
Benar saja Rachel dikurung di apartemen
yang dulu yang dibelikannya atas nama
Rachel istrinya.Tapi anehnya Rachel dikurung
bukan karena alasan cemburu atas kejadian
dimana Rachel dan Nicky bertemu karena
Rachel sudah menjelaskan sekaligus
membeberkan isi hatinya yang begitu
mencintai Jimin.
"Sayang..."rengek Rachel yang tidak terima
karena dirinya tetap dihukum walau bukan
alasan cemburu lagi.yang anehnya dia tetap
dihukum karena baru kali ini Rachel
menggunakan black card yang Jimin
berikan."Tidak bisa begitu."ungkap Rachel
yang merasa keberatan.
"Chagia..tidak ada bantahan atau mau aku
hukum dengan kurungan yang lebih lama
lagi?hmm..."ucap Jimin dengan mencubit
gemas dagu istrinya.ya,Jimin sangat bahagia
walau tadinya dia sempat merasa marah
melihat kedekatan istrinya dengan pria
lain.Tapi begitu istrinya menjelaskan
sekaligus mengungkapkan isi hatinya Jimin
langsung merasa tersanjung."Sekarang kita
tidur."menarik Rachel kedalam pelukannya.
"Kim jimin Adalberto barnett."pekik Rachel
terkejut karena dengan tiba-tiba tubuhnya
yang ditarik kedalam pelukan suaminya."Itu
tidak adil."sambung Rachel saat tubuhnya
sudah tenggelam didalam pelukan Jimin.
"Siapa suruh black card yang kuberikan
sekian lama baru hari ini kau gunakan!."balas
jimin dengan mata terpejam.
"Kalau begitu aku akan menguras habis isi
dari black card mu itu."jawab Rachel ketus
dengan memajukan bibirnya.
"cup"
dengan cepat Jimin menyambar bibir istrinya
sekilas."Lakukanlah Chagia."lanjutnya dengan
tertawa lalu kembali menarik Rachel dalam
__ADS_1
pelukannya.
Keduanya diam dan merasakan kehangatan
dalam pelukan tubuh satu sama lain beradu
dengan rasa cinta yang mereka rasakan.jimin
ingin selalu berada disamping Rachel wanita
yang sangat dicintainya. Demikian Rachel
yang merasa bahagia mendapat cinta yang
begitu besar dari Jimin suaminya.
*
*
*
Sementara ditempat lain tempatnya disebuah
club mewah jeslin sedang duduk dan
menikmati minuman beralkohol ditemani
seorang bertato.
"Apa imbalan yang bisa kudapat jika aku
berhasil?."tanya si pria bertato yang bernama
Dion menghembuskan asap rokok kearah
jeslin. sambil menyusuri tubuh jeslin yang
sexsi dengan gerakan sensual menggunakan
jemarinya.
berhasil."jawab jeslin dengan membalas
membelai wajah Dion dengan gerakan yang
sama seperti yang dilakukan pria itu
padanya.
"Aku ingin bayaran yang sangat mahal dan
juga___"Dion menyusuri tubuh jeslin mulai
dari atas sampai bawah dengan
menyunggingkan senyum smirknya."Aku
menginginkan mu malam ini".bisik Dion tepat
ditelinga jeslin.
"Apapun yang kau inginkan."jeslin menjawab
sambil mengalungkan kedua tangannya ke
leher Dion dengan manja.
Keduanya pun sepakat melanjutkan
kesepakatan mereka disalah satu kamar
hotel . Jeslin rela melakukan apapun demi
melancarkan rencananya untuk
menyingkirkan Rachel dari Jimin.
"Ternyata kau sama brengseknya dengan
__ADS_1
ku."seru Dion sambil terkekeh mengingat
permainan panasnya dan ternyata jeslin
sudah tidak suci lagi.
"Tapi kau menikmati permainanku."balas
jeslin dengan santainya lalu beranjak turun
dari atas ranjang dan mengenakan
pakaiannya."Tunggu arahan ku
selanjutnya ."ucap jeslin setelah sudah rapi.
"Apa kau akan pergi secepat ini?."tanya Dion
saat melihat jeslin yang sudah rapi dan
hendak pergi meninggalkannya.
"Aku masih banyak urusan ."
"Apa tidak sebaiknya kita mencoba ronde
berikutnya."goda Dion yang sudah berdiri
dengan memperlihatkan tubuh polosnya di
depan jeslin.
"ck...aku sibuk,tapi kalau kau sudah berhasil
menyingkirkan wanita asing itu aku tidak
akan menolak mu."jawab jeslin dan berjalan
keluar dari kamar hotel.
"Dasar wanita licik."gumam Dion dengan
menyunggingkan senyum smirknya.
Dion pun akhirnya mulai menyusun rencana
bersama beberapa anak buahnya untuk
menyingkirkan Rachel secepatnya sesuai
dengan perintah jeslin.Dengan membagi
tugas dengan para anak buahnya Dion
menjelaskan tugas yang harus dilakukan
anak buahnya.Dion sangat yakin Rachel
selalu dijaga para bodyguard dengan ketat
mengingat Jimin adalah orang yang sangat
berpengaruh.
"Kalian harus hati-hati dan jangan lakukan
kesalahan sekecil apapun, kalau sampai itu
terjadi maka nyawa kalian yang akan jadi
taruhannya."jelas Dion dengan nada
ancaman pada anak buahnya. sesudah itu
Dion menyuruh anak buahnya keluar dari
ruangannya dan melanjutkan tidurnya
kembali.
__ADS_1