Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 64.


__ADS_3

"Sudah merasa baikan?." tanya Jimin lembut


setelah beberapa menit memberi waktu pada


wanitanya agar lebih tenang."Sekarang jawab


jujur sudah berapa lama kau memasang alat


sialan itu?."tanya Jimin, mengurai pelukannya


mengulangi lagi pertanyaan yang selalu ingin


dia tanyakan.


"Sejak pertama kali kita melakukan itu."jawab


Rachel dengan nada pelan nyaris tak


terdengar sambil menggigit


bibir bawahnya. Sangat malu rasanya bila


kembali Mengingat pertama kali


beradegan panas dengan Jimin walau


keadaannya kala itu tidak sadar sepenuhnya.


"어머(Omo\=apa?)."kaget Jimin tak menyangka


kalau Rachel sudah memasang pertahanan


dirinya selama itu."Lalu sekarang hukuman


apa yang pantas kuberikan untukmu?."tanya


Jimin kesal namun ada terselip kelicikan


Jimin yang terpancar jelas diwajahnya.


"Hukuman apapun saya akan menerimanya


tuan."seru Rachel pasrah pada hukuman


apapun yang akan Jimin berikan padanya.


"Baik kalau begitu."Jimin mengusap-usap


dagunya berpura-pura memikirkan


sesuatu."Berhenti menggunakan bahasa


formal berbicara dengan ku.Mengenai


hukuman mu,kau hitung sendiri jumlah yang


harus kau bayar setiap malamnya."otak kotor


Jimin mulai bekerja dengan baik bila itu


tentang hukuman yang menjurus pada


pergulatan panas.


"Maksud anda?."tanya Rachel bingung


memikirkan cara menghitung hukumannya.


"Haissss...kau ini! coba kau hitung berapa


banyak bibit unggul yang ku keluarkan


terbuang sia-sia karena alat sialan yang ada


di tubuhmu ."tunjuk Jimin ke kotak kecil yang


dilemparnya pada Rachel dengan memasang


muka kesalnya.Jimin jelas kesal mengingat


perjuangannya untuk mengembangbiakkan

__ADS_1


bibit unggulnya tidak berjalan lancar karena


alat kontrasepsi yang Rachel gunakan


menghalangi bibit unggulnya berkembang.


"Lalu bagaimana mana cara


menghitungnya?."tanya Rachel dengan


polosnya.saking polosnya membuat Jimin


kembali ingin mengerjai Rachel.


"Tentu saja tak terhitung,itu artinya kau harus


membayarnya dengan waktu yang


cu...kup...la...ma...."jelas Jimin serius sambil


merentangkan kedua tangannya


menggambarkan hukuman Rachel yang


seakan tidak akan ada lunasnya.


"Cara membayarnya bagaimana?."dengan


polosnya Rachel bertanya kembali pada


Jimin.Sambil membayangkan hukuman yang


harus dijalaninya.


Ingin rasanya Jimin berteriak kegirangan


melihat kepolosan istrinya yang unik dan


sekaligus menggemaskan Dimata Jimin.


"Kau bisa mencicilnya setiap malam."goda


Jimin mengerlingkan sebelah matanya pada


rachel yang kini sudah bersemu merah


karena godaan Jimin.


Keduanya saling menatap dan saling


mengunci pandangan satu sama lain.ada


rasa bahagia yang tidak bisa Rachel


gambarkan saat ini begitu juga Jimin yang


tidak bisa mengalihkan pandangannya dari


sorot mata yang selalu menghiasi


hari-harinya.


"Saya siap menerima hukuman anda


tuan."ucap Rachel dengan suara setengah


berbisik tepat dihadapan Jimin.


"Idiot Kau berbicara formal lagi?kau manggil


ku tuan lagi?."kesal Jimin.bagaiman tidak


kesal saat dirinya sudah hampir terbawa


suasana romantis malah kacau mendengar


nada bicara formal Rachel padanya.


"Kau juga masih memanggil ku idiot."Memukul dada jimin Rachel dengan rasa kesal.


rachel juga secara spontan tidak memakai

__ADS_1


kata formal lagi pada jimin.jimin melongok


mendengar Rachel akhirnya bisa berbicara


santai padanya berbeda dengan Rachel yang


langsung menutup mulutnya ketika sadar


dirinya mengeluarkan kata yang kurang


sopan pada pria yang kini tersenyum lebar


kearahnya.


"차기아(chagia\=sayang)".panggil Jimin


dengan suara lembutnya sambil menarik


dagu Rachel mendekat kearah wajahnya."정말


사랑해 (jeong-mal-sa-rang-hae\=sungguh aku


mencintaimu)".Jimin menyatakan cintanya


pada Rachel lalu mencium bibir


wanitanya dengan penuh kelembutan.


"나도 사랑해요 (na-do-sarang-hae-yo\=aku juga


mencintaimu)."jawab Rachel lembut dan


malu-malu saat tautan bibir keduanya


terlepas.Wajah Rachel terasa panas


mendengar ungkapan cinta Jimin yang


terdengar begitu indah telinganya.Hatinya


seperti taman bunga yang bermekaran


karena sekarang dia tau isi hati Jimin pada


dirinya.


"Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku


lagi aku sungguh tidak bisa jauh darimu 차기아\=sayang."ucap Jimin tersenyum bahagia


mendengar ungkapan kata cinta dari


wanitanya."Aku mencintaimu istriku."kembali


memeluk Rachel dengan dipenuhi rasa


bahagia.


Wanita yang selalu mampu membuat


tubuhnya panas dingin setiap


berdekatan.wanita yang mampu membuat


warna baru dalam hidupnya.sungguh Jimin


tidak ingin kehilangan Rachel karena itu bisa


membuatnya bisa gila.


"Apa ini masih sakit?."tanya Jimin sambil


menyentuh lembut lengan yang tertutup


perban kecil.


"아니(a-ni\=tidak)."jawabnya jujur, karena mang


Rachel tidak merasakan sakit sedikitpun


pada lengannya yang sudah tertempel

__ADS_1


perban kecil guna menutupi bekas sayatan.


__ADS_2