Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
seolah tidak ada ep16


__ADS_3

Jimin seolah tidak melihat keberadaan


Rachel.


"apa aku sudah mati,terus jadi hantu


gentayangan."melihat Jimin yang berjalan


acuh menuju ruang ganti.


akhirnya Jimin keluar dengan baju kemeja


putih lengan panjang dipadu dengan celana


panjang berwarna hitam."ternyata dia pria


yang sangat tampan,tapi kenapa kekasihnya


menolak menikah denganya."Jimin


melakukan hal yang sama dan tidak


menghiraukan Rachel yang membungkukkan


badannya kembali kearah Jimin.


"maaf kalau


saya mengganggu tuan,apa ada yang bisa


saya lakukan".Jimin yang mulai jengah


dengan suara Rachel dan keberadaanya


langsung menyuarakan isi hatinya tanpa


perduli hati Rachel tersakiti atau tidak.


"kamu itu memang sudah mengganggu,ntah


kamu itu berasal dari mana saya tidak tau


dan tidak mau tau,jadi tolong sebisa mungkin


kamu menyingkir dari hadapan saya


paham."mengarahkan telunjuknya kekening


Rachel.


"maaf..maaf tuan."memundurkan tubuhnya


yang mulai ketakutan dengan sikap Jimin


yang kasar.tidak mau membuat keributan


yang akan mendatangkan mommynya Jimin


bergegas meninggalkan kamarnya menuju


lantai bawah.


"wanita itu baru hari pertama dirumah ini


sudah membuatku muak dan kesal".Jimin


menggeram,memeras kedua


tangannya,sampai dilantai bawah sudah ada


mommy dan dedynya yang siap untuk


sarapan.


"morning putra kesayanganku".sapa mommy


alin dengan senyum yang


mengembang.mengingat hari ini hari pertama Jimin berstatus suami, Deddy hanya


menoleh pada putranya dan


tersenyum.


"morning..mom."menyahuti ucapan


mommynya."kamu turun sendiri? istri kamu


mana?."mommy alin melihat hanya putranya

__ADS_1


yang turun sementara Rachel tidak nampak.


"dia bukan istri Jimin,dia menantu


mommy."malas menangapi dan membahas


omongan mommynya.


"yobo..kamu aja yang manggil,dia masih


anggota baru dirumah ini,masih banyak yang


harus dia pelajari tentang rumah ini."Deddy


Albert berusaha menengahi anak dan istrinya


supaya tidak ada perdebatan.


"ya..sudah aku panggil Rachel


dulu."meninggalkan dua jagoanya dimeja


makan yang dilayani ajuma.


"rach..Rachel,ayo sarapan dulu."mengetuk


pintu kamar memanggil Rachel.sekalipun


Rachel hanya istri bohongan untuk putranya


tapi mommy alin selalu memperlakukan


Rachel dengan baik.


"ya..mom."Rachel keluar dari kamarnya dan


turun menuju lantai bawah,dimana sudah


duduk dengan gagahnya dua orang pria yang


sama tingkat ketampanannya hanya


bedagenerasi.


"morning Deddy."Rachel menyapa mertunya


dengan membungkukkan badan dengan


"morning ' rach',ayo duduk sarapan."panggilan


baru dirinya membuat Rachel sangat senang,


mommy alin juga menunjukkan kursi yang


harus ia duduki tepat disebelah Jimin.tidak


mampu menolak mommy alin Rachel pasrah


dan duduk tepat disamping


suaminya.mereka makan dengan ketenangan


dan tanpa ada pembicaraan, semuanya sibuk


dengan sarapan yang ada dihadapan


mereka masing-masing.


Jimin sudah menyelesaikan sarapanya dan beranjak pergi.


"pak Choi,ayo kita berangkat."


"sayang,kenapa buru-buru."mommy alin


melihat kearah piring Jimin yang hanya


dimakan sedikit.


"sarapan kamu aja masih banyak."menunjuk


kearah piring Jimin.


"ada meeting pagi ini mom."


"Jim,kemungkinan besar mommy and Deddy


akan ke Inggris untuk waktu yang lama." ucap


Deddy Albert.

__ADS_1


"ada masalah perusahan Ded."tanya Jimin


"no son, kan sudah kesepakatan kita setelah


kamu menikah, Deddy akan fokus dengan


semua perusahaan keluarga Barnett yang di


Inggris,sementara kamu akan fokus dengan


perusahaan keluarga Kim."Deddy Albert


mengingatkan Jimin yang sudah mereka


setujui sewaktu Jimin masih menjalin


hubungan dengan jeslin.


"tidak enak membiarkan uncle Jhon


menanganinya sendiri.


"Jimin paham dengan apa yang Deddy nya


maksud.


"jangan khawatir Ded."Jimin memang yang


terbaik dalam mengelola perusahaan terbukti


semenjak ia turun tangan menjadi CEO


perusahaan menjadi perusahan no 1 di


negara ini,dan itu semua ia dapat dari


kepintaran Deddy Albert yang sama hebatnya


dengan Jimin menangani perusahaan.


"Deddy tidak pernah meragukan mu


son."memeluk Jimin dengan menepuk bahu


Jimin sebagai tanda Deddy Albert sangat


bangga memiliki pewaris tunggal seperti


Jimin.


"pergi dulu Ded"mengurai


pelukanya.


"sayang,apa kamu tidak ingin mengatakan


sesuatu kepada Rachel."mommy Jimin


bertanya sebab sedari tadi tidak ada sepatah


katapun yang terucap untuk Rachel yang


sudah sah menjadi istrinya.


mommy lebih tau dan lebih paham tentang


itu."meniggalkan mommynya dengan wajah


yang kesal.


"sayang apa Jimin akan bersikap sepeti ini


terus."


"yobo berikan dia waktu.". merangkul serta


mengusap bahu istrinya dengan lembut."ayo


kita berangkat,kamu juga ada klien hari ini


kan!."tanya Deddy yang dia jawab anggukkan


mommy alin.


"Rachel mommy pergi dulu,kalau butuh


sesuatu minta saja pada ajuma."Rachel


membungkukkan badannya pada kedua

__ADS_1


mertuanya dengan sopan.


__ADS_2