
"Apa ada solusinya?". tanya Jimin,
mendudukkan bokongnya di samping
michael,setelah berhasil membuat Rachel
tertidur dengan lelap.
"Apa Rachel sudah tertidur?."tanya mommy
alin balik,begitu melihat Jimin ikut bergabung
bersama Deddy Albert dan Michael diruang
keluarga.
"Hmm...".jawab Jimin mengangguk."Thanks
mom, Ded."ucap Jimin dengan tulus karena
mom dan Deddy-nya langsung datang begitu
mendengar kabar tentang istrinya.
Hanya Dedy Albert yang menjawab dengan
anggukan sementara momnya diam,tapi
Jimin tidak mempermasalahkannya dia tau
momnya perlu waktu untuk menerima
Rachel.
"Jadi bagaimana?aku tidak bisa melihat
istriku ketakutan seperti itu!."lanjut jimin,
mengutarakan kegelisahannya mengenai
Rachel istrinya.
"Jalan satu-satunya...ya kau buat tato."jawab
Michael dengan entengnya.sementara mata
Jimin sudah menghunus dengan tajam
kearahnya.
Begitupula mom alin dan ded Albert yang
terlihat bingung dengan ucapan
keponakannya itu.
"Hei...men calm down".seru Michael melihat
tatapan mematikan sepupunya
itu."Maksudku...kau harus bisa meyakinkan
si-cantik itu kalau pria bertato tidak seseram
si bajingan itu."tutur Michael.
"Kalau tidak berhasil maka tubuh-mu itu akan
aku tato seluruhnya."Tunjuk Jimin dengan
penuh penekanan.
"Apa kau pernah melihat
kegagalan-ku?."Dengan penuh percaya diri
__ADS_1
Michael balik mengajukan pertanyaan pada
Jimin,dan memang benar Michael selalu
berhasil dengan ide-ide gilanya itu.
"Sekali lagi kau memanggil istri-ku dengan
kata cantik..akan ku-jahit mulutmu itu."Bisik
Jimin dan selalu bisa membuat Michael
diam tak bergeming dengan setiap bisikkan
yang bernada ancaman padanya.
Jimin membusungkan dadanya dengan
bangga, Melihat ancamannya yang selalu
berhasil membuat nyali seorang dokter
Michael menciut.
"Ayo.. ikut aku."Jimin menarik tangan Michael.
"Mau kemana?."Suara mom,Ded Jimin dan
juga Michael kompak bertanya pada Jimin
yang seperti tidak sabaran.
"Temani aku buat tato yang bagus,agar
istriku tidak ketakutan lagi."seru Jimin dan
mendapat tatapan jengah dari Michael,
sedangkan mom dan Deddynya hanya bisa
bersamaan.
*
*
*
Sampai ditempat pembuatan tato-pun
keduanya tetap saja tidak mau melewatkan
perdebatan yang tidak penting.
"Apa kau sudah gila."bentak Jimin mendengar
usul dari Michael.Siapa coba yang mau
membuat tato wanita sexsi diseluruh
tubuhnya yang ada Rachel akan semakin
histeris melihatnya.
"Ya sudah..terserah-mu saja.kau meminta
pendapat-ku kenapa kau jadi marah?".
Michael menggerutu pada Jimin karena
usulannya tidak diterima, yang anehnya
Jimin selalu saja meminta pendapatnya
walau akhirnya akan ditolak mentah-mentah
__ADS_1
olehnya.
"Auhh...berisik.. tutup mulut-mu."sentak Jimin
yang mulai merasakan sakit walau tak
seberapa ketika bagian tulang rusuknya
mulai ditato sesuai dengan permintaanya.Ini
pertama kali baginya dan itu semua hanya
demi cintanya pada sang istri.
"Is..kau ini."kesal Michael dengan menjauh
dari Jimin."Kalau saja kau mengikuti usul-ku
maka akan dipastikan akan ada perang nuklir
untuk kesekian kalinya."batin Michael sambil
terkekeh menutup mulutnya membayangkan
jika Jimin mengikuti ide gila Michael,maka
akan ada pertunjukan selanjutnya
dikediaman kim dan barnett.
Michael bukannya pria bodoh,dia memang
sengaja mengerjai sepupunya itu meskipun
dia tau sepupunya itu juga bukanlah pria
bodoh.tapi Michael selalu bisa membuat
Jimin kesal tingkat dewa dengan ide-ide
konyolnya.
"Bagaimana Anda menyukainya tuan
muda?."tanya si-pembuat tato menunjukkan
hasilnya didepan cermin besar, begitu tato
sudah selesai dan terukir sangat indah di
bagian tubuh Jimin.
"Ya..bagus,saya puas."jawab Jimin mengukir
senyum harapan melihat beberapa tato
menempel dengan indah dan penuh sejuta
makna untuk istri tercintanya itu."Chaigai aku
harap ini bisa mengobati rasa
trauma-mu."gumam Jimin dengan penuh
harap pada usahanya.
Jimin menarik nafasnya dalam-dalam lalu
menghembusnya secara perlahan, berpikir
sejenak bagaimana cara untuk menunjukkan
tato ditubuhnya kepada Rachel dan itu
semua harus dilakukannya dengan sangat
__ADS_1
hati-hati.