Jodoh Beda Kasta

Jodoh Beda Kasta
Sudah terlambat ep 44.


__ADS_3

Sudah dua hari putra kesayangannya tidak


pulang kerumah,bertanya pada supir da


asisten pribadinya hanya sia-sia membuat


mommy alin frustasi, ditambah rengekan


jeslin setiap hari menambah sakit kepalanya


dan segera menghubungi suaminya.


Karena kekhawatiran istrinya membuat Deddy


Albert terpaksa terbang ke Korea dengan jet


pribadinya.


Begitu sampai Deddy Albert dan mommy alin


langsung mendatangi kantor putra


kesayangannya mereka dan tidak


ketinggalan jeslin juga ikut.


"tok..tok...tok..."


"Masuk".suara Jimin terdengar dari


dalam.mommy alin dan Deddy Albert


dipersilahkan yeji sekretaris jimin untuk


masuk.


"hai son."


"Ded..!"Jimin kaget melihat Deddynya yang


tiba-tiba sudah ada di kantornya."Kenapa


tidak kasi kabar kalau Deddy datang."berjalan


lalu memeluk Deddynya dengan rasa rindu.


"Bagaimana kamu tau Deddy pulang,kamu


sendiri saja tidak pulang kerumah?."


"Apa mommy tidak disambut juga?."mommy


alin cemberut merasa diacuhkan dua pria


kesayangannya.


"mom."Jimin dan Deddy Albert bersamaan


dan memeluk mommy alin."kenapa kau tidak


pulang? Rachel juga tidak pulang


kerumah.apa kalian bersama?."tanya mommy


Jimin menatap putranya penuh selidik.


"Nanti juga Jimin pulang."menjawab dengan


santai tanpa memberitahukan kalau Rachel


bersama dengannya.


"Kenapa tidak membawa jeslin ikut dengan


mu? kenapa meninggalkan dia di acara pesta


sendirian? kenapa tidak mengangkat telepon


mommy?,"dan masih banyak pertanyaan


'kenapa?'dari mommynya.


"Mom kenapa mencemaskan orang


lain?."Deddy Albert menarik istrinya untuk


duduk.


"Ded... jeslin bukan orang lain dia menantu


mommy."wajah mommy alin terlihat tidak


suka ketika suaminya mengatakan jeslin


adalah orang lain.


"Yang Deddy bilang benar mom... jeslin itu


orang lain".Jimin menyetujui ucapan


Deddynya.


"Jimin."mommy alin meninggikan


suaranya.mommy alin sudah melakukan


usaha sejauh ini untuk menyatukan Jimin


dan jeslin.tapi bukanya hubungan mereka


kembali yang ada jimin malah tidak perduli


dengan mantan kekasihnya itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi?."Deddy Albert


semakin bingung dengan ucapan istrinya


yang menyebut jeslin menantunya


sedangkan dengan jelas Deddy Albert tau


kalau Rachel dan Jimin sudah menikah.

__ADS_1


"Mommy yang tau semuanya". memandang


mommy alin dengan intens."mom yang


jelasin pada ded saja."memandang momnya dengan senyum yang penuh arti.


mommy alin malah terdiam kepalanya


tertunduk seolah takut dengan tatapan


Deddy Albert yang meminta penjelasan


darinya.


"Dan kenapa tidak pulang son?.dimana


Rachel?."Deddy Jimin beralih bertanya pada


putranya setelah melihat istrinya tidak


menjelaskan apapun.deddy Albert juga


mengkhawatirkan Rachel yang tidak tau


dimana berada.


"Ded.nanti Jimin jelaskan dan tentang Rachel


Deddy tidak usah cemas dia baik-baik saja."


"Jadi...kau dengan Rachel___."sontak mommy


alin menutup mulutnya terkejut mendengar


jimin tau keadaan


Rachel yang artinya Jimin dan Rachel tinggal


bersama.


"Yobo sudah, sebaiknya kita pulang kasih


waktu buat putra kita."menenangkan istrinya


yang sudah mengeluarkan kilatan kemarahan


pada Jimin.


"Son mommy dan Deddy pulang,kalau kau


sudah merasa siap. cerita saja."Deddy Jimin


menepuk bahu putranya dan segera menarik


istrinya keluar dari ruangan Jimin.


Jimin menghembuskan nafasnya dengan


kasar dan memikirkan bagaimana cara


menceritakan tentang perjanjian antara


istrinya dan momnya pada deddynya.jimin


membayangkan semarah apa dednya nanti


bila mengetahui rencana mommynya yang


sebenarnya.


