Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Ep 65.


__ADS_3

"Kalau sudah tidak sakit,itu artinya aku bisa


menghukum mu sekarang?."seru Jimin tepat


ditelinga Rachel.


Merasakan deru nafas Jimin dengan aroma


mint di are lehernya membuat Rachel tanpa


sadar menganggukkan kepala.


"Aku mencicil hukumanku?."tanya Rachel


polos dengan mata terpejam menikmati


sentuhan jari tangan Jimin yang menyusuri


lehernya.


"Yang ini tidak termasuk chagia, karena


hukuman mu kali ini tidak termasuk dalam


hitungan". jawab Jimin dengan suara


seraknya dengan menyentuh leher wanitanya


tanpa melepaskan pandangan mata


keduanya.


Tangan Jimin berlahan tapi pasti menyusuri


leher istrinya sesekali memberikan gigitan


kecil yang meninggalkan tanda merah


disana."Aku menginginkan mu chagia".seru


Jimin dengan tatapan mendamba pada


istrinya.


Tanpa menunggu jawaban dari wanitanya


Jimin langsung menarik tengkuk Rachel


meraup dan mencium rakus bibir yang entah


sejak kapan menjadi candunya.Sesapan dan


Lum**a**Tan Jimin lancarkan menimbulkan


suara yang semakin membakar gai**rah


keduanya.


"ahh..."suara des**han merdu keluar dari


mulut mungil rachel.kali ini dia tidak ingin


menahan semua kenikmatan yang


dirasakannya saat ini.rachel bahkan


membalas semua sentuhan suaminya


dengan penuh rasa cinta.Membuka mulutnya


agar Jimin bisa leluasa mengeksplor semua


dengan lidahnya.Keduanya menikmati tautan


bibir dengan saling bertukar saliva.


"chagia aku sangat mencintaimu, jangan


pernah lari dariku lagi."suara Jimin begitu


lembut ketika mengungkapkan segala yang


ada dihatinya.Tanganya terus bergerak


menyusuri lekuk tubuh kecil


istrinya.mengecup,membelai bahkan


meremas bagian dada Rachel yang disambut


suara lenguhan kenikmatan dari wanitanya.


Jimin melepas semua yang menempel di

__ADS_1


tubuhnya dan ditubuh wanitanya sampai


mereka benar-benar polos tanpa sehelai


benangpun yang menghalangi pandangan


jimin.


Dengan leluasa Jimin menindih tubuh kecil


istrinya dengan sorot mata yang tidak pernah


beralih memandang tubuh indah rachel yang


selalu bisa membuat senjata keramatnya


berdiri tegak dibawah sana.


Rachel sampai menelan ludahnya dengan


susah payah melihat aksi Jimin yang


memandangi tubuhnya dari atas sampai


bawah seperti orang yang


kelaparan.Buru-buru Rachel menutupi


dadanya dengan kedua tangan saat mata


Jimin terus tertuju di daerah dadanya.Malu


rasanya walau Jimin sudah pernah


menikmatinya tapi Rachel selalu tak kuasa


bila Jimin memandangnya seakan baru


melihatnya.


"Chagia jangan ditutup."seru Jimin dengan


suara khas pria yang sedang menahan


hasrat.jimin langsung membenamkan


wajahnya di dada Rachel setelah berhasil


tangan tepat diatas kepala Rachel.Jimin


sudah tidak kuasa menahan sesuatu


dibawanya semakin tegak dan segera ingin


memasuki milik wanitanya.


Gigitan dan lu**m*tan Jimin didadanya


membuat Rachel bergerak seperti cacing


kepanasan.Bibirnya tak henti-hentinya


mengeluarkan suara lak**nat yang semakin


membakar gairah Jimin yang semakin


gencar memberikannya serangan-serangan


yang tak terduga.


Hingga akhirnya Jimin dengan gampangnya


membalikkan tubuh Rachel dan sudah


berada diatas menindih tubuh kekar


Jimin."Chagi bergerak lah."pinta Jimin


dengan.


Jimin membimbing wanitanya, mengarahkan


miliknya tepat di pintu masuk milik


rachel.tanpa menunggu lama Jimin langsung


menghentakkan pinggul wanitanya Sampai


miliknya amblas keseluruhan


kedalam."Auh..sakit.."jerit Rachel


spontan.kaget

__ADS_1


ketika miliknya langsung dipenuhi senjata


milik Jimin hanya dalam satu gerakan,namun


itu hanya sementara selanjutnya Rachel


mengikuti keinginan Jimin.


Tanpa banyak bicara Rachel melakukan apa


yang Jimin ingikan.Berlahan Rachel bergerak


seirama dengan hentakan dan suara Jimin


yang selalu menyerukan kata cinta dan tidak


lupa Jimin selalu tidak ketinggalan dengan


panggilan baru untuknya"chagia...chagia.."


Seisi kamar dipenuhi suara lenguhan dari dua


manusia yang saling bertukar keringat dan


peluh yang membasahi tubuh


keduanya.Sepanjang pergulatan keduanya


Rachel tak henti tersenyum mendengar kata


sayang dari Jimin untuknya.


"ahhh chagia...ahh sayang."suara keduanya


bergema bersamaan dengan berakhirnya


pertandingan panas Pasangan suami-istri


itu.jimin mengecup kening dan memeluk


tubuh wanitanya yang ambruk lemah di atas


tubuhnya.


"차기야 사랑해 (cahagia-sarange)"bisik Jimin


sambil mengelus kepala Rachel. lama


keduanya berbaring berpelukan mengatur


napas yang sempat ngos-ngosan"chagi


bersihkan dulu tubuhmu baru tidur."Jimin


menepuk pipi Rachel dengan lembut karena


wanitanya kini sepertinya tertidur diatas


tubuhnya.


"hmm..aku ngantuk."jawab Rachel malas


sudah enggan turun dari atas tubuh Jimin.


Dengan lembut Jimin menggeser dan


menggendong tubuh wanitanya menuju


kamar mandi.Tidak nyaman tidur dengan


tubuh yang berkeringat dan sangat lengket.


Setelah keduanya selesai dengan ritual mandi


singkat.rachel langsung naik keatas ranjang


tubuhnya terasa sangat lelah karena malam


ini dia lebih banyak bergerak dibandingkan


Jimin yang lebih banyak menjadi penikmat


saja.


"Tidurlah dulu aku masih ada sedikit


urusan."Jimin mengecup kening dan bibir


Rachel sekilas sebelum pergi meninggalkan


Rachel yang sudah terlelap meski baru


beberapa detik merebahkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2