Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 62.


__ADS_3

"Kau berani dengan ku."Jimin berjalan


mendekat pada Michael dan sudah siap


melayangkan bogem mentah kearah sepupu


laknatnya.


Tapi bukan Michael namanya kalau tidak


membalas dengan mengelak setiap pukulan


yang dilayangkan sepupunya itu, dan bisa


dibayangkan keisengan Michael selanjutnya


yang membuat darah Jimin semakin


mendidih."Setidaknya aku punya sekutu


sekarang untuk melawan mu."jawab Michael


dengan susah payah karena sekarang Jimin


sudah berhasil memitingnya.


"Cepat lakukan tugasmu kalau tidak aku


pastikan benda keramat mu itu tidak akan


pernah bisa untuk bertanding."ancam Jimin


dengan menaikkan sudut bibirnya karena


ancaman itu berhasil membuat Michael


menyerah kalah.


Natan yang berdiri di dekat pintu kamar tidak


mampu berkata-kata melihat dua


pria tampan itu bertingkah seperti anak kecil


dan selalu saja ribut setiap ada kesempatan.


Tanpa membuang waktu Michael


menghampiri Rachel yang masih duduk


tertunduk tanpa berani melihat aksi gila


keduanya yang barusan terjadi.


"Cantik ternyata nyali mu besar juga."Michael


tersenyum mengingat keberanian wanita


yang terlihat polos tapi mampu membuat


Jimin tunduk.michael duduk didepan Rachel


dan menekan lembut lengan wanita yang


sedang ketakutan itu guna mencari posisi


alat kontrasepsi tertancap di salah satu


lengannya .Meski mendapat tatapan tajam


dari Jimin tapi dengan cueknya Michael tetap


melakukan tugasnya.


Setelah berhasil menemukan alat sialan yang


disebut Jimin Michael memanggil suster


yang ikut bersamanya untuk melakukan


tugas selanjutnya.Kenapa bukan Michael


saja yang melakukannya? jawabnya karena


Michael tidak ingin berdebat dengan Jimin


seperti kejadian kemari malam dan


memperlambat pekerjaannya.


"Jangan takut aku bisa membawamu kabur


darinya cantik."Michael melirik kearah Jimin


mencoba menghibur Rachel yang masih


takut untuk menegakkan tubuhnya.namun


kepalanya dapat toyoran dari belakang dan

__ADS_1


sudah dipastikan Jimin pelakunya.


"Lakukan tugasmu."


Jimin memasang muka dinginnya seolah


bukan dia pelakunya saat Michael menoleh


kearahnya dengan wajah kesal."Yak..(파보


pabo \=bodoh) apa yang dilakukan suster itu


pada istriku?."


Tunjuk Jimin panik saat suster yang


bersama sepupunya itu mengambil pisau


berukuran kecil dan mengarahkan ke lengan


istrinya setelah selesai memberikan suntikan


anastesi beberapa detik yang lalu.


"Kau keluar saja daripada berisik dan


mengganggu pekerjaan ku". rutuk Michael


pada Jimin karena sudah mengganggu


konsentrasinya.


"Aku menyuruhmu mengeluarkannya bukan


menyakiti wanitaku."bentak Jimin tak kalah


sengit dari perkataan Michael.Tidak tega


rasanya melihat wanitanya itu mengaduh


kesakitan saat pisau itu menyayat lengannya.


"Natan bawa tuan mu ini keluar."seru Michael.


Melihat keduanya sudah kembali terlibat adu


argumen, membuat Natan bergegas menarik


Jimin keluar dari kamarnya sendiri.jimin


memberontak tidak terima dengan


tapi Natan terpaksa mengeluarkan tenaga


ekstranya agar bisa membawa Jimin keluar.


"Kau mau mati?."geram Jimin menendang


Natan karena lebih mendengar perintah


Michael daripada perintahnya sendiri.


"Maaf tuan..tapi biarkan dokter Michael


melakukan tugasnya."jawab Natan sambil


membungkuk.


Mendengar ucapan Natan membuat Jimin


tidak lagi berusaha masuk kedalam


kamarnya.jimin memilih duduk disofa


berusaha menenangkan dirinya walau


akhirnya tidak bisa dan memilih


mondar-mandir didepan pintu kamarnya.


Sementara Michael sudah berhasil


mengeluarkan alat kontrasepsi dari lengan


Rachel tanpa merasakan sakit sedikitpun


"Aku tidak menyangka ternyata nyali mu besar


juga.Kau tau cantik!kau orang pertama yang


berani melawan sepupuku itu".kekeh


Michael."Kau mau jadi sekutu ku?."tanya


Michael memasang wajah serius kearah


Rachel.


"Sepupu?sekutu!."

__ADS_1


Rachel mengulangi setiap kata terakhir dari


Michael.Membenarkan posisi duduknya dan


melihat kearah Michael dengan kebingungan.


"Pantas Jimin tergila-gila pada wanita ini


ternyata dia benar-benar gadis yang imut dan


cantik."ucap Michael tapi hanya dalam


hati."Apa kau lupa?ini pertemuan kita yang


ketiga kalinya!."seru Michael mengalihkan


pandangannya karena jika diteruskan


menatap wanita itu dapat dipastikan dia akan


jatuh hati.


"Benarkah?tapi saya benar-benar tidak pernah


melihat tuan."jawab Rachel dengan jujur.


"Ohh ya ampun...aku lupa."seru Michael


memukul jidatnya sendiri.Dia lupa setiap kali


bertemu Rachel selalu dalam keadaan tidak


sadar."Aku sudah menolong mu waktu kau


terkena hipotermia dan kemarin malam saat


kau pingsan."jelas Michael kembali.


"Sungguh." sorot mata Rachel tepat


mengarah ke mata Michael dan membuat


pria itu benar-benar menyukai sifat lugu dan


polos Rachel.


"Hmm..."jawab Michael tersenyum dan


menganggukkan kepalanya."Jadi kita sekutu


sekarang deal."seru Michael sambil


mengulurkan tangannya kearah


Rachel."Bantu aku menjinakkan sepupuku


yang gila itu."kekeh Michael dengan


mengedipkan sebelah matanya pada Rachel


agar mau bekerjasama dengannya.


"Tuan sepupunya tuan Jimin?".


"Jangan panggil tuan, panggil Michael saja


atau oppa juga tidak masalah."seru Michael


kembali dengan gombalan mautnya.


Rachel tersenyum melihat sikap manis


Michael.Jauh berbeda dengan Jimin yang


terlihat dingin dan sangat arogan."Michael


memang tampan walau tetap lebih tampan


tuan Jimin,tapi kenapa sikapnya jauh


berbeda?."gumam Rachel dalam hati,baginya


berbicara dengan Michael lebih manusiawi


dibandingkan dengan Jimin.


"Cantik...cantik..."Michael memanggil Rachel


sambil melambai-lambaikan


tangan ke wajah Rachel kerena tidak


menjawabnya malah menatapnya."Aku tau


kalau aku ini tampan."Michael berbicara


dengan gaya sombongnya.menegakkan


tubuh kekarnya dan berpose bak seperti

__ADS_1


model.


__ADS_2