
Sudah dua hari putra kesayangannya tidak
pulang kerumah,bertanya pada supir da
asisten pribadinya hanya sia-sia membuat
mommy alin frustasi, ditambah rengekan
jeslin setiap hari menambah sakit kepalanya
dan segera menghubungi suaminya.
Karena kekhawatiran istrinya membuat Deddy
Albert terpaksa terbang ke Korea dengan jet
pribadinya.
Begitu sampai Deddy Albert dan mommy alin
langsung mendatangi kantor putra
kesayangannya mereka dan tidak
ketinggalan jeslin juga ikut.
"tok..tok...tok..."
"Masuk".suara Jimin terdengar dari
dalam.mommy alin dan Deddy Albert
dipersilahkan yeji sekretaris jimin untuk
masuk.
"hai son."
"Ded..!"Jimin kaget melihat Deddynya yang
tiba-tiba sudah ada di kantornya."Kenapa
tidak kasi kabar kalau Deddy datang."berjalan
lalu memeluk Deddynya dengan rasa rindu.
"Bagaimana kamu tau Deddy pulang,kamu
sendiri saja tidak pulang kerumah?."
"Apa mommy tidak disambut juga?."mommy
alin cemberut merasa diacuhkan dua pria
kesayangannya.
"mom."Jimin dan Deddy Albert bersamaan
dan memeluk mommy alin."kenapa kau tidak
pulang? Rachel juga tidak pulang
kerumah.apa kalian bersama?."tanya mommy
Jimin menatap putranya penuh selidik.
"Nanti juga Jimin pulang."menjawab dengan
santai tanpa memberitahukan kalau Rachel
bersama dengannya.
"Kenapa tidak membawa jeslin ikut dengan
mu? kenapa meninggalkan dia di acara pesta
sendirian? kenapa tidak mengangkat telepon
mommy?,"dan masih banyak pertanyaan
'kenapa?'dari mommynya.
"Mom kenapa mencemaskan orang
lain?."Deddy Albert menarik istrinya untuk
duduk.
"Ded... jeslin bukan orang lain dia menantu
mommy."wajah mommy alin terlihat tidak
suka ketika suaminya mengatakan jeslin
adalah orang lain.
"Yang Deddy bilang benar mom... jeslin itu
orang lain".Jimin menyetujui ucapan
Deddynya.
"Jimin."mommy alin meninggikan
suaranya.mommy alin sudah melakukan
usaha sejauh ini untuk menyatukan Jimin
dan jeslin.tapi bukanya hubungan mereka
kembali yang ada jimin malah tidak perduli
dengan mantan kekasihnya itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi?."Deddy Albert
semakin bingung dengan ucapan istrinya
yang menyebut jeslin menantunya
sedangkan dengan jelas Deddy Albert tau
kalau Rachel dan Jimin sudah menikah.
__ADS_1
"Mommy yang tau semuanya". memandang
mommy alin dengan intens."mom yang
jelasin pada ded saja."memandang momnya dengan senyum yang penuh arti.
mommy alin malah terdiam kepalanya
tertunduk seolah takut dengan tatapan
Deddy Albert yang meminta penjelasan
darinya.
"Dan kenapa tidak pulang son?.dimana
Rachel?."Deddy Jimin beralih bertanya pada
putranya setelah melihat istrinya tidak
menjelaskan apapun.deddy Albert juga
mengkhawatirkan Rachel yang tidak tau
dimana berada.
"Ded.nanti Jimin jelaskan dan tentang Rachel
Deddy tidak usah cemas dia baik-baik saja."
"Jadi...kau dengan Rachel___."sontak mommy
alin menutup mulutnya terkejut mendengar
jimin tau keadaan
Rachel yang artinya Jimin dan Rachel tinggal
bersama.
"Yobo sudah, sebaiknya kita pulang kasih
waktu buat putra kita."menenangkan istrinya
yang sudah mengeluarkan kilatan kemarahan
pada Jimin.
"Son mommy dan Deddy pulang,kalau kau
sudah merasa siap. cerita saja."Deddy Jimin
menepuk bahu putranya dan segera menarik
istrinya keluar dari ruangan Jimin.
Jimin menghembuskan nafasnya dengan
kasar dan memikirkan bagaimana cara
menceritakan tentang perjanjian antara
istrinya dan momnya pada deddynya.jimin
membayangkan semarah apa dednya nanti
bila mengetahui rencana mommynya yang
sebenarnya.
