
Pagi itu di kamar suite room Rachel
menggeliat meregangkan otot-ototnya yang
masih tertutup selimut tebal dan hangat lalu
membuka matanya berlahan.
"Dimana ini?ini bukan kamar-ku."gumam
Rachel,mengucek matanya guna
memastikan kalau penglihatan tidak salah.
"Chagia...sudah bangun."Suara Jimin yang
baru keluar dari kamar mandi,memecahkan
kebingungan Rachel yang sudah
menyandarkan tubuhnya di headboard.
"Hmm..".jawabnya, mengitari ruangan kamar
dengan matanya penuh tanda tanya.
"Kita ada di Kim hotel yang ada di pulau
Jeju."seru Jimin,menjawab kebingungan
istrinya."Kau pasti suka tempat ini."Jimin
duduk di sebelah Rachel lalu menarik Rachel
kedalam dekapannya."Kita akan berlibur
disini."
"Kenapa tidak membangunkan aku?
"Aku tidak tega."jawab jimin,mengusap bahu
istrinya dengan lembut."Dari mana harus
memulainya."batin jimin,memikirkan cara
menunjukkan tato ditubuhnya.
*
*
Sudah seharian mereka berjalan-jalan
disekitar pantai yang ada di pulau
Jeju.Rachel juga nampak senang menikmati
liburan sederhana mereka.
Hingga malam tiba saat Rachel duduk di
depan meja rias mengerikan rambutnya.jimin
juga baru menyelesaikan mandinya dan
menutup tubuhnya dengan kimono mandi
yang berlengan panjang.
"Mari ku-bantu."Jimin mengambil blower dan
membatu Rachel mengeringkan
rambut."chagia apa kau tau tidak semua pria
bertato mengerikan."Jimin mencoba
memulai pembicaraan dengan hati-hati.
Rachel yang tengah duduk menatap Jimin
__ADS_1
suaminya,Tiba-tiba terlihat takut mendengar
kata terakhir yang dilontarkan Jimin.
"Jangan takut aku ada disini."memeluk Rachel
dari belakang."chagia..kau tau ada beberapa
orang membuat tato karena suatu makna
yang sangat berarti bagi mereka,dan tidak
semua tato itu menyeramkan,ada juga wanita
yang suka menato tubuhnya bukan karena
mereka itu jahat,tapi tato itu juga seni yang
memiliki keindahan tersendiri."jelas Jimin
panjang lebar.
Dan ternyata penjelasan Jimin bisa membuat
Rachel kembali tenang.Terbukti Rachel tidak
lagi mendekap tubuhnya dengan erat dan
hanya duduk dan memandangi Jimin.
"kemarilah."Jimin menarik Rachel dari
duduknya dan memposisikan Rachel berdiri
tepat dihadapannya."Lihatlah dengan
perlahan dan jangan takut."seru Jimin dan
berlahan membuka kimono-nya.
Rachel terbelalak melihat tato di tubuh Jimin
dan seketika menutup matanya sambil
itu muncul begitu melihat ada tato ditubuh
suaminya.
"Cahagia..lihat ini tidak menyeramkan sama
sekali,ada namamu disini."tutur
Jimin,menarik tangan Rachel yang menutupi
matanya.
Dengan penuh kelembutan Jimin
menenangkan Rachel karena Jimin Sadar
tidak mudah membuang rasa trauma pada
istrinya.
Rachel juga mengikuti tuntunan Jimin dan
membuka matanya berusaha untuk
mengalahkan rasa trauma yang
menghantuinya.
"Ini...."Tunjuk Rachel pada tato ditubuh jimin.
"Ya.. chagia ini namamu,dan ini tanggal
pernikahan kita."jawab Jimin,menarik salah
satu tangan Rachel dan menempelkannya
ditato yang terukir nama rachel.jimin
__ADS_1
menunjukkan satu persatu tato yang ada
ditubuh-nya dan menjelaskannya pada
Rachel.
"Kau___."
"Aku mengukir namamu ditubuh-ku karena
kau satu-satunya wanita yang aku
cintai."terang Jimin dengan jujur karena
memang Rachel wanita yang dia cintai dan
itu untuk selamanya."Sekarang kau mengerti
tato tidak selamanya menyeramkan."timpal
Jimin kembali.
Mata Rachel terlihat berkaca-kaca membaca
setiap ukiran namanya yang menempel di
sepanjang tulang rusuk Jimin.Rachel
menutup mulutnya,terharu dengan apa yang
dilakukan suaminya agar tidak trauma
dengan kejadian yang menimpanya.
"Cahagia aku sangat mencintaimu."Jimin
menghapus air mata Rachel dan memeluk
tubuh Rachel dengan erat.
"Aku juga sangat mencintaimu."balas Rachel kembali dan balas memeluk tubuh Jimin."ęł ë§ě (terimakasih)".bisiknya.
Keduanya perpelukan, jimin melabuhkan
ciuman hangat dibibir Rachel begitu juga
Rachel membalas setiap pagutan yang
diberikan jimin."Malam ini kau tidak
kubiarkan tidur dengan nyenyak."bisik Jimin
ditelinga istrinya.
Bukanya merasa takut karena malam ini dia
akan dibuat begadang oleh suaminya, Rachel
malah mengangguk menyetujui keinginan
Jimin.Malam panas keduanya-pun
berlangsung penuh dengan ungkapan cinta
dan kata sayang yang keluar dari bibir
sepasang suami-istri yang dimabuk cinta itu.
Saling memberi dan menerima kenikmatan
dan saling berbagi keringat yang penuh
gairah dan cinta, sampai menjelang tengah
malam keduanya masih sibuk dengan
kegiatan panas mereka seakan tidak ada
rasa lelah.
__ADS_1
Anggap aja seperti ini Jimin menunjukkan tubuhnya yang hot dengan tato yang terukir ditubuhnya đ¤đ¤đ¤đ¤đ¤