
Jimin menyusuri tubuh istrinya tanpa
terlewatkan walau sejengkal.tanganya juga
bergerak menyentuh bagian-bagian inti tubuh
istrinya.rachel yang merasakan dan
menikmati setiap sentuhan yang diberikan
suaminya menahan suaranya agar tidak
didengar Jimin.
"jangan di tahan."seru Jimin yang melihat
reaksi istrinya yang menutup
mulutnya.dengan cepat Jimin menyingkirkan
tangan istrinya dan m**lum**tnya,memerintah istrinya membuka
mulutnya agar Jimin bisa menjelajah
kedalamnya.rachel sampai hampir kehabisan
oksigen akibat ulah suaminya.
sepanjang aktivitas panas mereka Rachel
tidak di izinkan untuk berhenti agar selalu
memanggilnya dengan sebutan
"sayang"Rachel sudah mulai terbiasa dan
tidak canggung lagi ,jika ia tidak
mengucapkan kata itu Jimin akan selalu
menggigit leher atau bagian tubuhnya yang
lain.
Jimin sudah melepaskan semua yang
melekat ditubuhnya begitu juga dengan
istrinya yang sudah polos.
"apa kau siap?."Jimin bertanya padanya
sebelum melakukan penyatuan mereka.ini
untuk kedua kalinya mereka melakukannya
sebagai pasangan suami-istri.
rachel yang
sudah dipenuhi hasrat tidak mampu menolak
kenikmatan yang di suguhkan
suaminya,dengan perlahan ia
menganggukkan kepalanya memberikan izin
pada Jimin untuk melakukannya,suara dua
manusia itu menggema memenuhi isi
ruangan itu, meneguk kenikmatan yang
mereka ciptakan,keringat yang membanjiri
tubuh mereka menyatu bersama deru nafas
mereka yang sudah seperti pelari
maraton,hingga akhirnya dua insan itu
sampai kepuncak yang sama yaitu lelah.
🤭🤭🤭
Jimin mengecup bibir istrinya yang sudah
dibanjiri keringat "terimakasih..gadis
idiotku".mengosokkan hidungnya ke hidung
istrinya lalu merebahkan diri di sebelah
istrinya.sudah menjelang pagi hari dan
entah sudah berapa kali mereka melakukan
kegiatan panas mereka Jimin seolah tidak
kehabisan tenaga bertempur lagi dan
lagi,hingga akhirnya Rachel sudah tidak bisa
melangkahkan kakinya untuk membersihkan
diri dan langsung tertidur pulas.
jimin yang melihat tubuh polos istrinya
tersenyum lalu menarik selimut
menutupinya,Jimin berjalan kekamar mandi
membersihkan diri dan segera menyusul
istrinya ke alam mimpi.
*
*
*
sementara di tempat lain mommy alin sudah
uring-uringan karna ponsel Jimin sama
sekali tidak bisa dihubungi.mommy alin ingin
sekali memarahi putranya itu karena dengan
sengaja meninggalkan jeslin dipesta.jeslin
menyuruh Natan membawanya kerumah
Jimin , meminta penjelasan mengapa Jimin
meninggalkanya.alih-alih bertanya batang
hidungnya saja tidak nampak berada
__ADS_1
dirumah itu. jadilah dia membuat drama
dengan membuat pengaduan pada mommy
alin sementara Deddy Albert yang sudah tau
dari Natan hanya melihat jengah istrinya dan
jeslin yang seperti kebakaran bulu ketiak.
*
*
*
suara''' kukkuruyuk'''membangunkan Rachel
dari tidur lelapnya.ia mengucek matanya
beberapa kali yang masih terasa berat untuk
dibuka,akhinya matanya dapat dibuka
dengan sempurna dan langsung melihat
wajah suami tampannya yang masih terlelap
dengan tangannya yang melingkar sempurna
diantar perut Rachel.
Rachel tersenyum dan menyusuri wajah
tampan suaminya dengan jarinya dengan
hati-hati agar Jimin tidak terusik.
"kalau tidur begini kenapa wajahmu ini
tampan sekali."Rachel berbicara dengan
sangat pelan agar Jimin tidak terbangun.tapi
sialnya saat jarinya memasuki area rahang
pria itu langsung menangkapnya dan
membawanya kebibirnya dan mengecupnya,Rachel sangat terkejut melihat
Jimin ternyata pura-pura tidur.
"apa sudah puas melihat
ketampananku?." senyum menggoda.
"tuan..maaf saya pikir anda masih tidur."
"kau memanggilku tuan lagi.apa mau aku
buat kau tidak bisa jalan hari ini.?"mulai
mengintimidasi Rachel.
"maksud saya 'sayang'."Rachel meralat
panggilannya, Jimin yang mendengar
langsung tersenyum penuh kemenangan.
"sayang,,jam berapa ini?.perutku sangat
lapar".Rachel memegangi perutnya yang
ponselnya dan terlihat mengetik sesuatu.
