
Hari ini Jimin menjadi uring-uringan selama
dikantor dan disetiap meeting, dan yang
menjadi tumpuan sasarannya tidak lain dan
tidak bukan adalah Natan.
"haaaiisss,apa kau tidak bisa lebih
memperhatikan pekerjaanmu."menunjuk
tumpukan kertas yang ada dimeja ya.
"tuan,itu semua sudah tuan tandatangani tiga
hari yang lalu."mengingatkan Jimin.
"benarkah,awas saja kau."merasa tidak
bersalah malah mengancam Natan.
"tuan kalau boleh tahu,tuan kenapa hari
ini.saya perhatikan mulai masuk kantor
sampai setiap ada meeting tuan selalu
marah."
"aaa kau ini kepo."menatap Natan dengan
tatapan tajam.
"bukan begitu tuan,tidak biasanya tuan
bersikap seperti ini."
"ya..kau benar,ini semua karna mimpi sialan
itu."
"kalau boleh tau tuan mimpi tentang
apa?."tanya Natan hati-hati takut Jimin
mengamuk kembali dan ia akan jadi sasaran.
"kau tau perempuan bodoh itu,aku bermimpi
bermesraan dengan si bodoh itu,kenapa juga
aku harus memberitahu
padamu."menjelaskan dengan wajah
kesalnya dan melihat Natan dengan tatapan
tajam.
"memang,siapa wanita bodoh yang tuan
maksud?."
"tentu saja gadis bodoh yang mommy bawa
kerumah.memangnya siapa lagi?."
"maksud anda nona muda."Jimin hanya
memasang wajah datarnya.
__ADS_1
"temani aku ke club' malam ini."memerintah
natan.
"tapi tidak biasanya tuan pergi ke club'."telisik
Natan dengan kelakuan Jimin yang ia rasa
aneh.
"berisik..apa kau sudah bosan hidup.berani
membantah,awas kau."menunjuk kearah
Natan yang hanya bisa pasrah dengan
kelakuan Jimin.
"ya sudah,baik tuan."mencoba mengalah saja
dari pada tidak hidup pikir Natan.
"ya sudah sana,mengganggu saja."
"mengganggu apanya,kan dia yang nyuruh
aku kesini."berbicara berbisik,geram dengan kelakuan tuanya.
"Natan...aku mendengarnya."menyusun
lembaran kertas didepanya.
"saya ,permisi tuan."Natan malas berdebat
dengan Jimin karena ia tahu ujungnya dia
juga yang akan salah.
club' mewah yang ada di Gangnam.
Jimin masuk diikuti Natan
dibelakangnya.natan sudah terlebih dahulu
memesan tempat khusus agar tidak ada
gangguan dari wanita-wanita ****** sebab
Natan tau tuanya paling tidak suka jika ada
wanita mengitari disekelilingnya.berbeda
dengan Natan yang sudah terbiasa datang ke
club' ditemani para wanita dan bercinta
denga salah satunya.
"tuan apa sebaiknya kita meminta beberapa
wanita menemani rasanya sepi kalau hanya
kita berdua."Natan mengutarakan
pendapatnya sebab Natan sudah terbiasa
dikelilingi wanita malam.
"tidak,kau ini apa tidak bisa satu malam libur
dengan mereka,apa senjatamu itu begitu
__ADS_1
kuat untuk bertempur setiap malam."Jimin
menunjuk kearah benda keramat
Natan,sementara Natan langsung menutup
benda keramatnya dengan kedua tangannya
secara spontan lalumemasang
wajah memalas.
"saya hanya menyarankan."
"tapi saran mu itu tidak berguna."menolak
keras saran asistenya yang unfaedah.ya
Jimin memang seorang pria yang menjaga
dirinya dari sentuhan wanita yang bukan
wanitanya bahkan dengan jeslin saja Jimin
tidak pernah kurang ajar sekalipun jeslin
selalu memintanya tapi Jimin tidak akan
melakukanya.ia akan melakukanya dengan
jeslin bila gadis itu sudah menjadi istrinya.
merekapunenikmati minuman dan dentuman
musik yang dimainkan sampai larut malam.
natan berusah mengikuti kemauan Jimin
walau hatinya menolak.
Jimin pulang dalam keada mabuk dengan
dibopong pak Choi masuk kedalam
kamarnya.ia berjalan sempoyongan menuju
tempat tidurnya,sebelum ia merebahkan
tubuhnya ia melirik kearah sofa dimana
Rachel sudah tertidur pulas dan tidak terusik
sedikitpun dengan keributan kecil yang Jimin
lakukan.
"gadis bodoh ini benar-benar
menyebalkan."menunjuk kearah Rachel
sementara orang yang ditunjuk tidur dengan
nyamannya.
"heh..bagai mana bisa kau tidur senyaman
itu."merasa heran dengan cara tidur Rachel
yang unik yaitu meringkuk seperti orang yang
sedang kedinginan.jimin memutuskan
__ADS_1
langsung naik ketempat tidur.