
Sudah dua hari ini keadaan Rachel semakin
lemah dan tidak berselera makan,Setiap pagi
dia akan mual dan memuntahkan lendir yang
sangat pahit dari dalam tenggorokannya.
Jimin bahkan mengajukan cuti,agar Rachel
istirahat total.Kalau ditanya kenapa tidak
pergi ke dokter atau memanggil dokter
Michael seperti biasanya.Maka jawabannya
Rachel selalu menolak dengan tegas dan
mengatakan kalau dia hanya butuh istirahat
dan Jimin akan selalu kalah bila sudah
demikian.
"Ahhh...ada apa dengan-ku."Gumam Rachel,
mendudukkan dirinya di gazebo dekat kolam
renang rumah Jimin.
Setiap pagi rasa mualnya selalu mengganggu
dan Jimin akan selalu mengikutinya sampai
kekamar mandi sambil memijit tengkuk
Rachel dengan penuh khawatir.
"Ting."
Notifikasi ponsel miliknya Rachel berbunyi,
menandakan seseorang mengirim pesan
padanya.Tapi begitu membuka pesan yang
baru saja diterimanya kekesalannya terlihat
jelas di-wajah cantiknya.
"Haissss..Dia ini."Ucapnya sangat kesal."Apa
aku tidak memiliki photo yang cantik hingga
dia menggunakan photo-ku yang seperti ini
sebagai wallpaper."Oceh Rachel tak henti
saat melihat photo dirinya yang tengah
terlelap didalam mobil dengan mulut terbuka
dan air liur yang mengalir.
Siapa lagi pelakunya kalau bukan Jimin,suami
sekaligus manusia yang selalu berhasil
membuat darah tingginya naik-turun.Ya,Jimin
mengirimkan photo wallpaper ponselnya dan
__ADS_1
mengirimkannya pada Rachel dengan hastag
"Bagaimanapun bentuk-mu kau selalu
menggemaskan Dimata ku chagia.I ❤️ YOU."
"Dia ini mirip siapa sebenarnya". Mengerutkan
dahinya, mencocokkan sifat Jimin dengan
kedua orangtuanya."Kalau mirip Deddy,
sepertinya tidak mungkin.aaaa...aku tau kau
pasti mirip_____."
"Siapa yang mirip siapa?."Potong mommy
alin.
"Mommy!."Kaget Rachel spontan menutup
ketat bibirnya."Mommy disini?."Tanya Rachel
kembali dengan perasaan takut.
"Aku yang lebih dulu disini sebelum kau
datang."Jawab mommy alin santai, berjalan
kearah gazebo.Mommmy alin sedang
memandangi bunga-bunga di-taman yang
berjarak beberapa meter dari gazebo,
rencananya hari ini dia ingin menikmati udara
pagi sambil melihat bunga kesayangannya.
mendengar Rachel mengomel pada
seseorang dan terkesan mengumpat.
"Kau belum menjawab
pertanyaannya-ku,Siapa yang kau
maksud?."Kini mommy alin sudah duduk
tepat disamping Rachel dan tentunya dengan
wajahnya juteknya."Apa kau sedang
mengumpat jimin."Tebak mommy alin karena
Rachel menunjukkan gelagat mencurigakan.
"Mom 미안해 (mianhae \=maaf)."Menunduk
kearah mommy alin dengan perasaan
takut ."Mom juga pasti kesal kalau punya
suami seperti ini."Rachel menyerahkan
ponselnya, menunjukkan pesan yang Jimin
kirim padanya."Mom sangat beruntung, Deddy Albert sangat romantis."Ucap
Rachel.Mengingat Deddy Albert dengan
__ADS_1
segala wibawanya.
"Jadi karena ini kau mengira Jimin mirip
mom?."Tanya mommy alin dengan senyum
smirknya dan menyerahkan kembali ponsel
Rachel."Kau tau Deddy Jimin juga melakukan
hal yang sama pada-ku dulu."Jawab mommy
alin dengan jujur.
Rachel menutup mulutnya, rasanya tidak
percaya kalau Deddy Albert juga memiliki
tingkat keisengan yang sama seperti Jimin
suaminya."정말..? (jeongmal
\=sungguh?)."Tanya Rachel seakan tidak
percaya dengan ucapan mommy Jimin.
"Apa aku terlihat seperti berbohong?."Sentak
mommy alin dengan sinis.
Rachel tersenyum kikuk sambil menggaruk
kepalanya yang tidak gatal."아니 아니 ..(Ani
Ani \=tidak.. tidak)."Timpal Rachel
Melambaikan kedua tangannya, merasa tidak
enak hati."Aku pikir Jimin mewarisi sifat
mommy."
"Ajumma bilang kau sakit?,Apa sudah
kedokter?."Tanya mommy alin mengalihkan
pembicaraan, teringat curhatan ajumma
yang mengkhawatirkan Rachel pada mommy
alin.
"Kecapean aja mom."Jawab Rachel."걱정 하지마 (Geokjeong hajima \=jangan
khawatir)."Lanjut Rachel dengan senyum
mengembang,melihat perhatian mommy alin
padanya walau terkesan cuek tapi mommy
alin ternyata masih perduli.
"Ch..aku tidak mencemaskan-mu,tapi aku
mencemaskan putra-ku.pekerjaannya akan
terganggu karena selalu
mencemaskan-mu."Balas mommy alin
dengan ketus."Tapi aneh...kenapa kau mual
__ADS_1
Hanya karena melihat lobster?."Gumam mom
alin penasaran.