
Sudah tiga hari Rachel menamai Jimin
kekantornya.selama tiga hari itu juga Rachel
belum bisa memutuskan jurusan apa yang
akan diambilnya.
bagaimana bisa dia memutuskan jurusan jika
setiap hari Jimin hanya akan menyuruhnya
duduk dipangkunya tanpa melakukan
apa-apa.
"sayang boleh tidak aku bermain ke cafe
eonni yuri.aku merindukan mereka
semua."rengek Rachel yang kini tengah
duduk dipangkuan Jimin.
Ya. selama beberapa hari dikantor Jimin tak
satu bukupun dibacanya sampai detik ini
dan itu membuatnya semakin bosan.apalagi
Jimin selalu mengganggu konsentrasi
Rachel bila sedang membaca buku Jimin
selalu mengganggunya dengan tingkah
mesumnya yang diluar nalar.
"Chagia kau bisa bermain dengan ku."bisik
Jimin tepat ditelinga Rachel dan membuat
pikiran istrinya traveling kemana-mana."kau
ingin bermain sekarang?."tanya Jimin dengan
suara lembutnya dan seringai tipis
dibibirnya,dan langsung mendapat pukulan
dari istrinya.bagaimana Rachel tidak
memukul Jimin karena setiap hari mereka
akan berolahraga dan saling bertukar
keringat setiap hari dikantor Jimin.
"Aku tidak mau bermain yang itu."jawab
Rachel kesal,menebak permainan apa yang
ada di isi kepala suami mesumnya itu."Aku
rindu eonni yuri dan Naira."memasang wajah
sedihnya agar Jimin mengijinkannya keluar
dari kantor jimin.rachel sangat yakin
sebentar lagi suaminya itu akan merayunya
untuk bercumbu kembali seperti yang
sudah-sudah.
Sepanjang hari Rachel hanya akan
duduk,makan dan bercinta dengan Jimin dan
kalau dia ingin membaca salah satu
__ADS_1
tumpukan buku yang Natan bawa kemarin,
maka Rachel harus membacanya diwaktu
senggang Jimin dan harus pula duduk
dipangkuan jimin.sudah dapat dipastikan
Rachel tidak akan bisa fokus dengan buku
yang dibacanya karena jimin akan
mengacaukan konsentrasi Rachel dengan
kegilaannya.
"Baiklah Natan akan mengantarmu".Jimin
tidak tega melihat wajah sedih Rachel." Tapi
kita akan bercinta terlebih dulu."Jimin
langsung mengangkat Rachel ala bridal style
menuju kamar yang terdapat di dalam kantor
Jimin.
"Sayang hentikan."Rachel memukul punggung
Jimin dan menggerakkan kakinya agar Jimin
menurunkan dan melepaskannya.
Namun Jimin tak menghiraukan jeritan
Rachel dan tetap melanjutkan aksinya.bagi
Jimin tubuh istrinya sudah menjadi
candunya sehari saja tidak menyentuhnya
Sepanjang percintaan Jimin selalu
mengucapkan kata cinta pada Rachel
istrinya.itu pula yang membuat Rachel selalu
merasa diratukan oleh suaminya sendiri.
bagaimana tidak setiap kali beradegan panas
Jimin selalu melakukannya dengan lembut
dan jangan lupakan kata-kata romantis yang
keluar dari mulut suaminya dan itu ditujukan
Jimin untuk dirinya.
"Aku akan menjemputmu setelah pulang
kerja."seru Jimin setelah keduanya selesai
membersihkan diri dari sisa-sisa keringat
percintaan mereka.
"hmm".angguk Rachel yang tengah sibuk
merapikan rambutnya yang
berantakan."Trimakasih sayang,aku
pergi."Rachel berpamitan dan mengambil
inisiatif ingin mengecup Jimin sebagai tanda
terimakasih karena sudah di ijinkan pergi
menemui sahabatnya."mphh...". Rachel
__ADS_1
tersentak kala Jimin malah menarik lehernya
dan membungkam mulut istrinya dengan
bibirnya.
"Kau ini."geram rachel memukul bahu Jimin
dengan keras sampai Jimin mengaduh
kesakitan.siapa yang tidak geram niat hati
ingin mengecup pipi saja tapi Jimin selalu
saja selangkah lebih dulu dari Rachel dan
berhasil membuat Rachel seperti kehabisan
oksigen akibat ulah Jimin.
"Chagia jangan nakal di sana dan jangan
coba-coba melirik pria lain."ancam Jimin
begitu ciumannya terlepas sambil tertawa
bahagia.
"ooohhh ya ampun!!!."teriak Rachel menatap
cermin ,lalu kemudian beralih menatap Jimin
dengan kesal karena sudah membuat lipstik
dibibirnya berantakan.
Merasa dirinya sudah membuat istri
tercintanya kesal.dengan sigap Jimin
menghapus lipstik Rachel yang berantakan
akibat ulahnya dengan tisu.
"sudah sekarang pergilah jangan sampai aku
berubah pikiran chagia."seru Jimin begitu
selesai membersihkan mulut Rachel.
Dengan segera Rachel pergi ,dengan diantar
Natan yang sudah menunggunya sedari tadi
bahkan Natan juga melihat adegan ciuman
keduanya.Tapi Natan tidak terkejut sama
sekali melihat kejadian tadi karena Natan
sudah terbiasa melihat pemandangan seperti
itu bahkan dia juga melakukanya bahkan
lebih dari hanya sekedar berciuman.
"Natan jaga istriku baik-baik,lecet sedikit saja
habis kau."
Mendengar penuturan Jimin yang penuh
dengan penekanan membuat Natan hanya
menghela napas lalu membungkuk untuk
pamit pada jimin."Kalau tidak mau lecet
kenapa nona muda tidak dimasukkan dalam
plastik sajak."Natan mengumpat dalam hati.
__ADS_1