Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
hari yang tidak terduga ep24


__ADS_3

perkerjaan yang ia tekuni saat ini membuat


Rachel bersemangat setiap hari,walau


kadang ia lelah karena setiap akhir pekan


akan banyak pengunjung yang memenuhi


cafe,tapi semua itu tidak menyurutkan


semangatnya ia sangat menikmatinya.yuri


juga sangat baik,bahkan pacar Yuri yang


bernama Shane Filan juga sangat akrab


dengan rachel.ia bersyukur dipertemukan


dengan orang-orang baik,bahkan


hubungannya dengan Naira berangsur


membaik walau Rachel masih belum


mempercayai Naira sepenuhnya.


Jimin tidak mempermasalahkan kegiatan


Rachel,ia juga tengah sibuk bersama Natan


untuk launching proyek baru mereka,setiap


hari Natan akan melajutkan pekerjaan


mereka dirumah tepatnya diruang kerja


jimin,Natan juga lebih sering menginap dan


mulai mengurusi pekerjaan Jimin sampai


kerumah,atas perintah Deddy Albert yang


mengingat putranya sangat sibuk.


sekalipun demikian Natan tidak pernah


bertatap muka langsung dengan Rachel


hanya sekilas mengingat Rachel juga


berangkat lebih dahulu dari Jimin dan


Natan,jadi Natan tidak tahu seperti apa wajah


istri tuanya.


*


*


*


*


*


sudah sebulan Rachel bekerja di cafe milik


yuri.dengan menaiki subway setiap


harinya.hari ini dipastikan pengunjung akan


banyak mengingat hari ini akhir pekan.


"pagi smua."Yuri datang menyapa pada


karyawannya.


"rech,hari ini kamu dikasir,bisa?."tanya Yuri


kepada Rachel."


"bisa eonni,memang eonni mau pergi?."


"ya,hari ini eonni dan Shane akan fitting baju


pengantin,sekalian mau makan siang,jadi


mungkin lama."Yuri dan Shane akan menikah


beberapa hari lagi.


"baik,siap, eonni."jawab Rachel dengan


mengangkat kedua ibu jarinya.


"Naira,kamu bantu Rachel juga."


"baik, eonni."jawab Naira juga.


sepeninggalan Yuri yang sudah dijemput


Shane,mereka mulai sibuk melayani


pengunjung.rachel dan juga Naira terlihat


salingbantu satu sama lain.


entah angin apa yang terjadi,biasanya salju


akan turun di awal bulan Desember tapi ini


masih bulan November memang tidak


selebat dibulan Desember tapi tetap saja


suasana berubah dingin.


"kok tiba-tiba salju."Rachel menunjuk kearah


luar yang diikuti Naira melihat kearah jari


Rachel.


"pantas tadi tiba-tiba dingin banget."


"gimana nih..aku gak bawa baju sweater lagi."

__ADS_1


Rachel sungguh tidak menyangka akan turun


salju.


"aku juga gak bawa rech.soalnyakan gak


biasanya salju turun di bulan ini."menimpali


ucapan Rachel.


"kamu enak,rumah kamu dekat,lah..aku dari


stasiun subway kerumah jaraknya lumayan


jauh."Naira hanya berjarak beberapa meter


dari tempat kerja berbeda denga Rachel yang


harus naik transport umun dan berjalan kaki.


jam kerja mereka telah usai,sebelum pulang


seperti biasanya para karyawan akan


membersihkan cafe tersebut agar besoknya


tidak terlalu report.setelah semuanya beres


satu persatu karyawan pulang meninggalkan


cafe hanya tersisa Rachel dan Naira saja.


"rach,kamu kuat gak,atau kamu nginap di


rumahku aja."ajak Naira pada Rachel.


"nggak usah,nanti ajuma khawatir."jelas


Rachel yang mengingat ucapan Jimin supaya


tidak membuat drama.


"ya sudah,kalau begitu ayo kita pulang,kunci


cafe biar aku aja yang bawa,rumah aku


dekat."rachel akhirnya menyetujui ucapan


Naira,mereka akhirnya mengambil jalan


masing-masing.rachel menaiki subway


Yanga akan membawanya pulang,belum


beberapa menit subway itu begerak,sebuah


berita mencengangkan disiarkan televisi


yang terdapat didalam subway,yang


mengatakan ada exciden didekat jalan


Hongdae.


jalur yang dilalui subway yang ia naiki,maka


semua penumpang diturunkan dijalur


oleh pihak yang berwajib untuk melakukan


investigasi.


