
semenjak kejadian malam itu hari-hari yang
Rachel lalui sangat berbanding terbalik
dengan sebelumnya.mulai dari berangkat
kerja dan pulang selalu diantarin supir dan
sesekali Jimin datang menjemput walau pria
itu menunggunya di stasiun busway,pria itu
berubah sangat posesif pada Rachel.
tidur tidak lagi disofa melainkan tidur
berdampingan dengan Jimin dengan segala
keusilan yang selalu dilakukan pria itu walau
memang tidak berakhir dengan adegan
panas tapi tetap saja membuat Rachel selalu
berkejolak.
seperti pagi ini,Rachel memangsakan
dasi,sedangkan Jimin memandangnya
intens dan tersenyum menggoda Rachel, ya
setiap pagi tugas Rachel sudah bertambah
selain menyiapkan baju kerja prianya ia juga
harus memasangkan dasi pria itu dengan
segala drama yang membuat fokus Rachel
selalu pecah dan tersipu malu.rachel
memang tidak sekaku waktu pertama kali
datang kerumah Jimin, tapi tetap saja ia
memagari hatinya dengan sangat
waspada.sebab ia tahu pesona seorang Kim
Jimin adalberto barnett tidak perlu
diragukan.jangankan menggoda
wanita,tersenyum saja bisa membuat hati
para wanita yang melihatnya luluh lantak,hal
itu pula yang dilakukan Rachel setiap hari.
"apa kau ingin membunuhku."Rachel
tersentak mendengar suara Jimin,sedangkan
Jimin sudah terbatuk-batuk walau itu hanya
dibuat-buat,Rachel tidak sengaja mengikat
dasi Jimin dengan kencang.
"tuan..maaf..saya tidak sengaja."wajah Rachel
terlihat takut dengan suara Jimin.
"kau ini...awas kau..aku akan
menghukummu."membisikkannya ketelinga
__ADS_1
Rachel,sementara Rachel yang sudah kadung
takut hanya pasrah pada ancaman Jimin.
"saya akan bersedia menerima hukumannya
tuan..maaf..?."
"bagus."Jimin langsung menarik dagu Rachel
supaya mendekat dan langsung disambut
bibir Jimin denga l**m**Tan, dan mengobrak
-abrik dalamnya denga lidahnya,mereka
saling bertukar Saliva satu sama lain.
"itu hukuman kecil buat kamu."membersihkan
bibir wanitanya dengan jarinya.sementara
Rachel selalu membenci dirinya sendiri yang
selalu gagal untuk menolak sebab otak
dengan tubuhnya selalu bertolak
belakang.pagi ini selalu berakhir dengan
hukuman yang sama dengan pagi
sebelumnya,setelah itu baru mereka
berangkat ketempat kerja masing-masing.
*
*
*
membuat Naira dan Yuri saling lirik dan
sudah tahu apa yang terjadi.
"kena hukuman lagi?."tanya Yuri dengan
tersenyum.
"memangnya dia bisa kalau tidak
menghukumku eonni...hahhh."menghela
napas panjang.naira dan Yuri tertawa
terbahak-bahak.
"kalian mengejekku?." Rachel begitu kesal
dengan ulah Naira dan Yuri.
"untung kamu dah pasang pengaman yang
bagus buat pertahanan,jadi kalau
digempurpun masih aman."ucap Naira yang
tanpa filter.
Rachel sudah menceritakan segala yang
terjadi malam itu dan juga tentang
kesepakatan yang ia buat dengan
mommynya Jimin,bahkan Yuri dan Shane
__ADS_1
pacarnya sangat terkejut ketika Rachel
menyebut nama lengkap Jimin.
"serius,kamu gak tau seberapa
berpengaruhnya seorang Kim Jimin
adalberto barnett didunia bisnis dan di
negara ini."Yuri sampai menunjukkan
ponselnya pada Rachel waktu itu.
Yuri juga menyarankan dan menemaninya
bertemu dengan dokter kenalanya supaya
Rachel memasang alat kontrasepsi sebagai
pengaman karena Rachel juga bercerita
tentang gadis yang sangat dicintai Jimin,Yuri
dan Naira menjadi tempat ternyaman buat
Rachel bercerita tentang semua hal.
*
*
*
sementara dikantor Jimin sedang sibuk
memeriksa proyek mereka.
"Natan apa kau sudah menghancurkan isi
kesepakatan antara istriku dengan
mommy?."Jimin sudah tau tentang
kesepakatan yang dibuat mommy agar
Rachel mau menikah dengannya dan Jimin
ingin menghancurkannya sebab Rachel
sudah menjadi wanita satu-satunya dalam
hidupnya,Jimin juga suka dengan hobi
barunya yaitu mengusik istrinya,ia bahagia
dan gemes melihat Rachel salah tingkah dan
pipinya akan bersemu merah.jimin selalu
menahan tawanya bila mengingat tingkah
malu-malu istrinya itu.
"sudah tuan,semuanya sudah beres."
"bagus."Jimin kembali fokus dengan
pekerjaannya.ia ingin pekerjaan hari ini cepat
selesai.ia sudah tidak sabar pulang kerumah
dan menggoda istrinya dengan trik-trik
nakalnya,ia tidak tahu seberapa berat cobaan
yang harus Rachel hadapi dengan ulahnya
__ADS_1
itu.