Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
sebuah kesepakatan ep8


__ADS_3

"Tapi nyonya saya tidak kenal dengan


anda,dan saya juga sepertinya tidak ada


masalah dengan nyonya".jelas Rachel tak


hapis pikir dengan keadaanya yang selalu


ditimpa masalah bertubi-tubi semenjak


menginjakkan kakinya di negara ini.


"kamu tidak perlu mengenal saya,tapi saya


bisa mengatasi semua masalah yang kamu


hadapi itu,tentunya tidak ada yang gratis


didunia ini bukan".menjelaskan langsung


kepokok intinya karena menurutnya Rachel


adalah gadis yang penurut dan bisa ia


perintah sesukanya.


"lalu apa yang nyonya inginkan dari


saya"Rachel bingung secara materi jelas


wanita yang ada dihadapannya jauh


melebihinya ibarat langit dan bumi.tidak masuk akal jika wanita dihadapanya saat ini


membutuhkan pertolongan secara


materi,Rachel merasa lucu dalam hatinya.


"bagus,saya suka keterusterangan kamu".senyumnya terpacar dari wajahnya


yang terawat dan sangat cantik menurut


pandangan Rachel.


Beberapa pelayan restoran masuk keruangan


mereka dengan troli yang berisi hidangan


yang banyak dan sangat lezat.rachel sampai


membulatkan matanya dan mulutnya


membentuk huruf "O"saking tak percaya


dengan apa yang ada dihadapannya saat


ini.wanita yang dihadapanya menyadari


expresi wajah Rachel dengan senyum


tipisnya."kamu bisa menikmati hidangan


seperti ini nanti kalau kamu mau menjalanka


misi saya".serunya menatap Rachel


"benarkah"Rachel sungguh tak percaya apa


yang dikatakan wanita yang ada


dihadapanya,"emang ada orang yang tiap hari


makan-makanan mewah,lezal,mahal seperti


ini tiap hari???oh..God..mimpi apa aku


semalam kok bisa menikmati makanan


seperti ini hari ini,atau kebaikan apa yang aku


lakukan seminggu ini sehingga aku dapat bonus hari ini"berbicara dalam hatinya


sendiri.


"jangan dilihatin aja,ayo dimakan..kamu pasti


belum makan?".


"saya memang belum makan


nyonya,benarkah makanan ini boleh saya


makan?. tanyanya ragu-ragu.


"hmm". menganggukkan kepalanya."bahkan


kalau perlu kamu boleh bawa pulang buat


makan kamu besok".

__ADS_1


dengan hati yang gembira Rachel memulai


mengambil makanan dan memakanya


dengan lahap seperti orang yang tidak


pernah makan."selesai makan baru kita akan


bicara".Rachel menganggukkan kepalanya


karena mulutnya sudah penuh dengan


makanan.


Perut Rachel rasanya mau pecah karena


kekenyangan.tapi sungguh ia sangat senang


bisa makan sebanyak saat ini.maklum


selama ini dia hanya akan makan mie instan


dan beberapa sayuran murah.rachel memang


sangat berhemat mengingat hutang Naira


pada tuan Lee bukanlah jumlah yang sedikit


ditambah waktu yang sangat mempet,tapi


tetap saja uang sebanyak itu tidak akan bisa


ia kumpulkan dalam waktu 3 bulan.


"bisa kita mulai pembicaraan kita".Rachel


menganggukkan kepalanya.


"baiklah,,,dengar saya baik-baik,karna saya


bukan orang yang suka mengulangi ucapan


saya,,,kamu mengerti?".


"ia nyonya saya mengerti".Rachel


membenarkan posisinya supaya dia dapat


mendengar wanita yang ada dihapanya


dengan baik.


sudah ia susun dengan rapi.rachel yang


mendengarkannya hanya mampu


menggelengkan kepalanya pertanda tidak


sependapat dengan wanita itu.Bagi Rachel


pernikahan itu sangat sakral dan suci bukan


untuk kesepakatan yang menurutnya kurang


pantas dilakukan seorang ibu kepada


anaknya."bagai mana orang yang tidak


pernah bertemu dan kenal satu sama lain


bisa menikah,ya...walau hanya dalam waktu


yang akan ditentukan wanita ini"Rachel


berbicara pada dirinya sendiri yang bingung


harus memutuskan seperti apa.Disatu sisi


dia akan lepas dari hutang kepada tuan Lee


dan tanah dan rumah orangtuanya yang


tergadai akan ia dapatkan kembali bankan


akhir dari perjanjian yang ditawarkan wanita


itu sangat menggiurkan.rachel mulai dalam


dilema dalam diam dia terus berbicara dalam


dirinya.


"kamu masih mendengarkan


saya"mengagetkan Rachel yang hanya diam


seolah kehabisan kata-kata.


"saya tidak punya banyak waktu,dan saya

__ADS_1


bukanya orang yang suka basa-basi".


"tapi nyonya saya sungguh tidak berani


mempermainkan pernikahan,apalagi hanya


untuk sebuah hutang,bagi saya pernikahan


itu harus dilakukan orang yang sama-sama


saling mengenal dan saling


mencintai"Rachel menjelaskan panjang lebar


sudut pandangnya kepada wanita itu.


"terserah kamu,ini karu nama


saya"menyodorkan kerta yang berisi nama


dan nomor ponsel."hubungi saya jika kamu


sudah memikirkannya,karena saya yakin


kamu yang paling diuntungkan,kamu juga


gak akan kehilangan apa-apa,karena saya


yakin walau kamu menikahi putra saya dia


tidak berselera menyentuh kamu sama


sekali".senyumnya separti meremehkan


Rachel."ya.. sudah saya pergi.tapi ingat


kesempatan tidak akan datang dua kali,lagi


satu.


kamu bukan berasal dari negara ini


bukan,saya bisa saja mempersulit kamu


disini melebihi apapun".berlalu keluar dari


ruangan meninggalkan Rachel


sendiri.sunggih Rachel tidak habis pikir


kejadian hari ini sangat membuat dirinya


dalam dilema dan ketakutan akan acaman


wanita itu.setelah kepergian wanita itu


seorang pelayan restoran masuk dan


membawa beberapa box yang berisi


makanan."nona ini"menyerahkan box


makanan kepada rachel."ta..ta..tapi saya tidak


memintanya,saya hanya mau minta


dibungkus kan makanan yang masih sisa


disini".seraya menunjukkan makanan


didepanya."tapi nyonya besar tadi yang


memerintahkan kami"


"saya tidak punya uang buat bayar makanan


ini mbak"Rachel mulai ketakutan dan


panik"ini semua sudah dibayar nyonya".oohh


trimakasi kalau begitu".Rachel langsung


bergegas pulang,jam part time juga akan


segera dimulai.begitu didepan restoran


bebarapa pria yang mbawanya kerestoran itu


membukakan pintu mobil untuknya."silakan


nona,kami akan mengantarkan anda".salah


satu dari mereka berbicara kepada


rachel.tanpa ragi Rachel kemudian masuk


kedalam mobil ia juga tidak ingin terlambat


ketempat kerja part time nya.

__ADS_1


__ADS_2