Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
mulai posesif ep27


__ADS_3

semenjak kejadian malam itu hari-hari yang


Rachel lalui sangat berbanding terbalik


dengan sebelumnya.mulai dari berangkat


kerja dan pulang selalu diantarin supir dan


sesekali Jimin datang menjemput walau pria


itu menunggunya di stasiun busway,pria itu


berubah sangat posesif pada Rachel.


tidur tidak lagi disofa melainkan tidur


berdampingan dengan Jimin dengan segala


keusilan yang selalu dilakukan pria itu walau


memang tidak berakhir dengan adegan


panas tapi tetap saja membuat Rachel selalu


berkejolak.


seperti pagi ini,Rachel memangsakan


dasi,sedangkan Jimin memandangnya


intens dan tersenyum menggoda Rachel, ya


setiap pagi tugas Rachel sudah bertambah


selain menyiapkan baju kerja prianya ia juga


harus memasangkan dasi pria itu dengan


segala drama yang membuat fokus Rachel


selalu pecah dan tersipu malu.rachel


memang tidak sekaku waktu pertama kali


datang kerumah Jimin, tapi tetap saja ia


memagari hatinya dengan sangat


waspada.sebab ia tahu pesona seorang Kim


Jimin adalberto barnett tidak perlu


diragukan.jangankan menggoda


wanita,tersenyum saja bisa membuat hati


para wanita yang melihatnya luluh lantak,hal


itu pula yang dilakukan Rachel setiap hari.


"apa kau ingin membunuhku."Rachel


tersentak mendengar suara Jimin,sedangkan


Jimin sudah terbatuk-batuk walau itu hanya


dibuat-buat,Rachel tidak sengaja mengikat


dasi Jimin dengan kencang.


"tuan..maaf..saya tidak sengaja."wajah Rachel


terlihat takut dengan suara Jimin.


"kau ini...awas kau..aku akan


menghukummu."membisikkannya ketelinga

__ADS_1


Rachel,sementara Rachel yang sudah kadung


takut hanya pasrah pada ancaman Jimin.


"saya akan bersedia menerima hukumannya


tuan..maaf..?."


"bagus."Jimin langsung menarik dagu Rachel


supaya mendekat dan langsung disambut


bibir Jimin denga l**m**Tan, dan mengobrak


-abrik dalamnya denga lidahnya,mereka


saling bertukar Saliva satu sama lain.


"itu hukuman kecil buat kamu."membersihkan


bibir wanitanya dengan jarinya.sementara


Rachel selalu membenci dirinya sendiri yang


selalu gagal untuk menolak sebab otak


dengan tubuhnya selalu bertolak


belakang.pagi ini selalu berakhir dengan


hukuman yang sama dengan pagi


sebelumnya,setelah itu baru mereka


berangkat ketempat kerja masing-masing.


*


*


*


membuat Naira dan Yuri saling lirik dan


sudah tahu apa yang terjadi.


"kena hukuman lagi?."tanya Yuri dengan


tersenyum.


"memangnya dia bisa kalau tidak


menghukumku eonni...hahhh."menghela


napas panjang.naira dan Yuri tertawa


terbahak-bahak.


"kalian mengejekku?." Rachel begitu kesal


dengan ulah Naira dan Yuri.


"untung kamu dah pasang pengaman yang


bagus buat pertahanan,jadi kalau


digempurpun masih aman."ucap Naira yang


tanpa filter.


Rachel sudah menceritakan segala yang


terjadi malam itu dan juga tentang


kesepakatan yang ia buat dengan


mommynya Jimin,bahkan Yuri dan Shane

__ADS_1


pacarnya sangat terkejut ketika Rachel


menyebut nama lengkap Jimin.


"serius,kamu gak tau seberapa


berpengaruhnya seorang Kim Jimin


adalberto barnett didunia bisnis dan di


negara ini."Yuri sampai menunjukkan


ponselnya pada Rachel waktu itu.


Yuri juga menyarankan dan menemaninya


bertemu dengan dokter kenalanya supaya


Rachel memasang alat kontrasepsi sebagai


pengaman karena Rachel juga bercerita


tentang gadis yang sangat dicintai Jimin,Yuri


dan Naira menjadi tempat ternyaman buat


Rachel bercerita tentang semua hal.


*


*


*


sementara dikantor Jimin sedang sibuk


memeriksa proyek mereka.


"Natan apa kau sudah menghancurkan isi


kesepakatan antara istriku dengan


mommy?."Jimin sudah tau tentang


kesepakatan yang dibuat mommy agar


Rachel mau menikah dengannya dan Jimin


ingin menghancurkannya sebab Rachel


sudah menjadi wanita satu-satunya dalam


hidupnya,Jimin juga suka dengan hobi


barunya yaitu mengusik istrinya,ia bahagia


dan gemes melihat Rachel salah tingkah dan


pipinya akan bersemu merah.jimin selalu


menahan tawanya bila mengingat tingkah


malu-malu istrinya itu.


"sudah tuan,semuanya sudah beres."


"bagus."Jimin kembali fokus dengan


pekerjaannya.ia ingin pekerjaan hari ini cepat


selesai.ia sudah tidak sabar pulang kerumah


dan menggoda istrinya dengan trik-trik


nakalnya,ia tidak tahu seberapa berat cobaan


yang harus Rachel hadapi dengan ulahnya

__ADS_1


itu.


__ADS_2