Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
kejutan part2 ep32


__ADS_3

Jimin menyusuri tubuh istrinya tanpa


terlewatkan walau sejengkal.tanganya juga


bergerak menyentuh bagian-bagian inti tubuh


istrinya.rachel yang merasakan dan


menikmati setiap sentuhan yang diberikan


suaminya menahan suaranya agar tidak


didengar Jimin.


"jangan di tahan."seru Jimin yang melihat


reaksi istrinya yang menutup


mulutnya.dengan cepat Jimin menyingkirkan


tangan istrinya dan m**lum**tnya,memerintah istrinya membuka


mulutnya agar Jimin bisa menjelajah


kedalamnya.rachel sampai hampir kehabisan


oksigen akibat ulah suaminya.


sepanjang aktivitas panas mereka Rachel


tidak di izinkan untuk berhenti agar selalu


memanggilnya dengan sebutan


"sayang"Rachel sudah mulai terbiasa dan


tidak canggung lagi ,jika ia tidak


mengucapkan kata itu Jimin akan selalu


menggigit leher atau bagian tubuhnya yang


lain.


Jimin sudah melepaskan semua yang


melekat ditubuhnya begitu juga dengan


istrinya yang sudah polos.


"apa kau siap?."Jimin bertanya padanya


sebelum melakukan penyatuan mereka.ini


untuk kedua kalinya mereka melakukannya


sebagai pasangan suami-istri.


rachel yang


sudah dipenuhi hasrat tidak mampu menolak


kenikmatan yang di suguhkan


suaminya,dengan perlahan ia


menganggukkan kepalanya memberikan izin


pada Jimin untuk melakukannya,suara dua


manusia itu menggema memenuhi isi


ruangan itu, meneguk kenikmatan yang


mereka ciptakan,keringat yang membanjiri


tubuh mereka menyatu bersama deru nafas


mereka yang sudah seperti pelari


maraton,hingga akhirnya dua insan itu


sampai kepuncak yang sama yaitu lelah.


🤭🤭🤭


Jimin mengecup bibir istrinya yang sudah


dibanjiri keringat "terimakasih..gadis


idiotku".mengosokkan hidungnya ke hidung


istrinya lalu merebahkan diri di sebelah


istrinya.sudah menjelang pagi hari dan


entah sudah berapa kali mereka melakukan


kegiatan panas mereka Jimin seolah tidak


kehabisan tenaga bertempur lagi dan


lagi,hingga akhirnya Rachel sudah tidak bisa


melangkahkan kakinya untuk membersihkan


diri dan langsung tertidur pulas.


jimin yang melihat tubuh polos istrinya


tersenyum lalu menarik selimut


menutupinya,Jimin berjalan kekamar mandi


membersihkan diri dan segera menyusul


istrinya ke alam mimpi.


*


*


*


sementara di tempat lain mommy alin sudah


uring-uringan karna ponsel Jimin sama


sekali tidak bisa dihubungi.mommy alin ingin


sekali memarahi putranya itu karena dengan


sengaja meninggalkan jeslin dipesta.jeslin


menyuruh Natan membawanya kerumah


Jimin , meminta penjelasan mengapa Jimin


meninggalkanya.alih-alih bertanya batang


hidungnya saja tidak nampak berada

__ADS_1


dirumah itu. jadilah dia membuat drama


dengan membuat pengaduan pada mommy


alin sementara Deddy Albert yang sudah tau


dari Natan hanya melihat jengah istrinya dan


jeslin yang seperti kebakaran bulu ketiak.


*


*


*


suara''' kukkuruyuk'''membangunkan Rachel


dari tidur lelapnya.ia mengucek matanya


beberapa kali yang masih terasa berat untuk


dibuka,akhinya matanya dapat dibuka


dengan sempurna dan langsung melihat


wajah suami tampannya yang masih terlelap


dengan tangannya yang melingkar sempurna


diantar perut Rachel.


Rachel tersenyum dan menyusuri wajah


tampan suaminya dengan jarinya dengan


hati-hati agar Jimin tidak terusik.


"kalau tidur begini kenapa wajahmu ini


tampan sekali."Rachel berbicara dengan


sangat pelan agar Jimin tidak terbangun.tapi


sialnya saat jarinya memasuki area rahang


pria itu langsung menangkapnya dan


membawanya kebibirnya dan mengecupnya,Rachel sangat terkejut melihat


Jimin ternyata pura-pura tidur.


"apa sudah puas melihat


ketampananku?." senyum menggoda.


"tuan..maaf saya pikir anda masih tidur."


"kau memanggilku tuan lagi.apa mau aku


buat kau tidak bisa jalan hari ini.?"mulai


mengintimidasi Rachel.


"maksud saya 'sayang'."Rachel meralat


panggilannya, Jimin yang mendengar


langsung tersenyum penuh kemenangan.


"sayang,,jam berapa ini?.perutku sangat


lapar".Rachel memegangi perutnya yang


ponselnya dan terlihat mengetik sesuatu.


