimin yang sudah selesai dengan makanya
langsung menuju lif.jimin melihat Rachel
duduk dilantai dekat balkon.
"apa kau sudah bosan untuk hidup?."Jimin
bertanya dengan sikap datarnya.
Rachel menoleh tanpa menjawab pertanyaan.
"aku tidak ingin ada yang mati dirumah
ini,kemudian media akan mulai membuat
drama yang akan merusak nama baikku dan
keluarga."tegas Jimin kepada rachel.ajuma
yang sudah tiba didalam kamar meletakkan
nampan berisi makanan yang ia letak diatas
meja.
"makanlah,cepat."seolah tidak ada
kelembutan sedikitpun.
Rachel yang takut dengan Jimin berdiri dari
duduknya dan berjalan menghampiri ajuma.
"nona muda harus makan."seru
ajuma,mendudukkan Rachel dan
menyodorkan makanan kearahnya.
"ajuma, terimakasih."ucapnya tulus.
Jimin yang melihat Rachel mulai
memasukkan makanan kedalam mulutnya
bernapas lega.
"aku tidak tau dan tidak mau tau apa
masalahmu tapi setidaknya jangan membuat
drama dirumah ini."Jimin berlalu kekamar
mandi untuk membersihkan diri.sementara
Rachel sudah meneteskan air matanya
mendengar ucapan Jimin yang tidak punya
__ADS_1
perasaan sama sekali.