
perkerjaan yang ia tekuni saat ini membuat
Rachel bersemangat setiap hari,walau
kadang ia lelah karena setiap akhir pekan
akan banyak pengunjung yang memenuhi
cafe,tapi semua itu tidak menyurutkan
semangatnya ia sangat menikmatinya.yuri
juga sangat baik,bahkan pacar Yuri yang
bernama Shane Filan juga sangat akrab
dengan rachel.ia bersyukur dipertemukan
dengan orang-orang baik,bahkan
hubungannya dengan Naira berangsur
membaik walau Rachel masih belum
mempercayai Naira sepenuhnya.
Jimin tidak mempermasalahkan kegiatan
Rachel,ia juga tengah sibuk bersama Natan
untuk launching proyek baru mereka,setiap
hari Natan akan melajutkan pekerjaan
mereka dirumah tepatnya diruang kerja
jimin,Natan juga lebih sering menginap dan
mulai mengurusi pekerjaan Jimin sampai
kerumah,atas perintah Deddy Albert yang
mengingat putranya sangat sibuk.
sekalipun demikian Natan tidak pernah
bertatap muka langsung dengan Rachel
hanya sekilas mengingat Rachel juga
berangkat lebih dahulu dari Jimin dan
Natan,jadi Natan tidak tahu seperti apa wajah
istri tuanya.
*
*
*
*
*
sudah sebulan Rachel bekerja di cafe milik
yuri.dengan menaiki subway setiap
harinya.hari ini dipastikan pengunjung akan
banyak mengingat hari ini akhir pekan.
"pagi smua."Yuri datang menyapa pada
karyawannya.
"rech,hari ini kamu dikasir,bisa?."tanya Yuri
kepada Rachel."
"bisa eonni,memang eonni mau pergi?."
"ya,hari ini eonni dan Shane akan fitting baju
pengantin,sekalian mau makan siang,jadi
mungkin lama."Yuri dan Shane akan menikah
beberapa hari lagi.
"baik,siap, eonni."jawab Rachel dengan
mengangkat kedua ibu jarinya.
"Naira,kamu bantu Rachel juga."
"baik, eonni."jawab Naira juga.
sepeninggalan Yuri yang sudah dijemput
Shane,mereka mulai sibuk melayani
pengunjung.rachel dan juga Naira terlihat
salingbantu satu sama lain.
entah angin apa yang terjadi,biasanya salju
akan turun di awal bulan Desember tapi ini
masih bulan November memang tidak
selebat dibulan Desember tapi tetap saja
suasana berubah dingin.
"kok tiba-tiba salju."Rachel menunjuk kearah
luar yang diikuti Naira melihat kearah jari
Rachel.
"pantas tadi tiba-tiba dingin banget."
"gimana nih..aku gak bawa baju sweater lagi."
__ADS_1
Rachel sungguh tidak menyangka akan turun
salju.
"aku juga gak bawa rech.soalnyakan gak
biasanya salju turun di bulan ini."menimpali
ucapan Rachel.
"kamu enak,rumah kamu dekat,lah..aku dari
stasiun subway kerumah jaraknya lumayan
jauh."Naira hanya berjarak beberapa meter
dari tempat kerja berbeda denga Rachel yang
harus naik transport umun dan berjalan kaki.
jam kerja mereka telah usai,sebelum pulang
seperti biasanya para karyawan akan
membersihkan cafe tersebut agar besoknya
tidak terlalu report.setelah semuanya beres
satu persatu karyawan pulang meninggalkan
cafe hanya tersisa Rachel dan Naira saja.
"rach,kamu kuat gak,atau kamu nginap di
rumahku aja."ajak Naira pada Rachel.
"nggak usah,nanti ajuma khawatir."jelas
Rachel yang mengingat ucapan Jimin supaya
tidak membuat drama.
"ya sudah,kalau begitu ayo kita pulang,kunci
cafe biar aku aja yang bawa,rumah aku
dekat."rachel akhirnya menyetujui ucapan
Naira,mereka akhirnya mengambil jalan
masing-masing.rachel menaiki subway
Yanga akan membawanya pulang,belum
beberapa menit subway itu begerak,sebuah
berita mencengangkan disiarkan televisi
yang terdapat didalam subway,yang
mengatakan ada exciden didekat jalan
Hongdae.
jalur yang dilalui subway yang ia naiki,maka
semua penumpang diturunkan dijalur
oleh pihak yang berwajib untuk melakukan
investigasi.
