
"Kau berani dengan ku."Jimin berjalan
mendekat pada Michael dan sudah siap
melayangkan bogem mentah kearah sepupu
laknatnya.
Tapi bukan Michael namanya kalau tidak
membalas dengan mengelak setiap pukulan
yang dilayangkan sepupunya itu, dan bisa
dibayangkan keisengan Michael selanjutnya
yang membuat darah Jimin semakin
mendidih."Setidaknya aku punya sekutu
sekarang untuk melawan mu."jawab Michael
dengan susah payah karena sekarang Jimin
sudah berhasil memitingnya.
"Cepat lakukan tugasmu kalau tidak aku
pastikan benda keramat mu itu tidak akan
pernah bisa untuk bertanding."ancam Jimin
dengan menaikkan sudut bibirnya karena
ancaman itu berhasil membuat Michael
menyerah kalah.
Natan yang berdiri di dekat pintu kamar tidak
mampu berkata-kata melihat dua
pria tampan itu bertingkah seperti anak kecil
dan selalu saja ribut setiap ada kesempatan.
Tanpa membuang waktu Michael
menghampiri Rachel yang masih duduk
tertunduk tanpa berani melihat aksi gila
keduanya yang barusan terjadi.
"Cantik ternyata nyali mu besar juga."Michael
tersenyum mengingat keberanian wanita
yang terlihat polos tapi mampu membuat
Jimin tunduk.michael duduk didepan Rachel
dan menekan lembut lengan wanita yang
sedang ketakutan itu guna mencari posisi
alat kontrasepsi tertancap di salah satu
lengannya .Meski mendapat tatapan tajam
dari Jimin tapi dengan cueknya Michael tetap
melakukan tugasnya.
Setelah berhasil menemukan alat sialan yang
disebut Jimin Michael memanggil suster
yang ikut bersamanya untuk melakukan
tugas selanjutnya.Kenapa bukan Michael
saja yang melakukannya? jawabnya karena
Michael tidak ingin berdebat dengan Jimin
seperti kejadian kemari malam dan
memperlambat pekerjaannya.
"Jangan takut aku bisa membawamu kabur
darinya cantik."Michael melirik kearah Jimin
mencoba menghibur Rachel yang masih
takut untuk menegakkan tubuhnya.namun
kepalanya dapat toyoran dari belakang dan
__ADS_1
sudah dipastikan Jimin pelakunya.
"Lakukan tugasmu."
Jimin memasang muka dinginnya seolah
bukan dia pelakunya saat Michael menoleh
kearahnya dengan wajah kesal."Yak..(파보
pabo \=bodoh) apa yang dilakukan suster itu
pada istriku?."
Tunjuk Jimin panik saat suster yang
bersama sepupunya itu mengambil pisau
berukuran kecil dan mengarahkan ke lengan
istrinya setelah selesai memberikan suntikan
anastesi beberapa detik yang lalu.
"Kau keluar saja daripada berisik dan
mengganggu pekerjaan ku". rutuk Michael
pada Jimin karena sudah mengganggu
konsentrasinya.
"Aku menyuruhmu mengeluarkannya bukan
menyakiti wanitaku."bentak Jimin tak kalah
sengit dari perkataan Michael.Tidak tega
rasanya melihat wanitanya itu mengaduh
kesakitan saat pisau itu menyayat lengannya.
"Natan bawa tuan mu ini keluar."seru Michael.
Melihat keduanya sudah kembali terlibat adu
argumen, membuat Natan bergegas menarik
Jimin keluar dari kamarnya sendiri.jimin
memberontak tidak terima dengan
tapi Natan terpaksa mengeluarkan tenaga
ekstranya agar bisa membawa Jimin keluar.
"Kau mau mati?."geram Jimin menendang
Natan karena lebih mendengar perintah
Michael daripada perintahnya sendiri.
"Maaf tuan..tapi biarkan dokter Michael
melakukan tugasnya."jawab Natan sambil
membungkuk.
Mendengar ucapan Natan membuat Jimin
tidak lagi berusaha masuk kedalam
kamarnya.jimin memilih duduk disofa
berusaha menenangkan dirinya walau
akhirnya tidak bisa dan memilih
mondar-mandir didepan pintu kamarnya.
Sementara Michael sudah berhasil
mengeluarkan alat kontrasepsi dari lengan
Rachel tanpa merasakan sakit sedikitpun
"Aku tidak menyangka ternyata nyali mu besar
juga.Kau tau cantik!kau orang pertama yang
berani melawan sepupuku itu".kekeh
Michael."Kau mau jadi sekutu ku?."tanya
Michael memasang wajah serius kearah
Rachel.
"Sepupu?sekutu!."
__ADS_1
Rachel mengulangi setiap kata terakhir dari
Michael.Membenarkan posisi duduknya dan
melihat kearah Michael dengan kebingungan.
"Pantas Jimin tergila-gila pada wanita ini
ternyata dia benar-benar gadis yang imut dan
cantik."ucap Michael tapi hanya dalam
hati."Apa kau lupa?ini pertemuan kita yang
ketiga kalinya!."seru Michael mengalihkan
pandangannya karena jika diteruskan
menatap wanita itu dapat dipastikan dia akan
jatuh hati.
"Benarkah?tapi saya benar-benar tidak pernah
melihat tuan."jawab Rachel dengan jujur.
"Ohh ya ampun...aku lupa."seru Michael
memukul jidatnya sendiri.Dia lupa setiap kali
bertemu Rachel selalu dalam keadaan tidak
sadar."Aku sudah menolong mu waktu kau
terkena hipotermia dan kemarin malam saat
kau pingsan."jelas Michael kembali.
"Sungguh." sorot mata Rachel tepat
mengarah ke mata Michael dan membuat
pria itu benar-benar menyukai sifat lugu dan
polos Rachel.
"Hmm..."jawab Michael tersenyum dan
menganggukkan kepalanya."Jadi kita sekutu
sekarang deal."seru Michael sambil
mengulurkan tangannya kearah
Rachel."Bantu aku menjinakkan sepupuku
yang gila itu."kekeh Michael dengan
mengedipkan sebelah matanya pada Rachel
agar mau bekerjasama dengannya.
"Tuan sepupunya tuan Jimin?".
"Jangan panggil tuan, panggil Michael saja
atau oppa juga tidak masalah."seru Michael
kembali dengan gombalan mautnya.
Rachel tersenyum melihat sikap manis
Michael.Jauh berbeda dengan Jimin yang
terlihat dingin dan sangat arogan."Michael
memang tampan walau tetap lebih tampan
tuan Jimin,tapi kenapa sikapnya jauh
berbeda?."gumam Rachel dalam hati,baginya
berbicara dengan Michael lebih manusiawi
dibandingkan dengan Jimin.
"Cantik...cantik..."Michael memanggil Rachel
sambil melambai-lambaikan
tangan ke wajah Rachel kerena tidak
menjawabnya malah menatapnya."Aku tau
kalau aku ini tampan."Michael berbicara
dengan gaya sombongnya.menegakkan
tubuh kekarnya dan berpose bak seperti
__ADS_1
model.