Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
memulai hari baru ep 14


__ADS_3

Rachel menyusuri isi rumah dengan suri


matanya.Rasa takjub seolah tidak akan ada


habisnya telontar dipikiran Rachel,terlebih


lagi saat mommy alin membawanya masuk


kesebuah lif yang akan mengantarkan


mereka ke kamar yang akan Rachel


tempati."wahhh..ini rumamah apa


mall ."mommy alin yang mendengar ucapan


berbisik


Rachel hanya tersenyum,sampai akhirnya


mereka tiba disebuah ruangan yang


bernuansa putih dipadu dengan peralatan


yang serba mewah,dan tempat tidur yang


berukuran king size yang didominasi warna


hitam dan putih.dari aura kamar ini terlihat


pemiliknya sangat arogan dan dingin.


"ini


kamar Jimin,nanti mommy akan suruh ajuma


bantu kamu buat beres-beres baju kamu,


mommy tinggal dulu."


"ia mom".tapi matanya masih fokus


menjelajah seluruh isi kamar.rachel berjalan


kesegala ruangan mengamati seisi ruangan


kamar yang akan ditempatinya bersama


Jimin suaminya,ya...walau hanya


sementara.


"nona muda apa saya boleh masuk".suara


yang hentikan langkahnya untuk kembali


menyusuri ruangan kamar.


"o..ia, masuk saja".menoleh kearah pintu,dua


orang pelayan wanita masuk,seorang wanita


paruh


baya dan yang satunya lagi masih berkisar


40tahunan.


"nona muda saya ajuma kepala pelayan disini


dan ini Yuna yang akan membantu anda


merapikan baju-baju nona muda dan sekalian menunjukkan seluruh isi ruangan kamar tuan muda."


anjuma memperkenalkan dirinya dan pelayan yang datang bersamanya."terimakasi ajuma".


"kalau anda butuh apapun panggil saja


pelayan atau saya jangan sungkan,kalau


begitu saya kebawah dan Yuna akan


membantu anda".menundukkan kepalanya


kembali Rachel yang merasa risih


diperlakukan orang yang lebih tua hanya bisa


membalas dengan membukukan badan


kembali.


"ini lemari baju anda,saya sudah


membereskannya".Yuna menunjukkan


kepada Rachel."ada yang anda butuhkan lagi


nona".


"saya mau mandi,tapi saya tidak tau kamar


mandinya yang mana".jujur selama


menyusuri kamar ini sedari tadi Rachel


belum melihat kamarmandi.


"mari saya tunjukkan".Rachel mengikuti Yuna


yang berjalan didepanya dan menunjukkan


sebuah ruangan yang ia pastikan itu adalah


kamar mandi.


"sebentar nona tunggu dulu saya akan


menyiapkan air mandi anda".


"tidak usah saya bisa buka krannya sendiri


tinggal diputar saja gampang".masa mau


mandi saja krannya harus dibukain


juga..iihhh orang kaya mahh memang beda


ya..Rachel bermonolog dengan dirinya


sendiri.


"saya akan menyiapkan air hangat di bathtub


supaya anda bisa berendam,nanti badan

__ADS_1


anda akan rileks, ini perintah nyonya besar".


menjelaskan panjang lebar kepada Rachel


yang notabenenya anak orang miskin dan


tidak tau.


"ya .sudah, terimakasih banyak yuna."tidak


mau membantah kalau soal perintah mommy


alin.yuna melakukan sesuai perintah nyonya


besar dan mempersilakan Rachel untuk


berendam,tidak lupa Yuna juga


menambahkan aroma terapi agar nona


mudanya merasa rileks.


setelah selesai mandi Rachel menuju


lemari,ia melihat baju-baju rumahan dan baju


tidur yang sangat cantik tentunya sangat


mahal menurut Rachel."gak pantas tubuhku


pake baju mahal gini,lebih baik aku pakai


baju yang biasa aku pakai".ia enggan


menggunakan apa yang sudah mommy alin


sediakan baginya ini sudah berlebihan


mengingat pernikahannya bukanlah


pernikahan sungguhan melainkan hanya


umpan agar jeslin segera kembali.rachel


mengambil tasnya yang teronggok dibawah


lemari dan mengambil sepasang baju


rumah."nahh..ini lebih nyaman".


hari sudah menunjukkan jam sepuluh malam


akan tetapi tidak ada tanda-tanda


kemunculan Jimin, Rachel mulai menguap


pertanda ia sudah ngantuk.


