
sepasang suami-istri itu melakukan aktivitas
mereka masing-masing tanpa ada drama
yang selalu dibuat oleh sang pria.
"tumben,diam..biasanya selalu ngerjain
aku.atau mungkin dia lagi memikirkan
bagaimana cara menyambut kepulangan
orang yang dia cintai."Rachel menerka-nerka
sikap Jimin yang saat ini hanya duduk di
sofa mengotak-atik ponselnya entah apa
yang ia cari.
"tuan..ayo turun, mommy dan Deddy
menunggu untuk makan malam."mencoba
membuka pembicaraan.
"kemarilah sebentar."menarik Rachel duduk
dipangkuan dan memeluk pinggang Rachel
dengan erat.
"tapi tuan".takut mommy alin dan Deddy
Albert terlalu lama menuggu.
"apa begitu susah bagimu menuruti
kata-kataku?atau kau lebih suka jika aku
menghukummu seperti biasa?."menatap
Rachel dengan intens.rachel merasa sangat
sakit mengingat hal-hal seperti ini tidak akan
terjadi lagi sebab pemilik hati Jimin yang
sebenarnya telah kembali,entah apa yang
Rachel rasakan tapi ia membalas pelukan
hangat seorang Kim Jimin yang sejak
pertama bertemu adalah manusia yang tidak
tersentuh.
Rachel turun kelantai bawah setelah Jimin
menyuruhnya turun terlebih dahulu dengan
alasan dia ingin berbicara dengan Natan
masalah pekerjaan,tapi jauh dalam lubuk hati
Rachel Jimin tengah menyiapkan sesuatu
yang istimewa untuk jeslin.
menginjakkan kakinya
dilantai bawah ia mendengar suara tawa dari
dua orang wanita ,Rachel mendekati kearah sumber suara
tawa itu dan melihat seorang wanita yang
sangat cantik berpenampilan sangat
modis,dan bodinya bak model papan atas,tengah asik besenda gurau dengan mommy alin,nampak kedua wanita itu sangat akrab satu sama lain.
"reach..Jimin mana?.tanya mommy alin ketika
melihat keberadaan Rachel.
"sebentar lagi katanya mom."melihat kearah
wanita itu.
"oh..ia..kenalin ini jeslin kekasihnya
jimin.jeslin ini Rachel yang mommy ceritain."
"hai.. reach,aku jeslin.senang berkenalan
denganmu,semoga kedepannya kita bisa
akrab seperti kakak-adik sapa wanita itu
dengan sangat ramah dan senyuman
indahnya.
"hai.. eonni,saya Rachel.senang berkenalan
dengan eonni juga."sambut Rachel dengan
tersenyum yang ia buat senatural mungkin
walau jauh didalam hatinya ada kesedihan.
tak berselang lama setelah perkenalan itu
Jimin dan Deddy Albert turun dan bergabung
__ADS_1
bersama mereka,ada sesuatu yang menurut
Rachel aneh dimana Jimin hanya memasang
wajah datarnya dan tidak melihat sedikitpun
kepada jeslin.bahkan jeslin yang antusias
menyambut Jimin dengan berlari dan
memeluk jimin dan langsung menggandeng
tangan Jimin menuju meja makan.deddy
Albert yang melihat hanya menghembuskan
napas panjangnya berlahan agar tidak
didengar jeslin,sementara mommy alin
memberi tatapan tajam pada Deddy Albert.
"ayo..kita makan malam dulu sambil
ngobrol."mommy alin berusaha mencairkan
suasana yang dirasanya sudah mulai
tegang.mommy alin menarik kursi untuk
jeslin tempati,tempat duduk Rachel yang
sudah ia duduki beberapa bulan belakangan
ini.
"gadis idiot..apa kamu gak tau dimana tempat
dudukmu?."Jimin menatap Rachel
"saya disini juga gak masalah tuan."jawab
rachel,ia hanya mengikuti kemauan mommy
Jimin.
"apa kau tuli."Jimin sudah meninggikan
suaranya karena Rachel selalu beralasan,
mommy, Deddy dan jeslin saling pandang
mendengar suara Jimin.
