
Malam ini tak seperti malam
sebelumnya,Rachel masih berkutat dengan
aktivitasnya mengantar makanan padahal
waktu sudah menunjukkan pukul
11:30.biasanya ia sudah sampai dirumah
kosnya.tapi malam ini Rachel masih diatas
sepedanya mangayuh munyusuri alamat
yang sudah ia save di ponselnya untuk
mengantarkan makanan yang sudah dipesan.
rasa lelah,bercampur dingin yang begitu
menusuk tubuhnya mulai ia rasakan.namun
pekerjaan masih banyak.
tanpa sadar karena terlalu fokus melihat
alamat di ponselnya ia kurang
memperhatikan jalan dihadapannya.
sebuah mobil sport mewah melaju kearahnya
dan hampir menambraknya.
"aaa...aaa..." teriak rachel menepikan
sepedanya dengan cepat sampai ia
terhuyung kedepan,beruntung box
makanannya yang ia bawa tidak jatuh.
mendadak rem mobil sport itu berdesit
kuat .membanting stir ya kearah berlawanan
dengan sepeda yang Rachel kendarai.tidak
berapalama,seseorang keluar dari mobil itu.
"nona apa anda baik-baik saja"tanyanya
sambil melihat menelisik kearah tubuh
Rachel.
"oo... ya..maaf...maaf..tuan ini salah
saya"menundukkan kepalanya.ia sangat
merasa bersalah akibat keteledorannya.
tak berselang lama dari arah mobil itu turun
seorang pria yang bertubuh atletis
nanrupawan.wajah yang mulus tanpa satu
goresan,bibirnya yang merah namun
wajahnya begitu datar dan terkesan dingin
menambah pesona sang pria tampan itu.
__ADS_1
"Natan aku menyuruhmu membereskan gadis
bodoh dan teledor ini,kok kamu malah
beramah tamah dengan dia,atau kamu dah
bosan hidup".dengan suaranya yang
khas.kalau dia ngomong pelan pasti serasa
dengar suara orang yang lagi
bersenandung..oooomerdunya suara(itu
pikiran author 🤭🤭🤭🤭)
"tapi tuan saya takut gadis ini kenapa-kenapa"
"heiii... gadis idiot"ucapnya dengan jari
menunjuk kearah Rachel.
"kalau kamu dah bosan hidup,ya kamu bisa
gantung diri,atau lompat dari ketinggian
gampang kan,gak usah nambrakkin diri
kemobil orang,apa lagi mobil saya,kalo kamu
mati terus mobil saya lecet gimana"dengan
mata nyalang kearah Rachel.
Rachel yang sadar kesalahannya hanya bisa
menundukkan kepala berulangkali dan
mengucapkan kata maaf.
Rachel ucapakan
"tuan tapi mobil anda tidak lecet sedikitpun".
"natan...apa saya meminta pendapatmu"
"tidak tuan"Natan tidak habis pikir dengan
ucapan tuanya yang menurutnya sudah amat
berlebihan.bagaimana tidak berlebihan ganti
mobil aja bisa seperti ganti baju kalau dia
mau,ini hanya masalah lecet dan itupun tidak
terjadi tapi tuanya malah emosi yang
berlebihan.
"dasar gadis idiot,bukanya dirumah jam segini
malah keluyuran" ucap Jimin sambil tertawa
sinis kearah Rachel.
"maaf tuan saya bukanya keluyuran,tapi saya
sedang bekerja mengantarkan makanan
ini".menunjuk box yang ada diatas
sepedanya.
__ADS_1
"saya tidak mau tau,itu bukan urusan
saya,saya peringatkan sama kamu
ya...jangan pernah muncul dihadapan
saya,dan satu lagi singkirkan sepeda
busukmu ini dari hadapan saya"
"tapi tuan sepeda nona ini sudah dipinggir
jalan dan tidak menghalangi kita".ucap Natan
"Natan kamu masi mau menghirup udara
besok pagi"ucapanya penuh penekanan
dengan sorot mata yang mematikan.
"saya masih mau hidup tuan" buru-buru
mengikuti tuan dan membukakan pintu mobil
untuk tuanya,kemudian mobil itupun melaju
meninggalkan Rachel dipinggir jalan
sendirian.
"huuuhh..makanannya masih aman,syukur
deh..."membenarkan sepedanya."lebih
berhati-hati Rachel,untung kamu nggak
ketambrak mati konyol,terus yang antar
mayat kamu kenegaramu siapa"mulai
berbicara pada dirinya sendiri.mengayuh
sepedanya meneruskan pekerjaannya
sampai selesai.
"kok ada manusia yang sombong kekgitu
ya,ganteng tapi mulutnya racun amat, sekali
ketemu manusia yang model kayak gitu
cukup"mempercepat goesannya supaya
cepat pulang kerumah.
"pak Choi...lain kali jangan lewati jalan ini,cari
jalan yang lain"
"tapi tuan hanya ini jalan yang bisa kita lewati
tuan"jawab supir pribadinya.
"kalau gak ada jalan lain,buat mobil ini
terbang,paham.
"baik tuan"hanya itu jawaban yang bisa pak
Choi ucapkan karna berdebat dengan tuanya
sama saja dengan bunuh diri.
__ADS_1
Natan yang duduk disebelah pak Choi hanya
bisa menggelengkan kepalanya.