Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep54.


__ADS_3

Begitu sampai dirumah Jimin langsung


menemui ajumma untuk menanyakan apa


yang sebenarnya terjadi sehingga Rachel


meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan


siapapun.Para penjaga dan body guard yang


bertugas tidak luput dari interogasi dari


Natan .


"Bagaimana?.apa yang terjadi hingga istriku


pergi dari rumah ini?."Jimin memberondong


pertanyaan begitu melihat Natan yang sudah


selesai mengintrogasi para bodyguard.


"Nona muda terakhir kali berbicara dengan


nyonya besar.salah satu dari bodyguard ada


yang melihat nona muda berada di taman


belakang dan setelah itu nona muda keluar


rumah dengan alasan mau merawat


temannya yang lagi sakit."jelas Natan


panjang lebar dari hasil yang dia dapatkan.


"mommy."Jimin menautkan alisnya


memikirkan apa yang mommynya bicarakan


dengan Rachel."Sekarang mommy ada


dimana?."tanya Jimin yang sejak tadi tidak


melihat keberadaan mommynya.


"Nyonya besar sedang berada di restoran


dengan nona jeslin tuan."tutur Natan.


"apa mungkin mereka berdua ada dibalik


semua ini?."menatap Natan dengan penuh


tanda tanya."cari tau apa yang mereka


bicarakan.aku akan menjemput istriku."


"Tuan sebaiknya biarkan nona muda


menenangkan hatinya.lebih baik tuan


istirahat dulu saya akan cari tau penyebab


nona pergi."Natan menghentikan langkah


Jimin walau tatapan pria itu seakan ingin


menelannya hidup-hidup.


"Kau."geram Jimin yang tidak suka


mendengar saran dari orang kepercayaannya


itu,tapi setelah Jimin mempertimbangkan


pendapat Natan ada benar juga.Meski kesal


akhirnya Jimin memilih masuk kekamar


untuk istirahat sebab tubuhnya memang


sangat lelah.


Sementara Natan melanjutkan tugasnya


untuk mencari tau pertemuan antara mommy


alin dan jeslin.


*


*


"Nyonya besar,tuan Jimin sudah kembali dari


pulau Jeju."suara pak'ben nampak


ngos-ngosan karena terburu-buru.


"what."


Jeslin dan mommy alin menjawab


bersamaan."Bagaimana bisa putra ku


kembali secepat itu?,bukankah dia akan


mengurusi proyek yang sedang bermasalah

__ADS_1


dan acara pembukaan Kim hotel


bagaimana?."mommy alin memberondong


pak'ben dengan banyak pertanyaan.


"Pembukaan Kim hotel sudah selesai dan


masalah proyek yang lain, sepertinya tuan


Jimin menyerahkan sepenuhnya pada Natan


nyonya besar."jelas pak'ben yang mendapat


informasi dari mata-mata yang dibayarnya


sesuai perintah mommy alin.


"Mom bagaimana ini?."jeslin terlihat panik,


takut rencana mereka akan segera diketahui


Jimin."mom aku takut Jimin sudah tau


rencana kita."


"Jeslin diamlah."bentak mommy alin yang


sudah pusing memikirkan jalan keluarnya


ditambah lagi jeslin yang tidak bisa


diandalkan."mommy sedang berpikir,kau itu


bisa duduk diam tidak?."mommy alin memijat


kepalanya,pusing melihat jeslin yang hanya


sibuk mondar-mandir tanpa memberikan ide.


"Pak'ben dimana Rachel?."tanya mommy alin


yang tidak tau keberadaan Rachel setelah


mengusirnya."Bagaimana dengan


dokumennya?."tanya mommy alin kembali.


"Semua sudah beres nyonya besar".jawab


pak'ben.


"Kalau begitu cepat pindahkan Rachel


ketempat yang aman dan besok langsung


terbangkan kembali kenegara asalnya,dan


rencana ini."mommy alin mengubah rencana


yang sebelumnya sudah diaturnya dengan


rapi namun seketika berantakan karena Jimin


mendadak pulang sebelum waktunya."Pasti


putra ku sudah tau semua jadi pastikan


Rachel sudah terbang kenegaraannya


sebelumnya Jimin menemukan, sisanya biar


saya yang mengurus."mommy alin yang tau


benar kecerdasan putranya dan bila bersatu


dengan Natan bisa dipastikan saat ini Jimin


sudah mengetahui alasan kepergian Rachel.


"Baik nyonya besar saya akan bergerak


secepatnya."pak'ben yang merupakan


kepercayaan mommy alin langsung pergi


untuk menjalankan perintah nyonya


besarnya.


"Mom, sekarang apa rencana


mommy?."dengan bodohnya jeslin bertanya


lagi sedang tadi dia mendengar dengan jelas


perintah mommy alin pada pak'ben.


"Kau ini."melotot geram pada jeslin."Apa kau


tidak dengar apa yang aku bicarakan dengan


pak'ben.setidaknya kau harus ikut berpikir


jangan taunya terima beres saja."


"Mom mau kemana?."tanya Jeslin yang


melihat mommy alin hendak pergi."mom

__ADS_1


tunggu."jeslin berlari mengejar mommy alin


yang meninggalkannya.


"Mom mau pulang,kau pulang sana."usir


mommy alin tanpa menghentikan


langkahnya lalu bergegas masuk kedalam


mobil.Berlama-lama berbicara dengan jeslin


membuat kepalanya seperti ingin


meledak."Kenapa putra kesayanganku bisa


mencintai wanita bodoh yang hanya


mengandalkan tampang doang."rutuk


mommy alin setelah duduk di dalam


mobilnya.


"Mom."teriak jeslin karena mommy alin yang


tidak memperdulikannya."is..untung kau itu


mommynya Jimin kalau tidak!."kesal jeslin


menghentakkan kakinya dan berbalik menuju


tempat parkir tempat mobilnya berada.


*


*


Begitu pak'ben berhasil membawa Rachel


kesebuah apartemen bersama sahabatnya


Tanpa banyak perlawanan karena memang


Rachel memiliki sifat yang penurut.hanya


Naira yang mengajukan banyak pertanyaan


tapi dengan cepat Rachel menghentikan.


baginya saat ini bisa kembali ke negaranya


dengan selamat.


Dan jangan tanyakan bagaimana mana


mengalihkan perhatian para pengawal yang


bertugas menjaga Rachel maka jawabannya,


pak'ben sempat kewalahan karena para


bodyguard bukan orang


sembarangan.Mereka adalah tim khusus


yang ditugaskan untuk mengintai segala


aktivitas Rachel.


"Apa semua sudah beres."Tanya pak'ben pada


orang-orang suruhannya setelah beres


memindahkan Rachel dan sahabatnya.


"Sudah pak, tinggal tunggu besok pagi untuk


menerbangkannya kembali."


"Bagus, tetap awasi."pak'ben memerintahkan


para pengawal untuk selalu berjaga didepan


pintu apartemen tempat Rachel dan Naira


dikurung.


"Rachel ini semua ada apa?."Naira belum


puas kenapa dia dan Rachel tiba-tiba disuruh


keluar dari rumah dengan alasan agar Rachel


lebih dekat ke airport untuk mempercepat


kepulangannya."Kenapa juga kita ngak


dibolehkan keluar.apa kita ini tahan."rentetan


pertanyaan keluar dari mulut Naira.


sedangkan Rachel yang juga tidak


mengetahui secara pasti untuk apa mereka


berdua ditempatkan di apartemen hanya bisa


mengangkat kedua bahunya karena memang

__ADS_1


diapun sama bingunnya seperti Naira.


__ADS_2