
Rachel menyusuri isi rumah dengan suri
matanya.Rasa takjub seolah tidak akan ada
habisnya telontar dipikiran Rachel,terlebih
lagi saat mommy alin membawanya masuk
kesebuah lif yang akan mengantarkan
mereka ke kamar yang akan Rachel
tempati."wahhh..ini rumamah apa
mall ."mommy alin yang mendengar ucapan
berbisik
Rachel hanya tersenyum,sampai akhirnya
mereka tiba disebuah ruangan yang
bernuansa putih dipadu dengan peralatan
yang serba mewah,dan tempat tidur yang
berukuran king size yang didominasi warna
hitam dan putih.dari aura kamar ini terlihat
pemiliknya sangat arogan dan dingin.
"ini
kamar Jimin,nanti mommy akan suruh ajuma
bantu kamu buat beres-beres baju kamu,
mommy tinggal dulu."
"ia mom".tapi matanya masih fokus
menjelajah seluruh isi kamar.rachel berjalan
kesegala ruangan mengamati seisi ruangan
kamar yang akan ditempatinya bersama
Jimin suaminya,ya...walau hanya
sementara.
"nona muda apa saya boleh masuk".suara
yang hentikan langkahnya untuk kembali
menyusuri ruangan kamar.
"o..ia, masuk saja".menoleh kearah pintu,dua
orang pelayan wanita masuk,seorang wanita
paruh
baya dan yang satunya lagi masih berkisar
40tahunan.
"nona muda saya ajuma kepala pelayan disini
dan ini Yuna yang akan membantu anda
merapikan baju-baju nona muda dan sekalian menunjukkan seluruh isi ruangan kamar tuan muda."
anjuma memperkenalkan dirinya dan pelayan yang datang bersamanya."terimakasi ajuma".
"kalau anda butuh apapun panggil saja
pelayan atau saya jangan sungkan,kalau
begitu saya kebawah dan Yuna akan
membantu anda".menundukkan kepalanya
kembali Rachel yang merasa risih
diperlakukan orang yang lebih tua hanya bisa
membalas dengan membukukan badan
kembali.
"ini lemari baju anda,saya sudah
membereskannya".Yuna menunjukkan
kepada Rachel."ada yang anda butuhkan lagi
nona".
"saya mau mandi,tapi saya tidak tau kamar
mandinya yang mana".jujur selama
menyusuri kamar ini sedari tadi Rachel
belum melihat kamarmandi.
"mari saya tunjukkan".Rachel mengikuti Yuna
yang berjalan didepanya dan menunjukkan
sebuah ruangan yang ia pastikan itu adalah
kamar mandi.
"sebentar nona tunggu dulu saya akan
menyiapkan air mandi anda".
"tidak usah saya bisa buka krannya sendiri
tinggal diputar saja gampang".masa mau
mandi saja krannya harus dibukain
juga..iihhh orang kaya mahh memang beda
ya..Rachel bermonolog dengan dirinya
sendiri.
"saya akan menyiapkan air hangat di bathtub
supaya anda bisa berendam,nanti badan
__ADS_1
anda akan rileks, ini perintah nyonya besar".
menjelaskan panjang lebar kepada Rachel
yang notabenenya anak orang miskin dan
tidak tau.
"ya .sudah, terimakasih banyak yuna."tidak
mau membantah kalau soal perintah mommy
alin.yuna melakukan sesuai perintah nyonya
besar dan mempersilakan Rachel untuk
berendam,tidak lupa Yuna juga
menambahkan aroma terapi agar nona
mudanya merasa rileks.
setelah selesai mandi Rachel menuju
lemari,ia melihat baju-baju rumahan dan baju
tidur yang sangat cantik tentunya sangat
mahal menurut Rachel."gak pantas tubuhku
pake baju mahal gini,lebih baik aku pakai
baju yang biasa aku pakai".ia enggan
menggunakan apa yang sudah mommy alin
sediakan baginya ini sudah berlebihan
mengingat pernikahannya bukanlah
pernikahan sungguhan melainkan hanya
umpan agar jeslin segera kembali.rachel
mengambil tasnya yang teronggok dibawah
lemari dan mengambil sepasang baju
rumah."nahh..ini lebih nyaman".
hari sudah menunjukkan jam sepuluh malam
akan tetapi tidak ada tanda-tanda
kemunculan Jimin, Rachel mulai menguap
pertanda ia sudah ngantuk.
