Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Terkurung ep42.


__ADS_3

Selang beberapa menit suara bel terdengar,


jimin bergegas membuka pintu dan terlihat


Jimin menenteng bungkusan.


"Kemarilah,kau bilang tadi lapar


kan!."meletakkan makanan di atas meja dan


mengambil piring dan sendok.


rachel berjalan kikuk rasanya sangat tidak nyaman tidak memakai dalaman.


"Biar saya saja."mendekat pada Jimin.


"tidak usah duduk saja,aku tidak mau kau


kelelahan, simpan saja tenagamu untuk


melawanku di atas ranjang."mengeluarkan


senyum iblisnya membuat Rachel tersipu


malu.


Selesai makan Rachel hanya disuruh duduk


dan melihat Jimin mencuci peralatan makan


yang mereka pakai.


Rachel seolah tidak percaya melihat sisi lain


dari jimin.jika dirumah dia akan dilayani dan


dikawal puluhan maid dan body guard, hari


ini Rachel melihat Jimin layaknya seperti


manusia pada umumnya.


"Kau mengagumi suamimu ini.?"seru Jimin


dengan tingkat kepercayaan diri yang bisa


membuat orang mati berdiri.


"Pasti wanita yang anda cintai selalu anda


bawa kesini."Rachel mengalihkan


pembicaraan agar sifat narsis Jimin bisa


dikendalikan.


"Tidak.kau wanita pertama yang


menginjakkan kaki di rumah ini."Jimin


menjawabnya dengan ekspresi datar dan


duduk disamping Rachel.


"Benarkah?."seru Rachel tidak percaya,dia


yakin jimin sudah pernah membawa jeslin.


"Kau tidak percaya padaku?."Jimin dapat


menangkap mimik wajah rachel yang tidak


percaya dengan ucapannya.


Jimin lalu beranjak menuju kamar yang


mereka tempati dan kembali dengan sebuah


map ditangannya.


"Ini."menyerahkan map ke tangan Rachel."Dan


lihat sendiri."


Rachel membuka dan membaca setiap kata

__ADS_1


yang tertulis di kertas yang dia keluarkan dari


dalam map.alangkah terkejutnya Rachel


melihat nama pemilik apartemen adalah


dirinya sendiri yang di beli dua bulan yang


lalu.


"sekarang sudah percaya kau wanita pertama


dirumah ini?."


"Ta...tapi bagaimana tandatangan saya bisa


ada diberkas ini? saya tidak pernah


menandatangani apapun."dia tidak percaya


dengan apa yang dilihatnya, tandatangan


miliknya menempel sempurna diatas kertas


yang dia baca.


"Itu hal yang mudah."Jimin menjentikkan


jarinya."Apa kau tidak ingin berterimakasih


pada suami tampanmu ini?."mengibaskan


rambutnya kebelakang.


"Terimakasih banyak sayang,tapi saya tidak


membutuhkannya."Rachel menyodorkan map


itu kembali pada Jimin.


"Aku tidak suka ada penolakan apapun,dan


satu lagi berterimakasihlah dengan cara


penekanan.


Rachel yang sudah habis akal menolak


perintah Jimin langsung mengambil langkah


aman dengan menghamburkan dirinya


kepangkuan Jimin dan mencium


bibirnya.jimin menyambut ciuman wanitanya


dengan lu*m*tan kecil.


"Kau mau menggodaku?ahh....kau ini


penggona sekali rupanya!."Jimin menutup


mulutnya seperti pria yang baru saja


dilecehkan.rachel melihat tingkah


menggelikan Jimin membuat tawanya pecah.


"Aku akan membuat mu bahagia selamanya."


deg.......


Mendengar ucapan Jimin membuat jantung


Rachel seperti berhenti berdetak, bingung


harus bereaksi bahagia atau malah merasa


dimanipulasi.masih segar di ingatan Rachel


Jimin datang bersama jeslin kepesta


pernikahan Shane dan Yuri dengan


bergandeng mesra atau lebih tepatnya jeslin

__ADS_1


yang menggandeng Jimin layaknya seperti


sepasang kekasih yang saling mencintai.


Hati Rachel masih bisa merasakan sakit bila


mengingat hal itu.tapi sekarang dia


mendengar Jimin menyatakan sesuatu yang


membuatnya ambigu.


*


*


*


Sore harinya benar saja natan datang


membawa koper kecil.


"Tidak usah masuk istriku tidak mengenakan


apapun."mengusir Natan yang baru saja


sampai.


"Saya permisi tuan."menyerahkan koper kecil


yang dia bawa kepada Jimin."Menyusahkan


saja."rutuk Natan yang bisa dikeluarkan


didalam hatinya.


"Natan apa kau sedang mengumpat ku."tebak


Jimin yang melihat raut wajah kesal Natan.


"Mana saya berani tuan."jawab Natan"selain


CEO no satu anda juga seorang


cenayang."batin Natan.


"Bagus kalau begitu,sudah pulang


sana."langsung menutup pintu.natan


menatap pintu yang tertutup dengan wajah


yang sangat kesal tapi tidak bisa


mengungkapkannya.


Rachel membuka koper itu begitu sampai


didalam kamar dia sudah risih karena tidak


mengenakan dalaman.rachel malah bingung


melihat isi koper yang terdapat beberapa


helai pakaian rumah.


"Sayang kenapa membawa baju sampai beberapa potong?."Rachel menghampiri Jimin yang sedang menonton televisi diruang tamu.


"Kita akan tinggal di sini untuk beberapa hari."


"Nanti mommy nyariin bagaimana?". Rachel tidak ingin mommy alin mengajukan banyak pertanyaan padanya nanti.


"Tidak perlu khawatir aku yang akan mengurusnya."mendekati Rachel dan memeluknya.


"Trus saya kerja pakai apa? bajunya cuman bisa dipakai dirumah saja."memajukan bibirnya .


"Kalau begitu tidak perlu bekerja."mencium bibir istrinya dengan santai.


"Tap___."


Belum menyelesaikan ucapannya Jimin sudah mengangkat tubuhnya ala bridal style menuju kamar.


Rachel yang takut jatuh dengan posisinya memukuli punggung Jimin supaya Jimin segera menurunkannya.jimin tidak menuruti kata-kata Rachel malah memutar tubuhnya dan semakin membuat Rachel memberontak minta turun.


Jimin langsung menurunkan Rachel diatas ranjang dan menindih tubuh kecilnya, mengulangi permainan panas keduanya.rachel tidak habis pikir dengan tenaga Jimin yang luar biasa dan tidak mengenal lelah sedangkan tubuhnya seperti remuk karena kegiatan panas keduanya.

__ADS_1


__ADS_2