
Dua Minggu berlalu setelah pertemuan Naira
dan Rachel,ia juga berangsur sudah
melupakan pertemuan itu dan kembali
seperti biasanya,setiap paginya hanya ada
kegiatan menyiapkan baju kerja yang akan
Jimin gunakan.sekarang Jimin juga tidak
pernah menolak memakai baju yang sudah
Rachel siapkan tapi tetap Jimin tidak banyak
bicara pada Rachel.
"sudah tiga bulan aku disini, mommy alin juga
sudah sebulan pergi ke Inggris."Rachel
menghitung waktu yang sudah ia lewati
dirumah ini.rasanya seperti jalan ditempat
dan tidak ada tanda-tanda kemunculan
wanita yang diharapkan ibu mertuanya itu.
tiba-tiba ponselnya berdering,ia melihat nama
Naira terpampang jelas dilayar ponselnya.
"hehh..aikhirnya kau membuktikan dirimu
manusia."mengangkat ponselnya.
"Rachel,apa kabar."Naira memulai percakapan.
"aku masih bisa mengangkat teleponmu,itu
artinya aku masih bernapas,masih hidup dan,
masih baik-baik saja."
Rachel menjawab dengan nada ketusnya.
"maaf,kapan kita bisa bertemu.sekalian aku
ingin membayar sebagian seperti yang
kujanjikan."
"aku sibuk."Rachel selalu menjawab
pertanyaan Naira dengan nada ketus.
"kapan kau ada waktu kabari aku,ya.."
"aku tidak punya waktu aku lagi sibuk mencari
pekerjaan."suara Rachel masih mode tidak
bersahabat.
"apa?,kau sedang mencari pekerjaan?.apa kau
mau bekerja ditempat aku yang
sekarang,kebetulan beberapa hari yang lalu
ada karyawan yang resign,kalau kau mau
datanglah."Naira ingin menebus kesalahan
yang sudah ia buat dan ingin memperbaiki
persahabatan mereka kembali.
"apa kau serius?,atau kau hanya
inginmembohongiku lagi?."tanya Rachel
selidik seolah sudah jera dengan apa yang
pernah Naira lakukan.
"Rachel..aku serius,aku mau kita seperti
dulu,aku ingin memperbaiki kesalahanku
padamu."
Rachel yang mendengar penuturan Naira
sebenarnya juga tidak tega bersikap
demikian,ia juga rindu masa-masa
kebersamaan mereka ketika masih tinggal di
sebuah kamar kos yang sempit dan berkerja
ditempat yang sama juga.
"begini saja kalau kau memang serius ingin
bekerja datanglah kealamat ini besok
pagi,jangan sampai terlambat,aku
menunggu."Naira mengirimkan alamat yang
ia sebutkan pada Rachel,dan menutup
teleponnya.
Rachel seolah tidak percaya dengan apa yang
ia dengar sungguh ia sangat memimpikan
dapat pekerjaan dengan cepat dan akhirnya
ia mendapatkannya.
ajuma yang memperhatikan Rachel sejak tadi
__ADS_1
merasa bahagia melihat suasana hati nona
mudany kembali.
"siang ajuma."sapanya ketika melewati ajuma.
"nona mau makan siang."tanya ajuma
"boleh.tapi ajuma juga ikut makan dengan
saya."ajak Rachel yang tidak ingin hari ini
makan sendiri lagi.
"tidak bisa begitu nona."ajuma berusaha
menolak ajakan Rachel.
"ajuma harus mau tidak ada penolakan,lagian
tidak ada mommy, Deddy,atau tuan Jimin
juga."ajuma tidak bisa memberikan alasan
untuknya menolak Rachel.mereka berdua
duduk dimeja makan menikmati makan siang
dengan menceritakan apa yang Naira
tawarkan.
"jadi nona masih percaya dengan wanita
itu."bingung sendiri, mengingat kejadian
waktu itu yang dialami Rachel sangat
membuat ajuma khawatir bila Rachel masih
berurusan dengan sahabatnya itu.
"ajuma,sekali ini kalau dia berulah lagi aku
akan menghajarnya dengan tanganku
sendiri."pembicaraan mereka akhirnya
berakhir setelah makanan yang dipiring
mereka berdua habis,ajuma juga tidak bisa
memaksakan pendapat kepada Rachel
mengingat Rachel dan Naira adalah sahabat.
pagi-pagi sekali Rachel sudah rapi,ia juga
tidak lupa menyiapkan baju untuk Jimin yang
masih tidur.menyiapkan beberapa berkas
yang akan dibawanya.jimin yang sudah
bangun langsung menuju kamar
masing-masing tanpa saling bicara sama
sekali.jimin meninggalkan Rachel yang
masih sibuk dengan kegiatannya sendiri
tanpa perduli ia langsung turun kebawah dan
menikmati sarapanya."selamat pagi tuan
sambut para maid."Jimin yang tidak
menjawab langsung duduk,ajuma juga
dengan sigap menyajikan sarapan.
