Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 72.


__ADS_3

Benar saja Rachel dikurung di apartemen


yang dulu yang dibelikannya atas nama


Rachel istrinya.Tapi anehnya Rachel dikurung


bukan karena alasan cemburu atas kejadian


dimana Rachel dan Nicky bertemu karena


Rachel sudah menjelaskan sekaligus


membeberkan isi hatinya yang begitu


mencintai Jimin.


"Sayang..."rengek Rachel yang tidak terima


karena dirinya tetap dihukum walau bukan


alasan cemburu lagi.yang anehnya dia tetap


dihukum karena baru kali ini Rachel


menggunakan black card yang Jimin


berikan."Tidak bisa begitu."ungkap Rachel


yang merasa keberatan.


"Chagia..tidak ada bantahan atau mau aku


hukum dengan kurungan yang lebih lama


lagi?hmm..."ucap Jimin dengan mencubit


gemas dagu istrinya.ya,Jimin sangat bahagia


walau tadinya dia sempat merasa marah


melihat kedekatan istrinya dengan pria


lain.Tapi begitu istrinya menjelaskan


sekaligus mengungkapkan isi hatinya Jimin


langsung merasa tersanjung."Sekarang kita


tidur."menarik Rachel kedalam pelukannya.


"Kim jimin Adalberto barnett."pekik Rachel


terkejut karena dengan tiba-tiba tubuhnya


yang ditarik kedalam pelukan suaminya."Itu


tidak adil."sambung Rachel saat tubuhnya


sudah tenggelam didalam pelukan Jimin.


"Siapa suruh black card yang kuberikan


sekian lama baru hari ini kau gunakan!."balas


jimin dengan mata terpejam.


"Kalau begitu aku akan menguras habis isi


dari black card mu itu."jawab Rachel ketus


dengan memajukan bibirnya.


"cup"


dengan cepat Jimin menyambar bibir istrinya


sekilas."Lakukanlah Chagia."lanjutnya dengan


tertawa lalu kembali menarik Rachel dalam

__ADS_1


pelukannya.


Keduanya diam dan merasakan kehangatan


dalam pelukan tubuh satu sama lain beradu


dengan rasa cinta yang mereka rasakan.jimin


ingin selalu berada disamping Rachel wanita


yang sangat dicintainya. Demikian Rachel


yang merasa bahagia mendapat cinta yang


begitu besar dari Jimin suaminya.


*


*


*


Sementara ditempat lain tempatnya disebuah


club mewah jeslin sedang duduk dan


menikmati minuman beralkohol ditemani


seorang bertato.


"Apa imbalan yang bisa kudapat jika aku


berhasil?."tanya si pria bertato yang bernama


Dion menghembuskan asap rokok kearah


jeslin. sambil menyusuri tubuh jeslin yang


sexsi dengan gerakan sensual menggunakan


jemarinya.


berhasil."jawab jeslin dengan membalas


membelai wajah Dion dengan gerakan yang


sama seperti yang dilakukan pria itu


padanya.


"Aku ingin bayaran yang sangat mahal dan


juga___"Dion menyusuri tubuh jeslin mulai


dari atas sampai bawah dengan


menyunggingkan senyum smirknya."Aku


menginginkan mu malam ini".bisik Dion tepat


ditelinga jeslin.


"Apapun yang kau inginkan."jeslin menjawab


sambil mengalungkan kedua tangannya ke


leher Dion dengan manja.


Keduanya pun sepakat melanjutkan


kesepakatan mereka disalah satu kamar


hotel . Jeslin rela melakukan apapun demi


melancarkan rencananya untuk


menyingkirkan Rachel dari Jimin.


"Ternyata kau sama brengseknya dengan

__ADS_1


ku."seru Dion sambil terkekeh mengingat


permainan panasnya dan ternyata jeslin


sudah tidak suci lagi.


"Tapi kau menikmati permainanku."balas


jeslin dengan santainya lalu beranjak turun


dari atas ranjang dan mengenakan


pakaiannya."Tunggu arahan ku


selanjutnya ."ucap jeslin setelah sudah rapi.


"Apa kau akan pergi secepat ini?."tanya Dion


saat melihat jeslin yang sudah rapi dan


hendak pergi meninggalkannya.


"Aku masih banyak urusan ."


"Apa tidak sebaiknya kita mencoba ronde


berikutnya."goda Dion yang sudah berdiri


dengan memperlihatkan tubuh polosnya di


depan jeslin.


"ck...aku sibuk,tapi kalau kau sudah berhasil


menyingkirkan wanita asing itu aku tidak


akan menolak mu."jawab jeslin dan berjalan


keluar dari kamar hotel.


"Dasar wanita licik."gumam Dion dengan


menyunggingkan senyum smirknya.


Dion pun akhirnya mulai menyusun rencana


bersama beberapa anak buahnya untuk


menyingkirkan Rachel secepatnya sesuai


dengan perintah jeslin.Dengan membagi


tugas dengan para anak buahnya Dion


menjelaskan tugas yang harus dilakukan


anak buahnya.Dion sangat yakin Rachel


selalu dijaga para bodyguard dengan ketat


mengingat Jimin adalah orang yang sangat


berpengaruh.


"Kalian harus hati-hati dan jangan lakukan


kesalahan sekecil apapun, kalau sampai itu


terjadi maka nyawa kalian yang akan jadi


taruhannya."jelas Dion dengan nada


ancaman pada anak buahnya. sesudah itu


Dion menyuruh anak buahnya keluar dari


ruangannya dan melanjutkan tidurnya


kembali.

__ADS_1


__ADS_2