
Pasangan suami-istri itu kembali bergabung bersama yang lainya setelah menyelesaikan drama rumah tangga mereka.
Semua orang kaget melihat keduanya berjalan bersama dalam posisi saling merangkul pinggang,kecuali kedua orangtuanya Jimin dan yang sudah mengetahuinya nampak hanya tersenyum melihat kemesraan kedua pasangan itu.
"Kok bisa Rachel jalan mesra seperti itu dengan pria lain."Ucap Yuri dengan heran melihat Rachel bersikap seperti layaknya kekasih.
"Tentu saja sayang."Senyum Shane menarik pinggang istrinya merapat ke tubuhnya."Meraka juga suami-istri seperti kita."jawab Shane mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Suami-istri kepalamu,sudah jelas itu bukan tuan Jimin."Protes Yuri.
"Ia,kok bisa Rachel kepincut, kenapa selama hamil dia menjadi seperti itu."Naira ikut memberikan pendapatnya.
"Pria itu tuan muda Kim Jimin Adalberto barnett."Shane menegaskan ucapanya.
"Sayang kenapa kau bisa bilang pria itu tuan jimin,sudah jelas-jelas itu Park Jimin."Bisiknya tapi penuh tekanan,sebab orang yang mereka bicarakan sudah ada dihadapan mereka.
"Karna aku ikut terlibat dalam hal ini sayang.nanti aku akan menceritakannya padamu."Balas Shane berbisik pada Yuri.
"Apa kau sudah membongkar rahasia mu sendiri son?."Seru Deddy Jimin menepuk pundak putranya sambil terkekeh lucu.
"Kau juga tidak mengenali putramu sendiri."Sindir mom Jimin dengan sinis.
__ADS_1
"요보 그렇지 않아 (yobo geureoh ji Anha \=sayang bukan seperti itu."Elak Deddy Jimin kalah malu.Memang benar dia tidak mengenali putranya sendiri kalau tidak diberitahu mom Jimin.
"Deddy는 사실입니다? (Dedy neun sasil ibnida \=Dedy apakah itu benar?".Tanya Jimin tak percaya jika dedynya sendiri tidak mengenali puntranya.
"아니요 (Ani Yo \=tidak)." Kesal Deddy Jimin pada dirinya sendiri.
"Sayang,aku juga tidak mengenalimu.itu semua karena kau memang terlihat seperti idolaku itu."Rachel mencoba menyelamatkan harga diri mertuanya."Bagai mana kalau acaranya kita lanjutkan saja."Usul Rachel untuk mengakhiri pembicaraan.
Semuanya setuju ditambah salah satu DJ sudah siap memainkan musik disko yang akan menghibur mereka malam ini.
"Yeah...sorak semuanya bersamaan saat Jimin meminta DJ memainkan musik yang sedang tren saat ini.
Semuanya ikut bergoyang mengikuti irama musik yang dimainkan.Rachel hanya duduk bersama Jimin sebagai penonton.Kehamilanya yang sudah memasuki usia tujuh bulan membuatnya sulit untuk bergerak walau keinginan itu ada.
"Chagia,apa kau lelah?."Tanya Jimin mengusap perut Rachel."Kau mau istirahat?."Tawar Jimin tidak ingin melihat istrinya kelelahan.
"Tidak,kita disini saja."Jawab Rachel sambil tertawa melihat tingkah Naira dan yang lainya menari dengan gerakan berbeda-beda .
"Kalau kau lelah bilang padaku."Seru Jimin dengan posisi tangannya yang selalu mengusap lembut perut istri tercintanya.
Rachel tak henti-hentinya tergelak tertawa melihat Naira yang sudah sempoyongan akibat terlalu banyak minum,Yuri dan Shane sampai kewalahan dibuatnya.
__ADS_1
Sampai akhirnya Yuri dan Shane menyerah dan memilih duduk bersama Jimin dan rachel dan membiarkan Naira berbuat sesukanya.
"Apa baterainya belum habis?."Tanya Rachel dengan tertawa.
Yuri dan Shane mengangkat tangannya keatas sebagai tanda kalau kedua suami-istri itu menyerah untuk membuat Naira diam.Sejak tadi Shane dan Yuri berusaha keras membawa Naira untuk duduk,namun baru dua langkah Naira sudah berhasil lolos dari cengkraman keduanya dan kembali bergoyang seperti orang kesurupan.
Belum lima menit duduk dengan Rachel, Yuri tiba-tiba merasa pusing,mukanya nampak sangat pucat.
"Sayang are you ok?."Tanya Shane khawatir melihat Yuri menopang kepalanya dengan satu tangan.
"Eonni mukamu pucat sekali."Rachel menempelkan tangannya di kening yuri."Oppa sebaiknya eonni dibawa istirahat di kamar tamu."Ucap Rachel cemas dengan keadaan Yuri yang nampak semakin lemah.
"Bawalah istrimu kekamar tamu,aku akan menghubungi dokter."Seru Jimin mengambil ponsel dari saku celananya.
"Tidak aku ingin pulang saja."Jawab Yuri dengan suara lemah.
"Sayang kau yakin?."Tanya Shane dan mendapat anggukan Yuri."Sebaiknya kami pulang duluan,tapi bagaimana dengan Naira."Seru Shane teringat dengan Naira yang datang bersama yuri.
Jimin mengedarkan pandanganya guna mencari seseorang yang akan membawa sahabat istrinya itu pulang,namun tak satu manusiapun didapatinya dalam keadaan normal semua sudah sempoyongan dengan dunianya sendiri dipengaruhi minuman yang mereka teguk entah sudah berapa banyak.
"Apa tidak ada orang lain yang bisa membawanya pulang?."Tanya Jimin pada shane,melihat tidak ada satu orangpun yang masih sadar.
__ADS_1
"Sayang suruh saja Nick membawanya pulang."Ucap Yuri.