"maaf..nona jeslin.ini tempat duduk nona
muda,jadi silakan nona duduk di kursi yang
lainnya."ajuma datang dan mencoba
"semua tempat sama saja sayang.biar kalian
lebih enak ngobrolnya."mommy alin
menimpali ucapan ajuma.
"apa kau tuli?,atau yang dikatakan ajuma
kurang jelas hahh?."Jimin sudah tidak bisa
menahan amarahnya dan membentak Rachel
"rach..."Deddy Albert memberi kode pada
Rachel untuk segera pindah disusul jeslin
yang beranjak menuju kursi lain dengan
perasaan malu,kesal dan heran dengan sikap
Jimin.ia tidak mau makan malam berantakan
karena ulah sang istri yang membawa jeslin
kembali kenegara ini.
deddy Albert sangat paham dengan sifat
putranya.akhirnya makan mereka
berlangsung dengan didominasi mommy alin
dan jeslin yang banyak bicara sedangkan
Jimin seolah bisu walau pertanyaan itu
ditujukan untuknya,ia hanya merespon ketika
Deddynya yang berbicara dan akan menatap
Rachel dengan tajam bila Rachel ikut
menanggapi cerita mommynya dan jeslin.
setelah makan malam Jimin dan Deddy
Albert nampak serius bercerita ditemani
wine yang mereka minum,sementara
ditempat lain ada mommy yang sibuk
membujuk jeslin yang masih sedih dengan
sikap Jimin di meja makan.
__ADS_1
"ajuma..kenapa tuan tidak merasa bahagia
melihat kekasihnya sudah kembali?."Rachel
juga merasa ada yang aneh dengan sikap
dingin Jimin.
"itu dulu..sekarang tidak."jawab ajuma yang
tengah sibuk menyusun peralatan makan
yang sudah di cuci bersama Rachel.
"memang sekarang siapa yang ada di hati
tuan Jimin?apa ajuma tahu?."Rachel
penasaran.
"nona muda orangnya,apa nona tidak sadar
juga?."Rachel tertawa jengah mendengar
ucapan ajuma yang menurutnya sangat tidak
masuk akal.
"apa hukuman selama ini kurang meyakinkan
nona muda."
"ahhh..ajuma..sssstt."Rachel panik dengan
penuturan ajuma.ia tidak menyangka ajuma
juga melihat hukuman Jimin atasnya.
"saya juga sering liat." bisik ajuma, Rachel
yang panik spontan menutup mulut ajuma
dengan tangannya.ajuma yang melihat
kelakuan absolute Rachel tidak bisa
menahan tawanya.
setelah selesai dengan urusannya rachel
bergabung dengan mommy alin dan
jeslin,walau ia hanya sebagai pendengar saja
karna baru mengenal jeslin.
Deddy Albert menyudahi perbincangan
mereka dengan alasan capek mau
istirahat,Jimin juga menghampiri Rachel dan
menyuruhnya mengikuti Jimin.
dengan secepatnya Rachel bangkit dan
mengikuti jimin meninggalkan jeslin dengan
sorot mata yang sedih.
"naik."menepuk tempat disebelahnya.rachel
dengan langkah yang perlahan menaiki
tempat tidur disebelah Jimin.
"apa kau takut karena aku membentakmu
tadi?."Jimin merasa bersalah karna
membentak Rachel diruang makan.rachel
hanya mengangguk pelan.
"jangan membantahku lagi.turuti aku bukan
mommy lagi ."jimin membawa kepala Rachel
kedadanya dan memeluk tubuh Rachel.
Rachel merasa nyaman dengan posisi
mereka saat itu ada rasa bahagia dan rasa
takut yang ia rasakan lenyap begitu saja saat
mendengar detak jantung Jimin di sertai
suara lembut Jimin yang membuat seolah
ia adalah istri yang sangat dicintai.tanpa
terasa kantuknya sudah tidak bisa
ditahannya,Jimin yang mendengar suara
napas teratur istrinya hanya tersenyum dan
mencium keningnya.
"ch..dasar..idiot.."Jimin tersenyum dan
mencium kening Rachel,menarik selimut
untukenutupi tubuh istrinya.
__ADS_1