"kalau aku tidur
disini pasti aku bakalan dicincang
halus".merasa ngeri sendiri mengingat
seharian ini mulai dari acara pemberkatan
sampai acara keluarga Jimin belum
mengeluarkan sepatah katapun
"aku tidur di sofa saja".menuju sofa yang
tidak jauh jaraknya dari tempat tidur
Jimin.
Berselang beberapa menit setelah Rachel
masuki alam mimpinya seorang pria dengan
mengenakan pakaian yang sama diacara
pernikahan memasuki kamarnya yang
terlihat remang-remang.jimin menyalakan
lampu kamarnya seiring membuka jas yang
ia pakai,netra matanya menangkap sesorang
diatas sofa tengah tertidur pulas.jimin yang
penasaran berjalan berlahan kearah
sofa."wanita ini lagi,kenapa mommy
mengizinkan masuk
kekamarku,dasar...menyebalkan."Jimin
bahkan tidak rela berbagi ruang kamarnya
dengan gadis yang baru saja berstatus istri.
tidak mau membuat keributan Jimin akhirnya
berjalan menuju kamar mandi untuk
menyegarkan tubuhnya dan segera
mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
*
*
*
*
*
Terbiasa bangun dengan cepat,mata Rachel
sudah terbuka sendiri tanpa dibangunkan
suara alarm.begitu membuka mata sempat
terkejut."aku lagi ada dimana, rasanya tempat
ini asing."menatap sekelilingnya dengan
berusaha mengumpulkan nyawanya dan
ingatanya.
__ADS_1
"astaga...Rachel..apa kamu lupa ini rumahnya
mommy alin,dan kau sudah menikah dengan
putranya."menjelaskan pada dirinya sendiri.ia
menurunkan kakinya dan segera menuju
kamar mandi.
setelah ritual mandi selesai Rachel akan
turun kebawah,ia menoleh kearah tempat
tidur,terlihat seorang pria tertidur pulas tanpa
mengenakan baju.
"apa-apaan ini."menutup kedua matanya
mengarahkannya kearah lain.
"mata
kondisikan dirimu,masih pagi sudah ternoda
saja."gerutu Rachel pada matanya
sendiri,merasa bersalah melihat Jimin tidur
dan bertelanjang dada.bergegas turun
kebawah menggunakan lif sesuai arahan
mommy alin,sampai dibawah Rachel sudah
bisa mendengar para maid dengan segala
hiruk pikuk kegiatan yang mereka
lakukan.ajuma juga terlihat sangat serius
memberi pengarahan kepada para maid
sesuai dengan menu sarapan pagi
ini.
"selamat pagi semua."sapa Rachel dengan
sopan".para maid dan ajuma yang melihat
keberadaan Rachel menundukkan badan
sebagai hormat kepadanya.
"ahhh...tidak usah seperti itu."Rachel
melambai-lambaikan tangannya sebagai
penolakan diperlakukan demikian ia juga
risih karena tidak terbiasa diperlakukan
demikian.
"ini sudah menjadi kebiasaan dirumah
ini,menghormati tuan besar, nyonya,tuan
muda,dan nona sendiri, jadi mulailah
menerimanya."ajuma menjelaskan kepada
Rachel tentang aturan yang harus dilakukan
suka atau tidak.
"nona membutuhkan sesuatu".tanya ajuma
kembali.
"tidak ajuma, aku hanya ingin membantu,apa
yang bisa aku bantu?."Rachel bergegas
menuju ajuma.
"tidak nona,anda tidak boleh berada
disini,tuan Albert dan nyonya alin pasti
sangat marah kepada saya."
ajuma berusaha menghadang langkah Rachel
supaya tidak mewati wilayah yang tidak
boleh ia lewati."sebaiknya anda kembali ke
kamar saja bersama tuan muda."ajuma tidak
ingin terkena masalah karena membiarkan
anggota keluarga ini turut turun
kedapur.
"maaf nona."ajuma menjulurkan tangannya
mengusir Rachel secara halus.akhirnya
rachelpun tidak ingin karena ulahnya orang
lain yang akan kena imbasnya.rachel menuju
ke kamar yang sudah ia tempati sejak tadi
malam,Jimin ternyata sudah tidak ada
ditempat tidur.rachel duduk di sofa tempat ia
tidur tak berselang lama Jimin keluar dari
kamar mandi dengan menggunakan kimono
mandi,spontan Rachel langsung berdiri dan
membungkukkan badannya kearah Jimin.
"selamat pagi tuan."Jimin yang tidak
merespon sapaan Rachel berjalan melalui
Rachel begitu saja.
__ADS_1