"mandilah habis itu kita makan."Jimin


membelai rambut istrinya.sementara Rachel


yang diperlakukan seperti itu menjadi salah


tingkah.


"ayo..kita mandi."ucap Jimin.


"aaa..saya mandi sendiri saja


sayang."langsung menolak jimin,pikiran


Rachel sudah traveling kesatu arah.


"kita hanya akan mandi saja".seolah sudah


bisa menebak isi kepala istrinya.dengan


gaya bridal style Jimin membawa Rachel


kedalam kamar mandi,dan benar saja mereka


hanya melakukan ritual mandi tanpa ada


drama yang Jimin buat.


selesai mandi dan memakai handuk Rachel


baru teringat kalau bajunya tidak ada,tidak


mungkin memakai gaun yang tadi malam ia


pakai karna gaun itu juga sudah kotor.


"sayang aku tidak punya baju".menunjukkan


gaun yang sudah teronggok di lantai.


"pakai kemejaku dulu,nanti sore Natan akan


mambawanya."menujukkan kearah lemari.


"tapi sayang.. pakaian dalamanku juga tidak


ada".dengan nada pelan Rachel berusaha


memberitahu Jimin.


"kau tidak memerlukannya."dengan senyuman


dan kerlingan mata untuk menggoda


istrinya.


rachel langsung menggunakan kemeja Jimin


yang kebesaran ditubuhnya tapi Jimin


melihatnya sangat imut. kemejanya melekat


ditubuh mungil istrinya.selang beberapa


menit suara bel terdengar Jimin bergegas

__ADS_1


membukanya dan terlihat Jimin menenteng


bungkusan.


"kemarilah,kau bilang tadi lapar."Jimin


melatakkan makanan dimeja dan mengambil


piring dan sendok.rachel berjalan kikuk


mendekati Jimin.


"biar saya yang menyiapkan ya"meminta


piring dan sendok dari tangan Jimin.


"tidak usah,duduk saja,aku tidak mau kau


kelelahan simpan saja tenagamu untuk


melawanku".senyum iblis Jimin membuat


Rachel salah tingkah.


selesai makan Rachel hanya disuruh duduk


dan melihat Jimin mencuci peralatan makan


Mereka,Rachel seolah tak percaya melihat


sisi lain dari Jimin, jika dirumah dia akan


dilayani oleh puluhan maid dan selalu ada


pengawal, hari ini ia melihat Jimin layaknya


seperti manusia pada umumnya.


"kau,mengagumi suamimu ini?".seru jimin


"pasti wanita yang anda sukai selalu anda


bawa kesini."Rachel mengalihkan pertanyaan


agar sifat narsis Jimin bisa dikendalikan.


"tidak..kau wanita pertama yang


menginjakkan kaki dirumah ini."Jimin


berterusterang lalu duduk disebelah Rachel.


"benarkah?".ucap Rachel tidak percaya ia


yakin jimin sudah pernah membawa jeslin.


"kau tidak percaya padaku."Jimin menangkap


mimik wajah Rachel tak percaya,Jimin lalu


beranjak pergi kekamar yang mereka tempati


dan kembali dengan sebuah map ditanganya.


"ini dan lihat sendiri".menyerahkan map


ditanganya pada Rachel.


Rachel membuka dan membaca setiap kata


yang tertulis dikertas yang ia keluarkan dari


dalam map,alangkah terkejutnya Rachel


melihat nama pemilik apartemen adalah


namanya sendiri yang dibeli dua bulan yang


lalu.


"sekarang sudah percaya kau wanita pertama


dirumah ini?."


"ta..tapi bagaimana tandatangan saya ada


diberkas ini,seingat saya, saya tidak pernah


menandatangani apapun."ia tidak percaya


dengan apa yang dilihatnya, tandatangan


miliknya menempel sempurna dikertas yang


ia baca.


"itu hal yang mudah."dengan menjentikkan


jarinya."apa kau tidak ingin berterimakasih


pada suami tampanmu ini?"mengibaskan


rambutnya kebelakang.


"trimakasi banyak sayang tapi aku tidak


membutuhkannya".Rachel menyodorkan map


itu kepada Jimin.


"aku tidak suka ada penolakan apapun,dan


satu lagi berterimakasihlah dengan


benar."kata-kata Jimin penuh penekanan.


Rachel yang tidak bisa menolak perintah


Jimin langsung menghamburkan dirinya


kepangkuan Jimin dan mencium bibir


suaminya,Jimin menyambut ciuman istrinya


berganti dengan lu**m**tan kecil.


"kau mau menggodaku?,ahh kau ini penggona


sekali rupanya."Jimin menutup mulutnya


soalah pria yang baru saja dilecehkan,


Rachel melihat tingkah menggelikan


suaminya membuat tawanya pecah. Jimin


melihat tawa lepas istrinya ikut tertawa.


"aku akan selalu membuatmu bahagia


selamanya."

__ADS_1


deg....


__ADS_2