Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 104.


__ADS_3

"Sayang kamu mau kemana?."Tanya mom alin yang melihat Rachel sudah rapi dengan dress selutut berwarna navy.Warna kulit Rachel yang putih semakin menonjol dan bertambah sexsi dengan perut buncitnya.


"Mom aku mau kekantor jimin."Jawab wanita hamil itu sambil berjalan dibantu Yeri supir sekaligus pengawal pribadinya kini.


"Hati-hati,jalan pelan-pelan saja."Mom alin turut membantu menuntun memegang tangan Rachel satunya."Bukankah Jimin menyuruhmu untuk berdiam diri dirumah saja."


"Aku bosan dirumah terus mom."


ya,selama kehamilannya Rachel tidak diperbolehkan keluar rumah semua kebutuhannya akan Jimin siapkan.Mulai dari pakainya,aksesoris lainnya yang kini sudah di disain brand ternama dan itu khusus untuknya,bahkan spa dan salon dia sediakan dirumah, di tambah lagi menggantikan supir pribadinya yang dulunya pria sekarang menjadi seorang wanita.


Jimin over protective menjaga Rachel,bahkan wanita hamil itu sampai kewalahan menghadapi sifat posesif Jimin yang diluar batas.


"Apa jimin tau kau akan datang?."Tanya mom alin curiga,Setau mom alin putranya itu tidak membenarkan siapapun membawa Rachel keluar rumah walau itu dengan momnya sendiri.

__ADS_1


"Mom tau sendiri seperti apa Jimin."Rachel memasang wajah jengah-nya bila mengingat aturan Jimin yang tidak masuk akal."Mom aku sudah enam bulan lebih terkurung,mom please jangan beritahu Jimin kalau aku akan datang kekantor."Rachel menarik tangan mom alin memohon agar mom mertuanya itu membiarkannya pergi.


"Baiklah,Yeri kamu harus hati-hati saat menyetir,mengerti?."Ucap mom alin dengan penuh penekanan.Hatinya berat karena telah membiarkan Rachel melanggar aturan Jimin.Mom alin tau betul dengan sikap tegas Jimin bila aturan yang dibuatnya dilanggar,akan tetapi mom alin juga tidak ingin menantunya itu tertekan karena terlalu lama terkurung.


"Baik nyonya besar,saya akan menjaga keselamatan nona muda."Jawab Yeri dengan membungkuk kearah mom alin."Mari nona."Yeri membukakan pintu mobil dan mempersilakan Rachel masuk.


"Mom aku pergi."Rachel berpamitan lalu mencium tangan mom alin.


"Hmm..."Mom alin mengangguk, mencium pipi Rachel bergantian dan membiarkan menantunya itu untuk pertama kali keluar rumah selain ke dokter kandungan.


Mata Rachel berbinar melihat suasana jalanan dan bangunan-bangunan yang menjulang."Wahhh..."Decaknya,menurunkan kaca jendela mobil dan membiarkan wajahnya tertiup angin dingin.


"Nona muda jangan seperti itu,nona bisa masuk angin."Yeri panik melihat Rachel memejamkan mata dan membiarkan wajahnya menghadap jendela kaca mobil yang terbuka."Saya bisa dikubur hidup-hidup kalau tuan muda tau."Yeri bergidik ngeri.seakan bisa di bayangkan seseram apa pria arogan itu jika murka pada para pengawal yang ditugaskan khusus untuk menjaga Rachel.

__ADS_1


Yeri bahkan pernah menyaksikan penyiksaan yang dilakukan Jimin pada salah satu pengawal.waktu itu salah satu pengawal yang berjalan terburu-buru hampir menabrak rachel.Meskipun pengawal itu tidak menabrak Rachel namun Jimin sudah marah dan menghukum pengawal dengan tangan sendiri.


"Maaf."Rachel buru-buru menutup kaca mobil."Apa suamiku itu begitu menyeramkan?."Tanya Rachel penasaran.Hampir semua pengawal dirumahnya lebih takut pada Jimin ketimbang Dedy Albert ayah mertuanya.


"Tuan muda mungkin tidak seram bahkan kalau kami melakukan kesalahan dalam pekerjaan kantor,tapi tuan akan menyeramkan jika itu berkaitan dengan nona muda."Ungkap Yeri dengan jujur.Jimin akan mentolerir jika karyawan kantornya atau pekerjaan lain salah tapi kalau itu menyangkut Rachel maka yang ada hanya hukuman seberat-beratnya.


"찐자?, 내가 왜 몰라? ( jjinja?, naega wae Molla? \= Benarkah?, kenapa aku tidak tau?)."Tanya Rachel menyipitkan matanya.Rachel tidak akan pernah tau sekejam dan sedingin apa Jimin pada para pengawal dan bodyguard dirumahnya.


"Kita sudah sampai nona,sekali lagi tolong selamatkan saya agar tuan muda tidak menghukum saya karena sudah lancang membawa nona muda kemari."Seru Yeri memohon setelah memarkirkan mobil.


"Kau tidak usah cemas,aku yang akan bertanggung jawab."Balas Rachel,lalu keluar dari mobil setelah Yeri membukakan pintu sambil menunduk kearah Rachel.


"Tunggu aku di restoran sebrang,makanlah sesuatu.aku akan menghubungimu nanti."Rachel memberikan kartu ATM miliknya untuk Yeri.

__ADS_1


Yeri menunduk menerima kartu ATM dari tangan rachel.yeri ingin menolak karena semua kebutuhannya diluar gaji pokoknya sudah dicukupi dan itu terbilang sangat besar dibandingkan bekerja ditempat manapun.


"Sudah sana."Rachel mendorong tubuh Yeri yang hanya menunduk dan diam ditempat.Rachel berjalan berlahan meninggalkan Yeri yang masih diam sembari memandangi langkah kakinya.


__ADS_2