Rachel turun terburu-buru dan langsung
berpamitan pada Jimin dan ajuma."morning
tuan,ajuma,saya permisi."Rachel buru-buru
seperti orang yang dikejar waktu,melihat
Rachel yang tidak seperti biasa merasa
heran.
"memangnya mau pergi kemana gadis bodoh
itu."tanya Jimin kepada ajuma.
"teman nona yang saya ceritakan itu.mau
nawarin kerjaan pada nona muda."
"apa dia tidak punya otak masih saja percaya
dengan manusia itu."seolah tidak habis pikir
dengan Rachel yang masih percaya dengan
orang yang membuatnya dalam masalah.
"saya,juga khawatir tuan,nona muda dapat
masalah lagi."
Jimin langsung mengambil ponselnya dan
menghubungi seseorang."ikuti dia,dan
laporkan padaku semua kegiatannya hari
ini."menutup ponselnya,ajuma lega Jimin
sudah memerintahkan para pengawal untuk
menjaga Rachel tanpa ia tahu.
jimin selalu mendapat laporan secara
__ADS_1
mendetail beserta Vidio rekaman tentang
kegiatan rachel.natan yang tau akan hal
itupun ikut berkomentar pada Jimin."kenapa
tidak menghancurkan wanita itu supaya tidak
berhubungan dengan nona muda tuan."
"tidak perlu."menurut Jimin wanita yang
bersama Rachel manusia biasa yang kapan
saja ia bisa hancurkan dengan mudah bila
membuat ulah lagi pada rachel.jimin mulai
memberikan perhatiannya sedikit mengingat
kisah yang diceritakan ajuma,ia juga bukan
manusi yang berhati batu.sebenernya Jimin
memiliki hati yang lembut dan penyayang
tapi akibat penolakan yang jeslin lakukan
hatinya kemudian menjadi keras dan dingin
pada makhluk yang bernama wanita.
Rachel senang sekali,akhirnya mulai besok
sudah ada kegiatan yang ia lakukan.naira
menepati janjinya mendapatkan pekerjaan
ditempat yang sama dengannya,Naira juga
mengenalkannya pada sosok wanita cantik
yang ia panggil eonni Yuri pemilik kafe.yuri
merupakan gadis berdarah campuran ibunya
merupakan warga negara yang sama dengan
Rachel dan Naira sedangkan ayahnya asli
orang korea.yuri juga sangat ramah dan baik,
hari pertama bertemu dengan Rachel.
"jangan lupa besok."Yuri mengingatkan Rachel.
"baik eonni."ia sangat beruntung dapat atasan
seperti Yuri yang memperlakukan
karyawanya layaknya sahabat.
Rachel berpamitan untuk pulang mengingat
waktu sudah menjelang malam.
dengan menaiki subway akhirnya Rachel tiba
dirumah terlebih dahulu.ia melihat belum ada
tanda-tanda Jimin sudah tiba.ia bergegas
masuk menuju kamarnya."hari ini sangat
melelahkan ,aku berendam sebentar
sebelum tuan pulang."Rachel melakukan
ritual berendamnya di Bathtub dan
menikmatinya,seharian mempelajari
pekerjaannya membuatnya lelah dan juga
menyenagkan,tanpa ia sadari Jimin sudah
masuk kedalam kamar dan mendengar
gemericik air dari dalam kamar
mandi."untung kau sampai duluan."Jimin tau
kegiatan apa saja yang Rachel lakukan dari
laporan para pengawal yang ia tugaskan
untuk mengawasi rachel.setelah selesai
dengan ritual mandinya Rachel keluar dan
mendapati Jimin duduk di pinggir tempat
tidur.buru-buru ia berlalu kekamar
ganti,setelah selesai Rachel datang
kehadapan Jimin.
"tuan,mulai besok saya akan bekerja."jimin
melihat kearah Rachel dengan tatapan
datarnya.
"lakukan apa yang ingin kau lakukan aku tidak perduli."
"terimakasih tuan."membungkukkan
badanya.jimin yang tidak mau berlama-lama
berhadapan dengannya berjalan menuju
kamar mandi.rachel tidak terlalu pusing
melihat sikap Jimin yang penting baginya
sekarang ia sudah mendapat pekerjaan,akan
__ADS_1
ada kesibukan yang ia lakukan.