Rachel yang sudah tidak ada pilihan akhirnya


memilih menempuh sisa perjalananya yang


masih jauh ditengah gempuran salju yang


turun.


"dingin sekali."Rachel menggosokkan


tangannya untuk mengurai rasa dingin yang


sudah menembus sampai ke


tulang-tulangnya.kepalanya mulai tertutup


butiran salju,Rachel sudah tidak dapat


merasakan tubuhnya,tangan mulai kaku dan


tidak bisa digerakkan, bibirnya sudah


bergetar hebat akibat dinginnya cuaca.


"apa aku akan mati hari ini?.ya tuhan tolong


aku."rachel sudah tidak kuat berjalan


selangkah saja ia harus exstra tenaga


sementara tenaganya sudah tidak tersisa.


sebuah mobil mewah melintas melewati


Rachel dan ia sudah tidak bisa bertahan dan


akhirnya jatuh di jalan.tiba-tiba mobil itu


berhenti mendadak yang membuat


penumpang didalamnya terhuyung.


"pak, Choi


apa kau ingin membunuhku."Jimin terkejut


dengan ulah supir pribadinya,Natan yang


disamping pak Choi juga merasa kaget.


"maaf tuan,tapi itu nona muda jatuh


pingsan."pak Choi memundurkan mobilnya


tanpa menunggu perintah dari Jimin terlebih

__ADS_1


dahulu.


pak Choi,Jimin,dan Natan buru-buru keluar


untuk melihat.rachel sudah tergeletak


dengan tubuh yang kaku dan tidak bergerak


sama sekali.


"tuan,ini memang nona muda."teriak pak


choi,Natan yang melihat kearah Rachel


terkejut, bukankah gadis ini yang hampir


tertabrak waktu itu,jadi gadis ini yang tuan


Jimin nikahi."dengan sigap Natan hendak


mengangkat tubuh Rachel.


"Natan,turunkan tanganmu yang kotor


itu."Jimin berlari dan langsung membopong


tubuh rachel,walau ia tidak mencintai Rachel


tapi Jimin juga tidak suka melihat Natan


menyentuh Rachel.


"pak, Choi cepat sedikit ia sudah tidak


bergerak.natan cepat hubungi dokter


Michael."perintah Jimin segera membuka jas


yang ia kenakan untuk menghangatkan tubuh


Rachel tapi sepertinya tidak berdampak


sedikitpun.


"cepatlah pak , Choi."Jimin sudah tidak tahu


harus berbuat apa melihat Rachel sudah


kaku.


pak'choi memarkirkan mobil sudah tidak


beraturan,Natan berlari keluar terlebih dahulu


untuk membukakan pintu.jimin


menggendong tubuh Rachel,sambil berteriak


memanggil ajuma, kericuhan yang terjadi


membuat beberapa pengawal dan maid


berkumpul melihat apa yang terjadi.ajuma


datang tergopoh-gopoh langsung mengikuti


Jimin menuju kamar dan meletakkan Rachel


ditempat tidurnya.


"ajuma naikkan suhu penghangat."


"tuan nona muda kenapa."ajuma sangat


terkejut melihat keadaan Rachel.


"tumpukan semua selimut keatas tubuh nona


muda."ajuma memerintahkan maid lainnya


untuk bergerak cepat,sedangkan Jimin sibuk


menggosok tangan Jimin untuk memberi


kehangatan.


selang beberapa saat dokter Michael sampai


di dampingi seorang perawat wanita dan


Natan bergegas menuju kamar Jimin.


"cepat kau kau obati dia."dengan nada


memerintah.


"semuanya bisa keluar kecuali Jimin."semua


orang yang ada dalam kamar itupun keluar


dari kamar.dokter Michael bersama perawat


mengeluarkan bebarapa alat dan


menempelkanya ketubuh rachel.sudah


menghabiskan waktu satu jam lamanya tapi


tidak ada reaksi,tubuhnya pun semakin


dingin dan kaku."bagai mana."Jimin bertanya


kepada Michael yang merupakan dokter


keluarga Kim dan juga masih ada hubungan


keluarga.


"sepertinya tidak berhasil."menjelaskan pada


Jimin.


"Michael apa maksudmu tidak ada


hasil."Jimin mulai menaikan nada bicaranya.


"keluarlah,aku ingin bicara berdua dengan

__ADS_1


Jimin."menyuruh suster keluar dari kamar


tersebut.


__ADS_2