Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Ponsel baru ep43.


__ADS_3

Pagi hari jimin bersiap berangkat kerja seperti


biasa berbeda dengan rachel yang tidak di


ijinkan untuk bekerja bahkan sekedar keluar


melihat-lihat sekitar apartemen saja Jimin


sangat melarang.


"Duduk diam dirumah dan jangan


mengerjakan apapun."Rachel yang


memasang dasi Jimin memajukan bibirnya


mendengar perintah Jimin.


"Sayang saya boleh bersih-bersih?."


"Tidak."jawab Jimin tak


terbantahkan."istirahatlah yang


cukup."mengerlingkan sebelah matanya


kearah Rachel."siang nanti Natan akan


mengantarkan makanan untukmu."mengecup


sekilas bibir Rachel yang selalu menjadi


candunya.


"Kalau begitu aku telepon Yuri eonni


dulu."Rachel langsung menghubungi Yuri dan


meninggalkan Jimin yang duduk disofa


menuggu Natan menjemputnya.


"Drt...drt...drt..."


Baru ingin menghubungi Yuri ponselnya


sudah lebih dulu berdering dan terlihat nama


Nicky di layar ponsel miliknya.


"Hello oppa ada apa?."


"Semalam kenapa kamu tiba-tiba menghilang


sweet heart?kamu kemana? ponselmu juga


tidak bisa dihubungi?Semua orang


mengkhawatirkan mu!.begitu banyak


pertanyaan yang Nicky lontarkan membuat


Rachel harus menjawabnya satu persatu.


"Oppa saya baik-baik saja, semalam tiba-tiba


perut saya sakit jadi saya pulang


duluan."jawab Rachel berbohong.


"Kenapa asisten tuan Jimin yang ambil


barang-barang kamu?."Nicky teringat saat


Natan datang dan meminta tas Rachel yang


tertinggal kepada Naira.


"Ahhhh itu____."tiba-tiba saja ponselnya


dirampas dari belakang.


"Berani sekali berbicara dengan pria


lain."Jimin yang hendak pamit pergi kerja


mendengar Rachel berbicara dengan


seseorang dengan menyebutnya oppa


membuat darah Jimin mendidih,dia tidak


ingin Rachel berbicara dengan pria lain


semanis itu bahkan menyebut pria lain


dengan sebutan oppa.


"Sayang kembalikan ponselnya."bisik Rachel


sangat pelan karena dia yakin benar


ponselnya belum mati.


"Ini."dengan santai Jimin memasukkan ponsel


Rachel kedalam vas bunga yang berisi


air."ambil saja."Jimin mengibaskan


tangannya dan tersenyum.


"Sayang". Rachel menghentakkan


kakinya."rusak".mengambil ponselnya yang


sudah tenggelam dalam vas bunga lalu


menatap Jimin dengan wajah cemberut.


Melihat kekesalan Rachel malah membuat


Jimin gemes dan menggendong Rachel


menuju sofa."Kalau kau selalu memasang


wajah jelek mu itu bagaimana bisa aku pergi


kerja."Jimin mendudukkan Rachel di pahanya


menghadap dirinya.


Rachel malah semakin kesal lalu memukul


dada bidang suaminya."jahat."Rachel


menangis mengingat ponsel yang dia beli

__ADS_1


dengan susah payah sudah tidak berfungsi


lagi.


"Salah sendiri."membelai suri rambut Rachel


dan mengusap air mata wanitanya."Aku pergi


ingat jangan melakukan apapun."Jimin


mengarahkan telunjuknya ke kepala Rachel.


Jimin meninggalkan Rachel yang masih kesal


dengan perbuatannya.tidak ada penyesalan


sedikitpun dari pria itu karena seenaknya


saja membuang ponsel wanitanya.


"Selamat pagi tuan". Natan membungkuk dan


membukakan pintu mobil untuk Jimin.


"Natan belikan ponsel keluaran terbaru dan termahal untuk istriku."


"Memangnya ponsel nona muda kenapa


tuan?."tanya Natan penasaran karena jelas


malam itu tas dan ponsel istri tuannya itu


sudah di bawanya.


"Sudah tidak usah banyak tanya."


"is tuan saya hanya nanya."gumamnya.


"Kau bicara sesuatu?."tanya Jimin yang


mendengar Natan bergumam tidak jelas.


"Tuan hari ini ada meeting dengan perusahan


filan."Natan mengalihkan pembicaraan dan


hanya mendapat anggukan dari pria yang


suka mengaturnya itu.


*


*


Siang hari Rachel hanya bersedih mengingat


yang terjadi pada ponselnya.rasanya ingin


berteriak marah,menghajar,memakai pada


Jimin namun apalah daya rachel hanya


rakyat jelata yang tidak punya keberanian.


"ting.....nong....Ting....nong..."


Suara bel apartemen yang sejak tadi berbunyi


membuat Rachel harus bergerak dan melihat


"Selamat siang nona muda."ucap Natan


dengan wajah yang sulit diartikan, sejak tadi


dia berdiri kakinya terasa pegal.