Belum selesai selesai memikirkan jalan
keluar satu masalah kini masalah lain
muncul lagi.dimana jeslin tiba-tiba masuk
begitu saja walau yeji sudah melarangnya.
"Ada apa lagi ini?."geram Jimin melihat jeslin!
sudah ada diruangannya.
"Tuan maaf tapi saya sudah melarang nona
ini Masuk."yeji membungkuk ketakutan
melihat aura kemarahan dari Jimin.
"Ya sudah keluar lah."menyuruh yeji keluar
Jimin tidak ingin menghabiskan energinya
untuk wanita yang sudah mencampakkannya
beberapa tahun yang lalu.
"Mau apa kau kemari."suara Jimin ketus tidak
ada kelembutan sama sekali.
"Sayang aku merindukanmu."memeluk tubuh
Jimin yang membelakanginya dan menangis
sesenggukan.
"Drama apa lagi ini jeslin?."tanya Jimin malas
dengan sikap jeslin.Jimin bahkan tidak
merasa iba dengan air mata jeslin yang
membasahi kemeja bagian punggungnya.
"Aku merindukanmu yang dulu, yang
mencintaiku dengan cinta yang besar, yang
rela melakukan apapun untuk melihat
senyumku, yang ada di setiap aku
butuh."tangis jeslin semakin terisak."Dimana
__ADS_1
Jimin ku yang dulu?."jeslin merasakan
perubahan besar dalam diri Jimin sejak
kepulangannya.mata yang menatapnya
dengan tatapan cinta sudah tidak dia
lihat.suara lembut yang selalu menyebut
namanya sudah tidak dia dengar.sekarang
yang dia temukan hanya Jimin dengan wajah
yang sama namun sikap yang sangat
berbeda.
Mendengar curahan hati wanita yang pernah
ada dihatinya membuat Jimin diam
terpaku.dia pernah merasakan semua apa
yang diungkapkan jeslin, ketika wanita itu
lebih memilih pergi dari pada menikah
dengannya.
"Jeslin semuanya sudah berakhir."jawab
Jimin melepaskan pelukan jeslin dari
tubuhnya.
"Tidak..tidak..aku tidak ingin berakhir."jeslin
semakin mengeratkan pelukannya,
meluapkan rasa rindu yang benar-benar dia
rasakan dan ingin memperbaiki hubungan
mereka."Mari kita mulai dari awal,aku
bersedia menikah dengan mu."
"Tapi itu tidak mungkin."dengan paksa Jimin
melepaskan pelukan jeslin.
"Apanya yang tidak mungkin Jim?.kita saling
mencintai."tangis jeslin semakin pecah
mendengar ucapan Jimin.
"Aku sudah mencintai orang lain." jawabnya
jujur karena sekarang yang ada di hati Jimin
sekarang hanya ada nama Rachel yang
membuat hidupnya semakin berwarna sejak
malam panas itu.bahkan jika Rachel menjauh
darinya dia pasti bisa gila.
"Siapa dia?.aku akan melakukan apapun
untuk mu."jeslin menakup wajah Jimin
dengan kedua tangannya dan melihat Jimin
dengan selidik.
"Pulang lah kerumah orang tuamu,tidak baik
jika ada wartawan yang melihat mu dan
membuat berita yang buruk tentang
kita."Jimin kembali ketempat duduknya.
"Jimin ak____". ucapan jeslin terhenti melihat
tatapan tajam Jimin yang tertuju padanya.
"Natan".Jimin memanggil asisten pribadinya
yang diyakini sudah ada didepan pintu sejak
jeslin menerobos ruangannya.
"Ya tuan".
Benar saja natan datang secepat kilat masuk
keruangan jimin.sejak laporan yeji sekretaris
jimin yang melaporkan jeslin masuk
keruangan Jimin Natan langsung mengambil
tindakan dengan berdiri didepan pintu
ruangan Jimin . Natan sepertinya tau kalau
Jimin akan membutuhkan dirinya.
"Antar jeslin pulang." melanjutkan kembali
pekerjaannya tanpa melihat jeslin yang tidak
rela keluar dari ruangannya.
"mari nona."Natan menarik jeslin walau
wanita itu menepis tangannya dengan kasar
tapi Natan tetap menarik tangannya kembali
__ADS_1
dan menyeretnya.