Rachel yang sudah tidak ada pilihan akhirnya
memilih menempuh sisa perjalananya yang
masih jauh ditengah gempuran salju yang
turun.
"dingin sekali."Rachel menggosokkan
tangannya untuk mengurai rasa dingin yang
sudah menembus sampai ke
tulang-tulangnya.kepalanya mulai tertutup
butiran salju,Rachel sudah tidak dapat
merasakan tubuhnya,tangan mulai kaku dan
tidak bisa digerakkan, bibirnya sudah
bergetar hebat akibat dinginnya cuaca.
"apa aku akan mati hari ini?.ya tuhan tolong
aku."rachel sudah tidak kuat berjalan
selangkah saja ia harus exstra tenaga
sementara tenaganya sudah tidak tersisa.
sebuah mobil mewah melintas melewati
Rachel dan ia sudah tidak bisa bertahan dan
akhirnya jatuh di jalan.tiba-tiba mobil itu
berhenti mendadak yang membuat
penumpang didalamnya terhuyung.
"pak, Choi
apa kau ingin membunuhku."Jimin terkejut
dengan ulah supir pribadinya,Natan yang
disamping pak Choi juga merasa kaget.
"maaf tuan,tapi itu nona muda jatuh
pingsan."pak Choi memundurkan mobilnya
tanpa menunggu perintah dari Jimin terlebih
__ADS_1
dahulu.
pak Choi,Jimin,dan Natan buru-buru keluar
untuk melihat.rachel sudah tergeletak
dengan tubuh yang kaku dan tidak bergerak
sama sekali.
"tuan,ini memang nona muda."teriak pak
choi,Natan yang melihat kearah Rachel
terkejut, bukankah gadis ini yang hampir
tertabrak waktu itu,jadi gadis ini yang tuan
Jimin nikahi."dengan sigap Natan hendak
mengangkat tubuh Rachel.
"Natan,turunkan tanganmu yang kotor
itu."Jimin berlari dan langsung membopong
tubuh rachel,walau ia tidak mencintai Rachel
tapi Jimin juga tidak suka melihat Natan
menyentuh Rachel.
"pak, Choi cepat sedikit ia sudah tidak
bergerak.natan cepat hubungi dokter
Michael."perintah Jimin segera membuka jas
yang ia kenakan untuk menghangatkan tubuh
Rachel tapi sepertinya tidak berdampak
sedikitpun.
"cepatlah pak , Choi."Jimin sudah tidak tahu
harus berbuat apa melihat Rachel sudah
kaku.
pak'choi memarkirkan mobil sudah tidak
beraturan,Natan berlari keluar terlebih dahulu
untuk membukakan pintu.jimin
menggendong tubuh Rachel,sambil berteriak
memanggil ajuma, kericuhan yang terjadi
membuat beberapa pengawal dan maid
berkumpul melihat apa yang terjadi.ajuma
datang tergopoh-gopoh langsung mengikuti
Jimin menuju kamar dan meletakkan Rachel
ditempat tidurnya.
"ajuma naikkan suhu penghangat."
"tuan nona muda kenapa."ajuma sangat
terkejut melihat keadaan Rachel.
"tumpukan semua selimut keatas tubuh nona
muda."ajuma memerintahkan maid lainnya
untuk bergerak cepat,sedangkan Jimin sibuk
menggosok tangan Jimin untuk memberi
kehangatan.
selang beberapa saat dokter Michael sampai
di dampingi seorang perawat wanita dan
Natan bergegas menuju kamar Jimin.
"cepat kau kau obati dia."dengan nada
memerintah.
"semuanya bisa keluar kecuali Jimin."semua
orang yang ada dalam kamar itupun keluar
dari kamar.dokter Michael bersama perawat
mengeluarkan bebarapa alat dan
menempelkanya ketubuh rachel.sudah
menghabiskan waktu satu jam lamanya tapi
tidak ada reaksi,tubuhnya pun semakin
dingin dan kaku."bagai mana."Jimin bertanya
kepada Michael yang merupakan dokter
keluarga Kim dan juga masih ada hubungan
keluarga.
"sepertinya tidak berhasil."menjelaskan pada
Jimin.
"Michael apa maksudmu tidak ada
hasil."Jimin mulai menaikan nada bicaranya.
"keluarlah,aku ingin bicara berdua dengan
__ADS_1
Jimin."menyuruh suster keluar dari kamar
tersebut.