
"Ini beneran kan? kau lagi tidak bercanda dan
mengerjai-ku lagi chagia?."Ucap Jimin
dengan mata berkaca-kaca memandang
testpack yang ada ditangannya.
"Hmm.."Jawab Rachel dengan anggukkan dan
matanya sudah terlihat basah.
Jimin memeluk Rachel dengan erat,bahagia
bercampur haru menyelimuti hatinya.Sudah
lama Jimin menantikan kehadiran malaikat
kecil yang akan melengkapi seluruh
kebahagiaan rumah tangganya dengan
Rachel dan hari ini semuanya terjawab.
Rachel istrinya kini mengandung buah cinta
mereka sekaligus penerus keturunan
keluarga barnett tentunya.
"Chagia aku sungguh-sungguh
mencintaimu,terimakasih karena sudah
hadir dalam hidupku."Jimin terisak dibahu
Rachel."Aku berjanji akan menjaga kalian
berdua dengan sepenuh hati dan segenap
jiwaku."Lanjut Jimin dengan mengelus perut
istrinya yang masih tampak rata, setelah
pelukan keduanya terurai.
"알아요 (arayo \=aku tau)."Jawab Rachel yang
ikut melihat kebawah dimana tangan Jimin
masih mengusap perutnya.
"Apa aku tadi menyakiti kalian berdua?."Tanya
Jimin khawatir, saat tersadar dengan
perbuatanya barusan dimana ia ingin
membalas kelakuan istrinya dan membuat
wanitanya itu tertawa kelelahan.
"아니, 걱정하지마 (ani,geokjeonghajima \=tidak,
Jangan khawatir)."Jawab Rachel
mengalungkan kedua tangannya dileher
suaminya.Rachel memandang Jimin dengan
mengedipkan matanya begitu Jimin balas
menatapnya.
"Kau sedang menggoda suamimu yang
__ADS_1
tampan,gagah dan perkasa ini?."Seru Jimin
sambil mengibaskan rambutnya kebelakang
dengan sebelah tangan dan dada yang sudah
membusung kearah Rachel.
"Ck sifat narsis-mu kambuh lagi!."Jawab
Rachel mencibikkan bibirnya.Selalu saja sifat
arogan dan narsis Jimin muncul disaat yang
tidak tepat menurut Rachel.
"Chagia kita harus membuat pengumuman
biar mom sama Deddy juga tau kabar
bahagia kita."Dengan penuh semangat empa
lima Jimin bergegas ingin keluar dari kamar
dan menemui mom dan Deddynya.
Jimin ingin semua keluarganya turut
merasakan kebahagiaan yang dirasakan
Jimin saat ini.Namun baru satu langkah
Jimin langsung berhenti karena Rachel
menahannya.
"Tidak usah mommy juga sudah tau."
"Jadi mommy lebih dulu tau dari aku?."tanya
Rachel."Ah..ya..pasti Deddy belum tau,aku
akan beritahu Deddy saja."Lanjut Jimin
kembali dengan semangat seperti semula.
"Kalau mommy sudah tau pasti Deddy juga
sudah tau sayang."Seru Rachel.
"뭐? (mwo \=apa),Jadi hanya aku yang tidak
tau?차 기아 왜 ? (Chagia wea \=chagia
kenapa?)."Protes Jimin penuh kecewa.
Tentu Jimin merasa sangat kecewa ketika
menyadari dialah orang terakhir yang tau
kabar bahagia itu.Padahal dalam hal ini dia
seharusnya orang pertama yang diberitahu
Rachel istrinya.
"Sayang kalau bukan karena mommy yang
mengingatkan tamu bulanan-ku mungkin
sampai detik ini aku tidak tau kalau aku
sudah mengandung."Rachel mendekati Jimin
yang duduk di sofa dengan wajah
__ADS_1
ditekuk,menandakan pria itu kecewa."Kau
orang pertama yang ku perlihatkan alat ini."
"Apa ini tipuan lagi?."Tanya Jimin yang mulai
meragukan Rachel.
"Tidak."Jawab Rachel menangkup wajah
Jimin dengan kedua telapak tangannya."Kau
orang pertama Sayang."Menyatukan
keningnya dengan kening Jimin,lalu
menggosokkan hidungnya kehidung
mancung milik Jimin suaminya.
Jimin pun akhirnya tersenyum lega,lalu
menarik tengkuk istrinya semakin
dekat.Jimin melabuhkan ciuman lembut dan
hangat dibibir ranum milik istrinya dan selalu
menjadi candunya.
Sesapan dan hisapan lembut dibibirnya
membuat Rachel dengan senang hati
membuka mulutnya,memberi akses pada
Jimin untuk mengeksplorasi dengan
lidahnya.
Lenguhan dan ******* Rachel biarkan keluar
begitu saja.Rachel ingin menikmati setiap
sentuhan yang disuguhkan Jimin
suaminya.Saling memagut dan saling
bertukar saliva dan sesekali menghirup
oksigen.
"Chagia aku menginginkan-mu."Suara serak
Jimin terdengar disela-sela ciuman panas
keduanya.Menandakan pria itu sedang
dipenuhi gairah yang harus dituntaskan
dengan Segera.
"I'm yours."Jawab Rachel yang menyetujui
keinginan suaminya yang tampan,gagah dan
perkasa bila diatas ranjang pertarungan
mereka tentunya.
Jimin sudah melepas semua penghalang
ditubuh-nya dan juga ditubuh
Rachel .Tatapanya kini tertuju pada dada
__ADS_1
Rachel yang semakin padat dan kenyal itu.