"Natan."membukakan pintu lebih lebar lagi.


"Ini makan siang anda."menyerahkan paper


bag yang berisi makan siang kepada Rachel.


"Terimakasih banyak Natan." mengambilnya


dan langsung berbalik.


"Nona sebentar."memanggil Rachel yang sudah berbalik dan hendak menutup pintu.


"Ini."menyerahkan paper bag kecil pada Rachel."hadiah tuan untuk nona."


"Apa ini?."mengangkat paper bag kearah


Natan.


"Nona lihat saja sendiri.saya permisi."Natan membungkuk dan pergi meninggalkan Rachel yang masih berdiri.


"Apa ini."mulut Rachel terbuka lebar setelah


melihat isi dari paper bag ternyata berisi


ponsel mahal dan keluaran terbaru.


"Ponsel mahal?."membolak-balik ponsel


seolah tak percaya.


"Drt...drt...drt..."


ponsel ditangannya berbunyi."Suami


tampanku."Rachel mengerutkan keningnya


membaca nama si penelepon tertera di layar


ponsel.


"Masih marah."Suara seorang pria yang


sangat dikenalnya terdengar begitu ponsel


diangkatnya.


"Tuan."


"Ulangi ucapan kamu biar saya pulang buat


hukum kamu."suara Jimin meninggi begitu


Rachel menyebutnya tuan.


"Maaf... sayang ini maksudnya apa?kenapa


membeli ponsel baru?. antara senang dapat


ponsel mahal atau Takut dihukum lagi.


"Itu milikmu dan ingat tidak boleh ada nama

__ADS_1


pria lain di ponsel itu hanya ada nama


saya.mengerti!."nada Jimi penuh penekanan.


"sedang apa?. tanya Jimin nadanya sudah


lembut kembali.


"Hanya duduk."jawan Rachel singkat.


"Sudah mandi?."tanya Jimin kembali.


"Belum".balas Rachel jujur.


Setelah ucapan Rachel itu ponsel kini beralih


menjadi panggilan video call.


Rachel mengerutkan keningnya melihat


panggilan video call dari Jimin.


"Tuan kenapa mengalihkan jadi video


call?."tanya Rachel bingung dengan tingkah


Jimin.


"Sekarang kamu mandi dan bawa ponselnya juga."


"what."


mata Rachel sampai ingin keluar mendengar


permintaan Jimin yang tidak masuk


akal.bagaimana dia bisa mandi dengan tubuh


polos dan membiarkan Jimin melihat segala


aktivitasnya dikamar mandi."Ni orang gak


beres."dalam hatinya.


"Cepat jangan banyak alasan."Jimin terlihat


sibuk menandatangani sesuatu.


"Sayang pasti sibuk!saya matikan ponselnya


ya..!."Rachel dengan selembut mungkin agar


Jimin bisa mengurungkan ide gilanya itu.


"Berani menutup Vidio call saya,detik ini juga


saya pulang buat kasih kamu hukuman."dan


senyuman itu selalu membuat Rachel


bergidik ngeri.


"Haissss.. baiklah."Rachel dengan terpaksa


membiarkan video call mereka


tersambung . membiarkan Jimin melihat


segala aktivitasnya.rachel sudah tidak perduli


dengan keadaan Jimin yang sudah


menegang disana dan terlihat gelisah


menahan sesuatu.


Dengan santai Rachel berendam dan


mennyabuni seluruh tubuhnya membuat


gerakan yang membuat Jimin semakin


panas dingin bersamaan.


"Haissss... wanita idiot kenapa malah


menggodaku?."jimin mengusap wajahnya


dengan kasar, frustasi melihat gerakan


Rachel yang memicu gairahnya membuat


benda keramatnya berdiri tegak dan merasa


sesak dibawah sana."Awas saja kau


nanti."memberi ancaman pada Rachel.


Rachel sibuk dengan rutinitasnya dan tidak


perduli dengan ocehan Jimin."Siapa suruh


buat ide gila seperti ini."Rachel tersenyum


penuh kemenangan padahal dia tidak


memperlihatkan bagian intinya hanya bagian


paha saja Jimin sudah tidak waras.


Hingga acara mandi Rachel selesai wajah


Jimin tidak terlihat di Vidio entah kemana


pria mesum itu pergi Rachel tidak ambil


pusing dan langsung mematikan ponselnya.


Sedangkan Jimin yang sudah tidak kuat


dengan aksi istrinya dikamar mandi dia juga


bergegas kekamar mandi yang ada


diruangannya untuk menyelesaikan


pertarungannya dengan tangannya sendiri.


"Kenapa dia selalu menggodaku."gerutu Jimin


begitu aktivitas Solonya tuntas.padahal ide itu datang dari mulutnya sendiri dan sekarang


dia malah menuduh Rachel yang


menggodanya.


🤭🤭🤭🤭Jimin mah gitu 🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2