"mandilah habis itu kita makan."Jimin
membelai rambut istrinya.sementara Rachel
yang diperlakukan seperti itu menjadi salah
tingkah.
"ayo..kita mandi."ucap Jimin.
"aaa..saya mandi sendiri saja
sayang."langsung menolak jimin,pikiran
Rachel sudah traveling kesatu arah.
"kita hanya akan mandi saja".seolah sudah
bisa menebak isi kepala istrinya.dengan
gaya bridal style Jimin membawa Rachel
kedalam kamar mandi,dan benar saja mereka
hanya melakukan ritual mandi tanpa ada
drama yang Jimin buat.
selesai mandi dan memakai handuk Rachel
baru teringat kalau bajunya tidak ada,tidak
mungkin memakai gaun yang tadi malam ia
pakai karna gaun itu juga sudah kotor.
"sayang aku tidak punya baju".menunjukkan
gaun yang sudah teronggok di lantai.
"pakai kemejaku dulu,nanti sore Natan akan
mambawanya."menujukkan kearah lemari.
"tapi sayang.. pakaian dalamanku juga tidak
ada".dengan nada pelan Rachel berusaha
memberitahu Jimin.
"kau tidak memerlukannya."dengan senyuman
dan kerlingan mata untuk menggoda
istrinya.
rachel langsung menggunakan kemeja Jimin
yang kebesaran ditubuhnya tapi Jimin
melihatnya sangat imut. kemejanya melekat
ditubuh mungil istrinya.selang beberapa
menit suara bel terdengar Jimin bergegas
__ADS_1
membukanya dan terlihat Jimin menenteng
bungkusan.
"kemarilah,kau bilang tadi lapar."Jimin
melatakkan makanan dimeja dan mengambil
piring dan sendok.rachel berjalan kikuk
mendekati Jimin.
"biar saya yang menyiapkan ya"meminta
piring dan sendok dari tangan Jimin.
"tidak usah,duduk saja,aku tidak mau kau
kelelahan simpan saja tenagamu untuk
melawanku".senyum iblis Jimin membuat
Rachel salah tingkah.
selesai makan Rachel hanya disuruh duduk
dan melihat Jimin mencuci peralatan makan
Mereka,Rachel seolah tak percaya melihat
sisi lain dari Jimin, jika dirumah dia akan
dilayani oleh puluhan maid dan selalu ada
pengawal, hari ini ia melihat Jimin layaknya
seperti manusia pada umumnya.
"kau,mengagumi suamimu ini?".seru jimin
"pasti wanita yang anda sukai selalu anda
bawa kesini."Rachel mengalihkan pertanyaan
agar sifat narsis Jimin bisa dikendalikan.
"tidak..kau wanita pertama yang
menginjakkan kaki dirumah ini."Jimin
berterusterang lalu duduk disebelah Rachel.
"benarkah?".ucap Rachel tidak percaya ia
yakin jimin sudah pernah membawa jeslin.
"kau tidak percaya padaku."Jimin menangkap
mimik wajah Rachel tak percaya,Jimin lalu
beranjak pergi kekamar yang mereka tempati
dan kembali dengan sebuah map ditanganya.
"ini dan lihat sendiri".menyerahkan map
ditanganya pada Rachel.
Rachel membuka dan membaca setiap kata
yang tertulis dikertas yang ia keluarkan dari
dalam map,alangkah terkejutnya Rachel
melihat nama pemilik apartemen adalah
namanya sendiri yang dibeli dua bulan yang
lalu.
"sekarang sudah percaya kau wanita pertama
dirumah ini?."
"ta..tapi bagaimana tandatangan saya ada
diberkas ini,seingat saya, saya tidak pernah
menandatangani apapun."ia tidak percaya
dengan apa yang dilihatnya, tandatangan
miliknya menempel sempurna dikertas yang
ia baca.
"itu hal yang mudah."dengan menjentikkan
jarinya."apa kau tidak ingin berterimakasih
pada suami tampanmu ini?"mengibaskan
rambutnya kebelakang.
"trimakasi banyak sayang tapi aku tidak
membutuhkannya".Rachel menyodorkan map
itu kepada Jimin.
"aku tidak suka ada penolakan apapun,dan
satu lagi berterimakasihlah dengan
benar."kata-kata Jimin penuh penekanan.
Rachel yang tidak bisa menolak perintah
Jimin langsung menghamburkan dirinya
kepangkuan Jimin dan mencium bibir
suaminya,Jimin menyambut ciuman istrinya
berganti dengan lu**m**tan kecil.
"kau mau menggodaku?,ahh kau ini penggona
sekali rupanya."Jimin menutup mulutnya
soalah pria yang baru saja dilecehkan,
Rachel melihat tingkah menggelikan
suaminya membuat tawanya pecah. Jimin
melihat tawa lepas istrinya ikut tertawa.
"aku akan selalu membuatmu bahagia
selamanya."
__ADS_1
deg....