Belum selesai selesai memikirkan jalan


keluar satu masalah kini masalah lain


muncul lagi.dimana jeslin tiba-tiba masuk


begitu saja walau yeji sudah melarangnya.


"Ada apa lagi ini?."geram Jimin melihat jeslin!


sudah ada diruangannya.


"Tuan maaf tapi saya sudah melarang nona


ini Masuk."yeji membungkuk ketakutan


melihat aura kemarahan dari Jimin.


"Ya sudah keluar lah."menyuruh yeji keluar


Jimin tidak ingin menghabiskan energinya


untuk wanita yang sudah mencampakkannya


beberapa tahun yang lalu.


"Mau apa kau kemari."suara Jimin ketus tidak


ada kelembutan sama sekali.


"Sayang aku merindukanmu."memeluk tubuh


Jimin yang membelakanginya dan menangis


sesenggukan.


"Drama apa lagi ini jeslin?."tanya Jimin malas


dengan sikap jeslin.Jimin bahkan tidak


merasa iba dengan air mata jeslin yang


membasahi kemeja bagian punggungnya.


"Aku merindukanmu yang dulu, yang


mencintaiku dengan cinta yang besar, yang


rela melakukan apapun untuk melihat


senyumku, yang ada di setiap aku


butuh."tangis jeslin semakin terisak."Dimana

__ADS_1


Jimin ku yang dulu?."jeslin merasakan


perubahan besar dalam diri Jimin sejak


kepulangannya.mata yang menatapnya


dengan tatapan cinta sudah tidak dia


lihat.suara lembut yang selalu menyebut


namanya sudah tidak dia dengar.sekarang


yang dia temukan hanya Jimin dengan wajah


yang sama namun sikap yang sangat


berbeda.


Mendengar curahan hati wanita yang pernah


ada dihatinya membuat Jimin diam


terpaku.dia pernah merasakan semua apa


yang diungkapkan jeslin, ketika wanita itu


lebih memilih pergi dari pada menikah


dengannya.


"Jeslin semuanya sudah berakhir."jawab


Jimin melepaskan pelukan jeslin dari


tubuhnya.


"Tidak..tidak..aku tidak ingin berakhir."jeslin


semakin mengeratkan pelukannya,


meluapkan rasa rindu yang benar-benar dia


rasakan dan ingin memperbaiki hubungan


mereka."Mari kita mulai dari awal,aku


bersedia menikah dengan mu."


"Tapi itu tidak mungkin."dengan paksa Jimin


melepaskan pelukan jeslin.


"Apanya yang tidak mungkin Jim?.kita saling


mencintai."tangis jeslin semakin pecah


mendengar ucapan Jimin.


"Aku sudah mencintai orang lain." jawabnya


jujur karena sekarang yang ada di hati Jimin


sekarang hanya ada nama Rachel yang


membuat hidupnya semakin berwarna sejak


malam panas itu.bahkan jika Rachel menjauh


darinya dia pasti bisa gila.


"Siapa dia?.aku akan melakukan apapun


untuk mu."jeslin menakup wajah Jimin


dengan kedua tangannya dan melihat Jimin


dengan selidik.


"Pulang lah kerumah orang tuamu,tidak baik


jika ada wartawan yang melihat mu dan


membuat berita yang buruk tentang


kita."Jimin kembali ketempat duduknya.


"Jimin ak____". ucapan jeslin terhenti melihat


tatapan tajam Jimin yang tertuju padanya.


"Natan".Jimin memanggil asisten pribadinya


yang diyakini sudah ada didepan pintu sejak


jeslin menerobos ruangannya.


"Ya tuan".


Benar saja natan datang secepat kilat masuk


keruangan jimin.sejak laporan yeji sekretaris


jimin yang melaporkan jeslin masuk


keruangan Jimin Natan langsung mengambil


tindakan dengan berdiri didepan pintu


ruangan Jimin . Natan sepertinya tau kalau


Jimin akan membutuhkan dirinya.


"Antar jeslin pulang." melanjutkan kembali


pekerjaannya tanpa melihat jeslin yang tidak


rela keluar dari ruangannya.


"mari nona."Natan menarik jeslin walau


wanita itu menepis tangannya dengan kasar


tapi Natan tetap menarik tangannya kembali

__ADS_1


dan menyeretnya.


__ADS_2