
"apa yang ingin kau katakan."Jimin sudah
tidak sabar.
"begini,, hanya ada satu cara untuk
menyelematkan nyawanya.tapi kemungkinan
besar kau tidak menyetujuinya.mengingat hubungan kalian hanya karena perjodohan
oleh Tante alin."
"sudah jangan bertele-tele,."
"kau harus melakukanya."Michael berat
mengatakannya.
"Michael jangan buat teka-teki.bicara yang
jelas."mulai emosi melihat ucapan Michael
yang terkesan berbelit-belit.
"touch skin to skin."mencoba memberitahu
dengan suara yang halus.
"maksudmu."tanya Jimin yang tidak percaya
ucapan michael.sementara Michael hanya
menganggukkan kepalanya membenarkan
apa yang ada dipikiran Jimin.
"apa kau sudah gila mich."tak percaya dengan
ide kerabatnya itu.
"dengar Jim,aku sudah memberikan
suntikan,agar kesadarannya pulih itu akan
terjadi kalau kalian saling memberikan
kehangatan,satu hal lagi istrimu bisa saja
kehilangan nyawanya kalau kau tidak segera
melakukanya,maka lakukanlah
secepatnya."Michael menjelaskan secara
mendetail pada Jimin apa yang harus ia
lakukan untuk menyelematkan Rachel.
"hanya itu jalan satu-satunya,aku sudah
melakukan semaksimal mungkin sebagai
dokter sisanya terserah padamu boy."Michael
menepuk bahu Jimin dan keluar dari kamar
meninggalkan Jimin dengan pikiranya sendiri.
Jimin mondar-mandir memikirkan ucapan
michael.diantara dua pilihan dan keduanya
sangat sulit bagi Jimin.
"awas kau mich kalau sampai ini tidak
berhasil."berjalan mendekat kearah Rachel
yang terbaring dengan napas yang melemah.
"aku hanya ingin menyelamatkan nyawamu."
Jimin melucuti bajunya satupersatu.jimin
mulai membuka selimut dan pakaian yang
ada ditubuh Rachel satu persatu,lalu
menindih Rachel dengan tubuh
kekarnya,Rachel yang setengah sadar
berlahan membuka matanya walau tidak
sepenuhnya terbuka,pandangan mereka
beradu,Jimin yang pertama kali melihat
Rachel dari jarak dekat terpesona akan
__ADS_1
kecantikan Rachel yang selama ini tidak
pernah disadari ."kenapa gadis ini begitu
manis dan juga imut."Jimin baru menyadari
kecantikan Rachel yang natural tanpa
sentuhan alat make-up.berbeda dengan
jeslin kekasihnya dulu yang selalu tampil
cantik dengan sentuhan make-up.
Jimin menyusuri wajah rachel,berawal dari
kaku kini Jimin terbawa suasana yang ia
ciptakan sendiri.
dan sesekali Rachel juga merespon dengan
membalas ciuman Jimin dengan tubuh
lemah.
"aku akan melakukanya berlahan,kalau kau
merasakan sakit katakan saja aku akan
menghentikannya."terang Jimin ditelinga
Rachel disela-sela pergulatan yang mereka lakukan.rachel hanya
mengangguk pelan.tidak menunggu lama
Jimin memulai penyatuan mereka,Rachel
yang baru pertama melakukanya,merasakan
sakit yang luar biasa didaerah intinya.
"tuan,sakit."rintih Rachel,tapi naas Jimin
sudah tidak bisa membendung sesuatu yang
ada dalam dirinya dan ingin segera menuntaskanya
"ini akan sakit sebentar."menghujani Rachel
dengan ciuman dan sesekali malumat
bibirnya agar rasa sakit yang Rachel rasakan
menahannya.
sentuhan dan sesapan Jimin semakin menggila dan
membutakannya,rintihan Rachel juga sudah
tidak didengarnya hanya ******* yang
terdengar lemah yang keluar dari
mulutnya.ketika pertahanan itu ia terobos
alangkah terkejutnya Jimin yang mendapati
Rachel masih virgin.
"****..aku orang pertama yang
menyentuhmu."tanya Jimin yang dibalas
anggukan lemah dari rachel.jimin sungguh
tidak menyangka kalau gadis yang mommy
nya jodohkan denganya ternyata gadis
baik-baik.entah mengapa senyum Jimin
terukir indah disela-sela aktivitas panas
mereka,hingga akhirnya Meraka berdua
sampai kepuncak kenikmatan yang bagitu
menggairahkan.rachel yang sudah lelah tidak
bisa bangkit lagi walau hanya membersihkan
sisa-sisa percintaan mereka,ia langsung
terlelap akibat obat-obatan yang disuntikkan
dokter Michael kedalam tubuhnya.
jimin yang menyadari keadaan Rachel melihat
__ADS_1
kondisi Rachel dan benar saja wajahnya
sudah kembali merah dialiri darah dan
tubuhnya juga sudah tidak kaku seperti
sebelumnya.tanpa sadar Jimin mencium
kening Rachel.
"kau sudah menjadi milikku dan sudah
menjadi wanitaku."senyum Jimin
mengembang melihat noda merah yang
menempel diatas sprei.jimin berlalu kedalam
kamar mandi membersihkan diri,ia juga tidak
lupa membersihkan tubuh Rachel dengan waslap.
dengan telaten Jimin membersihkan tubuh
yang kini telah menjadi wanitanya beberapa
saat yang lalu.
"tidurlah, hari ini sangat melelahkan
bagimu".menyelimuti tubuh Rachel dan
keluar dari kamar menemui asistenya Natan.
ajuma yang melihat Jimin langsung
menghampiri untuk mengetahui kondisi
Rachel.
"tuan muda,bagai mana keadaan nona muda?."
"dia baik-baik saja ajuma."dengan senyum
mengembang seolah tidak terjadi apa-apa.
"Natan ikut denganku." Natan mengikuti Jimin
menuju ruang kerja.
"Natan daftarkan pernikahanku kecatatan
sipil."
"maksud anda,anda ingin membuat
pernikahan Anda sah secara hukum dan
negara."Natan sungguh dibuat bingung
dengan perintah jimin.
"sudah jangan banyak tanya lakukan saja."
"baik tuan,apa tuan sudah ingat dengan nona
muda."
"apa maksud mu,apa kau mengenalnya.?"tanya
Jimin.
"bukankah nona muda adalah gadis yang
hampir menambrak kita dulu."mengingatkan
Jimin kembali.
"benarkah..dia gadis idiot itu."mencoba
mengingat.
"benar tuan."membenarkan ucapan Jimin.
Jimin pusing dengan semua kebetulan yang
ia alami,Jimin memutuskan mengakhiri
pembicaraan Meraka dan pergi kekamar
untuk istirahat.
Jimin merebahkan tubuhnya tepat disisi
Rachel.
"mengapa dunia ini kecil sekali,sekecil
tubuhmu itu".melihat ketubuh rachel.jimin
__ADS_1
memeluk Rachel menyusulnya ke alam
mimpi.