Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 88.


__ADS_3

"Ini beneran kan? kau lagi tidak bercanda dan


mengerjai-ku lagi chagia?."Ucap Jimin


dengan mata berkaca-kaca memandang


testpack yang ada ditangannya.


"Hmm.."Jawab Rachel dengan anggukkan dan


matanya sudah terlihat basah.


Jimin memeluk Rachel dengan erat,bahagia


bercampur haru menyelimuti hatinya.Sudah


lama Jimin menantikan kehadiran malaikat


kecil yang akan melengkapi seluruh


kebahagiaan rumah tangganya dengan


Rachel dan hari ini semuanya terjawab.


Rachel istrinya kini mengandung buah cinta


mereka sekaligus penerus keturunan


keluarga barnett tentunya.


"Chagia aku sungguh-sungguh


mencintaimu,terimakasih karena sudah


hadir dalam hidupku."Jimin terisak dibahu


Rachel."Aku berjanji akan menjaga kalian


berdua dengan sepenuh hati dan segenap


jiwaku."Lanjut Jimin dengan mengelus perut


istrinya yang masih tampak rata, setelah


pelukan keduanya terurai.


"알아요 (arayo \=aku tau)."Jawab Rachel yang


ikut melihat kebawah dimana tangan Jimin


masih mengusap perutnya.


"Apa aku tadi menyakiti kalian berdua?."Tanya


Jimin khawatir, saat tersadar dengan


perbuatanya barusan dimana ia ingin


membalas kelakuan istrinya dan membuat


wanitanya itu tertawa kelelahan.


"아니, 걱정하지마 (ani,geokjeonghajima \=tidak,


Jangan khawatir)."Jawab Rachel


mengalungkan kedua tangannya dileher


suaminya.Rachel memandang Jimin dengan


mengedipkan matanya begitu Jimin balas


menatapnya.


"Kau sedang menggoda suamimu yang

__ADS_1


tampan,gagah dan perkasa ini?."Seru Jimin


sambil mengibaskan rambutnya kebelakang


dengan sebelah tangan dan dada yang sudah


membusung kearah Rachel.


"Ck sifat narsis-mu kambuh lagi!."Jawab


Rachel mencibikkan bibirnya.Selalu saja sifat


arogan dan narsis Jimin muncul disaat yang


tidak tepat menurut Rachel.


"Chagia kita harus membuat pengumuman


biar mom sama Deddy juga tau kabar


bahagia kita."Dengan penuh semangat empa


lima Jimin bergegas ingin keluar dari kamar


dan menemui mom dan Deddynya.


Jimin ingin semua keluarganya turut


merasakan kebahagiaan yang dirasakan


Jimin saat ini.Namun baru satu langkah


Jimin langsung berhenti karena Rachel


menahannya.


"Tidak usah mommy juga sudah tau."


"Jadi mommy lebih dulu tau dari aku?."tanya


Rachel."Ah..ya..pasti Deddy belum tau,aku


akan beritahu Deddy saja."Lanjut Jimin


kembali dengan semangat seperti semula.


"Kalau mommy sudah tau pasti Deddy juga


sudah tau sayang."Seru Rachel.


"뭐? (mwo \=apa),Jadi hanya aku yang tidak


tau?차 기아 왜 ? (Chagia wea \=chagia


kenapa?)."Protes Jimin penuh kecewa.


Tentu Jimin merasa sangat kecewa ketika


menyadari dialah orang terakhir yang tau


kabar bahagia itu.Padahal dalam hal ini dia


seharusnya orang pertama yang diberitahu


Rachel istrinya.


"Sayang kalau bukan karena mommy yang


mengingatkan tamu bulanan-ku mungkin


sampai detik ini aku tidak tau kalau aku


sudah mengandung."Rachel mendekati Jimin


yang duduk di sofa dengan wajah

__ADS_1


ditekuk,menandakan pria itu kecewa."Kau


orang pertama yang ku perlihatkan alat ini."


"Apa ini tipuan lagi?."Tanya Jimin yang mulai


meragukan Rachel.


"Tidak."Jawab Rachel menangkup wajah


Jimin dengan kedua telapak tangannya."Kau


orang pertama Sayang."Menyatukan


keningnya dengan kening Jimin,lalu


menggosokkan hidungnya kehidung


mancung milik Jimin suaminya.


Jimin pun akhirnya tersenyum lega,lalu


menarik tengkuk istrinya semakin


dekat.Jimin melabuhkan ciuman lembut dan


hangat dibibir ranum milik istrinya dan selalu


menjadi candunya.


Sesapan dan hisapan lembut dibibirnya


membuat Rachel dengan senang hati


membuka mulutnya,memberi akses pada


Jimin untuk mengeksplorasi dengan


lidahnya.


Lenguhan dan ******* Rachel biarkan keluar


begitu saja.Rachel ingin menikmati setiap


sentuhan yang disuguhkan Jimin


suaminya.Saling memagut dan saling


bertukar saliva dan sesekali menghirup


oksigen.


"Chagia aku menginginkan-mu."Suara serak


Jimin terdengar disela-sela ciuman panas


keduanya.Menandakan pria itu sedang


dipenuhi gairah yang harus dituntaskan


dengan Segera.


"I'm yours."Jawab Rachel yang menyetujui


keinginan suaminya yang tampan,gagah dan


perkasa bila diatas ranjang pertarungan


mereka tentunya.


Jimin sudah melepas semua penghalang


ditubuh-nya dan juga ditubuh


Rachel .Tatapanya kini tertuju pada dada

__ADS_1


Rachel yang semakin padat dan kenyal itu.


__ADS_2