
Hari itu merupakan awal yang baik untuk hubungan antara Jimin dan momnya dan pastinya dengan Rachel juga.
Mommy alin secara pribadi telah meminta maaf pada Rachel.Tentu saj Rachel menyambutnya dengan kebahagian yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,sejak lama dia menantikan Mommy alin dapat menerimanya sebagai menantu.Ternyata doanya kini terjawab, hubungannya dengan sang mertua semakin hari semakin kompak dan harmonis.
Mommy alin kini menjaga dan memanjakan Rachel.Segala permintaan ibu hamil itu selalu dibenarkan,sekalipun itu hal yang sangat aneh dan tidak masuk akal menurut Jimin suaminya.
Seperti pagi ini, Rachel kembali dengan ngidam yang tidak masuk akal menurut Jimin.Ya,jelas tidak masuk akal, Rachel menyuruhnya mengundang Park Jimin si artis idola K-Pop yang digilai istrinya sejak lama.
"Chagia,lebih baik kau minta saham perusahaan sebanyak delapan puluh persen, dengan senang hati aku akan memberikannya."Jimin berusaha merayu ibu hamil itu,yang kini tengah memanyunkan bibir membelakanginya.
"시로 (Siro \= tidak)". Rachel menggelengkan kepalanya dengan cepat sebagai penolakan."Aku tidak menginginkan harta."Tolaknya,tanpa tergiur sedikitpun dengan saham yang bisa membuatnya aman, sejahtera dan sentosa selamanya.
"Sayang,ayolah..."Mommy alin ikut memberi pendapat atau lebih tepatnya berpihak pada istrinya.".kamu mau melihat cucu Mommy ileran nanti kalau dah lahir."Provokasi Mommy alin mendapat dukungan juga dari suaminya yaitu Deddy Jimin sendiri.
"Ahhh.."Pekik Jimin mengacak rambutnya, frustasi dengan kedua orang tuanya yang malah menyetujui keinginan Rachel.
__ADS_1
"Chagia,aku juga jimin.aku malah lebih tampan,lebih kaya dan lebih segalanya dari idolamu itu."Jimin menunjuk pada dirinya sendiri sangking kesalnya, karena segala rayuan dan tawaran dia usulkan agar istri tercintanya membatalkan permintaan nyelenehnya.
"Yang aku inginkan Park Jimin bukan Kim Jimin."Bantahnya dan terus memalingkan muka.
Bukanya Jimin tidak bisa mengundang Park Jimin kerumahnya.Tapi Jimin tidak rela bila istrinya berpaling pada pria lain.
"come on son,itu hal yang kecil buatmu."Deddy Jimin tau kalau putranya itu tidak mau mendatangkan K-Pop idola itu kerumah mereka bukan karena tidak mampu melainkan putranya itu sedang cemburu.
Lucu bukan? seorang Kim Jimin Adalberto barnett yang kaya raya,tampan,terkenal dan punya segalanya cemburu pada Park Jimin yang memang tampan juga sih.he..he...he...
"Oke...baiklahhh.."Dengan berat hati Jimin mengalah.Jimin takut Rachel benar-benar mogok makan."Tapi aku tidak janji kapan akan mengundang pria itu ke rumah ini."Sambung Jimin lagi dengan penuh penekanan disetiap katanya.
"sayang."Rachel membulatkan matanya, seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya.tidak lama lagi dia akan bertatapan langsung dengan idolanya itu."Trimakasih sayang,aku sangat mencintaimu". Rachel sangat bahagia dan langsung memeluk Jimin dengan segala kata-kata gombalan begitu melihat Jimin mengangguk.
"ya."
__ADS_1
Jimin menjawab dengan singkat dan senyum keterpaksaan.Jimin kembali menarik piring yang sempat Rachel tepis."Sekarang makanlah,anak kita pasti kelaparan didalam sana."ucap jimin lembut,lalu menyuapi Rachel.
Rachel tidak lagi menepis tangan Jimin,kini mulutnya terbuka begitu Jimin mengarahkan sendok yang berisi makanan kearah mulutnya.
Selesai dengan perdebatan panjang yang selalu dimenangkan istrinya,kini giliran Jimin yang pusing memikirkan bagaimana cara mewujudkannya.
"Tuan ada masalah?."Tanya Natan,sejak masuk kedalam mobil Jimin terlihat suntuk dan terdengar selalu menghela napas panjang.
"Lama-lama aku bisa gila."
"Kenapa anda menjadi gila?."Natan memicingkan matanya penasaran dengan perkataan Jimin.
"Ya,memang ada orang yang sedang ngidam tapi aneh begitu."
Jawaban Jimin semakin membuat Natan yang duduk disamping pak choi sang supir semakin bingung.
__ADS_1