Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Pulang awal ep45.


__ADS_3

Natan membawa jeslin kearah lift namun


tangannya langsung dihempas jeslin dengan


kasar."Tidak perlu saya bisa pulang


sendiri."jeslin langsung masuk kedalam lift


dengan mata sembabnya.hatinya begitu


hancur dengan penolakan dari pria yang dulu


sangat mencintainya."Aku akan melakukan


apapun agar kita bisa seperti dulu lagi."tekad


jeslin sudah bulat walau dia harus


mempertaruhkan segalanya.


Sesudah jeslin keluar dari ruangannya Jimin


merasa kepalanya sangat pusing.jimin duduk


sambil memijat pangkal hidungnya entah


kenapa hari ini banyak masalah yang harus


dihadapi.


"Tuan anda baik-baik saja?."Natan yang baru


masuk melihat Jimin yang tertunduk di


kursinya.


"hmm apa dia sudah pulang?.Natan kau


atur ulang jadwal pertemuan hari ini."


rasanya tidak mungkin meneruskan


pekerjaannya sedangkan hatinya sangat


tidak bersemangat.


"Memangnya anda mau kemana?."Natan


mengerutkan keningnya menatap Jimin yang


mengambil jasnya.


"Saya mau pulang."Jimin menepuk bahu


Natan dengan keras."kamu cek ulang semua


berkas yang ada diatas meja saya."berlalu


meninggalkan Natan.


*


*


Begitu sampai rumah Jimin mendapati


Rachel yang sedang memasak.jimin berjalan


mengendap-endap kearah Rachel dan


langsung memeluk wanitanya dari belakang.


"Auw".


Rachel telonjak kaget begitu mendapat


pelukan dadakan dari seseorang, menoleh


kebelakang untuk melihat orang yang


memeluknya."Isss... sayang mengagetkan


saja."mengelus dadanya menatap Jimin

__ADS_1


penuh selidik karena pria itu sudah tiba


dirumah padahal ini masih jam kerja.


"Siapa yang mengijinkan mu masak? aku


sudah. bilang jangan melakukan


apapun."Jimin memencet hidung Rachel


gemas rasa lelah dan pusing yang


dirasakannya terbang begitu saja begitu


menghirup aroma strawberry dari tubuh


Rachel.


"Sayang saya rindu makanan ini."Rachel


memajukan bibirnya lalu melingkarkan


tangannya dileher Jimin.


"Kenapa tidak membelinya saja, aku tidak


ingin kau kelelahan ". mengecup bibir


wanitanya yang selalu menggodanya.jimin


tidak tau sejak kapan hatinya dipenuhi wanita


yang ada dihadapannya saat ini.


Senyum Rachel selalu berhasil


menghilangkan beban dihatinya bahkan


sejak memaksa wanitanya memanggil


dirinya dengan sebutan sayang hatinya


seperti bunga yang bermekaran.


"Sayang anda dengar saya tidak?."Rachel


Jimin karena pria itu hanya memandangnya


tanpa menanggapi ucapannya sejak tadi. jimin hanya tersenyum dan mengangguk


tanpa mengalihkan pandangannya.


"Anda kenapa?."tidak biasa Jimin pulang lebih


awal dan terlihat banyak pikiran."Apa anda


sakit!."Rachel meletakkan tangannya di


keningnya Jimin. memeriksa apakah Jimin


sedang sakit atau tidak.


"Aku baik-baik saja."Jimin memegang tangan


Rachel."Aku hanya lelah ".mematikan kompor


dan membawa Rachel menuju kamar.


"Anda mau apa?". pikiran kotor Rachel mulai


muncul melihat Jimin membawanya masuk


kedalam kamar mereka.


"Jangan pikir yang macam-macam ".


menyentil kening Rachel."aku hanya ingin


istirahat sebentar."merebahkan tubuhnya dan


menarik tubuh Rachel kedalam


pelukannya."Biarkan seperti ini saja".

__ADS_1


memejamkan matanya mencoba


mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


Rachel membiarkan tubuhnya di dekapan


Jimin,begitu banyak pertanyaan yang ingin


dia tanyakan namun harus di pendam


mendengar suara napas Jimin yang teratur


menandakan pria itu tengah tertidur.


Setelah memastikan Jimin benar-benar


tertidur pulas.


Rachel mengangkat tangan Jimin perlahan


supaya pria tidak terusik.rachel kembali


kedapur melajutkan masakan yang sempat


tertunda.


Setelah menghabiskan waktu dua puluh


menitan masakan yang di buat akhirnya


selesai.rachel menatanya diatas meja dan


ingin segera mandi.begiti selesai mandi


Rachel membangunkan jimin untuk makan


malam.


"Makan apa ini?."merasa aneh dengan


makanan yang terhidang di meja makan.


"Ini namanya nasi goreng seafood". Rachel


mengisi piring Jimin dengan porsi


sedikit."Anda coba dulu."memberikan


sesendok ke mulut Jimin."Enak kan."tanya


Rachel begitu melihat Jimin menganggukkan


kepalanya.begiti seterusnya sampai Rachel


mengisi piring Jimin untuk kedua kalinya.


"Deddy tadi datang kekantor."Jimin


memutuskan untuk memberitahukan pada


Rachel tentang kedatangan Deddynya


disela-sela makan malam mereka.


"Kita pulang sekarang!."


Dengan cepat Jimin menggeleng, rasanya


tinggal di apartemen lebih menyenangkan


baginya."Besok saja, malam ini kita disini


dulu."


Rachel menuruti keinginan Jimin tanpa


banyak bicara.baginya setiap keputusan yang


diambil pastilah sudah Jimin pikiran terlebih


dahulu.Dia tidak bisa berharap lebih selagi


Jimin belum bisa mengungkapkan cinta

__ADS_1


pada Rachel dan selama itu pula Rachel


hanyalah orang lain di hidup Jimin


__ADS_2