
"Tapi nyonya saya tidak kenal dengan
anda,dan saya juga sepertinya tidak ada
masalah dengan nyonya".jelas Rachel tak
hapis pikir dengan keadaanya yang selalu
ditimpa masalah bertubi-tubi semenjak
menginjakkan kakinya di negara ini.
"kamu tidak perlu mengenal saya,tapi saya
bisa mengatasi semua masalah yang kamu
hadapi itu,tentunya tidak ada yang gratis
didunia ini bukan".menjelaskan langsung
kepokok intinya karena menurutnya Rachel
adalah gadis yang penurut dan bisa ia
perintah sesukanya.
"lalu apa yang nyonya inginkan dari
saya"Rachel bingung secara materi jelas
wanita yang ada dihadapannya jauh
melebihinya ibarat langit dan bumi.tidak masuk akal jika wanita dihadapanya saat ini
membutuhkan pertolongan secara
materi,Rachel merasa lucu dalam hatinya.
"bagus,saya suka keterusterangan kamu".senyumnya terpacar dari wajahnya
yang terawat dan sangat cantik menurut
pandangan Rachel.
Beberapa pelayan restoran masuk keruangan
mereka dengan troli yang berisi hidangan
yang banyak dan sangat lezat.rachel sampai
membulatkan matanya dan mulutnya
membentuk huruf "O"saking tak percaya
dengan apa yang ada dihadapannya saat
ini.wanita yang dihadapanya menyadari
expresi wajah Rachel dengan senyum
tipisnya."kamu bisa menikmati hidangan
seperti ini nanti kalau kamu mau menjalanka
misi saya".serunya menatap Rachel
"benarkah"Rachel sungguh tak percaya apa
yang dikatakan wanita yang ada
dihadapanya,"emang ada orang yang tiap hari
makan-makanan mewah,lezal,mahal seperti
ini tiap hari???oh..God..mimpi apa aku
semalam kok bisa menikmati makanan
seperti ini hari ini,atau kebaikan apa yang aku
lakukan seminggu ini sehingga aku dapat bonus hari ini"berbicara dalam hatinya
sendiri.
"jangan dilihatin aja,ayo dimakan..kamu pasti
belum makan?".
"saya memang belum makan
nyonya,benarkah makanan ini boleh saya
makan?. tanyanya ragu-ragu.
"hmm". menganggukkan kepalanya."bahkan
kalau perlu kamu boleh bawa pulang buat
makan kamu besok".
__ADS_1
dengan hati yang gembira Rachel memulai
mengambil makanan dan memakanya
dengan lahap seperti orang yang tidak
pernah makan."selesai makan baru kita akan
bicara".Rachel menganggukkan kepalanya
karena mulutnya sudah penuh dengan
makanan.
Perut Rachel rasanya mau pecah karena
kekenyangan.tapi sungguh ia sangat senang
bisa makan sebanyak saat ini.maklum
selama ini dia hanya akan makan mie instan
dan beberapa sayuran murah.rachel memang
sangat berhemat mengingat hutang Naira
pada tuan Lee bukanlah jumlah yang sedikit
ditambah waktu yang sangat mempet,tapi
tetap saja uang sebanyak itu tidak akan bisa
ia kumpulkan dalam waktu 3 bulan.
"bisa kita mulai pembicaraan kita".Rachel
menganggukkan kepalanya.
"baiklah,,,dengar saya baik-baik,karna saya
bukan orang yang suka mengulangi ucapan
saya,,,kamu mengerti?".
"ia nyonya saya mengerti".Rachel
membenarkan posisinya supaya dia dapat
mendengar wanita yang ada dihapanya
dengan baik.
sudah ia susun dengan rapi.rachel yang
mendengarkannya hanya mampu
menggelengkan kepalanya pertanda tidak
sependapat dengan wanita itu.Bagi Rachel
pernikahan itu sangat sakral dan suci bukan
untuk kesepakatan yang menurutnya kurang
pantas dilakukan seorang ibu kepada
anaknya."bagai mana orang yang tidak
pernah bertemu dan kenal satu sama lain
bisa menikah,ya...walau hanya dalam waktu
yang akan ditentukan wanita ini"Rachel
berbicara pada dirinya sendiri yang bingung
harus memutuskan seperti apa.Disatu sisi
dia akan lepas dari hutang kepada tuan Lee
dan tanah dan rumah orangtuanya yang
tergadai akan ia dapatkan kembali bankan
akhir dari perjanjian yang ditawarkan wanita
itu sangat menggiurkan.rachel mulai dalam
dilema dalam diam dia terus berbicara dalam
dirinya.
"kamu masih mendengarkan
saya"mengagetkan Rachel yang hanya diam
seolah kehabisan kata-kata.
"saya tidak punya banyak waktu,dan saya
__ADS_1
bukanya orang yang suka basa-basi".
"tapi nyonya saya sungguh tidak berani
mempermainkan pernikahan,apalagi hanya
untuk sebuah hutang,bagi saya pernikahan
itu harus dilakukan orang yang sama-sama
saling mengenal dan saling
mencintai"Rachel menjelaskan panjang lebar
sudut pandangnya kepada wanita itu.
"terserah kamu,ini karu nama
saya"menyodorkan kerta yang berisi nama
dan nomor ponsel."hubungi saya jika kamu
sudah memikirkannya,karena saya yakin
kamu yang paling diuntungkan,kamu juga
gak akan kehilangan apa-apa,karena saya
yakin walau kamu menikahi putra saya dia
tidak berselera menyentuh kamu sama
sekali".senyumnya separti meremehkan
Rachel."ya.. sudah saya pergi.tapi ingat
kesempatan tidak akan datang dua kali,lagi
satu.
kamu bukan berasal dari negara ini
bukan,saya bisa saja mempersulit kamu
disini melebihi apapun".berlalu keluar dari
ruangan meninggalkan Rachel
sendiri.sunggih Rachel tidak habis pikir
kejadian hari ini sangat membuat dirinya
dalam dilema dan ketakutan akan acaman
wanita itu.setelah kepergian wanita itu
seorang pelayan restoran masuk dan
membawa beberapa box yang berisi
makanan."nona ini"menyerahkan box
makanan kepada rachel."ta..ta..tapi saya tidak
memintanya,saya hanya mau minta
dibungkus kan makanan yang masih sisa
disini".seraya menunjukkan makanan
didepanya."tapi nyonya besar tadi yang
memerintahkan kami"
"saya tidak punya uang buat bayar makanan
ini mbak"Rachel mulai ketakutan dan
panik"ini semua sudah dibayar nyonya".oohh
trimakasi kalau begitu".Rachel langsung
bergegas pulang,jam part time juga akan
segera dimulai.begitu didepan restoran
bebarapa pria yang mbawanya kerestoran itu
membukakan pintu mobil untuknya."silakan
nona,kami akan mengantarkan anda".salah
satu dari mereka berbicara kepada
rachel.tanpa ragi Rachel kemudian masuk
kedalam mobil ia juga tidak ingin terlambat
ketempat kerja part time nya.
__ADS_1