
Selang beberapa menit suara bel terdengar,
jimin bergegas membuka pintu dan terlihat
Jimin menenteng bungkusan.
"Kemarilah,kau bilang tadi lapar
kan!."meletakkan makanan di atas meja dan
mengambil piring dan sendok.
rachel berjalan kikuk rasanya sangat tidak nyaman tidak memakai dalaman.
"Biar saya saja."mendekat pada Jimin.
"tidak usah duduk saja,aku tidak mau kau
kelelahan, simpan saja tenagamu untuk
melawanku di atas ranjang."mengeluarkan
senyum iblisnya membuat Rachel tersipu
malu.
Selesai makan Rachel hanya disuruh duduk
dan melihat Jimin mencuci peralatan makan
yang mereka pakai.
Rachel seolah tidak percaya melihat sisi lain
dari jimin.jika dirumah dia akan dilayani dan
dikawal puluhan maid dan body guard, hari
ini Rachel melihat Jimin layaknya seperti
manusia pada umumnya.
"Kau mengagumi suamimu ini.?"seru Jimin
dengan tingkat kepercayaan diri yang bisa
membuat orang mati berdiri.
"Pasti wanita yang anda cintai selalu anda
bawa kesini."Rachel mengalihkan
pembicaraan agar sifat narsis Jimin bisa
dikendalikan.
"Tidak.kau wanita pertama yang
menginjakkan kaki di rumah ini."Jimin
menjawabnya dengan ekspresi datar dan
duduk disamping Rachel.
"Benarkah?."seru Rachel tidak percaya,dia
yakin jimin sudah pernah membawa jeslin.
"Kau tidak percaya padaku?."Jimin dapat
menangkap mimik wajah rachel yang tidak
percaya dengan ucapannya.
Jimin lalu beranjak menuju kamar yang
mereka tempati dan kembali dengan sebuah
map ditangannya.
"Ini."menyerahkan map ke tangan Rachel."Dan
lihat sendiri."
Rachel membuka dan membaca setiap kata
__ADS_1
yang tertulis di kertas yang dia keluarkan dari
dalam map.alangkah terkejutnya Rachel
melihat nama pemilik apartemen adalah
dirinya sendiri yang di beli dua bulan yang
lalu.
"sekarang sudah percaya kau wanita pertama
dirumah ini?."
"Ta...tapi bagaimana tandatangan saya bisa
ada diberkas ini? saya tidak pernah
menandatangani apapun."dia tidak percaya
dengan apa yang dilihatnya, tandatangan
miliknya menempel sempurna diatas kertas
yang dia baca.
"Itu hal yang mudah."Jimin menjentikkan
jarinya."Apa kau tidak ingin berterimakasih
pada suami tampanmu ini?."mengibaskan
rambutnya kebelakang.
"Terimakasih banyak sayang,tapi saya tidak
membutuhkannya."Rachel menyodorkan map
itu kembali pada Jimin.
"Aku tidak suka ada penolakan apapun,dan
satu lagi berterimakasihlah dengan cara
penekanan.
Rachel yang sudah habis akal menolak
perintah Jimin langsung mengambil langkah
aman dengan menghamburkan dirinya
kepangkuan Jimin dan mencium
bibirnya.jimin menyambut ciuman wanitanya
dengan lu*m*tan kecil.
"Kau mau menggodaku?ahh....kau ini
penggona sekali rupanya!."Jimin menutup
mulutnya seperti pria yang baru saja
dilecehkan.rachel melihat tingkah
menggelikan Jimin membuat tawanya pecah.
"Aku akan membuat mu bahagia selamanya."
deg.......
Mendengar ucapan Jimin membuat jantung
Rachel seperti berhenti berdetak, bingung
harus bereaksi bahagia atau malah merasa
dimanipulasi.masih segar di ingatan Rachel
Jimin datang bersama jeslin kepesta
pernikahan Shane dan Yuri dengan
bergandeng mesra atau lebih tepatnya jeslin
__ADS_1
yang menggandeng Jimin layaknya seperti
sepasang kekasih yang saling mencintai.
Hati Rachel masih bisa merasakan sakit bila
mengingat hal itu.tapi sekarang dia
mendengar Jimin menyatakan sesuatu yang
membuatnya ambigu.
*
*
*
Sore harinya benar saja natan datang
membawa koper kecil.
"Tidak usah masuk istriku tidak mengenakan
apapun."mengusir Natan yang baru saja
sampai.
"Saya permisi tuan."menyerahkan koper kecil
yang dia bawa kepada Jimin."Menyusahkan
saja."rutuk Natan yang bisa dikeluarkan
didalam hatinya.
"Natan apa kau sedang mengumpat ku."tebak
Jimin yang melihat raut wajah kesal Natan.
"Mana saya berani tuan."jawab Natan"selain
CEO no satu anda juga seorang
cenayang."batin Natan.
"Bagus kalau begitu,sudah pulang
sana."langsung menutup pintu.natan
menatap pintu yang tertutup dengan wajah
yang sangat kesal tapi tidak bisa
mengungkapkannya.
Rachel membuka koper itu begitu sampai
didalam kamar dia sudah risih karena tidak
mengenakan dalaman.rachel malah bingung
melihat isi koper yang terdapat beberapa
helai pakaian rumah.
"Sayang kenapa membawa baju sampai beberapa potong?."Rachel menghampiri Jimin yang sedang menonton televisi diruang tamu.
"Kita akan tinggal di sini untuk beberapa hari."
"Nanti mommy nyariin bagaimana?". Rachel tidak ingin mommy alin mengajukan banyak pertanyaan padanya nanti.
"Tidak perlu khawatir aku yang akan mengurusnya."mendekati Rachel dan memeluknya.
"Trus saya kerja pakai apa? bajunya cuman bisa dipakai dirumah saja."memajukan bibirnya .
"Kalau begitu tidak perlu bekerja."mencium bibir istrinya dengan santai.
"Tap___."
Belum menyelesaikan ucapannya Jimin sudah mengangkat tubuhnya ala bridal style menuju kamar.
Rachel yang takut jatuh dengan posisinya memukuli punggung Jimin supaya Jimin segera menurunkannya.jimin tidak menuruti kata-kata Rachel malah memutar tubuhnya dan semakin membuat Rachel memberontak minta turun.
Jimin langsung menurunkan Rachel diatas ranjang dan menindih tubuh kecilnya, mengulangi permainan panas keduanya.rachel tidak habis pikir dengan tenaga Jimin yang luar biasa dan tidak mengenal lelah sedangkan tubuhnya seperti remuk karena kegiatan panas keduanya.
__ADS_1