
Begitu sampai dirumah Jimin langsung
menemui ajumma untuk menanyakan apa
yang sebenarnya terjadi sehingga Rachel
meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan
siapapun.Para penjaga dan body guard yang
bertugas tidak luput dari interogasi dari
Natan .
"Bagaimana?.apa yang terjadi hingga istriku
pergi dari rumah ini?."Jimin memberondong
pertanyaan begitu melihat Natan yang sudah
selesai mengintrogasi para bodyguard.
"Nona muda terakhir kali berbicara dengan
nyonya besar.salah satu dari bodyguard ada
yang melihat nona muda berada di taman
belakang dan setelah itu nona muda keluar
rumah dengan alasan mau merawat
temannya yang lagi sakit."jelas Natan
panjang lebar dari hasil yang dia dapatkan.
"mommy."Jimin menautkan alisnya
memikirkan apa yang mommynya bicarakan
dengan Rachel."Sekarang mommy ada
dimana?."tanya Jimin yang sejak tadi tidak
melihat keberadaan mommynya.
"Nyonya besar sedang berada di restoran
dengan nona jeslin tuan."tutur Natan.
"apa mungkin mereka berdua ada dibalik
semua ini?."menatap Natan dengan penuh
tanda tanya."cari tau apa yang mereka
bicarakan.aku akan menjemput istriku."
"Tuan sebaiknya biarkan nona muda
menenangkan hatinya.lebih baik tuan
istirahat dulu saya akan cari tau penyebab
nona pergi."Natan menghentikan langkah
Jimin walau tatapan pria itu seakan ingin
menelannya hidup-hidup.
"Kau."geram Jimin yang tidak suka
mendengar saran dari orang kepercayaannya
itu,tapi setelah Jimin mempertimbangkan
pendapat Natan ada benar juga.Meski kesal
akhirnya Jimin memilih masuk kekamar
untuk istirahat sebab tubuhnya memang
sangat lelah.
Sementara Natan melanjutkan tugasnya
untuk mencari tau pertemuan antara mommy
alin dan jeslin.
*
*
"Nyonya besar,tuan Jimin sudah kembali dari
pulau Jeju."suara pak'ben nampak
ngos-ngosan karena terburu-buru.
"what."
Jeslin dan mommy alin menjawab
bersamaan."Bagaimana bisa putra ku
kembali secepat itu?,bukankah dia akan
mengurusi proyek yang sedang bermasalah
__ADS_1
dan acara pembukaan Kim hotel
bagaimana?."mommy alin memberondong
pak'ben dengan banyak pertanyaan.
"Pembukaan Kim hotel sudah selesai dan
masalah proyek yang lain, sepertinya tuan
Jimin menyerahkan sepenuhnya pada Natan
nyonya besar."jelas pak'ben yang mendapat
informasi dari mata-mata yang dibayarnya
sesuai perintah mommy alin.
"Mom bagaimana ini?."jeslin terlihat panik,
takut rencana mereka akan segera diketahui
Jimin."mom aku takut Jimin sudah tau
rencana kita."
"Jeslin diamlah."bentak mommy alin yang
sudah pusing memikirkan jalan keluarnya
ditambah lagi jeslin yang tidak bisa
diandalkan."mommy sedang berpikir,kau itu
bisa duduk diam tidak?."mommy alin memijat
kepalanya,pusing melihat jeslin yang hanya
sibuk mondar-mandir tanpa memberikan ide.
"Pak'ben dimana Rachel?."tanya mommy alin
yang tidak tau keberadaan Rachel setelah
mengusirnya."Bagaimana dengan
dokumennya?."tanya mommy alin kembali.
"Semua sudah beres nyonya besar".jawab
pak'ben.
"Kalau begitu cepat pindahkan Rachel
ketempat yang aman dan besok langsung
terbangkan kembali kenegara asalnya,dan
rencana ini."mommy alin mengubah rencana
yang sebelumnya sudah diaturnya dengan
rapi namun seketika berantakan karena Jimin
mendadak pulang sebelum waktunya."Pasti
putra ku sudah tau semua jadi pastikan
Rachel sudah terbang kenegaraannya
sebelumnya Jimin menemukan, sisanya biar
saya yang mengurus."mommy alin yang tau
benar kecerdasan putranya dan bila bersatu
dengan Natan bisa dipastikan saat ini Jimin
sudah mengetahui alasan kepergian Rachel.
"Baik nyonya besar saya akan bergerak
secepatnya."pak'ben yang merupakan
kepercayaan mommy alin langsung pergi
untuk menjalankan perintah nyonya
besarnya.
"Mom, sekarang apa rencana
mommy?."dengan bodohnya jeslin bertanya
lagi sedang tadi dia mendengar dengan jelas
perintah mommy alin pada pak'ben.
"Kau ini."melotot geram pada jeslin."Apa kau
tidak dengar apa yang aku bicarakan dengan
pak'ben.setidaknya kau harus ikut berpikir
jangan taunya terima beres saja."
"Mom mau kemana?."tanya Jeslin yang
melihat mommy alin hendak pergi."mom
__ADS_1
tunggu."jeslin berlari mengejar mommy alin
yang meninggalkannya.
"Mom mau pulang,kau pulang sana."usir
mommy alin tanpa menghentikan
langkahnya lalu bergegas masuk kedalam
mobil.Berlama-lama berbicara dengan jeslin
membuat kepalanya seperti ingin
meledak."Kenapa putra kesayanganku bisa
mencintai wanita bodoh yang hanya
mengandalkan tampang doang."rutuk
mommy alin setelah duduk di dalam
mobilnya.
"Mom."teriak jeslin karena mommy alin yang
tidak memperdulikannya."is..untung kau itu
mommynya Jimin kalau tidak!."kesal jeslin
menghentakkan kakinya dan berbalik menuju
tempat parkir tempat mobilnya berada.
*
*
Begitu pak'ben berhasil membawa Rachel
kesebuah apartemen bersama sahabatnya
Tanpa banyak perlawanan karena memang
Rachel memiliki sifat yang penurut.hanya
Naira yang mengajukan banyak pertanyaan
tapi dengan cepat Rachel menghentikan.
baginya saat ini bisa kembali ke negaranya
dengan selamat.
Dan jangan tanyakan bagaimana mana
mengalihkan perhatian para pengawal yang
bertugas menjaga Rachel maka jawabannya,
pak'ben sempat kewalahan karena para
bodyguard bukan orang
sembarangan.Mereka adalah tim khusus
yang ditugaskan untuk mengintai segala
aktivitas Rachel.
"Apa semua sudah beres."Tanya pak'ben pada
orang-orang suruhannya setelah beres
memindahkan Rachel dan sahabatnya.
"Sudah pak, tinggal tunggu besok pagi untuk
menerbangkannya kembali."
"Bagus, tetap awasi."pak'ben memerintahkan
para pengawal untuk selalu berjaga didepan
pintu apartemen tempat Rachel dan Naira
dikurung.
"Rachel ini semua ada apa?."Naira belum
puas kenapa dia dan Rachel tiba-tiba disuruh
keluar dari rumah dengan alasan agar Rachel
lebih dekat ke airport untuk mempercepat
kepulangannya."Kenapa juga kita ngak
dibolehkan keluar.apa kita ini tahan."rentetan
pertanyaan keluar dari mulut Naira.
sedangkan Rachel yang juga tidak
mengetahui secara pasti untuk apa mereka
berdua ditempatkan di apartemen hanya bisa
mengangkat kedua bahunya karena memang
__ADS_1
diapun sama bingunnya seperti Naira.