
Jimin kembali fokus pada latihannya, membiarkan kedua pria yaitu Natan dan sepupunya Michael menertawakannya sepuas hati.
"Aku akan membalas kalian nanti."Itulah yang ada dalam benak Jimin saat ini.
"Hei,apa kau punya dendam pribadi pada sepupuku itu?."Tanya Michael penuh telisik pada Natan.
"Tidak."Jawab Natan dengan muka datar.
"진자 ?(jinja \=benarkah?)."Michael memiringkan wajahnya sembari memicingkan kedua matanya sakan menyelidiki jawaban singkat dari asisten sepupunya itu. Wajar saja Michael mencurigai Natan, Seingatnya Natan selalu bersikap acuh dan terkesan tidak ingin dekat dengannya.
"Ahh..sudahlah,aku tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini."Michael memutuskan merekam segala aksi Jimin dengan ponselnya daripada mempertanyakan tujuan Natan menyuruhnya datang ketempat itu.
Kini kedua pria itu fokus melihat Jimin latihan dance dengan segala gerakan aneh yang membuat Michael dan Natan tertawa terbahak-bahak.
siapa yang bisa menahan tawa,ketika Jimin secara tak sengaja menendang tulang kering di bagian kaki pelatih dance-nya.Masih banyak lagi gerakan dance aneh Jimin namun berakhir mengenai tubuh pelatihnya.
Saat itu terjadi,Jimin yang merasa dirinya salah langsung meminta maaf tapi yang dihadapinya malah pelatih dance-nya yang membungkuk padahal dia adalah korban.Melihat aksi dari keduanya malah mendatangkan Suara tawa yang pecah dari Michael dan Natan.
__ADS_1
Natan dan Michael malah bertepuk tangan kegirangan.Kedua pria itu malah tidak segan-segan beradu tos didepan Jimin, tanpa rasa takut dengan tatapan tajam dari Jimin.
Setelah selesai latihan perdananya Jimin berganti baju.Rasa gerah,lelah dan sakit disekujur tubuhnya menjadi satu.Dengan langkah gontai Jimin menuju mobilnya bersama dengan Natan dan juga Michael.
"Hei..kenapa kau naik ke mobil ku?."Sentak Jimin kala Michael hendak membuka pintu mobilnya.
"Aku mau kerumahmu."
"Sana,naik saja kemobilmu."Usir Jimin mengibaskan tangannya."Tenaganya sudah terkuras, saat ini tidak memungkinkan untuknya berdebat dengan Michael walaupun sangat ingin membalaskan rasa sakit hatinya karena telah berani secara terang-terangan menertawai-nya.
"Kau itu kenapa?aku hanya ingin memastikan keadaan mu."Protes Michael.
"Maaf tuan,sebaiknya anda naik mobil anda sendiri."Natan menundukkan kepalanya dan menarik tangan Michael.
"Kenapa dia berubah secepat itu,dasar."Geram Michael pada Natan.Baru saja mereka berada di pihak yang sama,tapi sekarang Natan seakan melihatnya seperti musuh lagi.
Sepanjang jalan Jimin lebih memilih tidur, mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan.
__ADS_1
"Cinta anda begitu besar pada nona muda, sampai anda rela melakukan segalanya untuk nona muda."Gumam Natan menoleh kebelakang.Mendengar dengkuran halus dari mulut Jimin, menandakan pria itu sedang tertidur pulas.
"Tuan,kita sudah sampai rumah."Natan menggoyangkan tubuh Jimin dengan hati-hati untuk membangunkan.
Jimin membuka matanya lalu menatap sekeliling."Hmmm..."Jimin menggeliat,lalu segera turun dari mobil.
Begitu pintu dibuka Jimin tidak disambut Rachel.Hanya ada ajumma dan beberapa maid yang masih terjaga.
"Apa istriku sudah tidur?."Tanya Jimin pada ajumma sembari menyerahkan baju dan tas kerjanya.
"Nona sudah tidur".Jawab ajumma."Tuan ingin makan malam atau minum teh?."
"Tidak usah ajumma,aku akan langsung istirahat saja."Jimin berlalu dari hadapan ajumma menuju lift.
Sesampainya dikamar Jimin tidak menyalakan lampu,dia tidak ingin mengganggu tidur wanitanya yang sedang hamil buah cintanya.
Jimin berjalan mengendap-endap mendekati ranjang.Senyumnya langsung mengembang melihat pemandangan diatas ranjang.Rachel istrinya sedang tidur dengan tenang diatas ranjang dengan perutnya yang buncit.Pemandangan seperti itu tidak pernah membuat seorang Kim Jimin Adalberto barnett bosan.Jantungnya selalu berdetak setiap kali melihat Rachel dengan perut buncitnya.
__ADS_1
Jimin duduk ditepian ranjang,memandangi wajah istrinya."Kenapa wajahmu selalu menggemaskan seperti ini!."Jimin membelai wajah Rachel dengan lembut sembari tersenyum.
Kini tatapannya beralih pada perut Rachel,Jimin berjongkok didepan perut Rachel dan mengusapnya dengan lembut "Hai sayang... jangan buat mom-mu kelelahan,jadilah anak baik."Bisik Jimin tepat diperut Rachel.Jimin menciumi perut Rachel sambil mengusapnya.