Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 68.


__ADS_3

Sudah tiga hari Rachel menamai Jimin


kekantornya.selama tiga hari itu juga Rachel


belum bisa memutuskan jurusan apa yang


akan diambilnya.


bagaimana bisa dia memutuskan jurusan jika


setiap hari Jimin hanya akan menyuruhnya


duduk dipangkunya tanpa melakukan


apa-apa.


"sayang boleh tidak aku bermain ke cafe


eonni yuri.aku merindukan mereka


semua."rengek Rachel yang kini tengah


duduk dipangkuan Jimin.


Ya. selama beberapa hari dikantor Jimin tak


satu bukupun dibacanya sampai detik ini


dan itu membuatnya semakin bosan.apalagi


Jimin selalu mengganggu konsentrasi


Rachel bila sedang membaca buku Jimin


selalu mengganggunya dengan tingkah


mesumnya yang diluar nalar.


"Chagia kau bisa bermain dengan ku."bisik


Jimin tepat ditelinga Rachel dan membuat


pikiran istrinya traveling kemana-mana."kau


ingin bermain sekarang?."tanya Jimin dengan


suara lembutnya dan seringai tipis


dibibirnya,dan langsung mendapat pukulan


dari istrinya.bagaimana Rachel tidak


memukul Jimin karena setiap hari mereka


akan berolahraga dan saling bertukar


keringat setiap hari dikantor Jimin.


"Aku tidak mau bermain yang itu."jawab


Rachel kesal,menebak permainan apa yang


ada di isi kepala suami mesumnya itu."Aku


rindu eonni yuri dan Naira."memasang wajah


sedihnya agar Jimin mengijinkannya keluar


dari kantor jimin.rachel sangat yakin


sebentar lagi suaminya itu akan merayunya


untuk bercumbu kembali seperti yang


sudah-sudah.


Sepanjang hari Rachel hanya akan


duduk,makan dan bercinta dengan Jimin dan


kalau dia ingin membaca salah satu

__ADS_1


tumpukan buku yang Natan bawa kemarin,


maka Rachel harus membacanya diwaktu


senggang Jimin dan harus pula duduk


dipangkuan jimin.sudah dapat dipastikan


Rachel tidak akan bisa fokus dengan buku


yang dibacanya karena jimin akan


mengacaukan konsentrasi Rachel dengan


kegilaannya.


"Baiklah Natan akan mengantarmu".Jimin


tidak tega melihat wajah sedih Rachel." Tapi


kita akan bercinta terlebih dulu."Jimin


langsung mengangkat Rachel ala bridal style


menuju kamar yang terdapat di dalam kantor


Jimin.


"Sayang hentikan."Rachel memukul punggung


Jimin dan menggerakkan kakinya agar Jimin


menurunkan dan melepaskannya.


Namun Jimin tak menghiraukan jeritan


Rachel dan tetap melanjutkan aksinya.bagi


Jimin tubuh istrinya sudah menjadi


candunya sehari saja tidak menyentuhnya


Sepanjang percintaan Jimin selalu


mengucapkan kata cinta pada Rachel


istrinya.itu pula yang membuat Rachel selalu


merasa diratukan oleh suaminya sendiri.


bagaimana tidak setiap kali beradegan panas


Jimin selalu melakukannya dengan lembut


dan jangan lupakan kata-kata romantis yang


keluar dari mulut suaminya dan itu ditujukan


Jimin untuk dirinya.


"Aku akan menjemputmu setelah pulang


kerja."seru Jimin setelah keduanya selesai


membersihkan diri dari sisa-sisa keringat


percintaan mereka.


"hmm".angguk Rachel yang tengah sibuk


merapikan rambutnya yang


berantakan."Trimakasih sayang,aku


pergi."Rachel berpamitan dan mengambil


inisiatif ingin mengecup Jimin sebagai tanda


terimakasih karena sudah di ijinkan pergi


menemui sahabatnya."mphh...". Rachel

__ADS_1


tersentak kala Jimin malah menarik lehernya


dan membungkam mulut istrinya dengan


bibirnya.


"Kau ini."geram rachel memukul bahu Jimin


dengan keras sampai Jimin mengaduh


kesakitan.siapa yang tidak geram niat hati


ingin mengecup pipi saja tapi Jimin selalu


saja selangkah lebih dulu dari Rachel dan


berhasil membuat Rachel seperti kehabisan


oksigen akibat ulah Jimin.


"Chagia jangan nakal di sana dan jangan


coba-coba melirik pria lain."ancam Jimin


begitu ciumannya terlepas sambil tertawa


bahagia.


"ooohhh ya ampun!!!."teriak Rachel menatap


cermin ,lalu kemudian beralih menatap Jimin


dengan kesal karena sudah membuat lipstik


dibibirnya berantakan.


Merasa dirinya sudah membuat istri


tercintanya kesal.dengan sigap Jimin


menghapus lipstik Rachel yang berantakan


akibat ulahnya dengan tisu.


"sudah sekarang pergilah jangan sampai aku


berubah pikiran chagia."seru Jimin begitu


selesai membersihkan mulut Rachel.


Dengan segera Rachel pergi ,dengan diantar


Natan yang sudah menunggunya sedari tadi


bahkan Natan juga melihat adegan ciuman


keduanya.Tapi Natan tidak terkejut sama


sekali melihat kejadian tadi karena Natan


sudah terbiasa melihat pemandangan seperti


itu bahkan dia juga melakukanya bahkan


lebih dari hanya sekedar berciuman.


"Natan jaga istriku baik-baik,lecet sedikit saja


habis kau."


Mendengar penuturan Jimin yang penuh


dengan penekanan membuat Natan hanya


menghela napas lalu membungkuk untuk


pamit pada jimin."Kalau tidak mau lecet


kenapa nona muda tidak dimasukkan dalam


plastik sajak."Natan mengumpat dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2