Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep113.


__ADS_3

Semenjak kejadian itu Naira lebih banyak murung dan terkesan menghindar dari semua karyawan cafe termasuk Yuri.


Yuri sudah beberapa kali menanyakan apa yang terjadi dengan Naira,tapi Naira selalu menjawab tidak ada apa-apa.


"Coba kau yang bertanya,mungkin dia mau memberitahukan!."Ucap Yuri melalui sambungan ponselnya.Yuri yang penasaran dengan sikap Naira langsung menghubungi Rachel,siapa tau Rachel tau penyebab Naira berubah.


"Baiklah eonni nanti aku coba tanya anak itu."Balas Rachel sebelum mengakhiri panggilan.Rachel segera menghubungi Naira tapi sialnya ponsel sahabatnya itu tidak aktif."Ada apa dengan anak itu?."Gumam Rachel penuh tanya.


Naira bukanlah tipe gadis yang bisa diam sekalipun ada masalah, tapi kali ini Yuri dan Rachel benar-benar bingung dengan perubahan gadis yang selalu ceplas-ceplos itu berubah seratus delapan puluh derajat.


Lama Rachel menebak-nebak masalah yang sedang dialami Naira tapi tak satupun masuk dalam pikirannya.Kalau itu masalah uang sudah pasti Naira tidak akan pernah sungkan untuk meminta bantuannya.


"Chagia,kau tidak menyambut ku."


Suara Jimin mengagetkan Rachel dari lamunannya."Sayang."Kesalnya meraba dadanya.


"Lagi mikirin apa? Sampai kau tidak sadar kalau suamimu yang tampan ini sudah datang."Goda jimin menarik pinggang istrinya merapat ketubuh kekarnya lalu melabuhkan ciuman dibibir Rachel.


"Narsis."Cibik Rachel dengan menaikkan sudut bibirnya."Sayang bisa tidak kau menolongku?."

__ADS_1


Jimin menautkan kedua alisnya memandang Rachel dengan penuh selidik."Ada sesuatu yang aku lupakan tentangmu Chagia?."Tanya Jimin memastikan apakah selama ini ia melewatkan sesuatu mengenai isterinya.


"Ini bukan tentang ku,ini tentang Naira."Ucap Rachel sambil membuka dasi Jimin.


"Naira?kenapa dengan dia?."Jimin menarik tubuh Rachel untuk duduk dipangkuanya.Jimin sama sekali tidak tertarik dengan apapun mengenai wanita lain selain istrinya sendiri.


Rachel menceritakan semua yang dikatakan Yuri tentang perubahan sikap Naira pada Jimin dengan lengkap dan jelas.Yah, meskipun Jimin lebih asik mengusap perut buncit Rachel ketimbang menanggapi cerita Rachel.


"Sayang,kau dengar tidak?."Ucap Rachel dengan kesal.Sejak ia bercerita tak satu patah katapun terucap dari bibirnya suaminya,malah asik menciumi perutnya dan membelai rambutnya saja sejak tadi.


"Aku mendengar nya."Jawab Jimin enteng.


"Jadi?."


"Is..kau ini."Geram Rachel dengan mencubit pinggang Jimin dan membuat pria itu mengasuh kesakitan."Bisa tidak membantuku?."Seru Rachel menahan kesal pada Jimin suaminya.


"Baiklah."


Jawaban enteng Jimin semakin menambah kesal dihati Rachel dan membuat wanita hamil memilih keluar dari kamar.

__ADS_1


"Chagia..chagi..."Seru Jimin melihat Rachel keluar dari kamar dengan wajah kesalnya.


"Natan selidiki apa yang terjadi dengan Naira."Jimin memberi perintah pada Natan asisten pribadinya melalui sambungan telepon, untuk menyelidiki apa yang terjadi pada sahabat istrinya itu.


Begitu selesai memberikan perintah pada Natan Jimin langsung turun kelantai bawah untuk membujuk Rachel.


"Ajumma dimana istriku?."Tanya Jimin pada ajumma yang masih sibuk didapur menyelesaikan hidangan makan malam.


"Saya tidak melihat nona muda turun."Jawab ajumma.


Namun tak berselang lama Rachel terlihat keluar dari lift bersama mommy dan Dedy Jimin.


"Chagia..."Jimin berjalan mendekati Rachel tapi sepertinya rasa kesal wanita hamil itu belum reda terbukti Rachel tidak menanggapi panggilan Jimin dan melewati suaminya itu begitu saja.


Mom dan Dedy Jimin tidak mau ikut campur dengan masalah putra dan menantunya.Kedua orang tua Jimin bersikap seolah tidak tahu menahu dan membiarkan keduanya menyelesaikan sendiri.


"Ajumma hidangkan makan malam."Perintah Deddy Jimin lalu duduk dikursi yang sudah ditarik pelayan seperti biasa,mom Jimin dan Rachel juga sudah duduk ditempatnya.


"Sayang kenapa masih berdiri?."Tanya mom Jimin,memandangi putranya yang masih berdiri mematung memandangi menantunya.

__ADS_1


"Sayang duduklah."Rachel memutar bola matanya dengan jengah.Terpaksa ia membuka suara sebab Jimin tidak mau duduk sebelum dia yang menyuruh.


Maka terjadilah makan malam penuh drama dimana Jimin akan menyuapi Rachel dengan mata Rachel yang membulat sempurna, dengan mulut komat-kamit mengumpat kelakuan Jimin dan itu menjadi hiburan tersendiri bagi mom dan Dedy Jimin yang terlihat mengulum senyum melihat kedua pasangan dihadapan mereka.


__ADS_2