"kalau aku tidur


disini pasti aku bakalan dicincang


halus".merasa ngeri sendiri mengingat


seharian ini mulai dari acara pemberkatan


sampai acara keluarga Jimin belum


mengeluarkan sepatah katapun


"aku tidur di sofa saja".menuju sofa yang


tidak jauh jaraknya dari tempat tidur


Jimin.


Berselang beberapa menit setelah Rachel


masuki alam mimpinya seorang pria dengan


mengenakan pakaian yang sama diacara


pernikahan memasuki kamarnya yang


terlihat remang-remang.jimin menyalakan


lampu kamarnya seiring membuka jas yang


ia pakai,netra matanya menangkap sesorang


diatas sofa tengah tertidur pulas.jimin yang


penasaran berjalan berlahan kearah


sofa."wanita ini lagi,kenapa mommy


mengizinkan masuk


kekamarku,dasar...menyebalkan."Jimin


bahkan tidak rela berbagi ruang kamarnya


dengan gadis yang baru saja berstatus istri.


tidak mau membuat keributan Jimin akhirnya


berjalan menuju kamar mandi untuk


menyegarkan tubuhnya dan segera


mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


*


*


*


*


*


Terbiasa bangun dengan cepat,mata Rachel


sudah terbuka sendiri tanpa dibangunkan


suara alarm.begitu membuka mata sempat


terkejut."aku lagi ada dimana, rasanya tempat


ini asing."menatap sekelilingnya dengan


berusaha mengumpulkan nyawanya dan


ingatanya.

__ADS_1


"astaga...Rachel..apa kamu lupa ini rumahnya


mommy alin,dan kau sudah menikah dengan


putranya."menjelaskan pada dirinya sendiri.ia


menurunkan kakinya dan segera menuju


kamar mandi.


setelah ritual mandi selesai Rachel akan


turun kebawah,ia menoleh kearah tempat


tidur,terlihat seorang pria tertidur pulas tanpa


mengenakan baju.


"apa-apaan ini."menutup kedua matanya


mengarahkannya kearah lain.


"mata


kondisikan dirimu,masih pagi sudah ternoda


saja."gerutu Rachel pada matanya


sendiri,merasa bersalah melihat Jimin tidur


dan bertelanjang dada.bergegas turun


kebawah menggunakan lif sesuai arahan


mommy alin,sampai dibawah Rachel sudah


bisa mendengar para maid dengan segala


hiruk pikuk kegiatan yang mereka


lakukan.ajuma juga terlihat sangat serius


memberi pengarahan kepada para maid


sesuai dengan menu sarapan pagi


ini.


"selamat pagi semua."sapa Rachel dengan


sopan".para maid dan ajuma yang melihat


keberadaan Rachel menundukkan badan


sebagai hormat kepadanya.


"ahhh...tidak usah seperti itu."Rachel


melambai-lambaikan tangannya sebagai


penolakan diperlakukan demikian ia juga


risih karena tidak terbiasa diperlakukan


demikian.


"ini sudah menjadi kebiasaan dirumah


ini,menghormati tuan besar, nyonya,tuan


muda,dan nona sendiri, jadi mulailah


menerimanya."ajuma menjelaskan kepada


Rachel tentang aturan yang harus dilakukan


suka atau tidak.


"nona membutuhkan sesuatu".tanya ajuma


kembali.


"tidak ajuma, aku hanya ingin membantu,apa


yang bisa aku bantu?."Rachel bergegas


menuju ajuma.


"tidak nona,anda tidak boleh berada


disini,tuan Albert dan nyonya alin pasti


sangat marah kepada saya."


ajuma berusaha menghadang langkah Rachel


supaya tidak mewati wilayah yang tidak


boleh ia lewati."sebaiknya anda kembali ke


kamar saja bersama tuan muda."ajuma tidak


ingin terkena masalah karena membiarkan


anggota keluarga ini turut turun


kedapur.


"maaf nona."ajuma menjulurkan tangannya


mengusir Rachel secara halus.akhirnya


rachelpun tidak ingin karena ulahnya orang


lain yang akan kena imbasnya.rachel menuju


ke kamar yang sudah ia tempati sejak tadi


malam,Jimin ternyata sudah tidak ada


ditempat tidur.rachel duduk di sofa tempat ia


tidur tak berselang lama Jimin keluar dari


kamar mandi dengan menggunakan kimono


mandi,spontan Rachel langsung berdiri dan


membungkukkan badannya kearah Jimin.


"selamat pagi tuan."Jimin yang tidak


merespon sapaan Rachel berjalan melalui


Rachel begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2