
Jimin seolah tidak melihat keberadaan
Rachel.
"apa aku sudah mati,terus jadi hantu
gentayangan."melihat Jimin yang berjalan
acuh menuju ruang ganti.
akhirnya Jimin keluar dengan baju kemeja
putih lengan panjang dipadu dengan celana
panjang berwarna hitam."ternyata dia pria
yang sangat tampan,tapi kenapa kekasihnya
menolak menikah denganya."Jimin
melakukan hal yang sama dan tidak
menghiraukan Rachel yang membungkukkan
badannya kembali kearah Jimin.
"maaf kalau
saya mengganggu tuan,apa ada yang bisa
saya lakukan".Jimin yang mulai jengah
dengan suara Rachel dan keberadaanya
langsung menyuarakan isi hatinya tanpa
perduli hati Rachel tersakiti atau tidak.
"kamu itu memang sudah mengganggu,ntah
kamu itu berasal dari mana saya tidak tau
dan tidak mau tau,jadi tolong sebisa mungkin
kamu menyingkir dari hadapan saya
paham."mengarahkan telunjuknya kekening
Rachel.
"maaf..maaf tuan."memundurkan tubuhnya
yang mulai ketakutan dengan sikap Jimin
yang kasar.tidak mau membuat keributan
yang akan mendatangkan mommynya Jimin
bergegas meninggalkan kamarnya menuju
lantai bawah.
"wanita itu baru hari pertama dirumah ini
sudah membuatku muak dan kesal".Jimin
menggeram,memeras kedua
tangannya,sampai dilantai bawah sudah ada
mommy dan dedynya yang siap untuk
sarapan.
"morning putra kesayanganku".sapa mommy
alin dengan senyum yang
mengembang.mengingat hari ini hari pertama Jimin berstatus suami, Deddy hanya
menoleh pada putranya dan
tersenyum.
"morning..mom."menyahuti ucapan
mommynya."kamu turun sendiri? istri kamu
mana?."mommy alin melihat hanya putranya
__ADS_1
yang turun sementara Rachel tidak nampak.
"dia bukan istri Jimin,dia menantu
mommy."malas menangapi dan membahas
omongan mommynya.
"yobo..kamu aja yang manggil,dia masih
anggota baru dirumah ini,masih banyak yang
harus dia pelajari tentang rumah ini."Deddy
Albert berusaha menengahi anak dan istrinya
supaya tidak ada perdebatan.
"ya..sudah aku panggil Rachel
dulu."meninggalkan dua jagoanya dimeja
makan yang dilayani ajuma.
"rach..Rachel,ayo sarapan dulu."mengetuk
pintu kamar memanggil Rachel.sekalipun
Rachel hanya istri bohongan untuk putranya
tapi mommy alin selalu memperlakukan
Rachel dengan baik.
"ya..mom."Rachel keluar dari kamarnya dan
turun menuju lantai bawah,dimana sudah
duduk dengan gagahnya dua orang pria yang
sama tingkat ketampanannya hanya
bedagenerasi.
"morning Deddy."Rachel menyapa mertunya
dengan membungkukkan badan dengan
"morning ' rach',ayo duduk sarapan."panggilan
baru dirinya membuat Rachel sangat senang,
mommy alin juga menunjukkan kursi yang
harus ia duduki tepat disebelah Jimin.tidak
mampu menolak mommy alin Rachel pasrah
dan duduk tepat disamping
suaminya.mereka makan dengan ketenangan
dan tanpa ada pembicaraan, semuanya sibuk
dengan sarapan yang ada dihadapan
mereka masing-masing.
Jimin sudah menyelesaikan sarapanya dan beranjak pergi.
"pak Choi,ayo kita berangkat."
"sayang,kenapa buru-buru."mommy alin
melihat kearah piring Jimin yang hanya
dimakan sedikit.
"sarapan kamu aja masih banyak."menunjuk
kearah piring Jimin.
"ada meeting pagi ini mom."
"Jim,kemungkinan besar mommy and Deddy
akan ke Inggris untuk waktu yang lama." ucap
Deddy Albert.
__ADS_1
"ada masalah perusahan Ded."tanya Jimin
"no son, kan sudah kesepakatan kita setelah
kamu menikah, Deddy akan fokus dengan
semua perusahaan keluarga Barnett yang di
Inggris,sementara kamu akan fokus dengan
perusahaan keluarga Kim."Deddy Albert
mengingatkan Jimin yang sudah mereka
setujui sewaktu Jimin masih menjalin
hubungan dengan jeslin.
"tidak enak membiarkan uncle Jhon
menanganinya sendiri.
"Jimin paham dengan apa yang Deddy nya
maksud.
"jangan khawatir Ded."Jimin memang yang
terbaik dalam mengelola perusahaan terbukti
semenjak ia turun tangan menjadi CEO
perusahaan menjadi perusahan no 1 di
negara ini,dan itu semua ia dapat dari
kepintaran Deddy Albert yang sama hebatnya
dengan Jimin menangani perusahaan.
"Deddy tidak pernah meragukan mu
son."memeluk Jimin dengan menepuk bahu
Jimin sebagai tanda Deddy Albert sangat
bangga memiliki pewaris tunggal seperti
Jimin.
"pergi dulu Ded"mengurai
pelukanya.
"sayang,apa kamu tidak ingin mengatakan
sesuatu kepada Rachel."mommy Jimin
bertanya sebab sedari tadi tidak ada sepatah
katapun yang terucap untuk Rachel yang
sudah sah menjadi istrinya.
mommy lebih tau dan lebih paham tentang
itu."meniggalkan mommynya dengan wajah
yang kesal.
"sayang apa Jimin akan bersikap sepeti ini
terus."
"yobo berikan dia waktu.". merangkul serta
mengusap bahu istrinya dengan lembut."ayo
kita berangkat,kamu juga ada klien hari ini
kan!."tanya Deddy yang dia jawab anggukkan
mommy alin.
"Rachel mommy pergi dulu,kalau butuh
sesuatu minta saja pada ajuma."Rachel
membungkukkan badannya pada kedua
__ADS_1
mertuanya dengan sopan.