
Tanpa Rachel sadari didalam sebuah mobil
mewah seorang wanita memperhatikan sejak
awal kejadian yang telah Rachel alami.
"Ben..."
"ya...nyonya."sahut pengawal sekaligus supir
pribadi wanita itu.
"cari tau semua informasi tentang gadis
itu,jangan sampai ada yang terlewatkan"seru
wanita itu memberi perintah kepada
pengawalnya.
"baik nyonya,secepatnya saya akan
mendapatkan semua tentang gadis itu"
"jalan"perintah pada pengawalnya,lalu
mengambil ponsel miliknya lalu
menghubungi seseorang.
"Deddy aku sudah menemukan orang yang
tepat"memutuskan panggilannya
dengsenyum yang misterius.
"dia akan aku buat sebagai alat untuk
menyatukan kalian berdua"rencana licik yang
tiba-tiba muncul dipikiran wanita itu.
jam sudah menunjukkan waktunya
pulang.rachel bergegas dan mengambil tas
untuk pulang.
"Bu..saya pulang"..
"ya...hati-hati dijalan", ucap sang bos
Rachel menapaki menyusuri jalan menuju
kamar kosnya.setiap hari dia lalukan bedanya
dulu ia melakukanya berdua sekarang dia
hanya sendiri.
sesampainya disebuah kamar kos yang
sempit dan panasnya luar biasa ketika
__ADS_1
musim panas dan dingin yang bisa
menembus tulang pada saat musim salju
turun.namun tak ada pilihan kecuali
menjalaninya. Rachel merebahkan tubuhnya
diatas matras berlapis selimut sebagai alas
tidurnya.lelah dengan kejadian hari ini.
"nai..kembalilah..aku janji akan bekerja lebih
keras lagi buat bantu kamu bayar hutangmu."
yang penting kita sama-sama berjuang nai.."
aku juga gak tau kamu ntah dimana,Rachel
meneteskan air matanya.
mana aku sanggup bayar utang kamu yang
banyak itu,walau aku kerja siang
malam.hua..aaaaa Rachel berteriak,ia
berharap rasa sesak yang ada di dadanya
saat ini bisa hilang.tapi jangankan hilang
berkurang sedikit saja tidak.
lagi aku lanjut kerja".Rachel akan mengambil
part time dimalam hari sebagai pengantar
makanan sebagai tambahan karna gaji
bekerja di minimarket kecil tidak akan cukup
dinegara secanggih ini apa lagi sekarang
bebannya bertambah.
kalo begini lebih baik aku mati bunuh diri
aja.pikiran kotor sempat terpikir olehnya,tapi
kalau aku matipun aku gak bakalan jumpa
ayah dan ibu.mereka pasti sedih liat aku mati
bunuh diri.rachel bergidik ngeri mengingat
dinegara ini anggka bunuh diri itu tinggi ya..
karna tekanan hidup juga tinggi.mereka yang
lahir dan tumbuh disini aja gak tahan karna
tekanan hidup apa cerita denganku yang
__ADS_1
bukan lahir disini dan tumbuh disini dapat
masalah seberat ini memang rasanya mau
mati saja.
beruntung Rachel masih memiliki kewarasan
yang lebih jadi dia lebih memilih menjalani
saja.
buru-buru mengganti pakaiannya untuk
melanjutkan kerja part time.sebelum
melangkahkan kakinya Rachel selalu
berucap dalam doanya.
"Tuhan please bantu aku menjalani ini
semua,aku pasti bisa"menyemangati dirinya
sendiri lalu pergi.
dengan langkah pantang menyerah Rachel
melakukan pekerjaannya.mengantar
makanan ketempat yang satunya dan
berpindah ketempat lain dia mengayuh
sepeda sebagai inpentaris dari tempat part
time nya.udara dingin yang menembuh
jaketnya tidak dihiraukannya.ia hanya ingin
menyelesaikan pekerjaannya dan pulang ke
tempat kos dan istirahat dengan tenang.
"permisi.."sambil mengetok pintu
apartemen."ini pesanan makanan
anda"menyerahkan kotak yang berisi
makanan yang sudah dipesan.
"trimakasi..permisi.."sapa Rachel dengan
senyum sederhananya namun begitu tulus.
a.aaa..hh...akhirnya selesai juga,ini pesanan
terahir aku akan langsung pulang dan
tidur.paiting Rachel kamu bisa
melaluinya.menyemangati dirinya sendiri"
__ADS_1