
Ketekunan Jimin berlatih dance membuahkan hasil walau tidak sesempurna penari aslinya.Terlihat tubuhnya semakin lentur dalam kurun waktu empat hari saja.
Natan yang melihat dan menemaninya setiap hari bisa melihat perkembangan Jimin begitu cepat.Seperti saat ini Jimin bisa mengikuti gerakan demi gerakan yang diajarkan pelatih dance-nya walau agak sedikit lamban.
"Wah...perkembangan anda sangat cepat tuan muda."Puji pelatih dance dengan jujur.Pelatih itu tidak lagi terkena tendangan maut dari kaki Jimin yang selalu salah mendarat dan berakhir mengenainya.Sekarang Jimin sudah mulai hapal beberapa gerakan yang diajarkanya.
"Benarkah?."Jimin seakan tak percaya,ia dapat melakukanya meskipun tubuhnya terasa pegal akibat latihan setiap hari.
"Apa dalam seminggu ini aku sudah menyerupai dance aslinya?."Tanya Jimin, bukan tanpa alasan hal itu ditanyakan-nya,setiap hari istrinya selalu menagih janji yang terlanjur dibuatnya sendiri pada sang istri.
"Hmmm..."Pelatihnya malah terlihat bingung untuk memberikan jawaban pada Jimin."Tidak mudah untuk menari seperti Park jimin,tapi kalau anda punya tekad yang kuat Bukanya tidak mungkin bukan?."Pelatih memberikan jawaban yang kurang yakin, sembari memotivasi Jimin untuk tidak gampang menyerah.
Mendengar jawaban pelatih membuat Jimin menghela napas.Jimin tau betul tidak mudah baginya untuk melakukan sesuatu yang bukan menjadi keinginan-nya.Jimin melakukannya hanya untuk membuat istrinya bahagia.
"saya tidak bermaksud mematahkan semangat anda tuan muda."Melihat Jimin tampak lesu membuat pelatih dance merasa bersalah dengan ucapanya."Anda pasti bisa,semangat."Pelatih mengepalkan tangan dan mengangkatnya keatas, menyemangati Jimin.
Jimin tertawa lalu mengikuti gerakan tangan pelatihnya "Semangat".Seru Jimin dan tertawa kembali.
*
__ADS_1
*
Seperti biasa Jimin terlambat pulang dan selalu mendapati istrinya sudah tertidur lelap.Sejak kehamilan yang sudah memasuki tujuh bulan Rachel gampang tertidur dan gampang pula terbangun.
Terbukti dengan Suara Jimin yang mengendap-endap saja bisa membuat Rachel terbangun dari tidurnya.
"Baru pulang?."
Jimin tersenyum kaku lalu mengusap tengkuknya."Aku mengacaukan mimpi indah mu lagi chagia?."Jimin mendekat kearah Rachel yang sudah bangun dan berjongkok di tepian ranjang.
"Kenapa selalu pulang selarut ini?."Tanya wanita hamil itu setelah Jimin berjongkok dihadapannya sembari menatapnya dengan lembut.
"Semua aku lakukan hanya untuk membahagiakan mu chagia."Jimin mengukir senyum manisnya pada Rachel lalu mencium kedua tangan Rachel.
Keduanya saling berbalas ungkapan kata cinta.Seromantis itu Jimin pada Rachel,hampir setiap kata-kata cinta keluar dari mulutnya tanpa pernah absen dan itu selalu dibuktikannya dengan semua tindakan juga.
Rachel menjadi satu-satunya wanita yang paling beruntung.Dinikahi pria tampan, bangsawan yang digilai banyak wanita namun tidak pernah sekalipun Jimin terkena isu tentang kedekatannya dengan wanita manapun oleh media.
Sekalipun sampai detik ini Jimin belum memberi pernyataan pada para media tentang Rachel yang sudah sah menjadi istrinya.Rachel juga tidak merasa keberatan meskipun dirinya terkesan di sembunyikan.
__ADS_1
*
*
Pagi ini Rachel membiarkan Jimin bangun terlambat.Tidak tega membangunkan suaminya yang nampak kelelahan setiap pulang kerja.
"Jimin tidak sarapan?."Tanya Mommy alin melihat Rachel yang turun sendiri.Biasanya putranya itu sudah sibuk menyiapkan susu untuk menantunya dengan segala rayuan karena Rachel sangat susah disuruh menghabiskan susu yang di khususkan untuk ibu hamil.
"Jimin masih tidur mom".
Mommy alin dan Deddy Albert saling bersitatap.
"Jimin sakit?."Tanya Deddy Albert dan Mommy alin berbarengan.
"Tidak mom,ded.jimin hanya kelelahan, akhir-akhir ini Jimin sering pulang larut malam."
"Ded, apa ada proyek baru yang ditangani jimin?."Mommy alin menatap suaminya.Tidak mungkin suaminya itu tidak tau tentang masalah perusahaan.
Deddy Albert mengangkat bahunya dan menggelengkan kepala."Setau Dedy tidak ada."Jawab Dedy Jimin yang tau betul situasi perusahaan saat ini.
__ADS_1
Mendengar itu Rachel semakin bingung.Jimin selalu beralasan keterlambatan -nya karena banyak pekerjaan sementara Deddy Albert tidak tau menahu tentang pekerjaan yang dimaksud suaminya itu.
"Sayang..mungkin Jimin sedang mengurusi proyek yang sedang berjalan."Mommy alin berusaha memberi penjelasan yang masuk akal pada Rachel.Sejak tadi wanita hamil itu terlihat memikirkan sesuatu tentang Jimin.Mommy alin tidak ingin Rachel berpikiran buruk terhadap putranya dan akan menggangu kesehatan menantu dan cucunya.