Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 99.


__ADS_3

Jimin memulai dengan pemanasan terlebih dahulu, melakukan peregangan pada otot-otot nya agar tidak kaku.


"Ternyata hanya melakukan gerakan seperti ini, sangat mudah."Gumam Jimin,mengikuti gerakan yang biasa dilakukannya sebelum berolahraga raga.Hal itu sangat mudah bagi seorang Kim Jimin yang notabenenya suka berolah raga.


Natan yang duduk tidak jauh dari Jimin tak menghiraukan pria yang sedang latihan itu,dia lebih fokus mengotak-atik layar ponsel,entah berbalas pesan dengan siapa?.


Setelah selesai melakukan pemanasan kini Jimin melakukan trik selanjutnya yaitu pemanasan untuk kelenturan tubuhnya untuk memulai latihan dance.


Baru saja memulai gerakan pertama,tubuh Jimin menegang melihat cara pelatihnya membungkukkan badan sembari mengangkat kaki sebelah keatas.


"Gerakan aneh apa itu?."Sontak Jimin membulatkan matanya melihat tubuh pelatihnya seperti tidak memiliki tulang-tulang dalam tubuhnya.


"Auh...auhhh..sakit..."Jerit Jimin spontan saat pelatih memasaknya kakinya naik sementara tubuhnya harus membungkuk.


Suara keras Jimin juga ikut membuyarkan konsentrasi Natan dari layar ponselnya kini beralih pada Jimin yang berteriak histeris.


Natan tak kuasa menahan tawan melihat penyiksaan yang dialami Jimin.Sebisa mungkin Natan menutup mulutnya dengan rapat agar suara tawanya tidak terdengar telinga pria arogan itu.


*


*


Sementara ditempat lain tepatnya di sebuah rumah sakit.Michael yang tengah sibuk dengan meeting bersama dokter lainya merasa terganggu dengan suara deringan ponselnya sendiri.

__ADS_1


Kalian lanjutkan saja,saya permisi sebentar."Michael menunjukan ponselnya yang masih berdering, lalu keluar dari ruangan.


"이게 뭐야? (ige mwoya? \=ada apa?)."Tanya Michael dengan nada malas.Michael sudah tau bila asisten pribadi sepupunya itu menghubunginya sudah dapat dipastikan merepotkan saja.


"Ck..baiklah aku akan Segera kesana."Michael berdecak kesal lalu memasukkan ponselnya kedalam saku,bergegas ketempat yang sudah di beritahukan Natan.


Hanya beberapa menit saja Michael sudah tiba ditempat.Ternyata Natan sudah menunggunya di pintu depan ruangan latihan.


"Aku sibuk tapi kenapa malah memanggilku kesini."Kesal Michael memasang muka jengah-nya kearah Natan.


"Saya hanya ingi tuan bisa menolong tuan muda bila sesuatu terjadi dengan tuan muda."Ungkap Natan dengan datar,mempersilahkan Michael masuk kedalam menuju tempat dimana Jimin sedang melakukan latihan.


"Tempat apa ini?."Bingung Michael yang asing dengan tempat yang baru pertama kali dimasukinya."Ck..kau deng____."


"Sedang apa dia?."Tanya Michael pada natan dengan heran, melihat Jimin sedang menjerit kesakitan ketika pelatih menekan punggungnya.


"Tuan muda sedang berlatih dance."Jawab Natan datar,mencoba mengatur mimik wajahnya agar tak terlihat sedang menahan tawa.


"Huppss....buah..ha..ha..ha.."Tawa Michael meledak dengan keras menggema memenuhi ruangan.


Mendengar ada suara tawa seseorang membuat Jimin dan pelatih dance-nya menoleh kebelakang.Betapa geramnya Jimin melihat sepupunya itu tertawa dengan lepas melihat penderitaannya.


"Kau."Tunjuk Jimin pada Michael dengan tatapan mengintimidasi."Berani sekali kau menertawakan ku."Geram Jimin,langsung berjalan kearah Michael dan Natan yang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Calm down bro."Kekeh Michael mengangkat kedua tangannya keatas,berusaha menenangkan emosi Jimin yang sudah siap melayangkan pukulan padanya.


"Untuk apa kau ada disini,apa rumah sakitmu sepi dan kau tidak ada kegiatan?."Sindir Jimin dengan sinis.


"Ck..aku justru sedang sibuk tadi,tapi asisten mu ini menyuruhku datang."Jawab Michael tak kalah kesalnya.


Mendengar jawaban Michael kini tatapan tajam Jimin beralih pada Natan.


"Tuan saya kira terjadi sesuatu dengan anda,itu sebabnya saya menghubungi tuan Michael dan memintanya untuk segera datang kesini."


Sedangkan dalam hati Natan, tujuannya menghubungi dokter Michael karena tidak ingin sendirian menyaksikan penderitaan Jimin yang sangat menghibur hanya seorang diri.Akan lebih seru bila menyaksikan penyiksaan pria arogan itu berdua dengan sepupunya sendiri.


"Kau itu sangat aneh,kenapa ingin berlatih dance?."Michael menatap Jimin penuh tanya.


"Ini semua untuk istriku."Jimin kembali menghela napas.Kesabarannya kali ini benar-benar diuji dengan kehadiran sepupu laknatnya yang sejatinya menantikan momen seperti sekarang ini.


"Ha..ha..ha..,sudah sana lanjutkan."Seru Michael dengan tawa yang membuat perutnya sakit.lalu mengusir, terkesan sedang mengejek Jimin.


Kali ini Jimin tidak bisa membalasnya kini tujuannya hanya untuk berlatih dance dan memenuhi janjinya pada sang istri.


"Awas kalau kalian berani mentertawakan ku."Ancam Jimin pada Michael dan juga Natan."Kau,gajimu aku potong dua puluh persen."Tukas Jimin,lalu meninggalkan Michael yang masih tidak bisa berhenti menertawakannya, sementara Natan terlihat shock dengan pemotongan gajinya sampai dua puluh persen.


"Tidak masalah bulan ini gajiku anda potong,setidaknya rasa kesal saya sebentar lagi akan terbalaskan."Batin Natan,pasrah dengan nasib keuangannya bulan ini yang sudah banyak potongan,tapi setidaknya ia bisa menyaksikan jeritan pria yang sudah berani memotong gajinya itu dengan puas.

__ADS_1


__ADS_2