
Pagi itu dirumah mewah nanmegah,nampak
para maid sibuk dengan aktivitas dan
kegiatan masing-masing.
Ajuma yang juga kepala seluruh pelayan di
rumah ini tengah sibuk memperhatikan maid
yang sedang menata hidangan dan peralatan
makan.
dari arah lif terdengar suara sepasang suami
istri yang sedang berdebat,ntah apa yang
sedang Meraka bahas.
"yobo,pikirkan baik-baik perasaan anak
kita,dia sudah dewasa,dia bisa memilih
dengan siapa dia akan menjalani
hari-harinya"
"pokoknya kalau Deddy gak setuju sama
rencana mommy....ya udah mommy mo
pindah".menarik kursi dan mendudukkan
bokongnya.
"kok ngancam mo pindah!!,emang kamu mo
pindah kemana???"..
"mommy mo ke-zimbague."melirik
ajuma,sementara yang dilirik bingung tidak
tau harus menanggapi ucapan nyonya
besarnya.
"emang mau ngapain kesana yobo??.."
"mau ikut perang,terus mommy
ketembak,mati.nah kamu dan anakmu bisa
balik ke-ingris.
"lah..setau Deddy yang lagi perangkan Ukraina sama Rusia,kok Deddy ketinggalan berita."mulai bingung dengan dirinya sendiri.sementara ajuma tak bisa menahan tawanya sembari tersenyum melayani majikanya.
"bodo.."memasukkan makanan kemulutnya dengan cepat.
kesal dengan sikap suaminya yang tidak
mendukung rencana ya kali ini dan aksi
pindah negarapun sudah tidak berdampak
pada suaminya.
"morning..mi,Ded" sapa pria tampan itu pada
kedua orangtuanya yang lagi tidak
akur,biasanya yang ia saksikan setiap hari
adalah rengekan sang mommy dan bujukan
sang Deddy yang berujung
mesra-mesraan,seperti dunia milik berdua
yang lain pada ngekos.
"morning son, morning jim".ucap keduanya secara bersamaan,menoleh kearah putra mereka.
__ADS_1
"ajuma"..ya tuan muda"mengambilkan beberapa roti dan meletakkannya di hadapan tuanmudanya.
"apa tidak ada badai hari ini,kok tumben sepi".
melirik kearah kedua orangtuanya yang tampak sibuk dengan sarapan masing-masing.
"sepertinya begitu tuan muda"ucap kepala pelayan itu tersenyum sembari melirik kearah suami-istri itu.
"ajuma,입 다물어. (ib-damul-eo\=diamlah)seru
keduanya.jimin hanya menggelengkan
kepalanya melihat tingkah kedua
orangtuanya yang seperti anak kecil.
"Jim,kapan kamu akan mengerti apa yang
mommy inginkan".
"Jimin ngerti mom".
mulai malas menanggapi omongan mommy
yang mulai menjurus kearah yang
menurutnya gak penting.
"atau mungkin tunggu mommy mati dulu baru
kamu sadar apa yang mommy
inginkan".mom"seru Jimin dan Deddynya
menunjukkan ketidaksukaan mereka pada
ucapan mommynya.
"kalau kamu sayang mommy, please lakuin
apa yang mommy bilang"
Jimin sudah habis kata-kata untuk
memilih untuk beranjak dari tempat
duduknya danpergi."pak Choi,ayo kita
berangkat"
"baik tuan"pak Choi berlari kecil menuju pintu.
"jim.,dengarkan mommy sayang..."
"lakukan apa yang mommy inginkan, Deddy
Jimin pergi dulu". Deddy mengangkat
tangannya sebagai tanda.
*
*
*
*
*
*
*
Rachel yang selesai bekerja.hari ini
rencananya akan menemui pria yang
menagih utang kepadanya.rachel ingin
meminta waktu yang lebih lagi sebab tidak
mungkin baginya melunasi utang sebanyak
__ADS_1
itu dalam waktu yang diberikan hanya 3
bulan.
Rachel memasuki rumah tempat ia dan Naira
datang."mau apa kamu kemari,apa uangnya
sudah ada"salah satu penjaga rumah itu
menghadang Rachel."bisa saya bertemu
dengan tuan Lee".dengan wajah yang takut
Rachel berbicara."tunggu disini",lalu pria itu
masuk dan tak berapa lama keluar bersama
dengan seorang lelaki paruh baya yaitu tuan
Lee.
tuan Lee menatap Rachel dari atas sampai
kebawah denga senyum yang menurut
Rachel sangat mengerikan dan menjijikkan.
"maaf tuan Lee,kedatangan saya kemari untuk
meminta tambahan waktu,karna saya tidak
akan bisa mengumpulkan uang sebanyak itu
dalam waktu 3 bulan tuan".."lalu kau mau
waktu berapa lama"tanya tuan Lee".
"kasi saya waktu 1tahun tuan saya akan lebih
giat lagi mengumpulkan uang".ck..ck..ck kau
pikir ini negaramu,entah besok kau sudah
tidak bisa tinggal di negara ini,lalu bagai
mana dengan uangku.
"sebaiknya kau cari kerja yang tidak
membutuhkan tenaga yang banyak,tapi
menghasilkan uang yang
banyak".memutar-mutar rokok yang ada
ditangannya.
"tapi saya tidak tau pekerjaan seperti apa tuan
Lee"."pelayan di club', atau jadi pemanas
ranjang saya"tersenyum penuh misteri
kearah Rachel."maaf tuan Lee tapi saya tidak
tertarik"menahan amarahnya yang terlihat
dari sorot mata Rachel pada tuan Lee.
"kalau begitu tidak ada jalan lain kecuali
melunasi hutang temanmu itu sesuai waktu
yang sudah saya
katakan".melambai-lambaikan tangannya
kearah Rachel sebagai tanda mengusirnya
dari tempat itu.dengan berat hati Rachel
pergi.ai tidak tau harus melakukan,part time
__ADS_1
apa lagi untuk menghasilkan uang.