Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
ep 98.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju kantor mulut Jimin tidak henti-hentinya mengumpat Natan.


Ya,Jimin memang sudah menyetujui ide gila asistennya, tapi bukan berarti dia rela melakukan segala aturan agar terlihat sama persis seperti idola K-Pop kesukaan Rachel istrinya.


"Berani kau mengomentari penampilan ku?."Bentak Jimin kesal, Natan malah menyuruhnya untuk mengubah penampilannya,mulai dari fashion sampai gaya rambut warna-warni seperti artis K-Pop pada umumnya.


"Tapi tuan sudah menyetujuinya."Sahut Natan.Diawal Natan menjelaskan secara mendetail apa saja yang harus dirumah Jimin,namun begitu Natan mengutarakan tentang penampilan Jimin yang jauh berbeda dengan idola K-Pop istrinya sontak membuat Jimin murka.


"Dasar.."Jimin menendang kursi tempat duduk Natan dari belakang."Tahun ini libur mu aku hapus."Ancam Jimin dengan suara tegas.


"Mana bisa begitu."Protes Natan tidak terima dengan penghapusan hari liburnya.


Bisa kaku kehidupannya tanpa ada pemanasan dari para wanita yang siap menghangatkan ranjangnya.Selama ini hari liburnya akan dihabiskan dengan bersenang-senang bersama para wanitanya secara bergatian.Itu saja masih tidak semua wanitanya mendapat giliran.Kini hari liburnya ditiadakan tahun ini artinya dia tidak bisa lagi bersenang-senang.


"Berani protes,gaji mu sekalian aku potong 10 persen".


Natan mengusap wajahnya dan menghela napas dengan kasar."Sudah tidak memberiku hari libur dan sekarang malah memotong gaji pula".Umpat Natan dalam hati.

__ADS_1


Hingga sampai dikantor Natan berusaha mengunci mulutnya serapat mungkin,takut saat dia membuka suara maka akan ada penambahan jam kerja atau malah pemotongan gaji lagi.


Jimin menarik sudut bibirnya keatas,seakan mengejek aksi diam Natan yang tidak mengeluarkan sepatah katapun saat mengantarkan laporan hasil rapat hari ini ke ruangan Jimin.


"Apa kau sedang sariawan?."Ledek Jimin.


Natan hanya menggeleng sebagai jawaban.Natan berdiri seperti patung menunggu Jimin selesai memeriksa hasil laporan yang dia serahkan.


"Kau sudah mendapatkan guru dancenya?."Tanya Jimin tanpa menoleh dan tetap fokus membaca lembaran kertas ditangannya.


"Maaf tuan.sudah."Dengan singkat,padat dan jelas Natan me jawab Jimin kemudian mengatupkan kedua bibirnya kembali dengan aksi bisunya.


"Ck..kau itu kenapa?."Aneh saja dengan sikap Natan yang berubah jadi irit bicara."Kau atur ulang jadwal ku."Lanjut Jimin lalu menyerahkan laporan yang sudah ia tanda tangani pada Natan.


"Semua sudah saya atur tuan,jadi jadwal tuan untuk dance akan dilakukan di sore hari."Natan menjelaskan jadwal Jimin setelah mengatur ulang kembali.


Keduanya kini disibukkan dengan tugas masing-masing.Jimin yang sudah siap memulai kegiatan barunya hari ini meski jauh didalam hatinya ia menolak,tapi kebahagian istri yang tengah mengandung benihnya itu jauh lebih penting dari pada rasa gengsi dan malunya.

__ADS_1


Sore hari telah tiba,waktu dan tempat yang sudah ditentukan untuk mulai latihan dance perdana bagi Jimin.


Natan hari ini yang akan membawa Jimin ketempat latihan.Sepanjang perjalanan menuju tempat latihan dance keduanya saling diam.Natan dengan kebisuan,takut bila salah bicara akan ada pemotongan gaji selanjutnya.Sedangkan Jimin tengah memikirkan nasibnya yang sebentar lagi akan berubah seperti pria lentur dan itu membuatnya pusing lalu mengacak rambut sendiri.


"Apa memang tidak ada jalan lain lagi?."Lagi dan lagi Jimin menanyakan hal yang sama pada Natan padahal keduanya sudah berdiri di pintu masuk gedung tempat latihan.Jimin merasa tidak yakin sepenuhnya akan melakukannya.


"Ada tuan."


"Apa?katakan cepat."Jimin sangat antusias dan tak sabar ingin mengetahuinya.


"Undang saja Park Jimin kerumah anda sesuai keinginan nona muda."


Jawaban Natan langsung mendapat tendangan dari Jimin tepat di bokongnya.Merasa memang hanya ini jalan satu-satunya,Jimin memilih masuk kedalam ruangan daripada mendengarkan Natan dengan kekonyolannya.


Begitu masuk Jimin sudah disambut hangat oleh pelatih dancer yang memang sudah mengetahui kedatangan Jimin dan siapa yang tidak mengenal keluarga bangsawan itu di negara ini.


"Selamat datang tuan muda Kim."Sambut seorang pria Membungkukkan badan pada Jimin.Pria yang merupakan guru dance Jimin memberikan salam dan mempersilahkan Jimin untuk mengganti baju diruang yang ditunjukkannya.

__ADS_1


__ADS_2