
"Kalau sudah tidak sakit,itu artinya aku bisa
menghukum mu sekarang?."seru Jimin tepat
ditelinga Rachel.
Merasakan deru nafas Jimin dengan aroma
mint di are lehernya membuat Rachel tanpa
sadar menganggukkan kepala.
"Aku mencicil hukumanku?."tanya Rachel
polos dengan mata terpejam menikmati
sentuhan jari tangan Jimin yang menyusuri
lehernya.
"Yang ini tidak termasuk chagia, karena
hukuman mu kali ini tidak termasuk dalam
hitungan". jawab Jimin dengan suara
seraknya dengan menyentuh leher wanitanya
tanpa melepaskan pandangan mata
keduanya.
Tangan Jimin berlahan tapi pasti menyusuri
leher istrinya sesekali memberikan gigitan
kecil yang meninggalkan tanda merah
disana."Aku menginginkan mu chagia".seru
Jimin dengan tatapan mendamba pada
istrinya.
Tanpa menunggu jawaban dari wanitanya
Jimin langsung menarik tengkuk Rachel
meraup dan mencium rakus bibir yang entah
sejak kapan menjadi candunya.Sesapan dan
Lum**a**Tan Jimin lancarkan menimbulkan
suara yang semakin membakar gai**rah
keduanya.
"ahh..."suara des**han merdu keluar dari
mulut mungil rachel.kali ini dia tidak ingin
menahan semua kenikmatan yang
dirasakannya saat ini.rachel bahkan
membalas semua sentuhan suaminya
dengan penuh rasa cinta.Membuka mulutnya
agar Jimin bisa leluasa mengeksplor semua
dengan lidahnya.Keduanya menikmati tautan
bibir dengan saling bertukar saliva.
"chagia aku sangat mencintaimu, jangan
pernah lari dariku lagi."suara Jimin begitu
lembut ketika mengungkapkan segala yang
ada dihatinya.Tanganya terus bergerak
menyusuri lekuk tubuh kecil
istrinya.mengecup,membelai bahkan
meremas bagian dada Rachel yang disambut
suara lenguhan kenikmatan dari wanitanya.
Jimin melepas semua yang menempel di
__ADS_1
tubuhnya dan ditubuh wanitanya sampai
mereka benar-benar polos tanpa sehelai
benangpun yang menghalangi pandangan
jimin.
Dengan leluasa Jimin menindih tubuh kecil
istrinya dengan sorot mata yang tidak pernah
beralih memandang tubuh indah rachel yang
selalu bisa membuat senjata keramatnya
berdiri tegak dibawah sana.
Rachel sampai menelan ludahnya dengan
susah payah melihat aksi Jimin yang
memandangi tubuhnya dari atas sampai
bawah seperti orang yang
kelaparan.Buru-buru Rachel menutupi
dadanya dengan kedua tangan saat mata
Jimin terus tertuju di daerah dadanya.Malu
rasanya walau Jimin sudah pernah
menikmatinya tapi Rachel selalu tak kuasa
bila Jimin memandangnya seakan baru
melihatnya.
"Chagia jangan ditutup."seru Jimin dengan
suara khas pria yang sedang menahan
hasrat.jimin langsung membenamkan
wajahnya di dada Rachel setelah berhasil
tangan tepat diatas kepala Rachel.Jimin
sudah tidak kuasa menahan sesuatu
dibawanya semakin tegak dan segera ingin
memasuki milik wanitanya.
Gigitan dan lu**m*tan Jimin didadanya
membuat Rachel bergerak seperti cacing
kepanasan.Bibirnya tak henti-hentinya
mengeluarkan suara lak**nat yang semakin
membakar gairah Jimin yang semakin
gencar memberikannya serangan-serangan
yang tak terduga.
Hingga akhirnya Jimin dengan gampangnya
membalikkan tubuh Rachel dan sudah
berada diatas menindih tubuh kekar
Jimin."Chagi bergerak lah."pinta Jimin
dengan.
Jimin membimbing wanitanya, mengarahkan
miliknya tepat di pintu masuk milik
rachel.tanpa menunggu lama Jimin langsung
menghentakkan pinggul wanitanya Sampai
miliknya amblas keseluruhan
kedalam."Auh..sakit.."jerit Rachel
spontan.kaget
__ADS_1
ketika miliknya langsung dipenuhi senjata
milik Jimin hanya dalam satu gerakan,namun
itu hanya sementara selanjutnya Rachel
mengikuti keinginan Jimin.
Tanpa banyak bicara Rachel melakukan apa
yang Jimin ingikan.Berlahan Rachel bergerak
seirama dengan hentakan dan suara Jimin
yang selalu menyerukan kata cinta dan tidak
lupa Jimin selalu tidak ketinggalan dengan
panggilan baru untuknya"chagia...chagia.."
Seisi kamar dipenuhi suara lenguhan dari dua
manusia yang saling bertukar keringat dan
peluh yang membasahi tubuh
keduanya.Sepanjang pergulatan keduanya
Rachel tak henti tersenyum mendengar kata
sayang dari Jimin untuknya.
"ahhh chagia...ahh sayang."suara keduanya
bergema bersamaan dengan berakhirnya
pertandingan panas Pasangan suami-istri
itu.jimin mengecup kening dan memeluk
tubuh wanitanya yang ambruk lemah di atas
tubuhnya.
"차기야 사랑해 (cahagia-sarange)"bisik Jimin
sambil mengelus kepala Rachel. lama
keduanya berbaring berpelukan mengatur
napas yang sempat ngos-ngosan"chagi
bersihkan dulu tubuhmu baru tidur."Jimin
menepuk pipi Rachel dengan lembut karena
wanitanya kini sepertinya tertidur diatas
tubuhnya.
"hmm..aku ngantuk."jawab Rachel malas
sudah enggan turun dari atas tubuh Jimin.
Dengan lembut Jimin menggeser dan
menggendong tubuh wanitanya menuju
kamar mandi.Tidak nyaman tidur dengan
tubuh yang berkeringat dan sangat lengket.
Setelah keduanya selesai dengan ritual mandi
singkat.rachel langsung naik keatas ranjang
tubuhnya terasa sangat lelah karena malam
ini dia lebih banyak bergerak dibandingkan
Jimin yang lebih banyak menjadi penikmat
saja.
"Tidurlah dulu aku masih ada sedikit
urusan."Jimin mengecup kening dan bibir
Rachel sekilas sebelum pergi meninggalkan
Rachel yang sudah terlelap meski baru
beberapa detik merebahkan tubuhnya.
__ADS_1