
Pagi itu Rachel terbangun dari tidurnya perutnya terasa mulas.Rachel duduk sembari memegangi perutnya, berharap dengan posisi duduk akan meringankan rasa mulas diperutnya.
Jimin yang terbiasa tidur dengan memeluk tubuh istrinya langsung terjaga.
"Chagia..kenapa bangun sepagi ini?."Ucap Jimin mengucek kedua matanya dan menyandarkan punggungnya di headboard.
"Sayang perutku sakit sekali."Rachel duduk ditepian ranjang meringis memegangi perutnya.
"뭐? (mwo \= apa?)."Jimin langsung menyingkap selimut dari tubuhnya dan berjongkok didepan Rachel.Jimin mengusap perut Rachel dan sesekali berbicara pada bayi diperut istrinya dengan lembut." Hei...baby jangan buat momy kesakitan seperti ini sayang."
"Sayang sakit sekali."Seru Rachel,Merasakan kontraksi seperti ingin buang air besar.
"Mom, Ded 일로 팔리 (mom,Ded ilro palli \=mom,Ded kemari cepat)."Jerit Jimin kuat memanggil kedua orangtuanya."Kita harus kerumah sakit."Seru jimin panik.
Mom dan Dedy Jimin langsung datang kekamar putranya begitu mendengar suara jeritan jimin.
"Sayang ada apa?son what happen?"Tanya mom dan Dedy Jimin terdengar panik.Kedua orang tua Jimin melihat Rachel sudah duduk memiringkan badan di atas ranjang.
"Mom,Ded istriku sakit perut."
"Sayang."Mom alin mengusap kepala Rachel."Sepertinya Rachel akan melahirkan,kit____."
"뭐..?(mwo \=apa?)."Pekik Jimin kaget."Mom,Ded kita kerumah sakit sekarang."Jimin bergegas menggendong tubuh Rachel menuju mobil.Deddy dan Mommy Jimin turut mengikuti Jimin.
__ADS_1
"Dedy yang nyetir"Seru Jimin yang sudah duduk dikursi belakang bersama rachel."Chagia..apa masih sakit ?."Tanya Jimin yang dengan setia mengusap perut istrinya.
Rachel hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.Rachel akan mengusap perutnya sembari meringis kesakitan setiap kali kontraksi dan itu membuat Jimin tidak tega.
"Dedy 팔리 아내가 아파요 (Dedy palli anaega apayo \=Dedy cepat istriku kesakitan."Sentak Jimin tidak sadar,beruntung Dedy Jimin mengerti dengan situasi yang sedang dihadapi putranya saat ini.
Hingga ditengah perjalanan Rachel yang sudah bisa mengatasi rasa sakit ketika kontraksi diperutnya datang."Aaaaa...."seketika menjerit dengan mata terbelalak pada Jimin.
"Aaaa...chagia 여기서 낳지 마세요 (chagia yeogisseo nahji maseyo \=chagia jangan melahirkan disini)."Jimin ikut berteriak panik mendengar teriakkan Rachel.Jimin khawatir Rachel akan melahirkan anak mereka didalam mobil.
Teriakan anak dan menantunya juga berimbas pada mom dan Dedy jimin.kedua orang tua Jimin saling bersitatap."Aaaaa...하지마,sayang cepat (hajima \=jangan)."Pekik mom Jimin ikut frustasi mendengar ucapan Jimin.
Kehebohan dan teriakan didalam mobil semakin tidak terkendali.Jimin sibuk menyuruh dedynya untuk menambah kecepatan mobil sementara mom Jimin sibuk menghubungi Natan dan Dedy Jimin malah bingung arah jalan rumah sakit."Kiri atau kanan."Dedy Jimin bertanya pada istri dan putranya.
nih satu keluarga pada aneh 🤭🤭🤭🤭🤭
"Sayang tahan sebentar,kalau sakit menjerit sekuat mu saja juga tidak masalah yang penting jangan melahirkan sekarang."Saran mom Jimin yang diluar nalar.mom alin tidak bisa lagi duduk normal karna saat ini posisi mom alin sudah menghadap kebelakang.
"Mom aku menjerit bukan karna ingin melahirkan sekarang,tapi lihat."Bantah Rachel dan menunjuk Jimin."Suamiku hanya paket underwear saja."
"Ohhh..my God."Jimin langsung menutupi dadanya begitu tersadar dengan ucapan Rachel.Benar saja Jimin tidak memakai apapun kecuali ****** yang menutupi aset berharganya.Itulah kebiasaan jimin jika tidur pria itu hanya akan memakai underwear saja tujuannya hanya satu ingin menggoda Rachel dengan tubuh seksinya.
"Is kau ini."Mom alin melempar boneka kecil pada Jimin,kesal dengan ulah putranya."Hubungi Natan cepat,dasar."Cibik mom alin.
__ADS_1
Rachel hanya bisa menekuk wajahnya pada Jimin.Jimin terkena batunya akibat kebiasaan konyol nya sendiri.
"Namanya juga panik."Jawab Jimin tanpa beban."Chagia kau masih saja menjerit,padahal kau sudah sering melihatnya."Kekeh Jimin menggoda Rachel seolah melupakan kepanikannya.
Rachel memukul bahu Jimin memberi sorot mata tajam.Apa suaminya itu tidak punya rasa malu sedikitpun berbicara hal sensitif didepan kedua orangtuanya.
Sesampainya dirumah sakit Michael sudah menyambut mereka bersama dokter kandungan yang akan menangani Rachel.
Tapi hanya ada Rachel, mom dan Dedy Jimin yang keluar dari mobil sementara jimin harus menunggu Natan membawakan bajunya sedang dalam perjalanan.
"Aunty dimana Jimin?."Tanya Michael penasaran.Biasanya pria itu tidak pernah absen mendampingi Rachel.
"Lihat saja sendiri,dia ada dimobil."Ketus mom alin, Kesal mengingat ulah putranya.
Michael langsung menghampiri Jimin kemobil dan betapa bahagianya Michael melihat keadaan sepupunya itu.
"Haha...bagaimana kalau momen ini ku abadikan saja."Michael mengambil ponselnya dan mengarahkannya pada jimin, menakuti sepupu yang selalu bersikap arogan padanya.
"Michael kau sudah bosan dengan hidupmu yang selalu menjomblo itu."Hardik Jimin mengeraskan rahangnya.Beruntung Natan sudah tiba tepat waktu dan Jimin langsung memakai baju yang dibawa Natan dan segera keluar dari mobil.
Michael mendengus kesal karena selalu tidak berhasil membuat Jimin bertekuk di hadapannya.
"Michael apa kau ingin rumah sakitmu ini kutenggelamkan."Ancam Jimin serius,melihat sepupunya itu masih setia berada didekat mobilnya.Sementara Jimin sudah mendorong kursi roda yang di duduki Rachel istrinya.
__ADS_1
Ancam Jimin sontak membuat Michael berlari kearah Jimin lalu membawa Rachel menuju ruang periksaan.